Logo
Sekarung Beras untuk Ibu
Sekarung Beras untuk Ibu

Sekarung Beras untuk Ibu

68 Bab
Tamat
Dalam novel modern Sekarung Beras untuk Ibu, Guntur berjuang demi bakti meski pemberiannya diremehkan. Saat saudara lain berlepas tangan, Guntur dan istrinya menghadapi pilihan sulit untuk merawat sang ibu. Baca kisah haru ini di web novel favorit Anda sekarang.
Bab 1 dari Sekarung Beras untuk Ibu

"Bu, Alhamdulillah ini ada beras bisa untuk tambah-tambah kebutuhan ibu," ucapku seraya meletakkan dua kilo beras diatas meja dekat kompor. Di dalam plastik itu juga ada gula satu kilo dan teh satu kotak.

Ibu membuka bungkusan plastik itu, seketika mukanya berubah masam, "kalau gak niat ngasih, lebih baik gak usah ngasih sekalian Tur, ini mah cuma cukup untuk makan sehari!" cela ibu seraya meletakan dengan kasar gula kedalam plastik.

"Mbok ya dicontoh Adikmu Guruh, dia kalau ngasih ibu itu minimal satu karung, bukan yang lima kilo tapi yang dua puluh kilo. Belum lagi gula, teh, kopi, perlengkapan mandi juga gak ketinggalan. Udah gitu ninggalin uang lagi. Lah kamu? Jangankan uang, beras aja cuma dua kilo kamu kasih ke ibu, kok kayak ngasih makan ayam aja," sungut ibu.

Aku hanya diam, ada rasa nyeri dalam dadaku, memang nasibku tidak seberuntung Guruh, selepas lulus kuliah dia langsung diterima bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang tinggi, sedangkan aku? Aku hanya lulusan SMA yang tak mempunyai pekerjaan tetap.

Dahlia--istriku hanya menatap sendu, tangannya masih sibuk dengan seabrek cucian piring. Dia adalah wanita paling sabar yang pernah aku temui. Dia selalu ringan tangan jika berada di rumah ibu, mencuci baju, cuci piring, bersih-bersih rumah dan banyak lagi. Ibu tidak akan tinggal diam jika melihat Dahlia duduk didepan televisi.

Berbeda dengan Fika--istri Guruh, wanita itu sama sekali tak pernah menyentuh pekerjaan apapun di rumah ibu. Sesekali jika aku lagi tidak mengerjakan apa-apa, akulah yang membantu Dahlia.

Kami memang tidak tinggal serumah dengan ibu, jarak rumah kami dengan rumah ibu sekitar satu jam perjalanan. Aku jarang berkunjung kerumah ibu, disamping aku tak mau melihat istriku dijadikan pembatu gratisan, sikap ibu yang membedakan dengan dua saudaraku yang lainnya yang membuatku enggan berkunjung.

Kalau tidak Dahlia yang merengek untuk jenguk ibu, mungkin setahun sekali aku berkunjung kesana.

"Istrimu juga itu disuruh kerja, biar gak enak-enakan dirumah, bantu-bantu suami kerja kan gak salah, orang Fika yang suaminya kerja bergaji besar saja masih sibuk kerja, gak nodong gaji suami melulu." sambung ibu tak kalah pedas.

"Dahlia juga kerja bu, tapi memang rezeki kami sudah ditakar sama Allh hanya segini," jawabku membela Dahlia.

Dahlia hanya diam sambil terus fokus dengan pekerjaannya. Sesekali wanita yang telah delapan tahun menemaniku menyeka sudut netranya.

Tak kutanggapi lagi ocehan ibu yang akan memanjang bagai kereta api jika aku terus menanggapinya.

"Setelah cuci piring kita langsung pulang," bisikku di telinga Dahlia.

"Iya mas," jawabnya singkat.

"Biar mas cari Rhido dulu di lapangan." Kuusap kepala wanitku itu untuk sekedar memberinya penguatan.

Semenjak kepergian bapak, ibu menjadi tanggung jawab kami--anak-anaknya, selain menerima uang pensiun bapak, kami selalu membawakan keperluan ibu, bukan kami, tetapi saudaraku lebih tepatnya, karena aku hanya membawa sekedarnya saja, itu menurut ibu, tetapi untuk kami jelas itu sudah cukup untuk disantap tiga atau empat hari. Saudaraku ada dua, Guruh--adik bungsuku dan mbak Tika--kakak tertua.

Bapak meninggal empat tahun yang lalu karena serangan jantung. Dulu ibu tidak sekasar sekarang, karena selalu diingatkan bapak ketika sudah membandingkan kami bertiga.

Mbak Tika mempunyai suami yang bekerja di perkebunan milik pemerintah, sementara mbak Tika sendiri membuka toko sembako dirumah.

Aku? Tak ada yang bisa dibanggakan dari diriku, aku bersyukur bisa bekerja di pabrik roti milik Pak Haji Mansur. Aku bekerja dari jam delapan pagi hingga jam empat sore. Sementara Dahlia menjadi guru honor di SD tempat kami tinggal.

Di lapangan, Rhido tengah asyik bermain layang-layang, peluhnya membajiri wajahnya yang putih, kulit putih yang mewarisi ibunya, sedangkan mata elangnya mewarisi aku, bapaknya.

"Do, udah main layang-layangnya. Kita mau pulang!" seruku pada Rhido.

"Nanggung Pak, masih jam segini," teriaknya

"Ibumu nanti sore mau pengajian," sambungku.

Dengan kesal anak itu menggulung senar layang-layangnya yang masih terbang tinggj. Ridho sebenarnya betah tinggal disini, dulu dia sebagai cucu kesayangan ibu, ketika masih balita, namun seiring berjalannya waktu, ibu lebih menyayangi Sindi--anaknya Guruh. Sementara anak mbak Tika sudah sekolah SMA.

Walaupun kasih sayang ibu terhadap Rhido tak seperti dulu, tetapi anak yang mempunyai tinggi hampir setinggi ibunya itu tetap betah berlama-lama di rumah mbahnya.

Rhido termasuk anak yang tidak pernah memikirkan perkataan orang sampai ke hati. Jika mbahnya mulai ngomel, maka dia akan main sampai sore.

Kadang aku yang tidak tega melihat Ridho yang dibedakan dengan cucu ibu yang lain. Waktu itu, ibu pulang dari pasar, kebetulan ada aku, Ridho dan Sindi dirumah ibu, tapi dengan teganya ibu hanya membelikan jajanan untuk Sindi. Sedangkan Ridho sama sekali tidak dibelikan.

"Ridho kan sudah besar, gak perlulah oleh-oleh kalau mbah dari pasar kan?" ucap ibu ketika memberikan jajanan pada Sindi, padalah tangannya sudah menengadah minta bagiannya.

Dengan berat hati, dia tarik kembali tangannya yang sudah terlanjur terulur, dan dia hanya menelan ludah melihat Sindi dengan lahapnya memakan jajanan tersebut.

"Mas Ridho mau?" tanya Sindi dengan mulut penuh makanan. Ridho hanya mengangguk.

"Ini untuk mas Ridho." Sindi mencuil makananya dan memberikan pada Ridho. Kemudian dengan sekali hap, makanan itu sudah habis di dalam mulut Ridho.

Hatiku teriris melihat pemandangan itu, air mataku seperti hendak runtuh, namun kutahan dengan sekuat tenaga.

"Mas, pulang yuk, udah mau hujan." Akhirnya kuajak pulang anak lelakiku itu. Terkadang aku memamgginya dengan sebutan 'mas', karena dia anak pertama dan berharap bisa memberikan adik untuk Ridho.

Ridho menurut, dia naik keboncengan motor bututku.

"Insyaallah kalau Bapak gajian, Bapak belikan ya." Hiburku. Karena uangku memang tingal sepuluh ribu lagi didompet.

Tin ... Tin ... Suara sapaan dari mas Rahmat membuyarkan lamunanku.

"Tur, dari mana?" tanya mas Rahmat. Mas Rahmat adalah tetangga tidak jauh dari rumah ibu. Dia masih ada hubungan keluarga dari pihak bapak, tapi tidak terlalu dekat.

"Ini jemput Rhido, mas," jawabku, kemudian menghentikan laju motorku didekat motor mas Rahmat.

"Minggu depan anakku yang ketiga mau aqiqah, datang ya, ajak istrimu juga, kalau bisa sehari sebelum hari H, tadi aku kerumah ibumu, tapi kamu gak ada, Dahlia juga gak ada, gak apa-apa ya, aku ngomong disini." sambung mas Rahmat.

"Alah santai aja lho mas, gak apa-apa. Insyaallah kami datang."

Setelah ngobrol sebentar, aku pamit pulang. Sesampainya dirumah ibu, Dahlia sudah bersiap dengan tasnya yang sudah terlihat usang, semenjak menikah denganku, dia belum pernah membeli tas untuk pergi-pergi. Bukan tidak ingin membelikan, tetapi uang yang kami dapat dari bekerja hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar cicilan.

"Sudah siap dek?" tanyaku pada Dahlia yang duduk di teras.

"Sudah mas."

"Aku pamit ibu dulu ya." Dahlia menggangguk.

Aku kebelakang untuk mencari keberadaan ibu. Wanita yang sudah menginjak usaia 60 tahun itu tengah memanggil ayamnya.

"Ker ... Ker ... Ker."

"Bu Guntur pa ...." Kata-kataku terhenti ketika melihat ibu sedang memberi makan ayam dengan beras yang kubawa tadi.

****

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
Dalam ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri, Adeline memilih logika saat kepercayaannya dikhianati oleh sang suami. Romance novel ini mengisahkan perjuangan melepaskan diri dari pernikahan toksik. Baca romance stories penuh konflik ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
Dalam Anak Milik CEO, seorang wanita terjebak di lift bersama Davero, pria dari masa lalunya yang kini berkuasa. Pertemuan ini memicu obsesi sang miliarder untuk memilikinya kembali. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah penuh ketegangan dalam web novel modern yang intens.
Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
Dalam romance novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku, Regan terjebak pernikahan paksa dengan Ella demi wanita lain. Saat Ella menyerah setelah sepuluh tahun berkorban, sebuah rahasia besar dan ancaman nyawa mengubah segalanya. Baca modern novel ini untuk mengikuti kisah cinta yang emosional.
Desire of Love CEO
Desire of Love CEO
Dalam Desire of Love CEO, Alana Handoko terjebak dendam Reynar Adiwangsa akibat kecelakaan tragis. CEO muda ini bertekad mengubah hidup Alana menjadi neraka. Baca kelanjutan billionaire romance novels ini di webnovel, sebuah modern novel penuh ketegangan dan konsekuensi besar.
Hasrat Kakak Tiri
Hasrat Kakak Tiri
Dalam novel romance Hasrat Kakak Tiri, Bryan Alexander terjebak obsesi pada adik tirinya, Nisa. Setelah 12 tahun melarikan diri ke New York, sang billionaire dipaksa kembali dan menjadikan Nisa asisten pribadinya. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk mengungkap rahasia masa lalu.
HASRAT TERLARANG GIGOLO
HASRAT TERLARANG GIGOLO
Dalam novel HASRAT TERLARANG GIGOLO, Bagaskara menjadi pria bayaran demi biaya pengobatan sang ibu. Ia terjebak misi rumit bersama billionaire Arta Syakila. Temukan kisah romance novel ini di webnovel, sebuah modern novel tentang pilihan sulit dan konsekuensi hidup yang tak terduga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Adik lpar Memanjakanku
Adik lpar Memanjakanku
Setelah kehilangan suaminya secara tak terduga, Jelita baru mengetahui bahwa suaminya ternyata adalah putra sulung keluarga terkaya. Dia kemudian dijemput oleh ibu mertuanya untuk tinggal di rumah Keluarga Sano. Di sana, dia sering berselisih dengan adik iparnya, lalu mereka menjadi pasangan yang saling benci, tapi juga saling suka. Meskipun demikian, keduanya selalu menahan perasaan masing-masing. Namun, setelah menghadapi sebuah krisis besar bersama, mereka akhirnya menyadari perasaan satu sama lain dan bersatu sebagai pasangan sejati.
Ditakdirkan untuk Vampir Terlarangku
Ditakdirkan untuk Vampir Terlarangku
Sepanjang hidupnya, Heather telah menjadi budak keluarga vampir, sampai dia membentuk ikatan yang tak terbayangkan dengan Theo, seorang raja vampir. Kini dia harus menemukan jawaban atas semua misterinya -- apa yang terjadi dengan kenangan masa kecilnya yang hilang? Bagaimana ikatan itu terjadi? Apakah Theo adalah kematiannya, atau cinta dalam hidupnya?
Mengikuti Suara Hati, Menjadi Kaya Raya
Mengikuti Suara Hati, Menjadi Kaya Raya
Dewa Kekayaan kecil dari langit tanpa sengaja menyinggung Kaisar Langit karena terlalu ikut campur gosip, lalu dihukum turun ke dunia manusia. Ia terlahir kembali sebagai Qian Duoduo, gadis desa yang baru saja menikah ke keluarga kaya Shen. Di rumah keluarga Shen, ia diremehkan dan diperlakukan dingin. Bahkan, karena jebakan sahabat masa kecil suaminya, Fu Wanqing, Qian Duoduo difitnah dan mati secara tragis. Mengetahui seluruh kebenaran, Qian Duoduo memutuskan untuk mengubah nasib dan meraih puncak kehidupan. Namun secara tak terduga, anggota keluarga Shen mulai mendengar suara hatinya. Lewat suara hati itu, mereka mengetahui bahwa diri mereka semua sebenarnya sedang dimanipulasi oleh ayah Shen dan Fu Wanqing. Awalnya tak ada yang percaya, mengira Qian Duoduo hanya mengadu domba. Tapi ketika satu demi satu isi hatinya terbukti benar, mereka akhirnya sadar— semua yang ia katakan adalah kebenaran.
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Setelah Wendy bersama putri kaya, dia langsung membunuh Nia! Jadi begitu Nia terlahir kembali, dia langsung mengejar kakaknya si putri kaya, Bino! Bino punya Penyakit Racun Dingin. Selain mandul, dia bahkan divonis tidak akan bisa hidup lebih dari sebulan setelah nikah. Tapi di saat ini, Nia malah muntah. Dokter berkata, Pak Bino, Bu Nia hamil!
Pacar ke Duplikat, Bos Jadi Cemburu Gila
Pacar ke Duplikat, Bos Jadi Cemburu Gila
Maya Santoso sudah bosan menjadi NPC di sebuah dungeon game horor, diam-diam kabur ke dunia manusia untuk jatuh cinta. Setahun kemudian, Sekar Lijanto, teman masa kecil kekasihnya Taufik Zulkifri, hendak mengikuti ujian di dungeon horor yang sama. Untuk melindungi Sekar, Taufik memaksa Maya ikut terseret ke dalam dungeon tersebut — yang kebetulan adalah dungeon ""Kota Dongeng Horor"" tempat Maya dulu melarikan diri.
Putri yang Tertukar
Putri yang Tertukar
Ceritanya berkisar pada dua protagonis Yun Luming dan Gu Yunshen. Yun Luming adalah wanita yang cerdas, jenaka, dan baik hati, sedangkan Gu Yunshen adalah pria yang tampan, dingin, dan misterius. Pada malam hujan beberapa tahun yang lalu, Yun Luming menyelamatkan CEO Gu Yunshen yang sekarat, dan nasib keduanya menjadi saling terkait sejak saat itu.