Logo
Petualangan Seka dan Kompas Perak
Petualangan Seka dan Kompas Perak

Petualangan Seka dan Kompas Perak

62 Bab
Tamat
Dalam Petualangan Seka dan Kompas Perak, Seka harus melawan raksasa demi menyelamatkan ibunya. Berbekal kompas misterius, ia mengungkap kekuatan rahasia dan mencari ayahnya yang hilang. Baca fantasy novel penuh aksi ini di platform web novel kami untuk mengikuti misi pencarian jati dirinya.
Bab 1 dari Petualangan Seka dan Kompas Perak

Seka oh Seka

Kenapa wajahmu selalu murung begitu?

Apa yang bisa membuatmu bahagia kembali?

Seka oh Seka

Kemarilah maka kan kuberi sesuatu untukmu

Benda yang akan membuatmu tersenyum

Nyanyian itu tak asing bagi Seka. Suaranya lembut terdengar bagai seorang dewi tengah bernyanyi diatas awan. Bahkan saat ini, anak laki-laki itu tak tahu dirinya sedang berada dimana. Celingukan menengok ke kiri dan kanan. Berharap ia tahu akan sesuatu tentang tempat ini.

"Hei, tunjukkan dirimu! Jangan hanya bisa menyanyi saja. Apa kamu mau memberiku petunjuk?"

Sunyi....

Tak ada lagi nyanyian itu terdengar apalagi jawaban bagi Seka. Dia berjalan kesana kemari berharap bertemu seseorang. Hingga dia lihat seorang kakek berdiri dengan tongkatnya.

Seka berlari kecil menghampirinya. Tanpa ada rasa takut sedikitpun. Berharap sosok ini bisa berinya petunjuk tentang dimana dia sekarang.

"Oh, Seka kurasa sudah saatnya kamu mengetahui sesuatu. Ambil ini dan bawalah!"

Kakek itu melempar sebuah benda bulat mengkilat. Seka nyaris tak mampu menangkapnya karena silau oleh pantulan sinar matahari. Tapi dia rasakan tangannya menggenggam sesuatu.

"Eh, benda ini sudah ada di tanganku!"

"Iya, aku tadi yang bantu jual koranmu!"

Sontak Seka tersadar, kalau dia tadi hanyalah bermimpi. Ramen memberinya sekeping koin perak di genggaman tangannya. Rupanya tadi ada yang mau membeli koran yang dijual Seka. Tapi karena anak ini tertidur, Ramen yang bantu menjualkannya.

"Bangun dong dasar pemimpi! Masih siang bolong begini sudah tidur saja kamu ini, Seka."

"Kamu kan tahu, Ramen. Aku ini kalau malam bekerja di warung makan untuk cuci piring. Waktu tidurku jadi berkurang."

"Iya, aku tahu! Memangnya sebanyak apa piring yang kamu cuci semalam?"

Karena masih kondisi setengah sadar, Seka malah mencoba menghitungnya dengan jari. Berapa piring yang dia cuci semalam. Ramen pun menepuk dahinya dengan keras.

"Aduh, Seka aku tidak memintamu untuk menghitung sungguhan. Ayo, basuh mukamu dulu dengan air!"

Seka pun menurutinya. Dia pergi mengambil air dari keran di taman kota. Barulah kesadarannya kembali seratus persen.

"Dengar, ibumu dalam keadaan bahaya!"

"Apalagi yang dilakukan sama ibuku, Ramen? Pasti ditagih hutang lagi!"

"Bukan itu, Seka! Ini lebih bahaya dari yang kamu kira. Ibumu itu…."

"Hei hei hei! Ada anak-anak ingusan di taman ini. Ayo, kemarikan uang kalian!"

"Simpan ceritamu nanti saja Ramen. Kita kabur duluuuu!"

"Sekaaaa! Ini lebih penting dari yang kamu kira. Aduh, kok kakiku tidak bisa digerakkan?"

Ramen terlambat kabur. Dia sudah dipegang kakinya oleh anak buah preman berambut sapu lidi. Mereka hanya tertawa saja sambil membalikkan tubuh anak jalanan itu.

"Dih, lepasin dong!"

"Enak saja! Berikan uangmu pada kamu dulu baru kita lepaskan."

Tawa ledekan terdengar keras dibelakang pimpinan preman berambut sapu lidi. Bukan Ramen namanya kalau mau menyerahkan uang itu dengan sukarela. Dia bersikeras untuk bisa lepas. Para preman itu berpikir kalau anak ini tak akan mudah lepas. Tapi rupanya perhitungan mereka salah.

"Hah! Kemana anak itu?"

"Bweeeek! Ayo coba tangkap aku!"

"A-astaga! Dia jadi lembek seperti cacing eh seperti mi instan rebus."

"Pantas saja dia diberi nama Ramen! Ayo kejar dia!"

Kalau tubuh Ramen sudah lembek seperti mi, dia bisa melata bagaikan cacing. Anak jalanan itu mencari tempat persembunyian yang bagus. Sementara anak buah preman berambut sapu lidi jijik melihatnya.

"Bos aja deh yang kejar anak itu!"

"Aargh! Punya anak buah tidak berguna semua!"

Terpaksa pimpinan preman rambut sapu lidi itu yang mengejarnya sendirian. Dia sudah kehilangan jejak Ramen. Sementara anak ini bersembunyi dibalik semak sambil memadatkan dirinya. Tiba-tiba pundaknya ditepuk keras. Nyaris saja dirinya berteriak heboh.

"Astaga! Seka? Kenapa kamu bisa ada disini? Bukannya tadi sudah lari jauh ya!"

"Sedari tadi aku disini, Ramen!"

Mulut Seka langsung ditutup oleh Ramen. Dia tahu pimpinan preman rambut sapu lidi tengah melewati semak dekat persembunyian keduanya. Bahkan sampai mereka tahan napas supaya tidak ketahuan. Ketika dirasa sudah aman, barulah keluar dari sana.

"Uangmu utuh kan, Seka?"

"Tentu saja! Mana mungkin aku tinggalkan disana. Aku ambil dulu koran-koran tadi. Mau setor ke pemilik kios."

Ramen pun berjalan mengikuti Seka. Memang benar preman berambut sapu lidi itu sudah pada pergi. Menyisakan sampah di taman ini. Beruntung koran yang dibawa Seka tidak dirusak oleh mereka.

"Biasanya mereka merusak kalau tidak dapat uang dari anak jalanan."

"Iya, tapi apa untungnya buat mereka menyobek koran-koran ini? Kecuali aku penjual asongan minuman atau makanan. Mereka pasti bakalan ambil sepuasnya."

Seka pun membawa kembali koran tadi diantar Ramen. Dia setorkan hasil jualannya dan si pemilik kios beri keuntungan hasil jualannya pada Seka. Termasuk bonus, karena Seka bisa menjual buku TTS pada salah satu pengemudi mobil ketika di lampu merah.

"Huh! Apa bagusnya buku TTS itu ya?"

"Untuk mengasah otak katanya. Ah, aku belum pernah mencobanya! Jadi, apa yang mau kamu beritahu padaku tadi?"

Ramen teringat akan hal itu. Sementara hari sudah makin sore saja. Dia beritahu pada Seka kalau ibunya ditahan oleh si Juragan Gurame.

"Memangnya ibuku mencuri ikan Gurame di kolamnya?"

"Eh, tidak tahu Seka! Mungkin karena berhutang lagi?"

Seka hanya mengangguk saja. Dia sudah paham sifat ibunya yang suka berhutang pada siapapun demi memenuhi kebutuhan hidup. Anak ini pun berpikir, andai ayahnya masih ada. Mungkin hidupnya tak akan seperti ini.

"Aku temani kamu deh, Seka! Aku kan tahu dimana ibumu disekap."

"Kamu ini serba tahu ya!"

Ramen membusungkan dada sambil menepuknya. Dia bangga dengan segala apa yang dia tahu. Selama ini pun setiap ibunya Seka mengalami masalah pasti dia yang beritahukan. Keduanya berjalan menuju ke rumah Juragan Gurame.

Seka dan Ramen mencoba menebak apa yang akan dilakukan oleh juragan ikan itu. Apakah mau dijadikan pelayan di rumah besarnya? Atau justru dijadikan istri ke-100.

"Ibuku memang cantik tapi menyusahkan! Memangnya juragan itu mau? Lagipula sejak dulu memang tidak mau menikah lagi. Hanya mau menunggu ayahku datang."

"Iya, masalahnya ayahmu itu kemana? Kerja di daerah lain atau sudah berpisah sama ibumu?"

Pantang bagi Seka bertanya begitu pada ibunya. Sebab Ibu Seka sangat percaya kalau Ayah Seka akan kembali entah kapan. Hanya diceritakan kalau Ayahnya adalah pahlawan di masa lalu.

"Itu sih dulu Seka. Lihatlah dirimu sekarang ini! Adakah orang yang menghargai mu atau ibumu?"

"Terus cerita ibuku itu bohong dong, Ramen?"

"Aku sih tidak menuduh begitu, Seka! Tapi orang dewasa begitu rumit. Nah, ini penjara bawah tanahnya!"

Ramen menunjuk pada satu lubang. Seka berusaha mengintipnya. Memang nampak samar ada tubuh ibunya disana. Matanya terpejam dengan tangan terikat serta mulut dilakban.

"Aku jaga disini, kamu yang masuk ya!"

Lubang yang rasanya tak mungkin dimasuki oleh seorang anak laki-laki seperti Seka. Tapi dia berhasil memasukinya. Tubuhnya bisa mengecil lalu membesar lagi di dalam ruangan tempat ibunya ditahan. Dia cukup memikirkan apa yang dibutuhkan saat itu. Sayangnya, kemampuan Seka ini tidak mampu untuk memunculkan uang dihadapannya.

"Ibu memang payah!"

Mendengar suara itu, perempuan yang tengah disekap itu pun terbangun. Nampak dia bahagia melihat siapa yang datang. Tahu kalau penyelamatnya akan datang.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
Dalam TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU, Dokter Virgolin diculik ke dunia asing. Sebagai fantasy novel penuh aksi, ia harus menyembuhkan Ratu demi bertahan hidup. Di tengah misi ini, ia terjebak dilema cinta pada Pangeran Pisceso dalam web novel yang memikat.
Gairah Cinta Mr. Luca
Gairah Cinta Mr. Luca
Dalam mafia novel Gairah Cinta Mr. Luca, Luca terjebak konspirasi kekuasaan hingga tak sengaja menodai Sarah akibat salah suntikan. Saat saksi harus dilenyapkan, Sarah dibuang ke jurang. Baca kelanjutan romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap nasib mereka di web novel kami.
Intuition
Intuition
Dalam novel Intuition, Hanna melarikan diri dari penjara demi membalas dendam kematian tragis orang tuanya. Melalui petualangan penuh bahaya, ia terjebak dilema saat mencintai putra musuhnya. Simak kisah seru ini di web novel genre romance action yang penuh misteri dan pengkhianatan.
Jahatnya Pacar Kakakku
Jahatnya Pacar Kakakku
Dalam novel misteri Jahatnya Pacar Kakakku, rencana seorang gadis hancur saat kekasih kakaknya menyekap dan menyiksanya secara brutal karena salah paham. Baca buku online gratis ini untuk mengetahui bagaimana korban bertahan dari kekejaman yang mengubah hidupnya akibat tuduhan tak berdasar.
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Dalam Janda Cantik Dan Psycopat Dingin, seorang wanita merancang aksi balas dendam terhadap suaminya yang berkhianat. Namun, misinya diuji saat seorang pria misterius dengan sisi gelap muncul. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana takdir mempertemukannya dengan seorang psikopat.
Less Than Evil
Less Than Evil
Dalam novel aksi Less Than Evil, bertahan hidup berarti mahir memakai topeng dan saling memanfaatkan. Di dunia modern ini, kejujuran adalah kelemahan. Ikuti kisah penuh intrik dalam web novel ini saat karakter utama berjuang meraih posisi melalui manipulasi dan strategi licik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tiga Janin, Satu Triliuner
Tiga Janin, Satu Triliuner
Daisy bekerja di gudang untuk membayar uang kuliahnya, tapi ayahnya mencuri uangnya. Karena putus asa, dia mencari pekerjaan lain di klub penari telanjang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sana, dia berhubungan seks satu malam dengan Marcus, seorang triliuner. Tak lama kemudian, Daisy mengetahui bahwa dia hamil kembar tiga.
Cinta Terkhianati
Cinta Terkhianati
Febi, Putri Mahkota Nala, rela meninggalkan tahtanya demi menikah dengan Pangeran Feri. Namun saat Feri jadi putra mahkota, Yuna-lah yang jadi putri, sementara Febi hanya selir. Terhina, Febi bersumpah membalas perlakuan Feri padanya.
Dibelenggu Dua Pria Berbahaya
Dibelenggu Dua Pria Berbahaya
Mia Langford, mahasiswa seni berbakat tapi miskin, terseret konflik saat profesor berbahaya, Wesley, dan tunangan yang manipulatif, Darius, masuk dalam hidupnya. Ikatan terlarang, ancaman, dan pengkhianatan memaksanya memperjuangkan identitas, kebebasan, dan suara sendiri di dunia yang menekan.
Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
"Dasar penipu jahat, tunggu saja dan lihat bagaimana ibu dan ayahku mengusirmu dan anakmu!" Enam tahun lalu, setelah pertemuan satu malam dengan orang asing, dia memiliki seorang putri dan membesarkannya sendirian. Sekarang, dia berhasil menemukannya, tetapi saudara perempuannya yang pencemburu telah mengakui identitasnya, menggunakan setiap kesempatan untuk mempersulit hidup dia dan putrinya. Meskipun dia tidak tahu siapa dia sebenarnya, dia mendapati dirinya turun tangan untuk melindunginya berkali-kalin dan jatuh cinta padanya.
Pertemuan Indah Setelah Badai
Pertemuan Indah Setelah Badai
Rea meninggalkan karier demi keluarga, tapi saat hamil lima bulan, doa dikhianati dan diusir suami bersama selingkuhannya. Setelah bercerai, dia menikah dengan Max, CEO muda yang membantunya bangkit. Dari pernikahan tumbuh cinta, dan bersama-sama mereka membalas dendam serta meraih sukses.
Kisah Cinta Bos dan Gadis Desa
Kisah Cinta Bos dan Gadis Desa
Yani Jayang seorang gadis desa, malam pertama bekerja di kota dijebak oleh teman kampungnya, terjadi cinta satu malam dengan Bos Grup Vidia, Tom Vidia. Mira Silo mengaku bahwa itu dirinya. Yani Jayang bekerja di hotel Keluarga Vidia, karena ketulusannya membuat pelanggan dan Tom Vidia menyukainya. Mira Silo berkali-kali menjebaknya, akhirnya kebenaran terungkap, Yani Jayang dan Tom Vidia pun berakhir dengan pernikahan yang bahagia.