Logo
Sang Pewaris Pesantren
Sang Pewaris Pesantren

Sang Pewaris Pesantren

68 Bab
Tamat
Dalam novel modern Sang Pewaris Pesantren, Gus Iqbal berjuang menutup hati setelah pengkhianatan Mafayzah. Namun, ketaatan Neng Lia mulai mengubah segalanya. Simak kisah romance novel ini di webnovel untuk melihat bagaimana kesetiaan mengobati luka masa lalu yang mendalam.
Bab 1 dari Sang Pewaris Pesantren

POV; Neng Lia

Kami mendengar suara kencang yang berada di utara parkiran, namun suara itu terdengar samar.

"Tolong!!!!!!!!!"

Keadaan disekitar kami yang begitu hening, semakin menguak jeritan itu.

Kami berdua mulai mengambil langkah untuk mendekat.

Semakin mendekat suara itu, terdengar seperti terbungkam oleh sesusatu.

Apa yang terjadi?

Syahna mengambil langkah mundur.

Namun yang terjadi pada diriku justru berbanding seratus oersen dengan yang dilakukan Syahna.

Aku malah semakin melangkah maju, maju dan terus maju.

Aku lihat, gerbang utama yang disana mulai tertutup. Hanya tertinggal gerbang didekatku ini yang terbuka.

Suara teriakan gadis, namun suara itu mengarah ke arah gudang tua yang sudah dikosongkan Madrasah saat aku lulus dibeberapa tahun lalu.

Merinding menerkamku, selimut keberanianku semakin menipis.

Mataku terbelalak ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

Badanku gemetaran yang mana tidak mampu disembunyikan lagi.

Haruskah aku membuka pintu yang berada didepanku ini yang tertutup namun masih ada cela yang terbuka?

"Syahna ... Ayo!!!!!!!!"

Aku membisik dari kejauhan.

Syahna malahan mengambil langkah semakin ke belakang.

Sementara aku mulai memegang daun pintu yang tertutup itu.

Ribuan dzikir kulantunkan, lalu terbukalah pintu itu.

"Astaghfirullah ...." aku bergumam lirih.

Ke dua mataku seketika terbelalak, melihat gadis yang pakaiannya hampir hancur keseluruhan.

Hijab pasmina yang acak-acakkan.

Mulut kecilnya terbungkam dengan solasi hitam yang besar. Badannya bagai lemah tanpa daya dan matanya memerah sembab sementara wajahnya memucat.

Gadis itu terbaring dengan lemah. Bersandar didekat kursi kayu yang kotor.

Aku mulai mendekat padanya, disini cukup gelap tanpa pelita lampu.

Hanya ada sinar mentari pagi yang masuk melalui celah-celah atap, yang terlapisi genteng kaca putih.

Ya allah, gadis itu menujukan benar-benar ketakutan, apa dia sedang disekap seseorang. Namun siapa? Siapa juga yang tega melakukan ini?

Aku mendekat dan semakin mendekat.

Ku lihat pintu dibelakangku masih terbuka lebar sehabis aku buka keseluruhan.

Disini tidak ada suara, melainkan suara nafas gadis ini yang semakin kencang saat aku mulai mendekati dan melepaskan ikatan tangannya.

"Ada apa denganmu, Dik?"

Aku memanggilnya adik. Meski Ia bukan adikku yang sesungguhnya.

Dia hanya gadis biasa pada umumnya.

Solasi hitam yang menutupi mulut kecilnya itu aku tarik, setelah beberapa raungan ketakutan yang keluar begitu saja dari mulutnya.

Aku tidak tahu apa yang dia katakan sebelum aku melepas solasi hitam itu.

"Mbak ... belakang, Mbak!!!!"

Aku menatap arah belakangku. Padahal aku belum seleseai melepas ikatan kakinya.

"Ya allah ...."

Aku bergeser cepat ke arah kiriku.

Ya tuhan, siapa pria in? Aku tercengang melihatnya.

Wajahnya seperti orang yang benar-benar tidak mengenal ajaran islam.

Tubuhnya bagai menujukan bahwa dia bukan pria baik-baik. Namun, kenapa bisa dimadrasah ini?

Aku binging harus mengarah mana, aku terus bergeser saat pria itu mencoba memegang tanganku.

Tangannya memang kosong, tidak membawa benda tajam, tidak membawa juga benda yang menakutkan.

"Allahu akbar ...."

Aku melempar segala apa yang ada disamping kananku.

Buku-buku tebal itu aku lempar, namun pria itu sering menangkis.

Ya tuhan, aku kenapa bisa berada diruangan ini? Kalau aku sebelumnya tau, ini ruangan yang tidak baik. Maka aku mungkin tidak akan pernah memasukinya.

Sandal pemberian papi kulempar ke arah wajahnya.

Namun pria itu malah makin mendekat dan ingin memegangku dengan tangan kotornya.

Namun aku tidak akan putus asa untuk slalu menangkisnya.

"Mbak ... cepat lari!!!!!!"

Gadis itu melempar empat buku tebal ke atas kepala pria itu, sehingga pria itu mengalami pusing tujuh kali lipat dari sebelumnya.

Aku terbangun,

Kulirik sejenak gadis dibelakangku dengan mataku yang mulai berkaca-kaca.

Serasa dihati aku tidak ingin meninggalkan gadis itu, namun bagaimana lagi? Kalau aku tetap disini habislah aku!

Lalu aku berlari dan terus berlari.

Pintu gudang aku tutup spontan, hingga keluarlah suara keras.

Semoga adik yang tadi ada dalam lindunganmu

"Tolong-tolong-tolong ... tolong-tolong!!!!!"

Sempat ku lirik Syahna, dia begitu sibuk ikut membantu berteriak keras ke arah ruangan yang ada didepannya.

Aku mulai mendengar suara dobrakan keras pintu gudang yang sempat aku tutup sebelum aku keluar.

Pria itu keluar, dan kulihat selisih lima belas langkah dariku.

Jauh dari sana, sekitar lima hingga tujuh karyawan guru berlari mengejar lelaki itu.

Ya tuhan selamatkan aku!

***

POV: Syahna

"Kamu anak mana nak?"

Ada seorang guru yang menghampiriku, sementara aku masih dirundung kecemasan.

Apakah marwah baik-baik saja?

Kalau saja Marwah tidak pergi ke gudang itu, mungkin tidak akan terjadi seperti ini.

"Saya anak MAN, Bu ...."

"Temanmu tadi ceritanya bagaimana? Kok sampai ke gudang gitu?"

Ibu guru berkacamata ini, menayaiku setelah menyuruhku duduk disampingnya.

"Tadi itu Marwah sama saya mendengar teriakan dari arah gudang, jadi Marwah ingin tahu suara itu, hingga masuk ke gudang!"

"Kamu tadi tidak ikut nemenin, waktu Marwahnya nglihat gudang?"

"Tidak berani, Bu ... jadi saya memilih diam di tempat, saat itu Marwah sudah masuk ke gudang, Bu!"

"Terus tadi waktu Marwah teriak minta tolong itu waktu sudah masuk apa habis keluar dari gudang?"

"Ya habis keluar dari gudang bu, terus saya juga iku teriak minta tolong di depan kantor ibu tadi!"

"Kok bisa ada kejadian seperti ini, kami guru karyawan madrasah sudah lama nggak ngatur gudang, semenjak gudang itu kami jadikan tempat penempatan buku perpustakaan yang sudah tidak muat ditaruh di laboratorium kimia"

"Oh gitu bu?"

***

POV; Neng Lia

Kakiku bagai tidak kuat lagi, namun lariku bertambah semakin kencang.

Aku tidak tahu arah tujuanku berlari, hingga aku melihat suatu gang.

Akupun masuk kedalam gang itu, meski aku tidak tau, itu gang mengarah kemana?

Aku kali ini hanya tahu, Jalanan ini begitu asing, tidak pernah aku kenal sebelumnya. Tidak pernah pula aku lewati, tidak pernah pula aku menginjak gang ini sebelumnya.

Jalanan ini kenapa begitu sepi? Tidak ada rumah-rumah yang bersinggah.

Namun agak jauh dari sana, kulihat pesisir laut merah yang luas. Dengan ombak yang menggulung legam.

"Tolong ... tolong!!!!!!"

Kecemasanku merajalela. Kekhawatiranku bertahta lebih tinggi dari sebelumnya.

Pria itu kenapa terus mengejarku? Apa salahku?

Aku berlari tanpa berhenti memperhatikan belakang. Hingga aku lupa memerhatikan depan.

"Brak, tiiiiiiiiiiin!"

Aku menabrak sesuatu yang keras, dan sesuatu itu barusan saja berhenti sedetik yang lalu. Dan mengeluarkan deruh suara yang keras merambat ketelingaku.

Aku berhenti.

Aku terengah-engah, menatap pemilik motor itu dengan kegagapan yang berkuasa disanding tanganku yang tidaklah sengaja hinggap dipunggung tangan kananya yang lekas mengerim motornya.

"Tolonglah aku!"

***

POV; Gus iqbal

"Ya allah ....

Klakson motorku tadinya tidak sengaja kepencet, hingga memunculkan suara yang keras digang ini.

Aku tidak tahu apa yang dilakukan gadis ini, tapi dari wajahnya sepertinya sempat kaget.

Gadis ini siapa? hampir saja aku tabrak.

Kulihat wajahnya begitu pucat pasi, penuh dalam ambang kecemasan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Berpaling Darimu
Berpaling Darimu
Dalam novel Berpaling Darimu, Aris terjebak hubungan backstreet dengan Bella di tengah dendam keluarga. Jenuh karena kurangnya perhatian, Aris mulai mengalihkan perasaannya kepada Ana. Simak kisah romance novel ini di web novel yang menyajikan konflik cinta dan pilihan hidup yang rumit.
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai
Dalam novel romantis miliarder Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai, Kayshila Zena bercerai dari Zenith Edsel setelah difitnah. Saat ia kembali sebagai dokter pribadi, sang mantan suami justru bertekad mengejar kembali cinta Kayshila dan anaknya.
Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
Dalam novel romantis Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis, Raisa bersikeras menikahi Wira meski ditentang keras. Namun, pernikahan tanpa cinta ini dipenuhi penghinaan dan perselingkuhan berulang dari Wira. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah pengkhianatan yang menguras emosi.
Mimpi Kelam Lilian
Mimpi Kelam Lilian
Dalam Mimpi Kelam Lilian, Lilian Audrey Grey harus menghadapi intimidasi Jaden akibat warisan misterius. Terjebak kontrak sepihak, ia berjuang mempertahankan rahasia kelamnya. Baca romance novel penuh misteri ini di web novel untuk mengungkap kebenaran di balik kebencian Jaden.
Permainan Cinta: Topeng-Topeng Kekasih
Permainan Cinta: Topeng-Topeng Kekasih
Dalam Permainan Cinta: Topeng-Topeng Kekasih, Raivan Bertolius bertunangan dengan gadis desa misterius yang ternyata pewaris triliunan. Temukan rahasia di balik identitas aslinya dalam billionaire romance novel ini. Baca web novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik cinta mereka.
Putri Kandung yang Diperlakukan Asing
Putri Kandung yang Diperlakukan Asing
Dalam novel romantis modern Putri Kandung yang Diperlakukan Asing, Willa memutuskan pergi ke Negara Heksa selama 10 tahun setelah resepsi pernikahannya dibatalkan untuk ke-88 kalinya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari keluarga dan tunangan yang tidak memercayainya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Sejak kecil, Wenny diabaikan oleh ayahnya yang lebih menyayangi adik tirinya. Setelah dewasa, dia memilih Haris sebagai pengawal pribadinya. Perlahan, Wenny jatuh cinta padanya dan mulai mendekatinya selama lebih dari tiga bulan. Namun, Haris tetap tidak tertarik, bahkan melukai hati Wenny. Hingga akhirnya, Wenny tahu bahwa Haris mendekatinya hanya untuk memenangkan hati adik tirinya. Akhirnya, Wenny patah hati dan memilih menikah dengan putra bangsawan yang lumpuh...
Hati-hati! Bayi Lucu di Depan!
Hati-hati! Bayi Lucu di Depan!
Lima tahun setelah kehilangan anaknya saat melahirkan, Nina menikah dengan Andi Wijaya secara tiba-tiba. Sementara putra Andi yang menggemaskan, Kevin, bersikeras memanggilnya "Ibu". Kapan Andi akan mengungkapkan bahwa dia sebenarnya adalah seorang miliarder? Apa ini hanya dongeng atau akankah Nina menemukan kebahagiaan sejatinya?
Hebatku Tak Hanya Satu
Hebatku Tak Hanya Satu
Suatu hari ketika aku berpura-pura menjadi pengemis, aku bertemu dengan calon istriku yang jatuh sakit, kondisinya yang nggak kunjung membaik membuat orang merasa cemas Ahmad, nggak hanya itu, aku bahkan dikhianati dan kehilangan calon istriku serta sahabatku dari kecil. Mereka merasa diriku hanyalah seorang pengemis yang nggak berguna, namun faktanya ternyata nggak begini, apa yang akan aku lakukan ketika menghadapi semua ini?
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Lima tahun lalu, mereka berhubungan seks satu malam di sebuah hotel dan akhirnya memiliki empat orang anak. Kini, lima tahun kemudian, dia kembali dengan keempat anaknya. Sementara itu, pria itu telah mencarinya sangat lama. Takdir telah mempertemukan mereka kembali.
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Saat mengantar makanan, Vera memergoki suami "miskin" yang dicintainya selama tujuh tahun, Samuel, ternyata adalah Pangeran Jamanta yang kaya raya. Samuel tertangkap basah memberikan perhiasan mewah pada Sheryl dan malah meremehkan Vera. Mengira Vera akan memohon untuk tetap bersamanya, Samuel justru terkejut saat Vera melempar surat cerai dan memilih pergi, meninggalkan suami yang telah menipunya demi harga diri.
Misi Rahasia Bocah Masa Depan
Misi Rahasia Bocah Masa Depan
Hannah dikejutkan oleh kedatangan bocah lima tahun bernama Matthew yang mengaku datang dari masa depan. Saat si bocah menggemaskan itu mendekat dan memanggilnya "Ibu", hatinya pun luluh. Namun, kehangatan itu tiba-tiba runtuh saat Hannah mendengar Matthew memanggil musuh bebuyutannya dengan sebutan "Ayah". Sejak saat itu, ketiganya terlibat dalam kehidupan sehari-hari yang serba kacau, absurd, tapi dipenuhi dengan kehangatan keluarga.