Logo
Collateral Fate
Collateral Fate

Collateral Fate

72 Bab
Tamat
Dalam Collateral Fate, Letnan Arya Pradipta menjalankan misi rahasia untuk menyelamatkan sandera dari teroris. Adventure story penuh aksi ini mengungkap konspirasi politik berbahaya di wilayah musuh. Baca adventure novels seru ini untuk melihat perjuangan mereka bertahan hidup di modern novel ini.
Bab 1 dari Collateral Fate

Darah dan debu bercampur di udara saat Letnan Arya Pradipta bergerak di bawah bayang-bayang reruntuhan bangunan di perbatasan Suriah dan Turki. Napasnya tetap stabil meski jantungnya berdetak cepat di balik rompi anti-peluru. Suara komunikasi dari timnya terdengar melalui earpiece di telinganya.

"Target dikonfirmasi. Sandera berada di dalam kompleks utama, lantai dua."

Arya mengencangkan genggamannya pada senapan serbu yang dilengkapi peredam. Lima anggota timnya telah lebih dulu menyusup ke dalam area, bergerak dalam kegelapan dengan langkah senyap. Malam itu hanya diterangi cahaya bulan samar.

"Eksekusi dalam tiga detik."

Tepat sesuai rencana, timnya menyingkirkan dua penjaga di pintu utama tanpa menimbulkan kebisingan. Arya memberikan isyarat lalu masuk ke dalam bangunan bersama mereka. Bau mesiu bercampur dengan debu memenuhi udara.

Mereka bergerak menyusuri lorong dengan senjata terangkat, mata waspada mengamati setiap sudut. Dari arah kanan, terdengar langkah kaki mendekat. Arya mengangkat tangan, memberi kode. Dua anggota tim segera mengambil posisi dan menembak dua musuh yang muncul sebelum mereka sempat bereaksi.

Arya menaiki tangga menuju lantai dua, mengikuti denah bangunan yang telah ia hafalkan sebelum misi dimulai. Di ujung koridor, sebuah pintu besi tampak tertutup rapat.

"Letnan, target ditemukan."

Ia merapat ke dinding dan memberi tanda kepada timnya. Salah satu prajurit memasang peledak kecil di engsel pintu, menghitung mundur sebelum akhirnya pintu itu terlempar ke belakang. Asap tipis menyebar di udara.

Arya memasuki ruangan lebih dulu, senjatanya terangkat, memeriksa setiap sudut. Di dalam, seorang wanita terduduk di sudut ruangan dengan tangan terikat.

Mata mereka bertemu-sepasang mata penuh ketakutan, namun juga menyimpan keteguhan.

Dalam bahasa Arab, wanita itu berbisik pelan seolah mengucapkan doa terakhirnya.

Arya berjongkok di hadapannya dan mulai melepaskan ikatan di pergelangan tangannya. "Apakah Anda Alana Weston?"

Wanita itu menatapnya beberapa saat sebelum mengangguk pelan.

"Dengar, saya di sini untuk membawa Anda keluar," kata Arya dengan nada tegas. "Apakah Anda bisa berjalan?"

Alana berusaha bangkit, tetapi tubuhnya lemah dan hampir terjatuh. Arya segera menangkapnya, menopang tubuhnya agar tetap berdiri.

"Tim, kita harus segera keluar."

Namun sebelum mereka bisa bergerak, ledakan mengguncang bangunan. Arya terhuyung ke belakang sementara debu dan puing berjatuhan dari langit-langit.

"Letnan, ini jebakan! Mereka sudah mengetahui keberadaan kita!"

Arya segera menarik Alana ke dalam perlindungannya, berlindung di balik meja. Dari luar, suara tembakan mulai menggema di seluruh gedung.

Misi penyelamatan ini telah berubah menjadi pertempuran untuk bertahan hidup.

Suara tembakan semakin intens. Peluru berhamburan, menghantam dinding dan menimbulkan pecahan beton yang beterbangan ke segala arah. Arya menekan tubuh Alana agar tetap berlindung di balik meja, sementara matanya mengamati situasi.

"Delta-1, status?" Arya berbicara melalui radio, memastikan kondisi timnya.

"Kami terkepung di pintu masuk utama. Musuh datang dari sisi timur dan selatan."

"Bertahan. Saya akan membawa target keluar melalui rute darurat."

Arya mengangkat senjatanya lalu mengintip sedikit dari balik meja. Tiga orang musuh bergerak mendekat dari koridor. Tanpa membuang waktu, ia menembak mereka satu per satu dengan presisi.

Alana terkejut tapi ia tetap diam. Matanya menatap Arya dengan waspada seolah mencoba memahami siapa pria berseragam militer yang datang untuk menyelamatkannya.

"Saya akan membawa Anda keluar dari sini," kata Arya. "Tetap di belakang saya dan jangan sampai tertinggal."

Alana mengangguk, meskipun wajahnya masih menunjukkan ketegangan.

Arya menarik napas dalam lalu memeriksa jalur keluar. Mereka harus mencapai tangga darurat yang terletak di sisi barat gedung. Namun, situasi di luar semakin buruk.

"Delta-1, kita butuh ekstraksi sekarang!"

"Negatif, Letnan! Area masih terlalu panas. Helikopter tidak bisa mendekat!"

Arya mengumpat pelan. Tidak ada pilihan lain selain mencari jalur alternatif. Ia mengaktifkan mode peta digital di jam tangannya, melihat denah bangunan. Ada sebuah terowongan tua di bagian bawah gedung yang bisa mereka gunakan.

"Ikuti saya," katanya sambil menarik Alana berdiri.

Mereka bergerak cepat melewati lorong, berusaha menghindari baku tembak di bagian depan gedung. Beberapa musuh masih berjaga di koridor belakang, tetapi Arya menyingkirkan mereka dengan serangkaian tembakan senyap.

Saat mereka hampir mencapai pintu menuju ruang bawah tanah, suara langkah kaki terdengar dari belakang. Arya menoleh dan mendapati beberapa musuh sudah mengejar.

"Masuk sekarang!" Arya mendorong Alana ke dalam ruangan.

Ia berbalik dan menembakkan peluru terakhir dalam magazinnya, menjatuhkan salah satu musuh. Namun, jumlah mereka lebih banyak dari yang ia perkirakan. Arya menarik pisau dari sarungnya dan bersiap menghadapi pertempuran jarak dekat.

Seorang pria bersenjata mendekat dengan cepat, tetapi Arya lebih cepat. Ia menghindari serangan lawan dan menebas leher pria itu dengan satu gerakan presisi. Darah mengalir deras, dan tubuh musuh itu ambruk ke lantai.

Tidak ada waktu untuk berhenti. Arya segera masuk ke ruang bawah tanah dan mengunci pintu di belakangnya. Ia menoleh ke arah Alana, yang berdiri dengan tubuh gemetar, tetapi matanya tetap tajam.

"Apakah Anda baik-baik saja?" tanyanya.

Alana mengangguk perlahan. "Saya bisa bertahan."

Arya memperhatikan raut wajahnya. Meski terlihat lelah dan ketakutan, ada sesuatu dalam sorot matanya-keteguhan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang dalam situasi seperti ini.

"Kita akan keluar dari sini," ujar Arya dengan keyakinan penuh.

Tanpa membuang waktu, mereka berdua melangkah masuk ke dalam kegelapan terowongan, meninggalkan pertempuran di belakang mereka.

Langkah kaki Arya dan Alana bergema di sepanjang terowongan gelap yang sempit. Hanya cahaya redup dari lampu tak berfungsi yang berkelap-kelip di beberapa titik, membuat suasana semakin mencekam. Bau lembab bercampur dengan debu memenuhi udara.

Arya berjalan di depan, senjatanya terangkat, siap menghadapi kemungkinan ancaman. Alana mengikuti di belakangnya dengan langkah hati-hati.

"Berapa lama kita harus melewati ini?" tanya Alana dengan suara lirih.

"Terowongan ini membentang hingga satu kilometer ke luar kompleks," jawab Arya sambil terus melangkah. "Jika tidak ada kendala, kita bisa keluar dalam lima belas menit."

Alana mengangguk pelan, meskipun rasa tidak nyaman terlihat di wajahnya.

Beberapa meter ke depan, Arya berhenti tiba-tiba dan mengangkat tangan, memberi isyarat kepada Alana untuk diam. Ia mendengar sesuatu-suara langkah kaki di kejauhan.

Seseorang ada di dalam terowongan bersama mereka.

Arya segera mematikan senter di senjatanya dan merapat ke dinding. Ia menarik Alana mendekat, membuat mereka bersembunyi dalam bayangan.

Suara langkah itu semakin mendekat.

Arya dengan tenang melepas pengaman pistolnya. Jika musuh menemukan mereka, pertempuran di ruang sempit ini akan sulit dihindari.

Bayangan bergerak di ujung lorong. Arya menahan napas, menunggu momen yang tepat. Namun, sebelum ia bisa bereaksi, sebuah suara terdengar dari radio di rompinya.

"Letnan, ada pasukan musuh masuk ke terowongan! Mereka mengetahui jalur pelarian Anda!"

Arya mengumpat pelan. Musuh sudah menduga rute yang mereka ambil.

Langkah kaki di depan mereka semakin cepat. Tidak ada pilihan lain.

"Saya akan membuat pengalihan," bisik Arya kepada Alana. "Tetap di sini dan jangan bergerak sampai saya kembali."

Alana tampak ragu, tetapi akhirnya mengangguk.

Arya bergerak cepat, bersembunyi di balik pilar beton. Saat musuh melangkah lebih dekat, ia melemparkan pisau kecil ke salah satu dari mereka, tepat mengenai tenggorokannya. Pria itu jatuh tanpa suara.

Dua orang lainnya tersentak, tetapi sebelum mereka bisa bereaksi, Arya menembak mereka dengan peluru senyap. Tubuh mereka terjatuh ke lantai berdebu.

Arya segera kembali ke tempat Alana. "Ayo, sebelum mereka mengirim lebih banyak orang."

Mereka berdua melanjutkan perjalanan, tidak lama kemudian, mereka tiba di ujung terowongan dan yang mereka temukan justru membuat Arya terdiam.

Pintu keluar telah tertutup dengan reruntuhan besar.

Alana menatap Arya dengan cemas. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Arya mengevaluasi situasi. Menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan puing-puing akan terlalu beresiko, bisa menarik lebih banyak musuh. Satu-satunya pilihan adalah mencari jalan lain.

Ia meraih radio dan berbicara kepada timnya.

"Delta-1, jalur utama tertutup. Apakah ada rute lain?"

"Tunggu sebentar, Letnan... Ada satu jalan, tapi lebih berbahaya. Ada tangga darurat di sisi kiri terowongan yang mengarah ke permukaan, tapi bisa jadi ada musuh yang berjaga di sana."

Arya menghela napas. Tidak ada pilihan yang benar-benar aman.

"Baik, kita akan ke sana."

Ia menoleh ke Alana. "Ikuti saya, dan tetap waspada."

Alana mengangguk.

Mereka kembali berjalan dalam gelap, menuju jalan keluar yang mungkin membawa mereka ke kebebasan atau ke dalam jebakan lain yang lebih berbahaya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Brontak Dalam Sempak
Brontak Dalam Sempak
Dalam Brontak Dalam Sempak, Ujang menghadapi duel maut demi membuktikan kekuatannya. Mengaktifkan mode Tisu Magic berlapis baja, ia bertarung melawan ajian panas sang Datok. Ikuti adventure story penuh aksi ini dalam fantasy novel yang seru di platform webnovel pilihan Anda.
Captain's Ravenge
Captain's Ravenge
Dalam Captain's Ravenge, Arya Bimantara meninggalkan tugas negara demi mengungkap misteri kematian saudara kembarnya. Melalui genre mystery action, Arya mengejar pembunuh adik dan iparnya demi keadilan. Baca mystery story ini di webnovel sebagai salah satu fiction books penuh intrik.
Devil Heart Angel
Devil Heart Angel
Dalam Devil Heart Angel, David Edward yang kejam menghadapi kekacauan hidup setelah bertemu Anesia Sabila. Novel modern penuh aksi ini mengungkap bagaimana prinsip sang malaikat berhati iblis goyah. Baca romance novel ini untuk melihat konsekuensi dari pertemuan yang mengubah takdir mereka.
Dia Bukan Milikku
Dia Bukan Milikku
Dalam romance novel Dia Bukan Milikku, Letnan Imam menghadapi dilema pasca dikhianati Serda Resti. Saat merajut cinta dengan Dokter Utami, muncul Lita yang menguji kesetiaannya. Baca kisah modern novel penuh intrik ini untuk melihat akhir perjuangan sang abdi negara di web novel ini.
Gairah Liar sang Mafia
Gairah Liar sang Mafia
Dalam mafia novel Gairah Liar sang Mafia, Arnius Nagendra menyamar demi membalas dendam pada sindikat perdagangan manusia. Dibantu seorang guru TK, ia mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini. Baca kisah penuh aksi ini di webnovel kami sekarang.
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Dalam Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!, Mireya, sniper Galaxy Hitam, mengincar nyawa Jenderal Arnold demi membalas dendam keluarga. Misi berbahaya ini menguji loyalitasnya di tengah konspirasi mafia novel dan aksi menegangkan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Saat Cinta dan Hasrat Menyatu
Grace adalah seorang fotografer yang dipaksa bertunangan dengan seorang CEO bernama Victor. Awalnya Grace sangat menolak, jadi mengajukan tiga syarat, bahkan menganggap Victor adalah pria tak menarik. Akhirnya perhatian dan ketelitian Victor membuat Grace jatuh cinta padanya. Namun, Grace trauma dengan hubungan cinta yang disatukan keluarga, takut cintanya akan sia-sia dan dirinya tidak bisa terima, lalu bernasib yang sama seperti ibunya.
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Setelah dua tahun menghadapi provokasi Isla dan sikap dingin suaminya, Lydia dengan tegas mengakhiri pernikahannya. Mantan suaminya menganggap keputusannya itu hanya sementara, namun terbukti salah ketika Lydia membangun kembali hidupnya sebagai ahli andrologi terkemuka. Penyesalan kian menjadi saat pria itu terbongkar bahwa Isla adalah seorang penipu yang memalsukan ijazah sekaligus kisah penyelamatan nyawanya. Dalam upaya berdamai, dia mengunjungi kantor Lydia, yang menyambutnya dengan tawaran layanan medis yang dingin dan profesional.
[Versi suara dubbing] Kesedihan miliarder yang Tersembunyi
[Versi suara dubbing] Kesedihan miliarder yang Tersembunyi
Anak laki-laki keluarga term kaya putus hubungan dengan keluarganya karena istri, membantu perusahaan istrinya secara rahasia tetapi pura-pura menjadi penjual biasa, sementara istrinya sombong dan terjerat dengan mantan cinta karena desakan ibunya.
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Luca Conri adalah si kerdil yang tanpa serigala dari Kawanan Megrin, yang gonggongannya lebih besar daripada gigitannya, selalu jadi bahan ejekan dan pelampiasan. Luca yang disiksa oleh kawanannya sendiri dan diburu oleh para saingannya, harus hidup di bawah perlindungan sang alfa dominan, sekaligus sahabat kakaknya, Dalton Grey. Tapi semuanya berubah saat mereka berdua menjadi jodoh satu sama lain, sebuah ikatan yang melanggar aturan alami kawanan. Ketika musuh mendekat dan tradisi mencoba memisahkan mereka, Luca dan Dalton harus memutuskan apakah mereka ingin menyerah pada godaan nafsu mereka dalam romansa terlarang yang mengancam nyawa mereka sendiri.
Kontrak dengan Raja Mafia
Kontrak dengan Raja Mafia
Konspirasi keluarga membahayakan kehidupan Molly. Akan tetapi Jack, seorang boss mafia menolong Molly dari kecelakaan dan membantunya mendapatkan kehidupannya kembali. Tanpa mereka ketahui, sebuah konspirasi yang lebih besar menunggu mereka.