Logo
Sebuah Pengabdian
Sebuah Pengabdian

Sebuah Pengabdian

58 Bab
Tamat
Dalam novel Sebuah Pengabdian, Hamid terpaksa menjalani pernikahan dini yang mengancam impian militernya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya memahami makna pengabdian kepada Tuhan di tengah ujian rumah tangga. Baca kisah modern novel ini untuk menemukan arti kedewasaan sejati.
Bab 1 dari Sebuah Pengabdian

Di depan gerbang sebuah sekolah menengah, nampak beberapa siswa yang nampak sangat gembira. Sambil memegang selembar kertas di tangan kanannya, mereka berteriak kegirangan. Bak telah terlepas dari sebuah bencana yang melanda mereka dan menentukan nasib mereka. Kini mereka hanya tinggal memetik buah dari kerja keras mereka selama ini. Hati mereka telah siap untuk terus belajar di jenjang yang lebih tinggi.

Keempat siswa tersebut bersiap untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun mereka nampak tak terburu-buru. Mereka menepuk tangan satu sama lain untuk merayakan hari kelulusan mereka itu.

“Setelah ini kau akan melanjutkan pendidikanmu dimana?” tanya Aji pada teman di sampingnya.

“Aku ingin kuliah di bidang bisnis agar aku dapat menggantikan ayahku untuk mengurus perusahaan. Hamid pasti juga sama sepertiku. Dia kan anak tunggal. Siapa lagi yang akan menggantikan ayahnya mengurus perusahaan selain dia? Iya kan, Hamid?” jawab Marcell.

“Oh tidak, tidak. Aku tidak begitu tertarik dengan dunia bisnis. Aku lebih suka menjadi tentara saja,” sela Hamid yang berada di samping Marcell.

“Apa? Tentara? Kenapa begitu? Lalu bagaimana dengan perusahaan ayahmu? Siapa yang akan mengurusnya?” tanya Marcell.

“Iya Hamid. Ayahmu kan sudah tua. Ayahmu pasti membutuhkan seseorang untuk menggantikannya mengurus perusahaan dengan segera. Lagipula kau kan anak satu-satunya,” lanjut Aji.

“Iya Hamid. Sebaiknya kau melanjutkan kuliah di bidang bisnis saja bersama denganku. Lupakan saja impianmu untuk menjadi seorang prajurit demi membahagiakan orang tuamu,” sambung Marcell.

Hamid terdiam mendengar ucapan dari teman-temannya. Ia merasa bimbang tentang mana yang harus ia pilih. Apakah harus mengikuti keinginannya untuk menjadi tentara atau berbakti pada kedua orang tuanya dengan menempuh pendidikan di bidang bisnis?

Rafiq yang berada di samping kiri Hamid dan terdiam sejak awal mulai angkat bicara, “Eh sudah hentikan! Jangan diperpanjang lagi masalahnya! Biarkan Hamid memilih jalannya sendiri! Nanti juga ada cara lain untuk mengurus perusahaan ayahnya. Lebih baik sekarang kita pulang saja. Kita beritahu kabar bahagia ini pada kedua orang tua kita. Mereka pasti akan merasa bahagia dan bangga pada kita.”

“Iya. Ayo Hamid kita pulang saja! Tidak usah difikirkan lagi masalahmu itu! Nanti juga ada jalan keluarnya. Tapi, nanti kalau kau memilih untuk melanjutkan kuliah di bidang bisnis, kau katakan saja padaku! Nanti kita berangkat mendaftar bersama,” sahut Marcell.

Keempat pemuda itu bersiap untuk pulang. Namun sebelum itu, mereka menolehkan wajah ke belakang. Melihat kembali sekolah mereka yang akan mereka tinggalkan itu. Mereka pun mengucapkan selamat tinggal bersama-sama. Kemudian mereka melambaikan tangan mereka ke arah gerbang. Mereka terus melambaikan tangan sambil menatap sekolah yang menjadi tempatereka menimpa diri itu. Rasa bahagia juga sedih bercampur menyatu dalam hati mereka. Mereka memang senang karena telah lulus dari sekolah menengah mereka. Namun di balik itu mereka juga sedih bila harus meninggalkan sebuah sekolah yang selama tiga tahun setia menemani mereka dalam belajar. Sekolah yang selama tiga tahun telah menyimpan kenangan indah di antara mereka, teman-teman, juga antara mereka dengan sang guru.

Setelah merasa cukup lama menatap gerbang sekolah, dengan perlahan, keempat siswa tersebut membalikkan tubuh mereka. Mereka kembali menghiasi wajah mereka dengan senyuman. Halim dan Rafiq yang sempat meneteskan air mata segera menghapusnya dan kembali tersenyum. Kemudian menyalakan motor bersama-sama. Karena arah rumah mereka sama, Marcell mengajak ketiga temannya itu untuk berlomba balap motor. Akan tetapi, sebenarnya ia hanya ingin menantang Hamid yang baru saja menggunakan sepeda motor barunya untuk pergi ke sekolah.

Hamid yang sudah dapat menebak niat Marcell, langsung menjalankan sepeda motornya dengan sangat kencang. Melihat Hamid yang bersemangat dengan sepeda motornya yang merah menyala itu, ketiga temannya yang masih berada di belakangnya tertawa bersama-sama. Kemudian mereka pun mengikutinya.

“Hahaha...Dasar Si Hamid! Sudah ayo kita kejar!” ucap Marcell.

Marcell mulai menjalankan sepeda motornya. Rafiq dan Aji pun mengikutinya. Mereka juga tak ingin ketinggalan dengan Hamid. Marcell berhasil menyusul Hamid. Ketika Marcell menyamai posisinya, Hamid segera menambah kecepatannya. Namun tetap saja, Marcell menjadi pemenang seperti biasanya.

Setelah tiba di rumah, Hamid segera berlari dan memanggil-manggil orang tuanya dengan suara yang keras. Seorang wanita tua keluar dan menemui Hamid setelah mendengar suara yang menggetarkan seisi rumah. Hamid pun langsung mencium tangan wanita tersebut.

“Ada apa? Siang-siang kok malah teriak?” tanya wanita tersebut.

“Ibu lihat! Aku lulus dan mendapat nilai tertinggi,” jawab Hamid dengan nada gembira.

Wanita tersebut terbelalak ketika melihat selembar kertas yang ditunjukkan oleh Hamid kepadanya. Ia pun berkata, ”Waah...Bagus sekali, nak. Anak ibu ini memang yang terbaik. Tapi ayahmu masih di kantor. Nanti malam setelah ayahmu pulang, kamu langsung beritahu saja ya.”

“Yaah!!! Padahal aku sudah tidak sabar untuk memberitahukannya pada ayah,” keluh Hamid.

Hamid terus menunggu kepulangan sang ayah. Agar ia dapat segera memberitahukan kabar bahagianya itu dan memberitahukan tentang rencananya untuk melanjutkan pendidikannya di dunia militer. Sejak setelah solat isya’ Hamid hanya berdiri di depan pintu. Agar ia dapat langsung menyambut ayahnya jika sudah pulang.

Tak lama kemudian, penantiannya pun berakhir ketika ayahnya telah sampai di rumah. Hamid segera menyambut kepulangan sang ayah. Ia mencium tangan ayahnya sambil menunjukkan senyumannya yang lebar. Hingga membuat sang ayah menjadi heran akan sikapnya itu.

Segera setelah itu, Hamid menggandeng tangan sang ayah untuk memasuki rumah. Setelah itu, ia meminta sang ayahnya itu untuk duduk di samping sang ibu yang telah dahulu beristirahat di atas sofa. Saat semua anggota keluarga berkumpul, Hamid langsung menyerahkan surat kelulusannya pada sang ayah.

Sang ayah memperhatikan dengan seksama nilai-nilai yang didapat Hamid dari ujiannya. Setelah melihat semua nilai-nilai Hamid, Yasir merasa sangat bangga pada putra tunggalnya itu. Ia langsung teringat pada masa kecil Hamid yang selalu menjadi anak kebanggan semua orang. Bukan hanya di dalam keluarga,namun juga di lingkungan masyarakat. Hamid adalah anak yang pintar dan cerdas. Ia sering mengikuti berbagai macam perlombaan. Baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar kota. Ia paling sering mengikuti perlombaaan tilawah Qur’an dan dakwah islam. Ia sering mendapatkan juara alam perlombaan-perlombaan tersebut. Ia bahkan sering mendapatkan juara pertama dalam lomba tilawah Qur’an karena keindahan nada dan kemerduan suaranya. Hamid tak pernah gagal dalam mendapat juara. Baik di dalam kelas maupun dalam perlombaan.

Melihat senyuman di wajah sang ayah, tanpa berfikir panjang lagi, Hamid mengutarakan niatnya pada kedua orang tuanya. Hamid yang duduk di samping kanan sang ibu tengah dibelai rambutnya kemudian berkata, ”Ibu, ayah, sekarang aku kan sudah lulus SMA, setelah ini aku ingin melanjutkan pendidikanku di Akademi Angkatan Darat. Boleh kan? Aku ingin menjadi prajurit yang hebat seperti Kak Sa’ad.”

Sejenak Hamid terdiam. Ia menundukkan kepalanya lalu menlanjutkan perkataannya, "Ya,aku tahu ayah. Ayah pasti menginginkan agar aku melanjutkan memimpin perusahaan ayah. Tapi apa salahku ayah, jika aku ingin mewujudkan impianku itu? Apakah aku tidak boleh memiliki cita-cita sendiri?”

Mendengar ucapan Hamid, Yasir meletakkan selembar kertas di tangannya di atas meja. Ia menarik nafas sejenak lalau menjawab, "Iya, ayah mengerti. Kau ingin menjadi tentara seperti Sa’ad. Kau boleh pergi kesana. Ayah tidak akan melarang. Tentang perusahaan nanti ayah yang akan mengaturnya.”

Hamid merasa sangat bahagia mendengar jawaban dari sang ayah. Ia lalu menjawab, "Terima kasih banyak ayah.”

“Iya. Kau pasti akan pergi kesana. Tapi sebelum itu, ibu ingin meminta satu hal darimu. Kau mau mengabulkan keinginan ibu kan, nak?” sela Mona.

Hamid terkejut mendengar ucapan ibunya, sontak ia langsung bangkit dari duduknya. Ia menghadapkan wajahnya pada sang ibu dan dengan penuh semangat ia pun berkata, ”Iya bu. Aku mau mengabulkan semua keinginan bu. Apapun itu. Asalkan aku bisa belajar di sekolah militer. Tapi, apa keinginan ibu itu?”

Mona memandang Yasir sejenak. Ia masih ragu untuk mengatakan keinginannya pada Hamid. Demikian pula dengan Yasir. Ia pun kembali memandang Hamid. Bagaimanapun juga mereka harus mengatakannya pada Hamid.

Melihat wajah kedua orang tuanya yang berbeda dari biasanya membuat Hamid merasa sangat heran. Ia lalu memegang tangan ibunya dan berkata, ”Ada apa ibu? Apa permintaan ibu?”

Pertanyaan Hamid membuat Mona dan Yasir terbangun dari lamunan mereka. Yasir lalu mengedipkan matanya sebagai isyarat agar Mona segera mengatakannya pada Hamid. Mona pun menganggukkan kepalanya.

Mona memandang wajah Hamid dengan lembut. Kemudian ia mendudukkan Hamid kembali. Dengan sangat hati-hati ia mulai berkata, ”Hamid! Dengarkan ibu! Ibu dan ayah kan sudah sangat tua. Dan mungkin usia kami tidak akan lama lagi. Maka dari itu, sebelum ibu dan ayah menutup mata, ibu dan ayah ingin memiliki cucu. Ibu dan ayah ingin melihat cucu kami sebelum menutup mata, walau itu hanya satu. Jadi, ibu dan ayah minta padamu sebelum pergi ke Akademi Angkatan Darat menikahlah terlebih dahulu dengan wanita pilihan ibu dan ayah. Wanitanya baik, cantik, sholehah. Dan kau pasti akan sangat menyukainya hanya dengan bertemu sekali saja. Besok kita akan melamarnya. Kau akan tahu siapa dia. Kau mau kan, nak?”

Jantung Hamid seketika berhenti berdetak setelah mendengar pernyataan dari ibunya.Senyuman di wajahnya langsung menghilang. Ia pun berkata, "Apa? Menikah bu? Apa maksud ibu sebenarnya?Aku kan masih sangat muda. Aku juga belum tahu apa-apa tentang dunia pernikahan. Aku tidak mau bu! Aku belum siap sama sekali.”

“Lagipula aku bisa gagal masuk Akmil jika ketahuan sudah menikah,” lanjut Hamid.

“Nanti kita akan sembunyikan statusmu. Kita akan tutup serapat mungkin rahasia ini," sahut Yasir

“Tidak semudah itu ayah.”

Dengan amarah yang besar, Hamid segera bangun dari tempat duduknya. Kemudian ia berjalan dengan sangat cepat ke kamarnya. Mona dan Yasir sudah menduganya sejak awal bahwa hal ini pasti akan terjadi. Tapi mereka tak mempunyai pilihan lain. Mereka harus melakukannya.

Mona mencoba untuk menyuruh Hamid untuk kembali dari kamarnya. Ia ingin memberikannya pengertian tentang masalah tersebut. Namun Yasir melarangnya. Yasir menyuruhnya untuk membiarkan Hamid menyendiri selama satu malam. Semua itu mereka lakukan agar Hamid menjadi lebih tenang esok hari. Kemudian fikirannya akan kembali jernih. Dan ia akan bersedia untuk memenuhi permintaan mereka.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
Dalam romance novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal, seorang wanita memilih mengakhiri hubungan delapan tahun dengan Jake Burton demi ketenangan di sisa hidupnya. Di balik konflik ini, ia menyimpan rahasia medis yang memaksanya meninggalkan kenyataan pahit dalam modern novel ini.
Brave Heart
Brave Heart
Dalam Brave Heart, Seruni melawan keterbatasan fisik dan pengkhianatan demi mandiri. Namun, ia harus berhadapan dengan Antonio, pria dari klan billionaire yang membenci ketidaksempurnaan. Baca kisah perjuangan ini di romance novel kami, salah satu fiction books terbaru yang penuh inspirasi.
Mrs Bodyguard
Mrs Bodyguard
Dalam romance novel Mrs Bodyguard, Kendra, pewaris manja yang terancam bahaya, harus berada di bawah pengawasan ketat Drupadi. Dru, wanita berlatar mafia yang menyamar jadi pria, berjuang menjaga misi dan hatinya. Baca kisah modern novel penuh petualangan dan rahasia identitas ini.
PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
Dalam romance novel PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG, Silvia bangkit dari pengkhianatan Erik yang hanya memanfaatkannya demi balas dendam. Empat tahun berpisah, takdir mempertemukan mereka kembali saat Erik menyadari keberadaan putri kandungnya. Baca online novel modern ini sekarang.
Perawatan
Perawatan
Novel romantis modern Perawatan mengisahkan seorang ibu di pusat pemulihan pasca melahirkan yang menghadapi dilema moral. Di saat suaminya berada di kamar sebelah, perlakuan intens perawat pria yang mengurusnya memicu ketegangan tak terduga. Baca buku online gratis ini untuk mengikuti konflik batinnya.
Pernikahan Dingin yang Membara
Pernikahan Dingin yang Membara
Dalam Pernikahan Dingin yang Membara, Aria terjebak konflik profesional saat mengetahui kekasih satu malamnya adalah CEO di kantornya. Sebagai billionaire romance novels, kisah ini menguji ambisi Aria menghadapi manipulasi Mira. Baca web novel ini untuk melihat aksi balas dendamnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku, Anak Konglomerat?
Aku, Anak Konglomerat?
Hanafi​ adalah anak orang kaya raya, tapi dari kecil dibesarkan dengan sederhana sehingga tak tahu asal usulnya. Dewasa, ia masuk dunia kerja. Meski miskin, ia tak rendah diri, malah menarik perhatian CEO cantik Melati. Mereka berpura-pura jadi pacar untuk ketemu orang tua, tapi malah dibenci dan difitnah orang. Dengan kecerdasan dan bantuan diam-diam orang tuanya, Hanafi berhasil mengatasi semua masalah. Akhirnya, ia pun sadar: "Keluarganya ternyata luar biasa."
Sekarang Giliranku, Pecundang
Sekarang Giliranku, Pecundang
Jolie diangkat anak oleh Matthew sebelum pria itu meninggal. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali untuk menghadiri pemakaman sang ayah angkat dan mendapati anak-anaknya, Jacob dan Cathy, diperlakukan dengan sadis oleh paman-paman mereka. Bertekad merebut kembali kursi ketua, Jolie mengakali mereka dalam rapat dewan dan merebut kekuasaan. Pembalasan pun datang: dia difitnah sebagai pembunuh dan perusahaannya disabotase. Namun, Jolie berhasil mengatasi setiap serangan dan membuat mereka membayar mahal. Menyadari Jacob tak kunjung berubah meski diberi kesempatan, Jolie pun mengatur agar dia mendekam di penjara selama tiga bulan. Alhasil, pengalaman itu mengubah si pemberontak menjadi seseorang yang memandang Jolie dengan hormat total.
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Seorang Dewa Agung jenius yang bernama Theo Marwan berhasil menemukan harta karun, namun kemudian dia dikhianati dan dibunuh oleh bawahannya. Siapa sangka Theo akan terlahir kembali di dunia 500 tahun yang lalu sebagai seorang pemuda biasa dengan nama yang sama yang rela dipenjara demi melindungi sang istri Talia Levina. Ia bertekad untuk menulis ulang takdirnya pada kali ini. Akan tetapi, setelah ia keluar dari penjara, bukan sambutan hangat yang didapatkannya, melainkan surat perjanjian perceraian yang menunggunya. Namun itu semua tidak mematahkan semangat Theo, malah membuatnya tumbuh semakin kuat dan bangkit kembali dengan caranya sendiri. Saat kegelapan melanda, Theo maju tanpa ragu untuk melampiaskan semua amarah dan dendamnya.
Pernikahan Dadakan dengan CEO
Pernikahan Dadakan dengan CEO
Setelah mengalami pengkhianatan dari pacarnya dan di-PHK dari pekerjaannya, Aubrey menemukan dirinya dalam pernikahan kilat dengan Axel, CEO Grup Simpson. Awalnya seperti orang asing, keduanya perlahan-lahan menjalin ikatan yang mendalam. Meski diwarnai serangkaian kesalahpahaman dan tantangan, mereka akhirnya membuka hati satu sama lain dan memulai kehidupan bersama, berlayar menuju pernikahan yang penuh kebahagiaan.
Melayang Tanpa Sayap
Melayang Tanpa Sayap
Pemuda jenius, Evan, sebenarnya adalah tuan muda Keluarga Buana, karena tersesat 15 tahun yang lalu, dia dipungut oleh Keluarga Handika, dan dianiaya oleh tuan muda Keluarga Handika. Untungnya, keempat tante Evan adalah dewi perang, aktris terkenal, dokter ajaib, dan ratu bisnis. Setelah menemukan Evan, mereka memanjakannya dan mempermalukan tuan muda palsu!
Setelah Cerai, Mantan Istriku Makin Cantik dan Memesona
Setelah Cerai, Mantan Istriku Makin Cantik dan Memesona
Dulu, dia pernah diculik dan diselamatkan olehnya. Untuk membalas budi, dia menikahinya, sementara pria itu mengira wanita lain yang menyelamatkannya dan meminta cerai. Setelah kebenaran terungkap, dia berusaha merebutnya kembali.