Logo
Pedang Naga Siluman
Pedang Naga Siluman

Pedang Naga Siluman

30 Bab
Tamat
Dalam fantasy novel Pedang Naga Siluman, Satya Wiguna menjelajah masa lalu untuk menumpas kejahatan. Sebagai Senopati dunia Sukma, ia harus menggunakan kekuatannya demi mengalahkan Raja Iblis. Simak adventure story seru ini saat ia menjaga alam moksa dalam balutan fiction fantasy novels.
Bab 1 dari Pedang Naga Siluman

Di suatu siang, di sebuah sekolah dasar negeri yang berada di sebuah desa kecil di pelosok pulau Jawa.

Anak-anak baru saja keluar dari lingkungan sekolah, ada yang berlarian dan ada yang berjalan pelan menyusuri jalanan berbatu.

Wajah-wajah polos dengan senyum dan tawa canda mengiringi langkah-langkah kecil mereka.

"Satya, nanti habis ganti baju kita kumpul di TPK ya," ajak seorang anak yang tubuhnya kerempeng dan berkulit agak hitam, Bambang namanya dan kawan-kawannya memanggilnya Bambang atau Mbang.

TPK adalah tempat penimbunan kayu milik Perum Perhutani yang ada di desa itu.

TPK ini di gunakan sebagai tempat menimbun kayu-kayu Jati ataupun kayu jenis lainnya seperti Sonokeling dan Mahoni setelah di tebang dari hutan yang ada di area tersebut.

"Baik, nanti aku yang bawa bola," jawab seorang anak lain yang bertubuh agak pendek tapi berisi, wajahnya bulat dan agak bersih kulitnya. Dia adalah anak dari kepala TPK, Ardian namanya.

"kita kumpul di TPK lor ya , dibawah pohon sawo," kata anak yang di panggil Satya tersebut, yang tampaknya memang sebagai pemimpin dari rombongan anak-anak kecil itu.

Satya ini bertubuh agak berisi dengan kulit sawo matang, wajahnya memancarkan aura ceria dan penuh semangat. tatapannya sangat tajam walaupun dia masih kecil.

Tempat penimbunan kayu ini cukup luas dan terbagi menjadi dua lokasi. TPK lor (utara) dan TPK kidul (selatan).

Luas tempat penimbunan kayu ini kira-kira empat sampai lima hektar, terpisah menjadi dua karena dibelah oleh jalanan desa yang menghubungkan antara Desa Landoh dengan desa dan padukuhan lainnya.

Dalam lingkungan TPK sendiri terdapat pohon-pohon Mindik (Munggur) yang berukuran sangat besar yang menurut orang orang tua di sekitar tempat ini di tanam pada masa penjajahan Belanda, jadi umurnya pasti sudah ratusan tahun.

Ukuran pohon-pohon di dalam area tempat penimbunan kayu hasil hutan ini mencapai diameter dua sampai tiga meter dengan ketinggian mencapai kurang lebih tiga puluh meter, sehingga tempat ini menjadi teduh dan nyaman untuk beraktivitas.

Jumlah pohon-pohon yang sangat besar cukup banyak , ada puluhan dengan diameter yang rata-rata sangat besar lebih dari satu meter, sehingga hampir setiap sudut tempat ini sangat teduh dan rindang.

Anak-anak yang lain segera menyanggupinya untuk berkumpul sehabis berganti baju dan makan siang.

Mereka berjalan sambil bersenda gurau, dan tanpa terasa sampailah di jalan raya beraspal yang melintasi desa tersebut. Itu adalah sebuah perempatan besar.

Jalan beraspal menghubungkan antara dua kabupaten. Kabupaten Rembang dan Blora.

Sedang jalanan yang belum beraspal menghubungkan antar desa yang satu dengan desa yang lainnya.

Dijalan ini rombongan anak-anak mulai terpisah, sebagian berbelok kekanan menyusuri jalan raya.

Diantara yang belok kekanan adalah Bambang, Yon, To, Andri dan masih banyak lagi.

Sebagian berbelok ke kiri juga menyusuri jalan raya menuju ke dukuh Jangglengan diantaranya Tris dan Sutar.

Adapula yang rumahnya tepat di perempatan desa tersebut , Likin namanya, anak Pak Salim. Seorang Kyai di Desa Landoh.

Satya dan sebagian anak menyeberang jalan raya tersebut dan berjalan lurus menuju dusun lainnya lagi.

Rumah Satya sendiri terletak tidak jauh dari perempatan jalan tersebut dan berjarak lima puluhan meter saja dari TPK.

Salah satu sahabat Satya rumahnya di dalam komplek TPK dan berdekatan dengan rumah Satya, hanya berjarak lima puluh meteran saja. Hartono namanya, anaknya putih bersih dan agak kecil mungil.

Ketika Satya sampai di depan rumah yang sangat sederhana dan berdinding anyaman bambu (gedeg, bahasa Jawa) Satya segera pamit pada kawan-kawannya.

"Duluan ya !" seru Satya sambil melambaikan tangan pada kawan-kawannya.

Ardian, Hartono, Masruf , Ngali dan lainnya segera melanjutkan perjalanan nya bersama kawan-kawan yang lain yang rumah nya di dukuh paling jauh yaitu Dukuh Kedung Lawa.

Baru beberapa langkah kedepan, Hartono juga sudah sampai di depan rumahnya yang berada di dalam komplek tepeka.

Antara rumah Satya dengan tepeka sendiri terpisahkan oleh rel kereta api yang menghubungkan Kota Rembang dan Kota Blora.

Rumah Ardian ada di sebelah barat TPK, masih masuk komplek TPK dan merupakan rumah dinas milik Perhutani. Karena Ayahnya seorang Sinder atau Asper (asisten perhutani) yang mengepalai TPK.

Satya segera mengucap salam, akan tapi tidak terdengar sahutan dari dalam rumah. Dia segera mendorong pintu dengan tangannya yang kecil.

Ditaruhnya tas sekolahnya dan di gantinya seragam merah putih yang di kenakannya dengan kaus dan celana hariannya yang telah usang.

Setelah usai berganti baju dia kebelakang ke kiwan (kamar mandi) untuk membersihkan diri.

Jangan bayangkan kamar mandi nya tertutup rapat dan ada airnya melimpah ruah seperti sekarang ini.

Kamar mandi ini hanyalah terlindungi dari gedeg yang sudah tua dan rapuh tanpa ada atapnya.

Di dalamnya pun tidak ada wastafel, bak mandi ataupun bathup, yang ada hanyalah sebuah gentong dari tanah liat sebagai tempat air untuk kepentingan mandi dan lain sebagainya.

Setelah membersihkan dirinya, Satya kembali ke dalam rumah, di carinya makanan di lemari makanan.

Ternyata memang ibu sudah menyiapkan nasi beserta sambal kesukaannya tanpa lauk apapun, karena memang hanya inilah yang mampu di makan oleh keluarga ini.

Satya makan dengan lahapnya walaupun hanya nasi dan sambal belaka. Usai makan Satya mengambil perlengkapan mainnya.

Sebuah ketapel ataupun plinteng (blandring) dikalungkan di lehernya.

Satya adalah seorang anak yang mandiri, segala mainan bisa di buatnya dengan tangan-tangan kecilnya yang terampil.

Dia segera menutup pintu tanpa di kunci dan berlari-lari kecil ke tepeka tempat janjian dengan teman-teman kecilnya.

Dan siang itu, di tempat nyang agak lapang dalam naungan pohon Mindik yang sangat besar dengan daun-daun yang rindang melindungi badan anak-anak kecil itu dari sinar matahari terik yang menyengat.

Dengan teriakan-teriakan kas anak-anak kecil dengan serunya bermain bola.

Dua kelompok berhadap hadapan saling memperebutkan bola.

Ardian dengan tubuh mungilnya meliuk-liuk melewati lawan-lawannya dengan lincahnya.

Walaupun bertubuh kecil mungil Ardian sangat lincah menghadapi kawan-kawannya yang bertubuh lebih besar.

Tiap ada pertandingan melawan anak-anak dari dukuh lain, Ardian selalu menjadi momok bagi lawan-lawannya, tak ada yang bisa menghentikannya. dia adalah penyerang tangguh.

Ketika siang sudah berganti sore hari dan permainan bola sudah usai anak-anak kecil tersebut berjalan keluar komplek tepeka dan berlarian di pematang sawah menuju sungai yang jaraknya kurang lebih satu kilometer.

Mereka berlari dengan riang gembira diselingi tawa canda khas anak-anak.

"Ayo kita ke Watu Gajah saja!" Ajak Satya pada kawan-kawannya ini.

Ada beberapa lokasi sungai yang menjadi favorit anak-anak buat mandi dan bermain di sungai. Salah satunya adalah Watu Gajah, karena ada batu yang cukup besar menjorok ke sungai sehingga dinamakan Watu Gajah.

Tempat lain yang jadi favorit untuk bermain adalah di bawah jembatan dan juga kedung (bagian sungai yang dalam).

Lokasinya dekat sawah milik pak Mo'in, sehingga di beri nama kedung Pak Mo'in.

Setelah sampai di pinggiran sungai, anak-anak kecil tersebut segera melepas semua pakaian yang di kenakan, mereka telanjang bulat.

Mereka berlomba-lomba meloncat dari ketinggian batu yang menonjol tersebut

"Byur, byur, byur!" tiga anak sekaligus melompat terjun ke sungai yang beraliran cukup deras.

Sore itu mereka bermain di sungai dengan riangnya. Mereka tidak takut akan tenggelam karena mereka adalah perenang-perenang otodidak.

Begitulah dalam keterbatasannya Satya tumbuh menjadi anak yang kuat dan mandiri.

Ketika malam telah tiba, Satya akan di jemput oleh kakek buyutnya yang bernama Mbah Wiguno, seorang kakek yang sudah sangat tua, usianya sudah mendekati seratusan tahun, tapi masih terlihat kuat dan cekatan.

Ayah Satya sendiri jarang pulang kerumah, entahlah apa yang dikerjakan di luaran, Satya tidak mengetahuinya.

Ketika Satya di jemput oleh kakek buyutnya, ibunya Satya pun mengijinkannya.

Kakek buyut Satya ini adalah ayah dari kakeknya yang sudah tiada, meninggal karena sakit.

Malam ini Satya diajak oleh Mbah Wiguno kearah sungai di bawah jembatan kereta.

Daerah ini di kenal oleh penduduk desa tersebut dengan nama Klamping, itu merupakan sebuah lembah kecil dimana aliran sungai nya cukup dalam dan dipercaya di daerah tersebut sangat angker dan wingit.

Diatas Klamping ini ada gumuk (bukit) kecil yang di tumbuhi tanaman perdu dan semak-semak belukar, tampak seperti hutan kecil.

Dan di gumuk kecil ini masih banyak di jumpai ayam hutan dan juga landak.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ditinggal Kekasih Mafia
Ditinggal Kekasih Mafia
Dalam mafia novel Ditinggal Kekasih Mafia, Dante Alvarado yang kejam harus menghadapi kemunculan gadis misterius yang mengaku sebagai calon istrinya. Di tengah konflik ini, mantan kekasihnya kembali hadir, memicu ketegangan dalam kisah romance stories yang penuh intrik dan pengkhianatan.
GADIS PENURUT TUAN MAFIA
GADIS PENURUT TUAN MAFIA
Dalam mafia novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA, Calvin sang gembong narkoba yang kejam bertemu gadis patuh yang mengubah dunianya. Di tengah konflik action dan bisnis gelap, mampukah kejujuran sang gadis meluluhkan sang mafia? Baca romance stories penuh intrik ini di webnovel.
I Choose The Villain Crown Prince
I Choose The Villain Crown Prince
Dalam fantasy novel I Choose The Villain Crown Prince, pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea untuk membalas dendam pada Pangeran Alexander. Bersama Azrael, ia menempuh adventure penuh aksi demi meruntuhkan takhta dan memulihkan kehormatan Klan Api dalam web novel yang mencekam ini.
IPRIT
IPRIT
Dalam novel fantasy IPRIT, Wisaka harus menembus rintangan siluman dan manusia demi mengungkap misteri kematian tragis para pengantin di Kampung Keris. Ikuti adventure penuh aksi ini saat ia mendalami ilmu kanuragan. Baca fiction fantasy novels ini untuk melihat perjuangannya.
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Dalam novel Istri Kesayangan Tuan Mafia, Reynand kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang mengkhianatinya. Sebagai mafia novel penuh aksi, ia harus merebut kembali istrinya dari pernikahan paksa dan mengungkap rahasia kehamilan yang tertunda dalam kisah romance stories ini.
Jeratan Cinta Wanita Pendendam
Jeratan Cinta Wanita Pendendam
Dalam Jeratan Cinta Wanita Pendendam, Clarissa bergabung dengan kelompok mafia demi membalas dendam atas kehancuran keluarganya. Dibantu pria tercinta, ia beraksi dalam mafia romance books ini untuk menumbangkan pamannya. Baca kisah penuh intrik ini di platform web novel kami sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Balas Dendam sang Pelayan
Balas Dendam sang Pelayan
Yuna adalah seorang siswi SMA berprestasi sekaligus putri tunggal Wulan. Yuna mengalami penindasan semasa sekolah hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Selaku ibu, Wulan pun bertekad untuk membalaskan dendam anaknya kepada para pelaku satu per satu.
CEO Itu Ayah dari Bayi Kembarku!
CEO Itu Ayah dari Bayi Kembarku!
Sophie yang polos ditipu oleh ibunya hingga melakukan operasi inseminasi buatan dan menjadi ibu pengganti, tapi pihak rumah sakit malah salah memasukkan sperma! Sementara ibu dan adiknya memaksanya aborsikan anak itu. Sophie akhirnya dipaksa ke ujung tanduk. Saat itulah dia dapat kabar bahwa anak dalam rahimnya adalah anak sang miliuner, Ryder! Karena merasa bertanggung jawab, Ryder bawa dia pulang. Pelan-pelan mereka pun mulai jatuh cinta, di saat ini, mantan tunangan Ryder malah muncul! Apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia?
[Versi suara dubbing]  Pertarungan Mahkota
[Versi suara dubbing] Pertarungan Mahkota
Putri Marsekal dan Kaisar gelap menikah dengan perhitungan salingan, masing-masing menyimpan niat jahat dan bertarung tanpa henti, untuk melihat siapa yang bisa naik ke puncak kekuasaan!
Pergi Tanpa Menoleh
Pergi Tanpa Menoleh
Demi membalas budi, Fandy menandatangani kontrak lima tahun dengan ibu Ruth untuk menemani dan merawatnya agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat patah hati. Selama lima tahun, Fandy diam-diam memberikan segalanya, tapi pada akhirnya, dia hanyalah pengganti Mike, sosok yang selalu ada di hati Ruth.Saat kontrak berakhir dan Mike kembali dari luar negeri, Fandy memilih untuk pergi dan mengajukan perceraian…
Perpisahan yang Tak Selesai
Perpisahan yang Tak Selesai
Joyce Salia, dokter bedah berbakat, dan Sandi Koriga, mantan pemuda nakal, dulu terpisah karena tekanan orang tua dan kebohongan demi kebaikan. Delapan tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali saat Joyce menangani Sandi yang cedera parah. Rindu dan cinta lama meledak kembali, sementara Sandi yang kini berkuasa tidak segan mempertaruhkan segalanya demi Joyce. Namun, luka delapan tahun lalu masih membekas, menantang hati mereka untuk percaya dan menyatu kembali.
Rahasia yang Terungkap
Rahasia yang Terungkap
"Karena sebuah kebakaran besar di pabrik pakaian, Widi secara tak terduga kehilangan kedua orang tuanya. Sejak itu ia harus hidup menumpang pada kerabatnya. Tapi kuota kuliahnya malah direbut oleh sepupunya, Ayun, dan tunangannya, Yohan, juga berselingkuh. Widi pun terpaksa menikah dengan seorang tukang reparasi bernama Candra. Namun tak disangka, Keluarga Pradipta yang dianggap orang-orang miskin ternyata keluarga kaya raya. Candra yang sebenarnya adalah direktur pabrik pakaian, sudah lama menaruh hati pada Widi yang berkepribadian berani dan penuh semangat. Hanya saja, karena kesalahpahaman, ia selama ini menyembunyikan identitas aslinya. Setelah kebenaran terungkap dan berbagai kesalahpahaman terselesaikan, keduanya bersama-sama mengungkap kebenaran di balik kejadian masa lalu. Widi pun akhirnya berhasil menjadi seorang perancang busana sekaligus istri direktur pabrik pakaian. "