Logo
Purwoko Family: Selipan Utara
Purwoko Family: Selipan Utara

Purwoko Family: Selipan Utara

87 Bab
Tamat
Dalam Purwoko Family: Selipan Utara, Pak Purwoko harus melindungi keluarganya dari teror misterius di kampung halaman. Menghadapi konflik warisan penggilingan padi dan sabotase bisnis, mystery story ini menjadi petualangan mencekam. Baca selengkapnya dalam modern novel yang penuh ketegangan ini.
Bab 1 dari Purwoko Family: Selipan Utara

Seorang anak laki-laki, berusia sekitar dua belas tahun menggeliat dan menguap di jok belakang sebuah mobil. Dia mengerjab-ngerjabkan matanya, merasa asing dengan jalanan yang mereka lewati. Pulas sekali tidurnya, sampai tak sadar kalau mobil yang membawanya telah keluar dari perkotaan.

"Mas. Kamu nggak papa, sayang?"

Seorang wanita menegur dari jok depan. Raut wajahnya keibuan, seirama dengan usianya yang menginjak kepala tiga.

"Nggak papa, bu" jawab Yudi.

"Halah boong" tukas seorang perempuan di sebelahnya.

"Mas Yudi sih dari awal sedih bu, pisah sama Hartati" lanjutnya.

"Aduh"

Dia mengeluh, mendapatkan cubitan di pahanya.

"Kenapa nyubit sih, mas?" Protesnya. Suara cemprengnya membahana khas anak umur sepuluh tahunan.

"Yudi!"

Seorang laki-laki, yang sedang menyetir mobil itu, menegur Yudi. Sontak Yudi bersedekap dan membuang muka dari perempuan di sebelahnya.

"Cie cie. Tu kan, yah. Alesan doang, takut sama kakung. Aslinya sih, takut kehilangan, "

"Aduuh ... "

"Yudi!"

Untuk kedua kalinya Yudi mendapat teguran karena pekikan si anak perempuan itu.

"Sama adeknya kok nyubitin?" Tanya laki-laki yang tadi dipanggil ayah.

"Tengil sih" jawab Yudi.

Jawaban Yudi rupanya sanggup memancing rasa geli bagi kedua orang dewasa di jok depan. Mereka tertawa. Bagi mereka jawaban itu lugas dan lucu.

"Emang si Hartati itu cantik ya, dek?" Tanya si Laki-laki.

"Slepet nih!" Ancam Yudi.

"Hempf. Ha ha ha"

Anak perempuan itu tergelak dan tak jadi menjawab karena ancaman Yudi. Ancaman itu malah terasa lucu sekali baginya.

"Di sana juga banyak yang cantik" kata si laki-laki.

"Masa? Beneran, yah?" Tanya anak perempuan itu.

Ekspresinya yang serius cenderung takut membuat si laki-laki dan perempuan di depan saling memandang, bingung.

"Lah. Emangnya ibu masih kalah cantik, sama si Hartati itu?"

"Hempf"

Si anak perempuan itu tergelak sembari melihat ke arah Yudi. Di saat yang sama Yudi juga menatapnya sambil menahan tawa.

"Ha ha ha ha"

Si anak perempuan itu tertawa sangat lepas, membuat kedua orang dewasa di depannya kebingungan. Tak ada jawaban yang keluar saat dia ditanya maksudnya apa. Dia terus tertawa saking gelinya.

Yudipun malah melempar ke anak perempuan di sebelahnya, saat dia giliran ditanya. Membuat anak perempuan itu tak berhenti tertawa.

Walaupun bingung, namun kedua orang dewasa di depan itu tampak tersenyum lega. Seolah kekhawatiran yang sedari tadi menggelayuti hati, sirna oleh tawa si anak perempuan.

Memasuki jalanan kampung yang lebih sempit, tawa anak perempuan itu berhenti. Dia merasa tertarik dengan deretan rumah-rumah yang masih menggunakan arsitektur jaman dulu. Ada yang sudah permanen, namun ada juga yang belum permanen. Namun terlihat kokoh.

Beberapa anak sebayaannya menggentikan langkah jalannya dan menatap ke arahnya. Seolah-olah mobil yang membawanya ini adalah kendaraan mewah. Beberapa warga juga tampak berjalan beriringan pulang dari sawah.

Kedua orang dewasa di depan menyapa para penduduk yang berpapasan dengan mereka. Hingga pada akhirnya mereka berbelok ke halaman sebuah rumah. Di depan rumah, sudah menunggu, beberapa orang. Mereka beranjak mendekat begitu melihat ada mobil yang memasuki halaman.

"Purwoko"

Seorang laki-laki paruh baya berseru senang, menyambut kedatangan keluarga itu. Dia berhenti satu meter di depan mobil itu, menanti seisi mobil keluar.

"Mas Purboyo" seru laki-laki yang menyetir itu. Dia keluar dari mobil dengan wajah tersenyum.

"Apa kabar, Pur?" Tanya Purboyo sambil menyalami Purwoko. Wanita di sebelahnya ikut keluar.

"Duo Pur ketemu lagi" celetuk seorang wanita.

Wanita yang baru keluar mobil itu tersenyum pada wanita yang menghampirinya.

"Alhamdulillah, sehat mas Purbo" kata Purwoko, menjawab pertanyaan Purboyo.

"Dan kayaknya akan terus bersama, mbak" kata wanita yang baru keluar dari Mobil.

"AMIRAAA"

Seorang anak perempuan, seumuran anak oerempuan tadi, memanggil dengan cukup kencang dari teras rumah. Dia berlari menghampiri mobil itu.

"Mbak Ristaaaa"

Anak perempuan yang disebelah Yudi tadi juga berseru memanggil nama anak perempuan yang menghampirnya. Keduanya berpelukan.

"Apa kabar, Ifa?" Tanya wanita tadi.

"Ya, beginilah mbak Wati" jawab wanita yang dipanggil Ifa.

"Aku nggak dipeluk?" Protes Yudi.

"Bodo" jawab Amira dan Rista kompak.

"Ha?"

"Ha ha ha ha"

Mereka berdua tertawa menyaksikan ekspresi tak percaya Yudi pada kekompakan mereka. Para orang tua menatap mereka dan ikut tertawa sejenak. Terlebih disaat Yudi pura-pura merajuk dan kembali masuk ke dalam mobil.

Mereka tertawa lagi disaat pada akhirnya ketiganya bercanda bersama, walau Yudi masih pura-pura merajuk.

"Semua ada hikmahnya, Fa. Nggak mungkin Gusti Alloh nimpain musibah tanpa ada maksud dan jalan keluar" hibur wanita yang dipanggil Wati. Ifa menoleh. Dia menghela nafas berat.

"Ya. Mungkin Alloh pengen mas Pur baikan lagi sama bapak"

"Itu lebih mahal dari apapun, Fa" komentar Wati.

"Mas Purbo sampai rela selipan beras dimiliki Purwoko, asal Purwoko mau baikan sama bapak" lanjut Wati.

"Laki-laki, mana ada yang mau ngalah. Yudi aja nggak pernah mau dikalahin temennya. Padahal cuman rebutan pengakuan, siapa yang paling dilirik primadona sekolah. Apalagi biangnya"

"Hempf. Yudi udah ngerti cewek? Bahaya tuh, kaya bapaknya. Ha ha ha ha"

Keduanya tertawa. Saling bertanya kabarpun berlanjut. Kali ini antar ipar. Sempat Ifa terharu, mendapat sambutan hangat dari kakak iparnya. Merekapun melanjutkan langkah ke teras rumah. Sudah ada sepasang orang tua yang menanti kedatangan mereka.

Pak Purwoko melangkah dengan gestur takut-takut. Seperti menghadapi seorang raja, pak Purwoko berjalan sambil menunduk. Dia menegakkan kepalanya setelah disenggol Wati.

Terlihat bapaknya tersenyum, tapi matanya berkaca-kaca. Di belakang para orang dewasa, Yudi dan Rista saling senggol. Mereka berbicara dengan bahasa isyarat. Rista bertanya ada apa, Yudi mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tahu.

"Bapak marah bukan karena benci" kata orang tua yang dihadapi pak Purwoko.

"Bapak marah itu karena takut. Takut kalau anak bapak dikadalin. Karena buah jatuh, itu nggak pernah jauh dari pohonnya" lanjut orang tua itu.

Pak Purwoko belun bergeming. Dia masih merasa takut, seperti sedang menjalani persidangan. Ada rasa malu juga yang menyeruak di sanubarinya.

"Kalau anak-anak bapak sukses, bapak cuman ikut senang. Bapak nggak berharap apapun dari kalian. Tapi kalau ada yang gagal, ya pulang aja. Aku tetep bapakmu, dan rumah ini tetep rumahmu"

"Bapaak"

Pak Purwoko mendekat sambil merendahkan tubuhnya. Dia hendak sujud di kaki orang tua itu, namun dicegah. Akhirnya dia hanya memeluk kaki orang tua itu. Dia tumpahkan segala rasa bersalah dan malunya dalam tangisnya.

"Udah, udah! Nggak baik dilihat Yudi, Amira" tegur orang tua itu.

Pak Purwoko beralih sungkem pada wanita sepuh di sebelah orang tua tadi. Tak ada kata yang terucap, hanya tangis yang kembali melanda. Butuh beberapa lama sampai tangis pak Purwoko mereda.

"Wah, mbah Har. Itu tadi Purwoko, ya?"

Seseorang berseru dari pinggir jalan. Semua perhatian tertuju padanya.

"Iya, pak RT. Anak ragilku ini, pulang" jawab orang tua yang dipanggil mbah Har itu.

"Ya syukurlah" komentar pak RT. Dia berjalan mendekat.

"Emang udah waktunya kamu pulang, Pur. Kasihan mbah Hari sama mbah Tin. Udah sepuh masih ngurusin sawah segitu luasnya" lanjut pak RT. Dia menyalami Ifa, dan yang lain. Termasuk pak Purwoko sendiri.

"Iya mas Pri. Mungkin emang Gusti Alloh nyuruh aku pulang" jawab pak Purwoko sambil menyalami pak RT.

"Ya sudah. Saya langsung pamit, mbah Har. Cuman lewat aja ini tadi" pamit pak RT.

"Ngopi dulu, Pri! Ayo tak bikinin!" Tawar mbah Tin.

"Makasih, mbah Tin. Saya mau beli suket gajah dulu. Sapi-sapiku sudah demo ini tadi"

"Oh. Beneran nggak ngopi dulu?" Tanya pak Purboyo.

"Lain waktu aja, gan" tolak pak RT lagi.

Pak RTpun pamit undur diri. Dan keluarga besar ini masuk ke dalam rumah. Rumah limasan yang masih kokoh meski masih full kayu dan papan. Tak tampak ada yang lapuk sekalipun sudah berdiri sejak pak Purwoko belum lahir.

"Nah. Yudi sama Amira, pake bekas kamarnya bude aja, ya? Udah dikasih ranjang satu lagi sama simbah" kata mbah Har, saat membagi kamar.

"Ada popoknya mbak Rista dong, kung?" Tanya Yudi sambil tersenyum.

"Eh, pesek. Aku udah lama yo, nggak pake popok lagi" seru Amira.

"Aduh iya iya iya iya" Yudi memekik terkena cubitan di pinggangnya.

"Ta!" Tegur pak Purboyo.

"Sembarangan banget" sungut Amira.

"Ha ha ha ha"

Walau dicubit, Yudi malah tertawa melihat sepupunya merajuk.

Yudi dan Amira masuk diiringi Rista. Walau merajuk tapi dia tetap membantu keduanya membawakan koper.

"Barangmu cuman segini, Yud? Ps mu?" Tanya Rista.

"Di titipin di rumah eyang" sahut Amira. Rista menoleh ke arah Amira.

"Kalau bisa bawa sih, Hartati juga dibawa sama mas Yudi"

"Selepet beneran, nih" ancam Yudi.

"Hempf. Ha ha ha" Amira tertawa menghindar.

"Mana boleh dibawa, Mira? Kamu kata anak kucing, main bawa aja?" Seru Rista.

"Hempf. Ha ha ha ha ha"

Amira malah semakin kencang tertawanya. Terlebih disaat sang kakak meliriknya sembari membuka lemari.

Di kamar sebelah, bu Ifa tampak melamun di saat memasukkan pakaian ke dalam lemari. Dia masih tidak menyangka, akan kembali ke rumah ini dalam keadaan tak punya apa-apa.

"Bu" tegur pak Purwoko. Bu Ifa menoleh.

"Maafin ayah ya, bu! Ayah akan berusaha merebut semua yang udah dia rampas dari kita" lanjut pak Purwoko, sambil menggamit jemari bu Ifa.

"Udahlah, yah! Yang penting kita udah sama-sama sadar dan sama-sama tahu. Sakit emang, tapi ibu nggak pengen kehilangan ayah. Nggak usah nerjang bahaya, ya! Kita mulai lagi aja dari awal" jawab bu Ifa.

"Maafin ayah ya, bu!"

"Iya, yah" jawab bu Ifa sambil tersenyum.

Pak Purwoko merengkuh bu Ifa ke dalam pelukannya. Keduanya berpelukan saling menguatkan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi
Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi
Dalam Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi, jiwa Hito Aswatama merasuki tubuh Adit untuk mengungkap dalang pembunuhannya. Melalui genre mystery dan action, ia harus memenangkan perebutan takhta keluarga. Baca modern novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
Dalam novel werewolf Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku, seorang putri Omega dibuang saat hamil. Kini ia harus bertahan hidup dan kembali ke kawanannya yang kuat untuk menuntut balas. Baca kisah romance novel penuh petualangan dan pengkhianatan ini di web novel kami.
Hot Love - George & Regina
Hot Love - George & Regina
Dalam Hot Love - George & Regina, agen CIA dan KGB ini menjadi buruan setelah gagal dalam misi pembunuhan presiden. Terjebak dalam pelarian berbahaya, mereka harus bertahan hidup dari kejaran pembunuh bayaran. Baca romance novel penuh aksi dan sci-fi ini di webnovel sekarang.
Intuition
Intuition
Dalam novel Intuition, Hanna melarikan diri dari penjara demi membalas dendam kematian tragis orang tuanya. Melalui petualangan penuh bahaya, ia terjebak dilema saat mencintai putra musuhnya. Simak kisah seru ini di web novel genre romance action yang penuh misteri dan pengkhianatan.
LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
Dalam LOVE BETWEEN TWO BELIEFS, Stenly bangkit dari pengkhianatan Kimberly untuk menyelamatkan Seruni dari ancaman Dante. Ikuti kisah romance penuh aksi dan adventure ini saat Stenly berjuang menata hidupnya kembali. Baca web novel seru ini sekarang di platform online novel terpercaya.
Sakya Kumara
Sakya Kumara
Dalam Sakya Kumara, pangeran iblis ini mencari Pedang Dewa Langit di Dunia Mortal demi menjadi Pendekar Dewa Pedang. Di fantasy novel penuh aksi ini, ia harus menguasai Kitab Jurus Pedang untuk membalas dendam pada Dewa Naga Abadi. Simak petualangan seru di adventure story ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Antara Dusta dan Hasrat
Antara Dusta dan Hasrat
Mantan pengacara top yang jatuh dari jayanya × Pewaris buangan keluarga kaya yang berani berbuat apa pun. Yang satu butuh uang demi menyelamatkan nyawa, yang satunya lagi haus kekuasaan mencari jalan untuk naik posisi. Dino Naro setuju membayar Sisil Marta dengan jumlah besar, dengan satu syarat: Sisil harus ikut terseret ke dalam pusaran konflik keluarga, jadi mata-mata bisnis sekaligus kekasih bayangan. Sebuah kesepakatan dengan empat misi: menyusup, meracuni, menggoda, mengakhiri cinta dengan adik ketiga, Danu Naro. Dua orang yang seharusnya nggak saling jatuh cinta, bertemu di waktu yang salah, dengan orang yang salah . Saat semua pilihan adalah kesalahan, cinta dan benci terjalin erat. Apakah semuanya bisa memadamkan api dendam dan kejahatan?
Jatuh ke dalam Perangkapnya
Jatuh ke dalam Perangkapnya
Ashley, seorang CEO yang sangat ingin punya anak, menikahi Dean, seorang pria dari desa, agar mau tinggal bersamanya. Tanpa sepengetahuannya, Dean ternyata adalah pewaris misterius yang diam-diam mencintainya dan sengaja menyamar agar bisa dekat dengan Ashley. Keluarga kaya Ashley penuh dengan intrik. Dia harus berhadapan dengan bibinya yang tidak waras, pamannya yang munafik, dan kakeknya yang sangat pilih kasih. Ashley mengira Dean akan menjadi penyelamatnya, tapi ternyata pria itu justru menjadi mimpi buruk dalam hidupnya.
[Versi Dub] Andai Kamu Istriku
[Versi Dub] Andai Kamu Istriku
Dia pernah berjanji untuk menikahi satu sama lain ketika mereka masih muda, tetapi bertahun-tahun kemudian, dia lupa akan janji itu. Meskipun mereka menikah, dia tidak pernah kembali bersama dia dan bahkan tidak tahu seperti apa penampilannya. Secara kebetulan, pengacara perceraian yang dia sewa ternyata adalah istrinya, wanita yang ingin dia cerai...
Jatuh Cinta pada Istri Sewaan
Jatuh Cinta pada Istri Sewaan
Untuk menolak perjodohan paksa dari keluarga, Charles menyewa Everly, seorang perempuan tangguh dari pasar, sebagai istri kontraknya. Bersekutu, mereka menghadapi semua musuh yang menghalangi. Di balik pernikahan palsu itu, mereka justru menemukan benang merah rahasia antara masa lalu Everly dan penyelamat Charles. Lambat laun, perjanjian bisnis itu berubah menjadi kisah cinta yang tak pernah mereka duga.
Penyelamat Rahasia
Penyelamat Rahasia
Memi jatuh koma setelah mengalami kecelakaan mobil, tapi jiwanya terbangun dan menyaksikan seorang pengasuh diam-diam menukar bayi laki-lakinya yang baru lahir. Memi tidak berdaya melihat putra kandungnya, Nick, mengalami berbagai penyiksaan selama tujuh tahun. Keajaiban pun datang tepat ketika pengasuh itu berencana mengambil korneanya untuk menutupi kebenaran, Memi terbangun dan bergegas menyelamatkan putranya.
Kalian Penjahat, Aku Si Gila Sejati!
Kalian Penjahat, Aku Si Gila Sejati!
Yuni Liem yang memiliki gangguan kepribadian dan kecenderungan antisosial, mengetahui adiknya, Yuli Liem, bunuh diri dengan melompat dari gedung. Dengan segala kekuatan grup usahanya, ia merekrut detektif-detektif terbaik di dunia untuk menyelidiki kematian Yuli Liem. Sekembalinya dalam negara, Yuni Liem baru mengetahui bahwa iparnya, Andi Kangean, tidak setia kepada adiknya. Yuni Liem pun mulai menjalankan rencananya.