Logo
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku

Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku

32 Bab
Tamat
Dalam novel modern Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku, seorang istri harus menjaga keutuhan rumah tangga dari tekanan mertua. Penemuan bayi misterius di teras rumah memicu mystery story yang mengancam rahasia keluarga. Baca romance novel penuh intrik ini di platform web novel kami.
Bab 1 dari Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku

Ku intip pembicaraan suamiku dengan mamah dan papa mertua di ruang tamu. Ternyata mereka tengah membicarakan aku yang tak kunjung hamil juga. Terlihat mas Gibran menatap mamah tak suka dan mamah yang balik memandang mas Gibran nyalang, sedangkan papa hanya diam tidak nampak memihak sang istri ataupun sang anak.

"Udahlah Gib, kalau istrimu tidak bisa memberi kami cucu, ceraikan saja dia! Toh, di luaran sana masih banyak wanita subur yang bisa memberi kamu anak. Si Lastri itu mandul, kalau tidak mana mingkin dua tahun pernikahan kalian tidak dikaruniai anak juga. Kamu itu tampan dan mapan, pasti banyak wanita yang antri ingin dipersunting olehmu."

Terlihat mamah menunjuk-nunjuk mas Gibran kesal.

"Mah, jangan kenceng-kenceng bicaranya! Nanti Lastri dengar, aku gak mau sampai dia sakit hati karena mendengar ucapan mamah. Mau bagaimana pun keadaan Lastri, Gibran tetap cinta sama dia. Mau Lastri ngasih anak ataupun tidak, Gibran tidak akan menceraikan dia."

Mamah menghempaskan tubuh dengan kasar ke atas sopa di samping ayah, lalu mendongak menatap Gibran malas. "Secinta apa sih kamu sama dia sampai rela tidak punya keturunan?"

Mas Gibran menggeleng tak habis pikir dengan pertanyaan mamah, dia ikut mendudukan tubuh di atas sopa singgel. "Lastri itu istri aku, mah. Cinta dan kasih sayang aku seutuhnya untuk dia. Kalau mamah mempertanyakan seberapa besar rasa cintaku untuk Lastri, maka jawabannya adalah setulus ikatan suci dari pertama aku menjabat tangan ayah Diman dua tahun lalu."

Aku menitikan air mata begitu mendengar jawaban mas Gibran tentang pertanyaan mamah. Aku tahu mas Gibran sangat mencintaiku, terlepas dari aku bisa memberi dia anak atau tidak. Mas Gibran memang suami yang baik, karena itu aku masih bertahan selama ini menjadi istrinya walau tekanan mamah mertua tidak main-main sakitnya.

Kini mamah memandang papa protes. Mungkin mamah kesal karena papa tak membelanya, malah terkesan netral antara anak dan istri.

"Papa, jangan diam saja dong! Punya anak satu-satunya nasihatin, napa. Malah diam saja dari tadi. Emangnya papa mau terus diledekin sama teman-teman arisan mamah karena punya mantu tak kunjung ngasih kita cucu?"

"Lah, papa biasa aja tuh." Papa menjawab santai.

Mamah mendelik kesal, "papa sama nak sama saja. Ayo, kita pulang! Kepala mamah makin pusing kalau lama-lama di sini. Cepat!"

Mamah berdiri diikuti papa dan mas Gibran, "Mamah pulang dulu. Ingat, pikirkan baik-baik saran Mamah!" Setelah mengatakan itu, mamah melenggang pergi.

"Sudah, jangan dipikirin apa kata mamahmu! Darah tingginya lagi kumat, makanya marah-marah terus. Papa pulang dulu, sampaikan salam dari Papa untuk istrimu. Assalamaualaikum."

"Waalaikum salam." Mas Gibran menjawab.

Kusandarkan punggung pada tembok. Saat menyusut air mata, aku terlonjak kaget karena mas Gibran sudah berdiri di sampingku. Kapan dia menghampiriku? Kenapa langkah kakinya tidak terdengar?

Tanpa kata, mas Gibran membawa tubuhku ke dalam dekapan hangatnya. Mas Gibran mengelus pelan punggungku, "maafkan perkataan mamah. Mas harap kamu tidak memasukan ucapan mamah barusan ke dalam hati. Mas mungkin terkesan egois, tapi Mas benar-benar tidak mau kamu pergi. Stay with me, tetap di samping Mas Lastri apapun yang terjadi."

Mendengar ucapan mas Gibran yang terdengar begitu tulus, aku tak kuasa menahan air mata. Aku terisak dalam dekapan mas Gibran sambil mengeratkan lingkaran tanganku pada pinggangnya.

Setelah tangusanku agak reda, mas Gibran mengurai pelukannya. Dia mengusap jejak air mata di pipiku, "udah nangisnya?"

Aku mengangguk malu.

"Tadi dapat salam dari papa."

"Waalaikum salam." Aku menjawab serak titipan salam dari papa.

"Nangis gini aja masih cantik, apalagi kalau senyum." Mas Gibran tersenyum guyon ke arahku.

Karena malu kedua sudut bibirku mau tidak mau ikut melengkung tersenyum.

"Ayo, kita tidur! Ini uidah malam."

Aku mengangguk mengiyakan, lalu kami masuk ke dalam kamar guna mengistirahatkan badan dan pikiran yang lelah seharian ini.

Adzan subub berkumandang, aku bangun terlebih dahulu. Setelah mengambil air wudu, barulah kubangunkan mas Gibran untuk shalat berjamah.

Setelah shalat mas Gibran tidur lagi karena ini hari minggu, berbeda denganku yang memilih mengerjakan pekerjaan rumah. Namun, saat aku sedang memnereskan cucian piringku, aku samar-samar seperti mendengar suara tangisan bayi.

Mungkin itu suara tangisan bayi tetangga, pikirku. Namun, saat aku mengingat-ngingat kembali, semua tetangga yang rumahnya berdekatan dengan rumahku tidak ada yang mempunyai bayi. Lalu, tangisan bayi siapa itu? Kenapa suaranya terdengar dekat?

Bergegas ku dekati sumber suara tangisan itu. Lambat laun langkahku mendekati pintu depan. Saat kubuka pintu, betapa terkejutnya saat melihat sesosok bayi dalam kardus terletak di depan pintu rumahku.

"Astagfirullah, bayi siapa ini?" Ucapku sembari berjongkok. Saat ku lihat, aku lebih terkejut lagi karena bayi ini sepertinya baru lahir banget. Terdapat tali pusar serta di tubuhnya madih ada darahnya.

Segera ku bawa bayi itu masuk ke dalam rumah beserta kardus-kardusnya karena aku tak tahu cara memangku bayi yang benar. Ku panggil-panggil mas Gibran, "mas, mas Gibran."

Tak lama mas Gibran datang sambil mengucek matanya dan menguap, "ada apa, sayang? Kok teriak kayak orang panik gitu?"

"Mas," panggilku gelisah.

Mas Gibran lalu menurunkan tangan dari kucekan matanya, lalu menatap ke arahku. Matanya membola sama terkejutnya denganku saat pertama kali menemukan bayi ini. "Ya Allah, sayang. Bayi siapa ini?" Dengan cepat mas Gibran menghampiriku yang tengah duduk di sopa dengan bayi dalam kardus di atas meja.

"Aku gak tahu."

Mas Gibran memandangku sama gelisahnya, "kamu menemukannya di mana?"

"Di depan pintu rumah kita, Mas." Jawabku apa adanya.

"Astagfirullah, tega-teganya ada yang membuang bayi begini." Mas Gibran menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sayang, cepat ambil selimut atau kain apa saja untuk menyelimuti bayi ini!"

Aku mengangguk, lalu bergegas mencari kain atau selimut yang ku punya. Aku bersyukur saat menemukan selembar kain yang akan kubuat baju. Kuambil kain itu dan membawanya untuk kuberikan pada mas Gibran.

"Ini, Mas." Aku mengasongkan kain itu pada mas Gibran.

Dengan telaten mas Gibran membungkus bayi merah yang terlihat kedinginan itu, lalu membawanya ke dalam gendongan.

"Mas, kita harus apa sekarang? Apa melaporkannya pada pak Rt saja?" tanyaku pada mas Gibran yang sedang mengeyong-ngeyong bayi.

Mas Gibran menatap bayi itu lama. Entah apa yang dia pikirkan sehingga begitu larut dalam lamunannya sendiri. Aku menepuk pundaknya gina menyadarkan mas Gibran, "Mas," panggilku.

Perlahan mas Gibran mendongak ke arahku. Kedua sudut bibirnya melengkung menciptakan senyuman teramat manis, "mungkin ini cara Allah SWT. menitipkan amanahnya pada kita. Bagaimana kalah kita rawat saja bayi ini? Tak apa bila bayi ini bukan anak kita, Mas yakin kita bisa menjadi ibu serta ayah yang baik untuk dia."

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
Temukan kelanjutan novel romantis CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu. Renee yang tunarungu memutuskan pergi setelah tiga tahun diabaikan oleh suaminya, Arvin. Namun, sang miliarder menolak bercerai sebelum Renee melahirkan anak kedua. Baca novel online ini untuk mengikuti konflik mereka.
Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
Dalam novel romantis miliarder Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku, Serani Gunawan bercerai demi mengakhiri pengkhianatan suaminya, Agung. Saat Agung berniat merebut kekayaan Serani setelah tahu mantan istrinya adalah CEO baru tempatnya bekerja, Serani harus bertahan dibantu dua pria kaya.
Janji
Janji
Dalam romance novel berjudul Janji, sebuah komitmen masa lalu memicu misteri besar di era modern. Protagonis harus mengungkap rahasia di balik sumpah lama yang kini mengancam masa depannya. Baca mystery story ini untuk menelusuri konsekuensi dari kata-kata yang tak pernah mati.
Kematianku Membuat Hatinya Hancur
Kematianku Membuat Hatinya Hancur
Dalam mafia novel Kematianku Membuat Hatinya Hancur, Jane Rivers memalsukan kematian untuk lari dari Nathan Cross yang menghancurkan keluarganya. Setelah pengkhianatan dan paksaan aborsi terungkap, Jane membalas dendam dalam romance stories penuh intrik ini. Baca online novel ini sekarang.
Kenikmatan Di Kelas Bisnis
Kenikmatan Di Kelas Bisnis
Dalam novel romantis miliarder Kenikmatan Di Kelas Bisnis, seorang wanita mengungkap rahasia sahabatnya yang selalu bepergian dengan kelas bisnis dan pulang dengan wajah berseri. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah penuh godaan bersama para bos besar yang berkuasa.
Malam Pertama Dengan Pria Arab
Malam Pertama Dengan Pria Arab
Dalam Malam Pertama Dengan Pria Arab, impian memiliki suami idaman hancur akibat keputusan terburu-buru. Novel modern ini mengikuti konsekuensi pilihan yang mengancam pernikahan. Baca kisah selengkapnya di web novel romance novel ini untuk melihat perjuangan memperbaiki takdir.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Menemukan Kembali Ibu dan Takdir
Menemukan Kembali Ibu dan Takdir
Dion terpisah dari ibunya di pasar dan diselamatkan oleh Jenderal Gio yang kemudian mengangkatnya jadi anak, mereka berdua bersama-sama berjuang rebut kekuasaan. Lima belas tahun kemudian, Gio menjadi kaisar, sedangkan Dion pergi mencari kerabatnya. Dion tinggal di Kediaman Sekretaris Komite Prefektur, dan bertemu ibunya di sana. Dion juga bertemu kembali dengan jodoh masa kecilnya, kemudian hidup mengatasi berbagai peristiwa dalam keseharian mereka sekeluarga.
Bayangmu di Tengah Badai
Bayangmu di Tengah Badai
Karena perubahan besar dalam keluarganya, Alya menghadapi kesulitan ekonomi akibat penyakit parah yang diderita kakaknya. Alya secara tidak sengaja bertemu Reyan, yang sudah bertahun-tahun tidak dia jumpai, saat bekerja paruh waktu. Reyan mulai memiliki perasaan khusus terhadap Alya. Saat Reyan diam-diam memberantas organisasi perdagangan manusia, Alya tanpa sengaja terlibat di dalamnya. Demi melindunginya, Reyan mempertaruhkan dirinya.
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali: Bos Kembali
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali: Bos Kembali
Seorang tokoh berpengaruh dilahirkan kembali sebagai siswa SMA. Setelah ditipu dan dibingungkan, dia ingin meninggalkan rumah, memutuskan untuk meninggalkan dunia kriminal demi mengejar pendidikan universitas. Dia menunjukkan kekuatannya di sekolah, menyelamatkan seorang gadis, menangani para preman sekolah, mendapatkan perlindungan dari seorang guru cantik, dan bawahan lamanya muncul saat dia berada dalam bahaya...
Pembalasan Sang Pewaris
Pembalasan Sang Pewaris
Serenity, putri orang terkaya di dunia, menyembunyikan identitasnya untuk menikahi Gabriel demi cinta. Dia membesarkan anak mereka menjadi jenius, namun di acara sekolah sang anak, suami dan anaknya malah mempermalukannya di depan umum. Setelah bercerai, dia bersekutu dengan Dylan untuk menghancurkan mereka. Pada akhirnya, Serenity dan Dylan menikah, menjadi pasangan yang tak terkalahkan.
Tunggu Saja Keberhasilanku
Tunggu Saja Keberhasilanku
Sudah lima tahun Isa hidup bersama suaminya yang idiot, ditambah harus menjaga ibu mertua yang ada penyakit jantung. Awalnya Isa berencana meninggalkan mereka, hanya saja Isa tahu kalau Isa meninggalkan mereka, hidup mereka akan makin sulit, jadi Isa masih ragu-ragu. Hanya saja Isa sudah dicari oleh Keluarga Lino dan harus kembali bersama mereka, di saat itu Isa baru mengungkapkan semua rahasianya. Tapi entah bagaimana nasib Isa ke depannya, serta nasib ibu mertua dan suami idiotnya...
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Toby Stark, sang Iron Marine, pulang kampung setelah menyelamatkan negaranya. Tapi bukannya sambutan hangat, dia malah diputusin mentah-mentah oleh mantannya, yang bahkan nggak tahu kalau dia adalah pria terkaya di dunia! Bagaimana Toby akan membalasnya?