Logo
Miss Lazy
Miss Lazy

Miss Lazy

44 Bab
Tamat
Dalam novel Miss Lazy, Aluna yang ceroboh harus menghadapi dilema saat jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Athala. Romance novel ini mengeksplorasi pilihan sulit antara menjaga persahabatan atau mengejar perasaan dalam kisah modern novel yang penuh dinamika khas young adult fiction romance books.
Bab 1 dari Miss Lazy

"Walau kata orang hidup gue ini gak begitu punya manfaat, but this is my life. Ciptakanlah bahagiamu sendiri jika tak menemukannya pada orang lain. Jangan, pokoknya jangan tiru gue!" - Aluna Sesat

💤💤💤

TOLOOONG... !!!

Jangan berfikir sedang ada adegan action yang menegangkan. Ini cuma jeritan batin seorang gadis yang masih betah diatas kasurnya. Namanya Luna, gak pake Lucinta. Lebih tepatnya Aluna Meysha Jovita.

Jarum jam baru saja menunjukkan pukul 7, setidaknya Luna butuh dua jam lagi untuk hibernasi di hari minggu yang selalu dia nanti-nanti. Tapi rencana itu gagal oleh alunan musik I was king milik One Ok Rock dari ruangan sebelah yang diputar dalam volume diatas rata-rata.

WHEN I WAS KING...

I WAS KING...

Musik masih setia mengalun. Curiga si pelaku yang tak lain adalah kakaknya sendiri kehilangan nurani untuk tidak  tanggung-tanggung membuat kuping seluruh penghuni komplek budek berjamaah seraya mengusap dada berucap istighfar.

Baikah mungkin ini terkesan berlebihan, tapi ini memuakkan. Kendati bukan kali ini saja kakak Luna menggila, Luna hanya ingin hari minggunya berlalu dengan tentram dan damai terlepas dari segala tugas yang ada dan dengan sengaja ia campakkan, setidaknya untuk hari ini saja.

"Tolong Luna, ya Tuhan!" Luna mengeram kesal, menutup kupingnya dengan bantal barangkali bisa meredam suara, tapi sia-sia.

Gadis itu menghela nafas panjang, menatap malas plafon kamarnya yang polos. Detik berikutnya suara sumbang yang menggelegar ikut andil dalam alunan musik. Euwhh... Fales luar biasa! Jika Luna adalah juri dalam acara Indonesia Got Talent, Luna pastikan panggungnya roboh detik itu juga, atau bisa jadi listrik satu negara bisa mati.

Bantal disamping kepalanya sudah melayang kesembarang arah. Luna sudah tak tahan, dia tak akan membiarkan rencana hari minggu yang di agungkannya berantakan. Maka dari itu, dengan terpaksa Luna menyibak selimut yang menutupi seluruh badannya.

Kedua kaki jenjang itu mulai berpijak diatas lantai kamar yang bercecer segala benda mulai dari plastik bekas makanan, kaos kaki, buku pelajaran, bahkan ponselnya tergelatak asal begitu saja. Ya, Luna memang bukan tipe gadis yang peduli arti kata rapi, cocok saja dengan julukannya Miss Lazy. Terlalu malas untuk melakukan apapun.

Memandang penampilannya yang berantakan khas bangun tidur didepan cermin setinggi tubuhnya, sekali lagi Luna menghela nafas panjang barangkali mendapat sisa-sisa kesabaran untuk tidak tersulut.

"ALVIAN KAMPRETTT!!!" jeritnya tiba-tiba.

Detik berikutnya, gadis itu berlari layaknya citah menuju kamar sebelah milik kakaknya, menerobos masuk tanpa izin. Matanya terpancang awas mencari si biang kerok penghancur ketenangannya di hari minggu.

"Dimana lo Alvi?!" serunya bak seorang rentenir kala tak menemukan sang kakak.

Netra coklat yang mengilatkan kekesalan menggebu-gebu itu beralih menatap sound system yang menjadi sumber suara terkutuk.

Dengan kekesalan yang mencapai puncak, Luna mematikan benda itu dengan mencabut segala kabel di stop kontak. Karena hanya itu cara yang ia tahu untuk mematikannya.

Pintu kamar mandi diruangan itu lantas terbuka setelahnya, menampilkan perawakan sang Kakak yang hanya mengenakan anduk dipinggang.

Dia Alvian Octa Mahendra, mahasiswa semester awal jurusan Teknik Industri yang hobinya tebar pesona. Playboy cap badak yang hobinya gonta-ganti cewek seminggu sekali. Ngakunya cowok idaman nan populer, anak band yang punya konten youtube hampir mencapai 100 ribu subscriber. Sayang, adiknya yang tak tahu diri tak pernah mengakui semua itu, memalukan.

Alvian dengan percaya diri menyugar rambutnya yang basah sehabis dikeramas. Berkhayal layaknya bintang iklan sampo di televisi.

Luna menatapnya jijik, memangnya keren apa?!

"Ngapain dimatiin?" tanya Alvian begitu menyadari kehadiran makhluk lain dikamarnya.

"Pake nanya, lo ganggu ketenangan gue tau gak! Awas aja kalo dinyalain lagi, gue bisa aja mengundang masa buat penggal lo hidup-hidup. Atau benda kesayangan lo itu gue lempar ke kali!"

Alvian terkesiap begitu Luna keluar sembari menutup pintu dengan kasar. Namun selang beberapa detik pintu itu kembali terbuka. "Satu lagi, gue lebih baik dengerin suara kentutnya Opet dari pada suara lo!"

"Terus gue peduli?" cibir Alvian dengan nada meledek.

Pintu kembali dibuka. "Bukan masalah lo peduli atau enggak. Disini situasinya satu komplek tersiksa plus bisa budek, lo mau bawa mereka semua ke THT?!"

Setelahnya Luna pergi begitu saja, kali ini membiarkan pintu tetap terbuka. Sejak kapan adiknya itu peduli dengan penghuni komplek?

Alvian mengerjap pelan. Apa adiknya baru saja kerasukan barusan? "Heran, punya adek galak amat. Gak seneng apa liat abangnya bahagia bentaran doang," ujarnya pelan.

"Gue denger!" teriak Luna menggelegar, hampir saja membuat jantung Alvian loncat. Laki-laki itu hanya bisa mendesis sabar.

💤💤💤

Suara air yang menyembur dari selang serta gemerisik daun yang dibelai angin sepoi-sepoi menjadi satu-satunya suara yang mengiringi keheningan area perkomplekan. Membuai Luna yang tak bisa berhenti menguap sejak tadi bak koala, bedanya yang satu ini gak bisa manjat pohon.

Luna mengantuk tingkat dewa, meski begitu matanya tetap memperhatikan punggung seorang laki-laki yang sibuk memandikan motor vespa-nya penuh sayang.

"Opet." Panggil Luna. Si empunya nama sibuk komat-kamit memuji motornya sendiri yang dinamai 'Jenie'.

Kalau saja itu motor bernyawa, pasti senyum malu-malu biawak. Secara yang muji orang ganteng nan populer yang dikagumi banyak gadis. Ya, setidaknya Jenie bangga jadi motor yang dapat pujian dari banyaknya gadis yang berharap bisa dilirik sang empu.

"Opettt!"

Laki-laki itu seolah tuli, suara panggilan Luna sama sekali tak menarik atensinya. Luna meringis melihat tingkah sahabatnya yang dikenal jenius tapi kadang aneh. Kasihan yang jadi jodohnya nanti, begitu pikirnya.

"OPET!" teriakan Luna akhirnya sukses membuat kepala laki-laki itu menoleh.

"Apa? Gak ada nama panggilan yang kerenan dikit apa selain Opet. Bagus-bagus nama gue Athalario Petro Radeyo, bisa-bisanya lu panggil gue sekenanya." laki-laki itu menyahut dengan tampang tak terima, matanya mengerling jengkel.

"Ya abis, gampangan Opet. Atau sekalian aja pake C, jadi Copet," cicit Luna ditempatnya, ikut menekuk wajah.

Athalario a.k.a Opet. Nama panggilan aslinya Rio. Entah dari mana nama Opet itu tercetus pertama kali, yang pasti orang lain lebih akrab memanggilnya begitu. 

Opet sahabat dekat Luna sejak orok, tak perlu ditanya mereka sedekat apa. Kendati sifat mereka bertolak belakang bak langit dan bumi, kedekatan mereka begitu tak terpisahkan layaknya nasi dan lauk. Kalo gak ada lauk makanannya hambar, kalo gak ada nasi ya gak bakal kenyang.

Tapi selama ini Opet merasa menjadi pihak yang paling merugi. Sebab Luna itu ibarat piringnya saja. Apa-apa minta tolong padanya.

Opet melirik Luna lewat ekor matanya. "Gak bergairah amat hidup lo Lun," sindirnya. Luna mendengus, Opet sudah terlihat seperti ibu-ibu komplek tukang nyinyir sekarang. Luna hanya berharap laki-laki itu tidak mengeluarkan jiwa emak-emaknya yang suka mengomel.

"Hidup-hidup gue, kenapa lo yang susah," sinis Luna.

"Memang selama ini lo nyusahin gue." cetus Opet. Nah kan, mulut pedasnya keluar.

"Kebaikan itu gak perlu diumbar-umbar. Pahalanya entar ditarik lagi." Luna berdecak malas, memilih merebahkan tubuhnya diundakan tangga sembari memejamkan mata. Sinar matahari yang menyorotnya semakin terik tak begitu ia pedulikan.

"Astagfirullah, gue kira kesetan! Hampir aja mau gue injek!" seloroh Alvian yang baru saja keluar rumah lengkap dengan penampilannya yang terkesan manly dibalut jaket hitam, celana jeans, dan rambut yang ditata sedemikian rupa.

Tampan.

Luna mendengus sinis sembari mendudukkan dirinya dengan benar, hampir saja Alvian menginjaknya. "Abang laknat lo!"

"Suruh siapa tiduran disitu! Gini, abang mau ke studio sampe sorean," ujar Alvian sembari melangkah menghampiri motor gedenya yang terparkir diluar garasi.

"Opet!"

"Ya, bang?" Opet menyahut cepat begitu Alvian memanggilnya. Luna mengerling jengkel.

"Tolong kasih si Luna makan, ya. Gue gak sempet masak. Masakin apa aja yang penting itu peliharaan mau makan." pesannya. Laki-laki itu mulai menyalakan mesin motornya.

"Dikira gue hewan apa." Dalam hati Luna merutuk.

"Siap bang!" Opet mengacungkan jempolnya.

"Oke, nitip Luna. Gue berangkat!"

Suara knalpot motor yang menderu itu lantas menghilang ditelan jarak. Opet kembali sibuk menyiram si Jenie. Sementara Luna bersedekap dada.

"Mending lo mandi deh Lun, biar gak kayak gembel-gembel banget. Gue mau bawa lo jalan-jalan deh biar hidup lo gak gabut." Opet terkekeh seraya menggelengkan kepalanya melihat Luna yang hampir terlihat layaknya gembel. Rambutnya awut-awutan, sudah jelas Luna pastinya belum melangkahkan kaki ke kamar mandi sejak pagi. Padahal ini sudah hampir siang. Apa perlu ia mandikan juga? Eh!

"Gue gak perlu mandi, mubazir Air," sahut Luna.

"Gue yang malu kalo penampilan lo kayak gini. Ya, setidaknya sebagai cewek lo gak mau apa keliatan modis, rapi, anggun. Biar cowok pada tertarik gitu."

"Emangnya lo gak tertarik kalo gue kayak gini?" ada hening beberapa detik saat pertanyaan itu meluncur dari lidah Luna.

Opet manaikan sebelah alisnya. "Jawabannya pengen apa?"

"Gue gak suka orang pendusta." Tekan Luna dengan tatapan mengintimidasi memandang Opet yang tengah berpura-pura berfikir.

Laki-laki itu menyeringai. "Kalo gue bilang lo sejelek apa, nanti ngamuk."

"Berapa persen?" Wajah Luna berubah datar. Opet mengulum bibirnya melihat raut wajah gadir itu.

"9... "

"Cukup! Gue mandi, puas!" Luna berdiri, melangkah kedalam rumah sembari membanting pintu.

"Jangan lupa pake sabun!"

"Pake bensin!"

"Mantap!"

BERSAMBUNG...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
Dalam romance novel Bos Terkutuk: Jauhi Aku!, Valerie bangkit dari pengkhianatan Edwin untuk menjadi ahli waris miliarder. Saat menikmati hidup baru, sang mantan bos muncul kembali di pesta pribadinya. Temukan kisah billionaire romance books ini tentang kekuasaan dan pembalasan dendam.
Cinta Romantis Bagaikan Buih
Cinta Romantis Bagaikan Buih
Dalam novel modern Cinta Romantis Bagaikan Buih, Chinta Luna mengambil keputusan besar untuk mengubah namanya menjadi Cahya Arjuna demi memulai hidup baru. Baca novel online romantis ini untuk mengikuti kisah perjuangan dan pencarian cahayanya di tengah rumitnya birokrasi dan perubahan hidup.
Harakat Cinta
Harakat Cinta
Dalam Harakat Cinta, pertemuan tidak sengaja Jingga dan Langit di jalan raya membawa mereka ke takdir rumit. Sebagai billionaire muda, Langit harus menghadapi berbagai rintangan demi mempertahankan hubungannya. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangan mereka dalam web novel penuh kejutan.
Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah
Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah
Dalam Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah, Ningsih kembali sebagai dokter anak dan bertemu Charles, pria dari masa lalunya. Kisah romance novel ini mengungkap rahasia anak kembar yang terpisah. Temukan kelanjutan takdir mereka dalam billionaire romance books yang penuh kejutan ini.
Kencan Buta Salah Alamat
Kencan Buta Salah Alamat
Dalam Kencan Buta Salah Alamat, Cinta berusaha melupakan patah hati lewat kencan buta yang berakhir kacau karena salah menemui calon bosnya. Ikuti kisah romance modern ini untuk melihat bagaimana takdir bekerja dalam online novel yang penuh kejutan dan pilihan hidup yang sulit.
Mau Dimadu Demi Membalas Suami Peselingkuh
Mau Dimadu Demi Membalas Suami Peselingkuh
Dalam Mau Dimadu Demi Membalas Suami Peselingkuh, Fiona merancang rencana besar setelah dikhianati suaminya dengan ipar sendiri. Simak modern novel ini untuk melihat taktik Fiona menuntut keadilan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform read books online free sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pernikahan Palsu, Rahasia Terbuka
Pernikahan Palsu, Rahasia Terbuka
Lima tahun "menikah", Winda sadar dirinya ditipu, buku nikahnya itu palsu. Sebenarnya, Suaminya, Yandi, menikah dengan cinta pertamanya, Weni, dan punya seorang putri, Lucky. Setelah nyaris dicelakai suaminya, Winda beranikan diri untuk mengungkap semua kebenaran, dan akhirnya memulai hidup baru bersama cinta sejatinya, Kenzo.
Berani Menghina Kuasa Mutlakku
Berani Menghina Kuasa Mutlakku
Sony Japhar, Kepala Perancang Tempur Generasi Ketujuh, pulang ke kampung halaman untuk mengajar. Di kereta cepat, dia tak sengaja bertemu Rahayu Liem yang menuduhnya merekam diam-diam demi konten. Setibanya di kampus, Rahayu memalsukan bukti, menyuruh preman menghasut mahasiswa hingga mengepung dan menghina Sony. Hingga akhirnya Sony tak bisa menahan diri dan melancarkan serangan balasan dahsyat yang membuat Rahayu menanggung konsekuensi pahit.
Kepingan Penebusan
Kepingan Penebusan
Setibanya di rumah setelah bekerja di kota lain, Dylan kaget melihat rumahnya berantakan. Istrinya, Sarah, menangis dengan mata sembap dan mengaku telah kecanduan judi karena hasutan teman baiknya yang penghianat. Yang menghancurkannya, semua tabungan untuk operasi jantung putri mereka yang kritis telah habis digadaikan. Menatap putri tercinta yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, amarah Dylan membara. Dalam keputusasaan, dia teringat pada masa lalunya yang mahir menguasai meja poker taruhan tinggi. Dengan menyamar sebagai penjudi biasa, dia menyusup ke sarang judi itu. Dengan keterampilan dan strategi liciknya, dia bertekad mengalahkan para penjudi yang telah meruntuhkan keluarganya satu per satu, dan merebut kembali setiap sen uang untuk kesempatan hidup putrinya, sebelum semuanya terlambat.
Cinta Mekar di Musim Semi
Cinta Mekar di Musim Semi
Mina hidup kembali untuk membalas dendam keluarga suaminya yang melenyapkannya dan merampas harta keluarganya. Ia berselingkuh dengan Sian, Pemangku Raja yang menyamar, demi mendapatkan anak pewaris. Namun, Sian jatuh cinta dan membantunya diam-diam. Saat rahasia terbongkar, bisakah Mina menerima cinta di hati yang sudah beku?
Selamat Tinggal, Aku Akan Menikah
Selamat Tinggal, Aku Akan Menikah
Berawal dari sebuah kebaikan kecil, Eva diam-diam mencintai Ruben selama lima tahun. Dia rela menjadi simpanan Ruben, tapi hati Ruben tetap milik Jodi. Saat melihat Ruben melamar Jodi di depan umum, hancur hati Eva. Dia pun memutuskan pergi dan menikah dengan pria lain yang jauh darinya. Barulah setelah kepergiannya, Ruben tenggelam dalam penyesalan yang mendalam.
Melodi Takdir: Anak dan Cinta (Sulih Suara)
Melodi Takdir: Anak dan Cinta (Sulih Suara)
Delia meninggalkan rumah untuk menghindari perjodohan yang diatur ibunya, memanfaatkan kesempatan kehamilan tak terduga dengan Jevan. Lima tahun kemudian, Jevan mengetahui keberadaan anak mereka dan mulai mengejar Delia. Indira, yang cemburu pada Delia, terus-menerus mempersulit Delia. Dalam situasi genting, Jevan menyelamatkan Delia dan putranya. Saat itulah, Delia menemukan bahwa dia adalah putri kandung Keluarga Mukti yang sebenarnya.