Logo
Penyesalan Suami Setelah Kematianku
Penyesalan Suami Setelah Kematianku

Penyesalan Suami Setelah Kematianku

62 Bab
Tamat
Dalam romance modern Penyesalan Suami Setelah Kematianku, Handi merampas ginjal istrinya demi Chika. Namun, kebenaran pahit membongkar pengkhianatan ini. Baca web novel ini saat Handi menghadapi konsekuensi fatal dan duka mendalam dalam salah satu fiction books paling emosional.
Bab 1 dari Penyesalan Suami Setelah Kematianku

Tentu, saya akan menambahkan POV (Point of View) ke setiap bab sesuai dengan permintaan Anda, tanpa mengubah format atau konten lainnya.

Di meja operasi yang dingin, napas saya berhenti selamanya.

Suami saya, Handi, bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah jasad saya.

Dia sibuk memeluk cinta pertamanya, Chika, merayakan keberhasilan transplantasi ginjal yang dia rampas paksa dari tubuh saya yang sekarat.

Bagi Handi, kematian saya hanyalah harga murah demi keselamatan "bidadari" palsunya.

Namun, karma datang lebih cepat dari dugaannya.

Seorang perawat dengan sinis memberitahunya:

"Selamat, Tuan. Anda baru saja membunuh istri Anda sendiri demi seorang penipu."

Kebenaran terbongkar. Chika ternyata hanya mengincar uang asuransi kematian saya.

Handi hancur. Dia meraung, mengemis untuk melihat makam saya.

Tapi sahabat saya, Feri, sudah menyembunyikan jasad saya jauh-jauh.

Yang Handi temukan hanyalah nisan bertuliskan "Istri Feri".

Gila karena penyesalan, Handi menggali tanah dengan tangan kosong di samping nisan itu.

Dia mengiris nadinya sendiri, berharap darahnya bisa menebus dosa.

Sayangnya, bahkan kematiannya pun tidak lagi berarti bagi saya.

Bab 1

Riana POV

Kaki saya terikat, pergelangan tangan saya diborgol, dan mulut saya disumpal. Dingin sekali, sampai ke tulang. Saya tahu ini adalah akhir. Tidak ada yang datang menyelamatkan.

Selang-selang menancap di tubuh saya, alat monitor berbunyi berirama. Setiap bunyi "bip" terasa seperti detak jarum jam menuju kematian. Saya mencoba berteriak, tapi suara saya tidak keluar. Hanya air mata yang mengalir dari sudut mata.

Tiba-tiba, bunyi "bip" itu menjadi panjang dan solid. Garis hijau di monitor berubah menjadi garis lurus. Dingin memenuhi saya, bukan hanya dari meja operasi, tapi dari dalam. Ini dia.

Kemudian, suara dokter terdengar, samar-samar tapi jelas. "Operasi Nona Chika berhasil! Ginjalnya berfungsi sempurna." Dunia saya gelap total. Betapa ironisnya.

Lampu di atas saya meredup, perlahan-lahan. Saya menutup mata, merasakan kegelapan menelan saya. Tidak ada lagi rasa sakit. Tidak ada lagi harapan.

Tapi kegelapan tidak bertahan lama. Saya merasa melayang, ringan seperti kapas. Sebuah dorongan menarik saya ke suatu tempat. Ke arahnya.

Di sebuah kamar mewah, Handi memeluk Chika erat-erat. Wajahnya penuh kelegaan, mata Handi berkaca-kaca. Chika membalas pelukannya, tersenyum lemah. Tubuh saya menegang, meskipun saya tidak punya tubuh lagi.

Rasa sakit yang baru menghantam saya. Lebih dalam dari luka pisau bedah. Ini adalah rasa sakit karena diabaikan, dilupakan. Kehilangan yang tak terlukiskan.

Apakah dia pernah peduli sedikit saja? Tentang hidup saya, atau kematian saya? Hanya sebuah pertanyaan kosong di kehampaan.

Jawabannya jelas. Tidak. Dia tidak pernah peduli.

Handi telah menuntut saya untuk Chika. Menuntut agar saya mendonorkan ginjal saya. Padahal saya sekarat.

Dia menyewa pengacara terbaik di Jakarta. Untuk memastikan saya tidak punya jalan keluar. Tidak ada celah hukum.

Saya kalah. Sejak awal, saya tidak punya kesempatan. Hukum tidak berpihak pada orang lemah.

Pisau bedah terasa dingin di perut saya. Rasa sakit itu, bahkan setelah saya mati, masih melekat. Setiap jahitan di tubuh Chika adalah luka baru di jiwa saya.

Sebelum operasi, saya mencoba menelepon Handi. Suara saya serak, hampir tidak terdengar. Ini adalah upaya terakhir saya.

"Handi, tolong... hentikan," saya berbisik ke telepon. "Saya tidak kuat. Saya merasa... saya akan mati." Setiap kata adalah gelembung udara terakhir saya.

Saya tidak pernah memohon padanya. Tidak pernah menundukkan kepala. Bahkan ketika dia memperlakukan saya seperti pembantu.

Saat itu, saya rela melakukan apa saja. Mengatakan maaf, mengakui kesalahan yang tidak saya perbuat. Asal saya bisa hidup.

Di ujung telepon, hanya ada desahan. Lalu, tawa dingin yang menusuk. Itu adalah tawa Handi.

"Akhirnya kau sadar, Riana," suara Handi dingin. "Kau pikir kau bisa lolos begitu saja setelah menyakiti Chika?"

"Mendonorkan ginjalmu untuk Chika adalah kehormatan bagimu," katanya. "Chika adalah pahlawan yang tidak kau pahami." Pahlawan? Saya hampir mati.

"Jangan harap kau bisa main-main," ancamnya. "Ini belum selesai."

"Donor ginjalmu ini tidak akan menghapus dosamu," lanjut Handi. "Chika menderita karena ulahmu."

"Setelah Chika pulih, kita akan bicara lagi," katanya. "Aku akan pastikan kau membayar semua perbuatanmu."

"Sekarang, minta maaf pada Chika," perintahnya. "Sebelum terlambat." Sebelum terlambat? Saya sudah berada di ambang kematian.

Saya ingin membantah, ingin berteriak. Tapi tenggorokan saya tercekat. Hanya air mata yang bisa menjawab.

"Aku muak dengan sandiwaramu, Riana," suara Handi penuh kebencian. "Dasar wanita egois."

Klik. Telepon terputus. Dunia saya runtuh. Jatuh ke dalam jurang yang gelap dan dingin.

Lima tahun pernikahan. Cinta yang saya berikan tanpa syarat. Hancur dalam sekejap.

Dulu, dia pernah berjanji. "Aku akan selalu mencintaimu, Riana." Kata-kata itu kini seperti racun.

Chika kembali, dan saya dilupakan. Semudah membalikkan telapak tangan. Saya tidak pernah ada baginya.

Di kamar itu, Handi membelai rambut Chika. Begitu lembut, begitu penuh kasih. Sentuhan yang tidak pernah saya rasakan.

"Syukurlah, kau selamat, Chika," Handi berbisik. "Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu."

Matanya bengkak, kantungnya gelap. Dia pasti tidak tidur semalaman. Khawatir akan Chika.

Apakah dia pernah memikirkan saya? Bahkan sedetik pun, setelah saya mati? Tidak ada jawaban.

"Handi, bagaimana dengan Riana?" tanya Chika lembut. "Apa dia baik-baik saja?" Senyumnya terlihat begitu tulus, tapi saya tahu itu palsu.

Chika berusaha bangkit, seolah ingin mencari saya. Gerakannya terlalu lambat, terlalu dramatis. Sandiwara kelas kakap.

Handi menahan Chika, mendorongnya kembali ke bantal. "Jangan pikirkan dia, Sayang," katanya lembut. "Prioritasmu sekarang adalah sembuh."

"Riana yang salah," Handi menambahkan. "Kau tidak perlu khawatir. Kau tidak bersalah."

Seorang perawat masuk, membawa nampan. Dia tersenyum melihat Handi dan Chika. "Tuan Handi dan Nona Chika, kalian memang pasangan serasi," katanya. "Sama-sama baik hati."

"Tuan Handi sudah menjaga Nona Chika semalaman, tidak tidur sedikit pun," perawat itu bercerita. "Cinta sejati memang luar biasa."

Chika tersipu, menundukkan kepala. Handi hanya tersenyum tipis, tidak menyangkal. Dia menerima pujian itu.

Perawat itu lalu menghela napas. "Kasihan sekali pasien di meja operasi satunya," gumamnya. "Meninggal sendirian."

"Tidak ada keluarga yang menjenguk, apalagi mengurus jenazahnya," lanjut perawat itu. "Nanti biar rumah sakit yang urus." Jantung saya hancur.

Handi tiba-tiba berhenti bergerak. Wajahnya mengeras, sedikit mengerutkan dahi. Apakah dia... apakah dia mengenali saya? Sebuah harapan kecil bersemi di dada saya.

Handi, tolong. Lihat saya. Uruslah jenazah saya, setidaknya. Saya istrimu.

Detik-detik berlalu, terasa seperti berjam-jam. Handi hanya menghela napas panjang. Sebuah desahan yang kosong.

"Memang kasihan," gumam Handi, suaranya datar. Tidak ada emosi. Hanya simpati yang dangkal.

Harapan saya padam, secepat ia menyala. Saya tertawa, tawa hampa yang pahit. Tawa seorang hantu.

Kenapa saya masih berharap? Bukankah saya sudah tahu? Dia tidak pernah peduli.

Handi mendorong kursi roda Chika keluar kamar. Meninggalkan saya, sekali lagi. Sendirian.

Mereka melewati pintu ruang operasi yang tertutup. Di mana tubuh saya terbaring. Dingin dan tak bernyawa.

Handi berhenti sejenak, melirik ke dalam. Matanya kosong. Tidak ada pengakuan.

Tubuh saya terbungkus selimut putih. Wajah saya tertutup. Hanya keheningan yang tersisa.

Tapi ada satu hal yang tidak tertutup. Bekas luka lama di pergelangan kaki kiri saya. Garis putih, tipis, tapi jelas.

Bekas luka itu ada di sana karena saya menyelamatkannya. Dari kecelakaan lima tahun lalu. Bekas luka itu berteriak. Tapi Handi tidak mendengar.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Dinikahi Kakaknya
Aku Dinikahi Kakaknya
Dalam novel modern Aku Dinikahi Kakaknya, Keisha harus menghadapi pengkhianatan Rafael di hari pernikahan. Demi menjaga martabat keluarga, Dion hadir sebagai mempelai pengganti. Ikuti kisah romance novel ini saat mereka menjalani takdir baru tanpa rasa cinta dalam web novel yang penuh drama.
Baby Daddy
Baby Daddy
Dalam novel Baby Daddy, Eva Sania harus mencari pria untuk memiliki anak demi memenuhi tuntutan ibunya. Bastian Cokro, CEO yang dirumorkan mandul, menjadi target utama dalam billionaire romance ini. Baca kelanjutan kisah mereka dalam web novel modern yang penuh dengan pilihan sulit.
Damn! Dia Bosku
Damn! Dia Bosku
Dalam novel Damn! Dia Bosku, Alexandre Geraldo berjuang mengejar cinta Dara setelah kembali dari Amerika. Di tengah tekanan perjodohan orang tua, Alex harus mengungkap rahasia besar di balik penolakan Dara. Baca romance novel penuh misteri ini dalam koleksi online novel terbaik kami.
Istri Tawanan Tuan Muda
Istri Tawanan Tuan Muda
Dalam Istri Tawanan Tuan Muda, Evan Halbert menggunakan statusnya sebagai billionaire untuk menikahi Caitlyn Wilson demi membalas dendam. Namun, misi kebencian ini goyah saat perasaan tulus muncul. Baca romance novel penuh intrik ini di platform web novel kami sekarang.
Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Dalam Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan, sebuah ritual pagi mengungkap pengkhianatan suami yang memiliki keluarga rahasia. Menghadapi kenyataan pahit dalam romance novel ini, sang istri memilih mengejar karier di Singapura. Baca kisah modern novel ini di platform web novel.
Marriage Express
Marriage Express
Dalam Marriage Express, Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa. Menghadapi dinamika modern novel yang rumit, ia harus beradaptasi tinggal satu atap dengan pria yang ia benci. Temukan kisah mereka dalam romance stories ini sebelum penyesalan datang terlambat.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Siaran Langsung Perselingkuhan
Siaran Langsung Perselingkuhan
Setelah mengetahui bahwa istrinya, yang terlalu berdedikasi untuk menghidupi saudara laki-lakinya dengan mengorbankan keluarga mereka sendiri, telah tidak setia, pria itu berpura-pura hilang dan memulai siaran langsung publik untuk mencarinya. Segera, seluruh kota menyadari perselingkuhan wanita itu.
Bisakah Waktu Kembali?
Bisakah Waktu Kembali?
Salim Pratama, anak angkat Keluarga Pratama, pernah merasakan kasih sayang dan perhatian penuh. Namun sejak putra kandung Keluarga Pratama, Rafi Pratama, kembali ke rumah, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk. Rafi dengan sengaja menjebaknya, membuat seluruh keluarga membenci Salim. Bertepatan dengan proyek “Kapsul Waktu” yang digagas kakak tertua Keluarga Pratama yang masih kekurangan relawan, Salim memutuskan untuk ikut serta. Ia juga berniat mendonorkan kornea matanya demi memulihkan penglihatan kakak keduanya yang buta. Itu dilakukannya sebagai bentuk balas budi, sekaligus berharap bisa kembali ke masa saat pertama kali diadopsi dan memilih ulang jalan hidupnya. Namun, selama tiga hari di rumah, dia terus-menerus dijebak oleh Rafi. Keluarganya tidak hanya menyakitinya dan membunuh kelincinya, tetapi juga melupakan ulang tahunnya yang ke-18. Dengan hati yang hancur, dia merayakan ulang tahunnya sendirian sebelum pergi ke laboratorium. Belakangan, keluarganya mengetahui kebenarannya dan dipenuhi penyesalan. Mereka menunggu dengan sabar di depan pintu laboratorium selama tiga puluh tahun.
Mantan Istri CEO Adalah Pewaris Miliarder
Mantan Istri CEO Adalah Pewaris Miliarder
Amanda Burton, seorang pewaris kaya, berencana untuk mengungkapkan kehamilan dan identitas aslinya melalui proyek bernilai triliunan rupiah. Namun selama pemeriksaan, dia menemukan suaminya, Michael Walsh, dengan wanita lain, Caitlyn Russell—yang sedang mengandung anaknya. Merasa hancur, Amanda kembali ke rumah, hanya untuk menghadapi lebih banyak permusuhan dari ibu mertuanya, membuatnya mengajukan gugatan cerai. Tragedi melanda ketika dorongan ibu mertuanya menyebabkan Amanda keguguran, dan ketegangan antara keluarga meningkat. Patah hati, Amanda memutuskan untuk memulai lembaran baru, fokus pada kariernya dan menjadi bos wanita sejati. Sementara itu, Michael terlambat menyadari betapa dia mencintai Amanda. Bisakah mereka membangun kembali kepercayaan mereka yang rusak, atau sudah terlambat?
Rayuan Palsu Sang Playboy
Rayuan Palsu Sang Playboy
Setelah ditolak di Akademi Golden Feather, Ratu Celine menawarkan adik tirinya yang playboy, Leo, untuk bermalam dengannya jika dia bisa merayu dan menghancurkan pria yang sudah menolaknya, Logic, putra presiden. Namun, ketika rayuan palsu Leo menjadi nyata, Celine kehilangan kendali atas Leo selamanya…
Ibu Mertuaku Memohon Maaf
Ibu Mertuaku Memohon Maaf
Her mother-in-law always mistreated her and never believed a word she said. But after being diagnosed with a terminal illness, her mother-in-law finally realized her goodness and begged for her forgiveness.
Perjuanganku
Perjuanganku
Rian yang baru memulai karier menghadapi ejekan dan tantangan berat, namun tak pernah menyerah. Dengan kerja keras dan kecerdasan, ia berhasil bangkit dari posisi terendah hingga menjadi bintang penjualan. Perjuangannya membuktikan bahwa orang biasa pun bisa mewujudkan nilai diri, menginspirasi semangat pantang menyerah bagi semua orang.