Logo
PELET DARAH HAID
PELET DARAH HAID

PELET DARAH HAID

100 Bab
Tamat
Dalam novel horror PELET DARAH HAID, Clara harus menghadapi pengkhianatan Rosa yang menggunakan ilmu hitam untuk merebut calon suaminya. Temukan misteri dan ambisi gelap ini dalam mystery story penuh dendam. Segera baca web novel ini untuk mengungkap konsekuensi dari persekutuan dukun.
Bab 1 dari PELET DARAH HAID

"Akhirnya sebentar lagi impianku untuk hidup bersama Bang David tercapai, Sa," ujar Clara pada Rosa-sahabatnya.

"Uhuk." Rosa tersedak minuman jus jeruk saat mendengar ucapan Clara.

"Kalian mau menikah, Ra?" tanya Rosa seakan tidak percaya dengan pendengarannya.

"Iya, Sa. Doakan semuanya lancar sampai hari H."

"Kapan kalian akan menikah?"

"Sebulan lagi, Sa" Rosa terlihat murung saat mendengar sahabatnya mau menikah.

"Kamu gak suka mendengar aku menikah, Sa."

"Siapa bilang aku gak suka?" Rosa berdiri lalu menghampiri Clara yang duduk di depannya dan memeluk dengan erat.

"Selamat ya, Ra." Dipelukkan Clara, Rosa menitikkkan air mata dengan tangan mengepal.

"Makasih, Sa." Clara mengurai pelukannya lalu menatap heran sahabatnya.

"Kenapa kamu menangis, Sa?"

"Aku menangis karena bahagia sebentar lagi sahabatku akan mengarungi bahtera rumah tangga dengan orang yang dicintainya."

"Aku pikir kamu kenapa menangis begitu. Kamu takut nanti aku gak ada waktu lagi untuk kita hangout. Tenang saja kita pasti masih bisa bersenang-senang." Rosa hanya menanggapi dengan tersenyum kecut.

"Oh iya, apa cowok itu sudah menyatakan perasaannya sama kamu, Sa."

"Belum, Ra. Aku rasa mungkin dia tidak akan menyatakan perasaannya."

"Kenapa begitu, Sa?"

"Dia hanya menganggapku sahabatnya dan sebentar lagi dia akan menikah."

"Apa! Aku pikir dari ceritamu kalian saling mencintai. Brengs*k juga ya cowok itu hanya php," sungut Clara.

"Aku gak suka kamu bilang begitu tentangnya. Mungkin aku saja yang terlalu baper, menyalah artikan perhatian dan kebaikannya."

"Maafkan aku, Sa Aku gak bermaksud bilang begitu. Kapan kamu mengenalkannya padaku, Sa. Dari dulu kamu selalu banyak alasan menolak permintaanku untuk mengenal cowok itu," sungut Clara.

Pada saat mereka sedang mengobrol, ponsel Clara berdering.

"Iya, Sayang. Aku segera ke sana." Clara menutup panggilan teleponnya.

"Maaf ya, Sa. Aku harus pergi menemui Bang David"

"Kenapa dengan David, Ra?" tanya Rosa dengan nada khawatir.

Clara menautkan alisnya saat melihat perubahan wajah Rosa. Dia berpikir ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya.

"Bang David mengajakku untuk memilih cincin pernikahan kami, Sa. Aku pergi dulu ya," pamit Clara.

Clara mencium pipi kanan dan pipi kiri sahabatnya lalu pergi tanpa mendengar jawabannya Rosa. Setelah kepergian Clara, amarah yang sejak tadi ditahannya kini membuncah.

Brak!

Clara menggebrak meja meluapkan emosinya. Semua mata tertuju padanya.

"Mengapa aku selalu kalah darimu, Clara? Kenapa kamu selalu mendapatkan apa yang aku inginkan? Kenapa takdir baik tidak berpihak padaku? Kenapa!" teriak Rosa sambil menangis. Dia tidak peduli dengan bisik-bisik orang yang ada di restoran itu.

"Hei Mbak, kalau mau gila jangan di sini," ujar seorang ibu menatap sinis Rosa.

"Diam kamu," bentak Rosa seraya menatap tajam ibu tersebut.

Rosa merasakan perutnya kram. Dia mengeluarkan beberapa lembar uang merah lalu berdiri meninggalkan restoran itu. Saat Rosa berjalan semua orang cekikikkan. Rosa tidak memperdulikan mereka. Dia menuju parkiran dan mengendarai mobilnya.

Sesampai di rumahnya, Rosa baru menyadari jika orang-orang di restoran itu menertawakannya karena melihat darah haidnya tembus ke dresnya. Setelah membersihkan diri Rosa kembali menangis sambil menatap foto dirinya dengan seorang laki-laki.

"Kenapa kamu tidak menganggapku ada, menganggapku lebih berarti dalam hidupmu?" Air mata menetes mengenai figura foto itu.

Rosa berselancar di aplikasi berlogo biru. Dia ingin kepo dengan akun Clara. Rosa tersenyum getir saat melihat unggahan Clara beberapa menit yang lalu. Tampak sebuah tangan dengan cincin bermata berlian di jari manis Clara dengan caption cincin dari calon imamku.

"Argh!" teriak Rosa seraya melempar ponselnya di ranjang.

Lama Rosa terdiam hanya buliran bening mengalir membasahi wajahnya. Dia mengambil ponselnya, membuka kembali aplikasi tersebut. Netra Rosa berbinar saat melihat informasi tentang pelet darah haid yang dilakukan seorang istri untuk membuat suaminya kembali dalam pelukannya.

Rosa mencari informasi tentang pelet tersebut. Akhirnya dia mendapatkan alamat dukun yang akan membantunya.

"Ah, kebetulan aku sedang haid. Darah haid di hari pertama yang menjadi syaratnya. Secepatnya aku harus ke rumah dukun itu. Sebentar lagi impianku akan menjadi nyata. Bersiaplah kamu akan bertekuk lutut padaku," gumam Rosa seraya tersenyum sinis.

Rosa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak sabar menuju rumah Mbak Sastro-dukun yang akan mewujudkan impiannya bersanding dengan pria pujaan hatinya.

"Rumahnya jelek banget. Apa iya dia dukun sakti? Kok aku jadi ragu begini. Ah, aku coba saja. Siapa tau rumah jelek ini hanya digunakan untuk perdukunan sedangkan rumah aslinya pasti di kawasan elit. Gak mungkin dukun sakti yang banyak uang rumahnya jelek, pinggir kota lagi," batin Rosa.

Rosa keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah Mbah Sastro. Belum juga dia mengetuk pintu, pintu itu sudah terbuka. Tampak laki-laki berusia enam puluhan menatapnya tajam.

"Sudah puas kamu menghina rumah saya," ujar Satro sinis.

"Ba-bagaimana Mbah bisa tahu isi hatiku?" tanya Rosa gugup.

"Jika kamu masih meragukan kemampuan saya, silakan angkat kaki dari rumah jelek ini," ujar Satro datar dan dingin.

"Maafkan aku, Mbah. Aku percaya kalau Mbah Sastro dukun sakti," sahut Rosa seraya menangkupkan kedua tangannya.

"Masuklah," ketus Mbah Satro sembari berbalik badan meninggalkan Rosa yang masih bengong.

Laki-laki yang memakai pakaian serba hitam itu langsung duduk di altarnya. Dia membakar kemenyan. Rosa yang mencium bau kemenyan itu bergidik ngeri apa lagi melihat dihadapannya terdapat sesajen.

"Duduklah," titah Sasto.

"Terima kasih, Mbah. Begini Mbah, aku ke sini mau minta tolong untuk ...."

"Saya sudah tahu maksud tujuanmu kemari. Sebutkan nama laki-laki itu dan juga nama ayahnya."

"David Aldiano dan nama ayahnya Fajar Sandiano."

Sastro tersenyum lalu kembali membakar kemenyan dan memakan bunga kenanga yang ada di nampan sesajen.

"Jenis pelet apa yang kamu mau?"

"Pelet yang akan membuat David bertekuk lutut padaku, Mbah. Aku ingin menikah dengannya," jawab Rosa antusias.

"Pelet darah haid yang dicampur dengan satu tetes air kencingmu itu sangat ampuh membuat lawan jenis yang kamu inginkan bertekuk lutut padamu."

"Iya, aku mau jenis pelet itu, Mbah." Rona bahagia terpancar di wajah Rosa mendengar ucapan Satro.

"Apa kamu siap dengan syarat yang akan saya ajukan?"

"Aku siap, Mbah," jawab Rosa cepat.

"Kamu harus menyiapkan maharnya ...."

"Aku sudah menyiapkannya."

"Jangan memotong omongan saya," bentak Sastro.

"Maaf, Mbah. Aku hanya ingin memberitahu jika sudah mempersiapkan uangnya, Mbah," ujar Rosa menunduk sedangkan Sastro tersenyum simpul mendengar kata uang.

"Setelah mempersiapkan maharnya, kamu harus puasa tiga hari, memotong kambing. Dagingnya kamu bagikan ke orang lain sedangkan darahnya kamu minum."

"Apa Mbah gak salah menyuruhku minum darah kambing?"

"Tidak. Itu syarat yang harus kamu lakukan. Lagi pula hanya tiga kali tegukan kamu minum darah kambing. Apa kamu tidak sanggup melakukan ritualnya, Rosa."

"Aku sanggup, Mbah," sahut Rosa cepat. Dia tidak ingin menyerah gara-gara darah kambing.

"Bagus. Setelah selesai puasa kamu kemari lagi dan membawa darah kambing itu. Darah itu nanti saya bacakan mantra dengan begitu jin peliharaanku akan masuk ke dalam tubuhmu. Dia yang akan membantumu."

"Jin? Aku takut dengan hantu, Mbah." Rosa bergidik ngeri membayangkan tubuhnya dimasuki makhluk ghaib.

"Iya, keberadaannya di tubuhmu agar orang lain tidak akan menyakitimu."

"Baiklah, setelah aku minum darah itu, apa lagi yang harus kulakukan, Mbah?"

"Kamu harus memberikan minuman yang sudah kamu beri darah haid dan satu tetes air kencingmu dengan merapalkan mantra kepada laki-laki yang kamu inginkan."

"Berarti gak harus darah haid di hari pertama ya, Mbah?"

"Untuk yang pertama tidak karena kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Selanjutnya bulan berikutnya harus darah haid di hari pertama. Apa kamu sanggup melakukan semua ritual yang aku sebutkan," ujar Sastro.

"Aku sanggup, Mbah."

Sastro kemudian merapalkan mantra dengan menyebut nama David dan ayahnya. Mantra itu dinamakan 'Ajian Pengikat Sukma'.

"Setelah tiga hari kamu datang kemari dan membawa apa yang saya perintahkan."

"Baik, Mbah," sahut Rosa seraya menyerahkan amplop coklat.

********

Setelah melakukan semua ritual dan menghapal mantra yang diberikan Satro, Rosa ingin langsung mempraktekannya. Dia menelepon David untuk datang ke rumahnya.

"Tolong aku, David," ujar Rosa pura-pura panik dan menangis.

"Kamu kenapa, Ca?" tanya David cemas.

"Kamu datang ke rumahku sekarang ya, Dav."

"Maaf, aku gak bisa. Aku sudah ada janji dengan calon istriku, Sa."

"Aku mohon, Dav. Arghhhhh." Rosa pura-pura berteriak lalu memutuskan sambungan telepon. Dia yakin sahabatnya itu pasti datang ke rumahnya.

Rencana Rosa berjalan lancar, sesuai prediksinya David datang.

"Rosa ... buka pintunya, Ca!" teriak David.

Rosa keluar dengan air mata membasahi pipinya. Dia langsung memeluk tubuh David.

"Kamu kenapa, Oca? Cerita sama aku," ujar David seraya mengusap punggung Rosa.

"Ibuku di kampung lagi sakit, Dav."

"Ibu sakit apa, Ca." Rosa pura-pura menangis. Dia bingung harus menjawab apa.

"Sudah, sudah kamu jangan menangis. Kamu harus berdoa agar ibu lekas sembuh."

"Iya, Dav."

"Aku ambilkan minum biar kamu tenang." David ingin beranjak ke dapur, tapi tangannya dicekal Rosa.

"Biar aku ambil sendiri, Dav. Sekalian aku buatkan kopi untuk kamu."

"Gak usah, Ca. Aku bentar lagi pulang. Kasian calon istriku menungguku."

"Sebantar saja, Dav. Gak sampai 10 menit. Ini yang aku takutkan belum menikah saja kamu sudah tidak ada waktu dengan sahabatmu ini apa lagi jika sudah menikah. Kamu pasti melupakanku," ucap Rosa sedih.

"Baiklah, buatkan aku kopi spesial ya, Ca."

"Oke," sahut Rosa tersenyum sembari berlalu menuju dapur.

"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya, David," seringai Rosa setelah membuat kopi spesial permintaan David. Secangkir kopi yang sudah dimantrai dengan darah haid dan satu tetes air kencing.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

DOKTER FORENSIK
DOKTER FORENSIK
Dalam mystery story DOKTER FORENSIK, Randa terjebak antara dunia nyata dan imajinasi akibat penyakitnya. Sebagai dokter forensik, ia harus memilih antara Avita atau Evlyn yang ternyata sudah meninggal. Temukan perjuangan cintanya dalam horror novel ini di platform web novel kami.
Gadis Titisan Harimau Putih
Gadis Titisan Harimau Putih
Dalam Gadis Titisan Harimau Putih, Naiya terjebak di desa misterius penuh tumbal. Sebagai fantasy novel dengan unsur adventure, ia harus menghadapi dukun sakti demi menyelamatkan diri dan mengungkap rahasia kepala sekolah. Temukan kisah seru ini di web novel pilihan Anda.
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
Novel misteri horor Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku mengisahkan penyesalan seorang seniman forensik. Akibat mengabaikan panggilan darurat putrinya, Janice, sang ibu harus menggambar sketsa wajah korban dari tulang anaknya sendiri. Baca novel online gratis yang penuh ketegangan ini.
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA
Dalam novel horor PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA, Dewi terjebak dalam misteri kelam di rumah Pak Darma. Saat rahasia terkubur mulai terkuak, ia harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang jati dirinya. Baca mystery story mencekam ini di platform web novel kami sekarang.
Purwoko Family: Selipan Utara
Purwoko Family: Selipan Utara
Dalam Purwoko Family: Selipan Utara, Pak Purwoko harus melindungi keluarganya dari teror misterius di kampung halaman. Menghadapi konflik warisan penggilingan padi dan sabotase bisnis, mystery story ini menjadi petualangan mencekam. Baca selengkapnya dalam modern novel yang penuh ketegangan ini.
Release the Darkness
Release the Darkness
Dalam Release the Darkness, obsesi Heaven dan Kaylein terhadap makhluk abadi berujung petaka di New Orleans. Kaylein dipaksa menjadi pengikut klan vampire, sementara Heaven menghadapi kekejaman pemimpin mereka. Ikuti adventure story penuh horor ini dalam romance novel yang mencekam.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta di Waktu yang Tepat
Cinta di Waktu yang Tepat
Demi mencari ibunya, Lisa dijebak oleh adik tirinya, Linda. Dia tidak sengaja tidur dengan Hendy dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, Lisa kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam. Dia pun kembali bertemu dengan Hendy tetapi saling tidak mengenal. Setelah pertemuan kedua, akankah mereka kembali bersama? Apakah dia akan berhasil balaskan dendamnya?
Kakak Jadi Pacar
Kakak Jadi Pacar
Thea sangat mirip dengan kakaknya Dicky sehingga Dicky mengira Thea adalah kakaknya, jadi memaksa Thea untuk tinggal bersamanya. Sedangkan Thea mempergunakan Dicky untuk balas dendam pada Keluarga Sutan, bahkan berpura-pura menjadi seorang idiot. Tak disangka semuanya tak begitu sederhana...
[Versi Dub] Aku Memberikan Istriku Senjata Berumbai Merah
[Versi Dub] Aku Memberikan Istriku Senjata Berumbai Merah
Aku pernah mencintai istriku ini, tapi sayangnya dia merasa aku yang biasa ini bukanlah pasangan pilihannya, jadi dia memilih untuk bersama dengan pria lain. Saat itu, pria memutuskan untuk kembali menjadi heroik, tapi apa dia masih akan bersama istrinya atau memilih bersama wanita lain?
Nona Bos Melawan Pengganggu Las Vegas
Nona Bos Melawan Pengganggu Las Vegas
Dia menyamar menjadi seorang petugas kebersihan untuk menyelidiki sebuah kasus, tapi saat dia terpaksa mengungkapkan statusnya, tidak ada yang percaya, karena sudah ada yang mencuri statusnya dan apa yang bisa petugas kebersihan ini lakukan?
Gagal Mendidik, Menyesal diakhir.
Gagal Mendidik, Menyesal diakhir.
Akademisi Vina Salim yang baru saja mendapatkan penghargaan Medali Kehormatan Ananta karena berhasil menciptakan mesin litografi untuk negara Ananta sedang menempuh perjalanan menuju Kota Zino untuk melahirkan. CEO Grup Bahari, Fino Lionel yang mengetahui hal itu buru-buru berangkat ke bandara untuk menjemput Vina. Di dalam pesawat, Vina bertemu dengan Ibu dan anak Fino. Anak Fino yang nakal ini mencuri tas Vina yang berisikan cetak biru dari mesin litografi beserta mikrocip produksi pertama dan kemudian menghancurkannya. Akibatnya, Vina mengalami perdarahan berkali-kali dan nyaris keguguran.
Pasangan Setan
Pasangan Setan
Suami Mia Wijaya, Guntur Wirawan, terjun dari atap gedung untuk membuktikan diri tak bersalah. Dalam kekacauan itu, Mia tewas lalu terlahir kembali dengan ingatan masa lalunya, bertekad mengubah takdir. Setelah hidup kembali, Mia membongkar konspirasi Riska Liem dan Dian Wirawan. Demi masa depan suami dan dirinya sendiri, Mia mulai membalas dengan menjalankan rencananya sendiri sambil memasang perangkap balik, dan akhirnya meraih kemenangan.