Logo
Suamiku Punya Wanita Idaman Lain
Suamiku Punya Wanita Idaman Lain

Suamiku Punya Wanita Idaman Lain

55 Bab
Tamat
Dalam Suamiku Punya Wanita Idaman Lain, keretakan rumah tangga Selena dimulai saat kehadiran sang buah hati menciptakan jarak dengan Roy. Terjebak dalam pengkhianatan akibat hasrat menyimpang sang suami, baca kisah romance novel ini di web novel untuk melihat perjuangan sang istri.

Ringkasan Suamiku Punya Wanita Idaman Lain

Kehidupan pernikahan Selena dan Roy mulai retak sejak kehadiran buah hati pertama mereka. Tantangan selama masa kehamilan hingga fase mengurus bayi menciptakan jarak komunikasi yang lebar di antara keduanya. Di tengah situasi dingin tersebut, Roy yang memiliki gairah seksual tidak wajar justru memilih untuk berkhianat. Ia terjerat perselingkuhan demi memuaskan hasratnya, hingga tega melupakan tanggung jawab utama sebagai kepala keluarga bagi istri dan anaknya.
Selengkapnya

Bab 1 dari Suamiku Punya Wanita Idaman Lain

[Sayang, aku pulang agak malam, kamu dan Cheryl makan duluan aja, ya!]

Selena menghela nafas dengan berat. Pesan dari suaminya, Royano Budiman, menganggu suasana hatinya yang bersemangat merampungkan laporan kerja hariannya. 

Diliriknya sudut kanan bawah laptopnya, pukul 17.15. Suaminya selalu memberi kabar menjelang jam pulang kantornya. Entah sengaja atau memang baru sempat memberi kabar. 

Selena berniat acuh, tak ingin membalas pesan itu. Jarinya bergerak lincah pada keyboard laptop, melakukan pemeriksaan ulang pada setiap sheet dan file laporannya. Namun matanya tidak berhenti melirik ponsel. 

[Iya, sayang. Jangan telat makan malam, ya! Oiya, kalau bisa hari ini bacain buku dongeng baru untuk Cheryl.]

Ditambahkannya emoticon kiss diakhir pesan. Berharap suaminya mengerti kerinduan hatinya membagi waktu bersama dengan Cheryl. 

Ah. Tidak seharusnya aku takut meminta perhatian dari suami sendiri, bagaimanapun ini demi Cheryl, buah cinta kami. Bayi berumur  3 tahun yang sedang bersemangat mengeksplor dunianya. 

Selena memijit batang hidungnya perlahan. Ia mulai jenuh bersikap seolah semua baik-baik saja. Ia enggan mengakui pernikahan mereka semakin dingin, meski baru akan genap 4 tahun bulan depan. 

Dua menit berlalu sejak Selena membalas pesan Roy, tidak ada balasan lagi. Selalu begitu. 

"Apa lagi yang kau harapkan, Selena? Jangan menunggunya pulang!"

Monolog yang membantunya melepaskan rasa sesak tertahan di dadanya. Ia bergegas untuk pulang. Tangannya membereskan laptop kerja dan merapikan meja. Ia terbiasa meninggalkan meja dan kubikel kerjanya dalam keadaan bersih dan rapi. 

Sudah pukul 18.00, ia perlu ke toilet sebelum memesan taksi online. 

"Lena, belum pulang?" Harris, managernya, menyapa dari ruangannya. 

"Loh! Bapak masih ada?" Selena memundurkan langkahnya ke arah pintu ruangan. 

"Baru selesai zoom meeting dengan direktur" seru Harris tanpa menoleh ke arah Selena berdiri.

"Semangat, pak! Ada kebijakan baru atau kerja tambahan, pak?" Ia masih berdiri di pintu. 

"Nothing, masih sama dengan minggu lalu" jawaban pendek dari Harris membuat Selena kehabisan akal. 

Ia berlalu setelah berpamitan. Mustahil membuat percakapan hangat dan panjang dengan managernya. Baik berdua maupun dalam tim, managernya konsisten pelit berbicara, bahkan menghindari kontak mata. 

Selena mengingat lagi hari pertama Harris bergabung di kantor, itu dua tahun yang lalu. Saat itu Selena ditunjuk oleh direktur untuk membawa Harris berkenalan ke seluruh departemen. Candaan teman-teman ditanggapi Harris dengan senyum tipis dan 'oh' saja. 

Meski sejauh ini belum pernah ada masalah yang berarti dalam pekerjaan dengan Harris, Selena sangat berhati-hati agar tetap nyaman dalam bekerja. Stigma bos laki-laki manipulatif dan suka melecehkan staff perempuan tidak ada dalam tampilan harian Harris. 

Selena bergegas dari toilet setelah menerima panggilan dari supir taksi online pesanannya. Digenggamnya tas kerja di tangan kanan, shoulder bag kesayangan yang dihadiahkan Roy saat ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. 

"Yaah! Lupa lagi!" Selena mendengus kesal, tas bekalnya masih tertinggal di meja kerja. Ia berlari kecil sambil menulis pesan singkat ke supir agar menunggu. 

"Bugh!" Tubuhnya menabrak seseorang dan hampir kehilangan keseimbangan. 

"Kamu bisa lebih hati-hati?" Harris membantunya berdiri tegak. Telapak tangannya yang besar menempel di punggung dan panggul Selena. Alih-alih menegakkan posisi berdiri, Selena malah memeluk Harris karena posisinya yang juga belum seimbang. 

Terlalu asik dengan ponsel sambil berlari kecil membuatnya menabrak Harris di pintu masuk ruangan departemen mereka. 

"Kamu gak papa? Ada yang sakit?" Harris membuat jarak sambil memasukkan tangan ke kantong celananya. Matanya lurus menatap Selena. 

Belum hilang degub jantung karena panik, Selena malah semakin gugup karena tatapan mata Harris. 

"E ... saya gak apa-apa, pak. Saya minta maaf" Sedikit nyeri di dahinya, sepertinya akibat benturan dengan dagu Harris. 

Menyadari kecanggungan yang harus diakhiri, Selena mengangguk pamit, "Tas bekal saya ketinggalan, pak. Saya buru-buru karena taksi pesanan saya sudah di lobby" 

Ia berlalu dari hadapan Harris tanpa menunggu sahutan pria itu. Rasa gugup makin menjadi saat ia lihat Harris masih berdiri memandanginya. 

"Pak, saya duluan. Saya pamit kedua kali, nih!" erang Selena pelan dengan senyum. Harris melangkahkan kakinya mengikuti Selena. 

Keduanya membisu saat mengantri lift dan turun ke lobby. Selena yang tak ingin lebih canggung lagi langsung menuju taksi pesanannya. 

"Huft ... apes banget, sih! Untung pak Harris gak marah" Selena ingat Harris terdesak ke pintu kaca saat tabrakan tadi. Diusapnya dahi yang masih perih, tak hanya karena benturan juga karena janggut kasar Harris yang baru tumbuh menggesek dahinya. 

'Kepalanya tadi nabrak kaca, dong!' Mulut Selena membulat. Ia ingat lagi, Harris tampak baik-baik saja tadi bahkan menatapnya lama. Tatapan yang membuat Selena gugup, rasa khawatir terpancar dari netra coklat tua itu. 

Ada buncah hangat di dadanya, sudah lama ia tidak melihat hal itu di mata Roy. Sejak hamil dan melahirkan Cheryl ada jarak tercipta. Entah sejak kapan mereka saling acuh dan abai, tidak ada lagi pelukan hangat dan obrolan enak di rumah. Ia rindu tatapan sayang Roy. 

Matanya mendadak memburam. Genangan air bersiap jatuh dari sudut matanya. Tidak, ia tidak boleh menyerah. Menangis tidak menyelesaikan masalah. Malah akan membuatnya tampak semakin konyol di depan Roy. 

Diusapnya lengannya perlahan. Pelukan Harris terekam jelas dalam memorinya. Kedua telapak tangan yang menempel menopang punggung dan panggulnya, juga perut dan dada Harris di dadanya. Ia bahkan merasakan paha kokoh Harris berada diantara kedua pahanya saat akan terjatuh. 

Selena memejamkan mata, menahan gejolak yang muncul karena ingatannya. Ia malu dengan dirinya, tak seharusnya tubuhnya merespon cepat hanya karena pelukan Harris.  Tubuhnya berdenyut, ia butuh pengalihan. 

Dipandanginya jalanan yang padat dengan kendaraan serupa. Jam pulang kantor memang tak ayal membuat macet. Semua orang ingin segera tiba di rumah bertemu dengan keluarga atau sekedar melepas penat dari sibuknya pekerjaan. Sama hal dengan dirinya, selalu ingin tiba lebih awal di rumah, memeluk Cheryl dan main berdua. Sambil menyiapkan makan malam untuknya dan Roy, andai Roy mau pulang lebih awal.

Jalanan kembali lancar saat memasuki area perumahan tempat tinggal mereka. Selena berusaha tetap optimis dan bersemangat. Ia tak ingin Cheryl bertemu dengan wajah muram atau lelahnya. Senyum nakal terbentuk di bibirnya, ia punya rencana dipenghujung  malam. 

Bunyi pesan masuk di ponselnya tepat saat taksi berhenti di depan pagar rumahnya. Selena merogoh tas dan memberikan sedikit tip untuk si supir. 

Kak Ipah membukakan pagar dengan sigap dan menyapa dengan riang, seriang Cheryl yang sudah duduk manis di sofa teras. 

"Halo, mama ...." teriak Cheryl yang tetap duduk menyaksikan Selena mencuci tangan di wastafel pojok teras. 

"Haii ... Cheryl, anak mama ... tunggu, ya!" 

Cheryl semakin girang melihat mamanya berjalan ke arahnya. Tangannya bertepuk lebih cepat dengan celotehan lucu dari bibirnya. 

Selena memainkan gerakan cilukba sambil menirukan lompatan kecil Cheryl. Keduanya semakin ceria dengan berpelukan dan saling cium. Cheryl menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher mamanya. Posenya terlihat semakin manja dan manis saat tangannya memeluk erat leher mamanya. 

"Cheryl rewel hari ini, kak? Makannya banyak, gak?" 

Selena akhirnya duduk setelah Cheryl tenang dalam pangkuannya. 

"Anak baik Cheryl-nya, mama!" Kak Ipah, baby sitter yang dipercaya Selena sejak Cheryl bayi menirukan gerakan cilukba saat menjawab pertanyaan majikannya. 

"Kak Ipah sudah makan malam? Lauk tadi siang cukup, kan?" 

"Aman, aku sudah kenyang, Lena!" ujarnya sambil meletakkan tas Selena ke atas meja. 

"Seriusan? Masuk, yuk! Aku masakin mie goreng, kita makan bareng" Selena berdiri dan membawa Cheryl ke dalam rumah, Kak Ipah mengekor. 

"Aku langsung pulang, ya, Lena! Mama nitip belanjaan tadi" Kak Ipah sibuk dengan tas dan jaketnya. 

"Oh ... itu yang di kulkas, kalo butuh diambil aja, kak!" Selena meletakkan Cheryl dia karpet yang sudah dipenuhi mainan. 

"Makasih, Lena. Mama nitip beli benang untuk rajutannya." Selena mengantar Kak Ipah sampai ke gerbang. 

Seperti biasa Selena akan menunggui hingga sepeda motor Kak Ipah berlalu dari blok perumahan mereka dan menutup gerbang. 

Dikuncinya pintu dan berlalu ke dapur setelah memastikan Cheryl nyaman dengan mainannya. Ia butuh sedikit waktu untuk membersihkan diri dan mengisi perut. 

Urusannya harus selesai sebelum jam tidur Cheryl. Ia memilih memotong buah terlebih dahulu, mencicipinya dan menyiapkan bahan untuk tumisan sayurnya. 

Baru saja tumisan sayurnya matang, Cheryl terdengar mendekat ke dapur sambil menangis. Selena berjongkok menunggu putrinya tiba di pelukannya. 

"Cheryl bosan? Gak ada mama yang nemenin main, ya?" Digendongnya putri semata wayangnya menuju meja makan. 

"Mau temani mama makan?" Cheryl menurut saat didudukkan di high chair di sebelah mamanya. Tangannya menggenggam potongan buah melon. 

Ditariknya nafas lalu melepaskannya perlahan. Ia butuh suasana hati yang tenang saat makan. Hal yang sulit didapatkan oleh ibu-ibu yang memiliki batita. Seperti Cheryl yang selalu ingin dekat dengannya, membuatnya tidak leluasa mengerjakan urusan domestik rumah tangga. 

Ia pernah menggunakan jasa asisten rumah tangga, sejak usia kandungannya lima bulan. Kesibukan di kantor dan adaptasi dengan kehamilan pertamanya membuatnya tidak sanggup mengerjakan urusan rumah. 

Hingga usia Cheryl setahun, Roy meminta Selena berhenti menggunakan jasa ART. Roy beralasan kurang nyaman dengan ART yang tinggal bersama di rumah. 

Sebenarnya Selena masih membutuhkan jasa asistennya, namun Roy kerap menuduhnya manja dan tidak mau belajar mandiri. Pertengkaran tak terelakkan dan selalu berakhir dengan aksi bisu Roy. Dengan berat hati Selena memberhentikan asisten yang usianya terpaut 5 tahun dengannya.  

Mangkoknya bersih tak bersisa, Cheryl tampak menguap dengan potongan melon di mulutnya. Putrinya tidak mengunyah buah karena sudah mengantuk. Ia urung untuk mandi. 

"Aduh, manisnya anak mama. Nungguin mama makan, ya!" Selena menggendong Cheryl ke kamar di lantai dua. Dengan telaten Selena membersihkan bekas buah dari tangan dan mulut putrinya, juga mengganti pakaian yang basah karena terkena liur. 

"Waktunya membaca buku iniiii ..." pekik Selena pelan sambil mengayunkan buku tebal berisi cerita bergambar di hadapan Cheryl yang sudah rebahan di kasur. 

Membacakan buku menjadi kegiatan rutin untuk Cheryl sejak lepas ASI setahun lalu. Selain memberi stimulus melalui gambar dan cerita, Cheryl lebih mudah tertidur tanpa drama rewel. Sehingga Selena masih memiliki cukup waktu untuk dirinya dan urusan rumah tangga. 

Terdengar dengkuran halus, Selena meletakkan buku perlahan dan menutup tubuh putrinya dengan selimut. Ia beranjak perlahan dan mencari letak tasnya. 

Bunyi pesan masuk di ponselnya. Dibukanya layar benda pipih itu. 

[Aku gak janji, sayang. Kamu dengan Cheryl aja, ya!] 

Balasan dari Roy pukul 18.45. 

[Sayang, tidur duluan ya. Aku pulang larut. Nanti aku cerita, ya!] 

Pesan dari Roy lagi, baru saja, pukul 20.30.

Selena terduduk lemas. Rencananya menggoda Roy gagal. Hatinya lagi-lagi kecewa, Roy bahkan tidak menanyakan keadaannya. 

Sudut matanya melirik chat room Roy, terlihat tulisan online di status Roy. Jarinya mengetik sejumlah kata namun urung dikirimnya. Ia malas berdebat. 

Ditutupnya chat room dengan Roy. Dahinya mengernyit melihat pesan masuk diurutan kedua. 

[Selena, dahimu tidak apa-apa? Saya kirimkan salep untuk mengurangi memarnya?]

Pesan dari Harris pukul 18.45.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta yang Tak Sempat Kudengar
Cinta yang Tak Sempat Kudengar
Di novel romantis Cinta yang Tak Sempat Kudengar, pernikahan tiga tahun sang protagonis dengan Twinkle ternyata palsu, demi melindungi wanita lain bernama Amelie. Kecewa dengan kebohongan ini, ia merencanakan kematian palsu. Baca novel online penuh cerita misteri ini.
Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
Dalam Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku, seorang gadis polos terpaksa mengabdi pada CEO demi ayahnya. Billionaire romance novels ini mengisahkan misi mengandung ahli waris di tengah rahasia kelam. Baca web novel ini untuk melihat pilihan sulit antara harga diri dan cinta.
GAIRAH PRIA IMPOTEN
GAIRAH PRIA IMPOTEN
Dalam GAIRAH PRIA IMPOTEN, Mela terpaksa menjadi wanita penghibur demi bertahan hidup. Ia menerima misi menggoda pria misterius yang dianggap impoten, namun justru berakhir mengandung anaknya. Simak kisah romance novel penuh teka-teki ini di platform web novel kami sekarang.
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua
Dalam novel modern Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua, Zahra berkorban menutupi kekurangan suami hingga dituduh mandul. Fatimah yang murka memaksa Roni bercerai demi wanita lain. Simak konflik pengkhianatan ini dalam romance novel yang penuh pilihan sulit di platform web novel kami.
Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar
Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar
Dalam novel romantis Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar, Rebecca mendapati akta nikahnya palsu di hari ulang tahun pernikahan kelima. Sang suami rupanya telah menikahi wanita lain di Andoria. Baca novel online misteri modern ini untuk mengungkap kebenaran di balik pengkhianatan cinta dua hati.
Yang Belum Terucap
Yang Belum Terucap
Dalam novel Yang Belum Terucap, niat tulus Mora membantu seseorang di apartemennya justru memicu konflik rumit. Di tengah tantangan modern novel ini, ia harus memilih antara logika atau jatuh cinta saat semua orang pergi. Baca kisah perjuangan Mora di web novel ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdir yang Kupinjam
Takdir yang Kupinjam
Helen tiba-tiba didiagnosis gagal ginjal, dan Ayden diam-diam menyumbangkan salah satu ginjalnya untuknya. Dia kemudian menerima ginjal buatan berbiaya rendah, menanggung aib publik yang memaksanya meninggalkan kampung halaman. Bertahun-tahun kemudian, ketika dokter menyatakan Ayden di ambang kematian karena tak mampu membeli ginjal buatan baru, dia bertemu Helen lagi. Saat itu, Helen telah memiliki pacar baru bernama Ethan yang dia perlakukan sebagai pengganti Ayden. Untuk membuktikan posisinya yang tak tergantikan di hati Helen, Ethan terus-menerus menyasar Ayden. Sementara itu, karena kesalahpahaman masa lalu, Helen membiarkan Ethan menyiksa Ayden tanpa henti. Pada akhirnya, ketika hidup Ayden hampir berakhir, dia memilih melepaskan dendam dan melanjutkan hidup, membuat mereka yang bersalah padanya menghadapi karma ....
Tinggalkan Suami Jahat, Jadi Mama Kece
Tinggalkan Suami Jahat, Jadi Mama Kece
Kehidupan seorang ibu rumah tangga yang diam-diam berdedikasi hancur ketika dia mewarisi kekayaan $1 miliar, hanya untuk menemukan pengkhianatan suaminya: dia diam-diam telah menikah secara sah dengan wanita lain selama bertahun-tahun. Saat dia menghadapi kehancuran emosional, perjalanan IVF yang melelahkan membawanya menjadi ibu — pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan mereka. Dengan dukungan kuat dari sahabatnya Zhao Ying, dia menghancurkan sangkar emas kebohongan, merebut kembali martabatnya, dan menemukan kembali identitasnya dalam kelahiran kembali yang penuh kemenangan. Kini dipersenjatai dengan kekayaan dan kebijaksanaan yang diperoleh dengan susah payah, dia merancang jalur baru yang berani — menulis ulang takdirnya dengan caranya sendiri.
Bangkitnya Naga Tersembunyi (Sulih Suara)
Bangkitnya Naga Tersembunyi (Sulih Suara)
Evan Parta, pewaris perguruan Tao, turun gunung ke Sagara membawa tanda pertunangan. Namun karena tampil sederhana, ia dihina dan pertunangannya dengan Tara Chandra dibatalkan di depan umum. Evan memilih memutuskan hubungan itu. Tak disangka, kakek Ayu Wangsa melihat potensi besar dalam dirinya dan ingin menjadikannya menantu. Dengan ilmu medis legendaris dan kekuatannya, Evan bangkit, menarik perhatian berbagai kekuatan besar, sementara identitas aslinya perlahan terungkap.
Pelarian Pengantin Putri
Pelarian Pengantin Putri
Rina yang terpaksa harus menikahi rentenir karena utang judi orang tuanya untuk melunasi utang mereka akhirnya memutuskan untuk kabur dari pernikahan itu. Dia bertemu dengan Yogi penyelamatnya. Namun Rina nggak mengetahui bahya Yogi adalah pangeran yang datang mencarinya karena orang tua Rina adalah bangsawan. Rina yang dibesarkan seperti pencuri perlahan menguak fakta yang mengagetkannya. Di samping itu saudara Yogi, Leo sebagai putra mahkota ternyata menyimpan banyak rahasia gelap padanya. Rina dan Yogi akhirnya bergandengan tangan untuk mengalahkan Leo.
Si Boros yang Terkutuk
Si Boros yang Terkutuk
Anak yatim itu sekarat karena penyakit serius dan tidak mampu membayar pengobatan, tapi secara ajaib dia terlahir kembali sebagai anak seorang miliarder. Sekarang, dia harus menghabiskan warisan miliaran dolar dalam tiga bulan untuk mendapatkan kesempatan hidup baru!
Sembuhkan Papa, Bawa Keberuntungan
Sembuhkan Papa, Bawa Keberuntungan
Shereen, seorang dokter kecil yang sejak lahir sudah dianggap memiliki nasib miskin, diusir gurunya dari gunung. Secara kebetulan, dia menyelamatkan seorang nenek dan kemudian diadopsi oleh nenek tersebut. Di rumah barunya, Shereen menjadi anak Ashvin, seorang pengusaha kaya raya yang lumpuh. Shereen berusaha mengobati kaki ayahnya dan menghilangkan nasib sialnya. Hingga suatu hari, menemukan sebuah kalung giok yang persis sama dengan yang dimiliki Ashvin...