Logo
Harakat Cinta
Harakat Cinta

Harakat Cinta

51 Bab
Tamat
Dalam Harakat Cinta, pertemuan tidak sengaja Jingga dan Langit di jalan raya membawa mereka ke takdir rumit. Sebagai billionaire muda, Langit harus menghadapi berbagai rintangan demi mempertahankan hubungannya. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangan mereka dalam web novel penuh kejutan.
Bab 1 dari Harakat Cinta

"Ibu, apa Ibu tidak bosan berbuat kasar terhadapku?" ucap perempuan cantik bernama Jingga.

Pagi hari dengan udara yang masih dingin terdengar suara tamparan yang sangat keras

"Aku tidak akan pernah merasa bosan selama Kamu tidak menuruti semua kemauanku. Aku juga tidak bosan menamparmu karena selalu saja minta apa pun dariku," ucap seorang wanita yang dipanggil Ibu oleh Jingga.

"Aku ini anak Ibu apa bukan sih, Bu?" teriak Jingga dengan nada yang penuh dengan kekesalan.

Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut ibunya. Ibu Jingga hanya terdiam dan berlalu meninggalkan rumah. Sebelum keluar dia berkata, "Jangan pergi sebelum cucian di ember bersih dan mengering serta tumpukan baju yang akan disetrika menjadi rapi."

"Apa tidak ada hal lain selain mengurusi baju-baju ini? Sangat melelahkan Bu. Aku ada kelas jam 11 nanti untuk kuliah. Aku juga harus kerja cari uang," ucap Jingga yang tanpa dia sadari ibunya telah berdiri lagi dihadapananya.

'Plak.' Suara tamparan di pipi terdengar sangat keras dan bisa dipastikan itu rasanya sakit sekali.

Jingga menangis dengan berusaha menghentikan isakannya. Air matanya keluar membasahi pipinya yang mulus tanpa jerawat. Jingga kali ini hanya diam dan tidak lagi membantah ibunya. Lelah yang dia rasakan karena selalu berdebat dengan ibunya. Pada akhirnya, kekerasan yang dia terima. Tangannya sangat cekatan membawa baju-baju kotor ke ember dan akan mencucinya hingga bersih.

Setelah menampar pipi Jingga, ibunya langsung pergi keluar yang entah kemana tujuannya. Jingga tidak pernah mengetahui kemana saqt ibunya keluar rumah.

Sejak Jingga kecil perlakuan seperti itu sudah menjadi hal biasa. Perlakuan kasar dari ibunya menyiratkan tanda seperti bukan anak kandung. Wajar saja jika Jingga muncul pikiran tentang hal tersebut. Pernah suatu hari kala Jingga masih duduk di bangku sekolah dasar, ibunya memarahinya dihadapan teman-temannya dan para wali murid. Persoalannya sebenarnya tidak terlalu rumit. Waktu itu, Jingga menumpahkan minuman yang baru saja dibelikan ibunya. Minuman tersebut membasahi pakaian ibunya. Ibunya marah dan tidak mengenal situasi serta kondisi. Jingga menjadi malu. Kepalanya menunduk dan wajahnya ditutupi dengan tangannya. Jingga tidak berani menangis.

Ibunya Jingga tidak seperti ibu-ibu lainnya dalam memperlakukan anaknya. Orang lain yang melihat pasti mengira bahwa Jingga adalah anak tiri.

Jingga membuka wadah sabun cuci. Jingga berniat segera menyelesaikan pekerjaan itu.

"Ah sial sabun cucinya habis lagi. Jadi harus keluar rumah untuk membelinya. Sebenarnya Aku males. Hidup seperti ini terus. Membosankan!," gumam Jingga dengan perasaan kesal.

Jingga segera beranjak dari tempat cucian dan menuju ke kamar untuk mengambil dompet. Jingga membuka dompetnya. Dengan wajah memelas dia berkata, "Uangku di dompet akan segera habis. Masih banyak kebutuhan yang harus Aku penuhi. Kalau begini keadaannya maka Aku harus mencari tambahan penghasilan."

Jingga tidak ingin berlama-lama larut dalam sendu yang menghampiri. Jingga segera mengambil jaket dan hijabnya lalu keluar rumah untuk membeli sabun di toko seberang jalan. Rumah Jingga berada di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya ramai sekali. Jingga berhenti di pinggir jalan dan menoleh ke kanan serta ke kiri untuk melihat kendaraan yang lalu lalang. Setelah sepi dia melangkahkan kakinya untuk menyeberang. Jalan raya yang letaknya di depan rumah Jingga selalu ramai saat pagi hari karena jam-jam sibuk seperti berangkat sekolah dan kantor.

Tiba-tiba Jingga membalikkan tubuhnya di tengah jalan. Langsung saja berbalik. Perbuatannya itu tidak dia sadari. Alasannya karena ingat tidak membawa uang. Dia tadi membuka dompet tetapi malah menutupnya kembali sebelum dia mengambil uang. Dari arah kanan Jingga, melajulah pengendara montor sport dengan kecepatan tinggi. Beruntung pengendara tersebut bisa menguasai diri dan montornya sehingga bisa berhenti tepat di depan Jingga.

"Hei, kalau jalan lihat-lihat dan jangan di tengah jalan tiba-tiba balik kanan gitu. Bahaya untukmu dan pengguna jalan lainnya!" teriak pria tersebut dengan rasa kesal pada Jingga.

Jingga hanya menoleh dan terdiam saja. Entahlah Jingga pagi ini enggan berbicara. Membuka mulut untuk sekedar menguap saja tidak dilakukannya. Mulutnya hanya bergerak sedikit sekedar untuk berdecit.

"Hei, Kamu! Kenapa tidak merespon pertanyaanku?" tanya pria tersebut. Pria itu menghardik Jingga di tengah jalan karena kesal. "Kelakuan Kami barusan itu bisa membuat celaka banyak orang. Kamu paham!" ucap pria tersebut.

Jingga hanya menganggukkan kepala dan terpaksa membuka mulut lalu berkata, "Maaf". Jingga kemudian berlalu dari hadapan pria tersebut. Pria bermotor yang masih merasa kesal melajukan kembali kendaraannya. "Ada-ada saja. Perempuan itu menyebalkan sekali. Tapi parasnya terlihat sendu," gumam pria bermontor tadi.

Pria itu melamunkan Jingga sambil berkendara. "Oh Tuhan, gadis tadi cantik sekali. Tadi manusia apa malaikat ya? Ataukah jin? Mbak Jinni dong. Hahahahah," gumamnya.  "Ah kok aku tiba-tiba melamunkan dirinya," ucap pria itu. "Aku merasa gila jika harus melamunkan dirinya. Bisa bahaya! Hahahaha!" Pria tersebut tertawa malu seperti orang sedang jatuh hati.

****

[Di rumah Jingga]

Jingga kembali ke rumah berniat mengambil uang untuk membeli sabun cuci yang habis. Suara hiruk piku terdengar sangat keras di rumahnya. "Ada apa ini? Berisik sekali. Kenapa ibu dikerumuni orang-orang berbadan preman?" gumam Jingga.

Jingga memberanikan diri melangkahkan kakinya menuju ke rumah. Sebelum sampai rumah, seorang wanita paruh baya berkata, "Sukma! dengar baik-baik! Kamu harus melunasi hutangmu yang banyak ini."

Jingga lantas berhenti dan segera bersembunyi di balik dinding rumahnya yang berbatasan dengan rumah tetangganya. Jingga sedikit panik dan ketakutan melihat orang-orang yang mengerumuni ibunya. Penampilannya pantas jika disebut preman. Seorang wanita paruh baya yang dipanggil mami oleh ibunya Jingga berpenampilan sangat seksi. Pakaiannya ketat membentuk lekuk tubuh. Make up yang menempel di wajahnya juga sangat tebal. Lipstiknya merah menyala. Bulu matanya seperti bulu mata unta.

Jingga terus menguping pembicaraan mereka dari balik dinding. Jingga terus mengawasi karena menyangkut keselamatan ibunya.

"Hutang apa Mami? aku tidak pernah punya hutang denganmu. Apakah belum lunas? Hutangku sudah ditebus lunas dahulu, Hah?" kata Bu Sukma.

Jingga kaget mendengar perkataan ibunya. Penuh tanya dalam dirinya.

"Ibu punya hutang?" gumamnya.

Jingga kembali mengintai mereka. Ibunya dicaci maki dengan perkataan kasar dan tidak layak diucapkan. Jingga merasa ngeri melihatnya. Jingga merasa takut. Jingga menitihkan air mata.

"Oh Tuhan, tolonglah Kami. Lindungi Ibu Saya dari gangguan para preman tersebut," ucap Jingga sambil menengadahkan tangan dan menundukkan kepala karena berdoa dengan khusuk.

Mami itu terus menerus berbicara keras. Isi pembicaraannya berupa ancaman.

Sesungguhnya Jingga bertanya-tanya. Pikirannya menghubungkan keterkaitan ibunya dengan dirinya.

"Kasihan Ibu. Biar bagaimanapun juga, Ibu adalah orang yang merawatku sejak bayi. Ibu yang membiayaiku. Aku harus membelanya," kata Jingga.

Jingga mengambil nafas dalam-dalam lalu melangkahkan kakinya untuk menuju ke rumah. Lebih tepatnya menuju pada kerumunan kecil tersebut.

"Ibu, ada apa ini? Ibu kenapa?" tanya Jingga dengan suara bergetar menahan takut.

Semua orang memandang Jingga dengan pandangan licik. Terutama mami yang memandang Jingga dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO with Pole Dancer
CEO with Pole Dancer
Dalam CEO with Pole Dancer, Zia Zovanka menjadi incaran Sagara Pratama setelah sebuah insiden tak terduga. Sagara yang terobsesi akhirnya menemukan Zia di klub malam. Ikuti kisah billionaire romance ini dalam web novel yang penuh ketegangan dan pilihan hidup yang sulit.
Cinta Satu Malam
Cinta Satu Malam
Dalam novel Cinta Satu Malam, Miranda terjebak skandal dengan Athes Russel, rekan bisnis ayahnya. Hubungan terlarang dalam billionaire romance novels ini memaksa Miranda menghadapi konsekuensi dari kesalahan satu malam yang mengancam reputasinya. Baca web novel seru ini sekarang.
Dendam Anak Tiri
Dendam Anak Tiri
Dalam novel modern Dendam Anak Tiri, Alena bertransformasi menjadi wanita ambisius demi menghancurkan ayah kaya yang menelantarkannya. Konflik memuncak saat ia berhadapan dengan Alyssa. Baca billionaire romance ini untuk melihat misi balas dendam di antara fiksi online novel terbaik.
Hamili saya, tuan !
Hamili saya, tuan !
Chereena Kayona Albern, putri konglomerat yang hidup dalam perlindungan ketat, mengejutkan semua orang saat meminta dihamili oleh Chaiden Barnard, CEO Rusia. Temukan motif di balik pilihan berisiko ini dalam billionaire romance novels terbaru. Baca webnovel modern novel ini sekarang.
Istri Kedua Sang Penguasa
Istri Kedua Sang Penguasa
Demi melunasi utang judi ayahnya, Aurora Safitri terpaksa menjadi istri kedua bagi Alvaro Ricolas dalam Istri Kedua Sang Penguasa. Ikuti kisah billionaire romance ini saat Aurora menghadapi realita pernikahan kontrak dengan pria kaya yang kesepian di web novel penuh intrik modern ini.
Istri Kontrak CEO Galak!
Istri Kontrak CEO Galak!
Demi membiayai operasi sang ayah setelah keluarganya bangkrut, Leora Adhisti terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan miliarder angkuh, Adnan Nicholas. Dalam romance novel ini, Leora harus bertahan menghadapi sifat dingin sang CEO di tengah dunia billionaire romance novels yang penuh tekanan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Adalah Upahku
Cinta Adalah Upahku
Setelah lulus kuliah, Elena setiap hari hanya bermalas-malasan. Kemudian dia diusir oleh orang tuanya yang menuntut kepadanya agar bisa cari makan sendiri selama tiga bulan. Elena mengetahui bahwa paman sahabatnya itu sedang mencari istri dengan gaji tinggi. Elena pun langsung melamar dan ikut wawancara. Karena tergoda oleh gaji yang tinggi, Elena akhirnya menikah secara resmi. Namun, tanpa disangka, sebuah percintaan secara diam-diam terungkap perlahan-lahan.
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Yuli Wulandari, yang sedang hamil 3 bulan, menemukan suaminya Endang Ramadhan (28 tahun) berselingkuh dengan Lina Nuraini (48 tahun). Diam-diam, Yuli mengganti minyak pijat dengan lem super, berpura-pura pergi dinas, dan memasang kamera tersembunyi. Ketika Endang dan Lina sedang bermesraan, mereka terjebak melekat oleh lem super. Yuli lalu memanggil anak dan menantu Lina, serta kerabat dekat, untuk menyaksikan aib kedua pengkhianat itu.
Melarikan Diri Setelah Hamil dengan Suami Vegetatif Saya
Melarikan Diri Setelah Hamil dengan Suami Vegetatif Saya
Ia menikah dalam keadaan hamil. Namun pada hari pernikahan, saudara perempuannya memutar video saat ia sedang intim dengan pria lain, mengklaim bahwa anak yang dikandungnya tidak sah. Saat semua orang mencemoohnya, ayah dari anak tersebut muncul - dia ternyata adalah seorang miliarder! Rumornya, miliarder ini adalah seorang tukang sayur, tapi bagaimana dia bisa begitu tampan?
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Selama tiga tahun jadi istri sempurna, Callie gagal mencairkan hati Andrew yang dingin. Saat cinta pertama Andrew memfitnahnya, ia bahkan dipaksa mendonorkan ginjalnya sebagai "ganti rugi" untuk wanita itu! Menyadari pernikahannya sudah tidak ada harapan lagi, Callie pun menyerahkan surat cerai. Andrew yakin ia tak bisa hidup tanpanya. Tapi keesokan harinya, Callie menggemparkan media sebagai pewaris keluarga Jon yang terpandang! Ketika bertemu kembali setelah perpisahan, Andrew terpaku melihat Callie yang kini bersinar dengan percaya diri. Barulah ia menyadari sebuah kebenaran pahit: ia ternyata telah jatuh cinta pada mantan istrinya itu. Tapi ... apakah masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Callie kembali?
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Erik, putra Keluarga Seno yang telah lama hilang, kembali ditemukan oleh Keluarga Seno. Namun, putra angkat Keluarga Seno, Edy, karena takut Erik mencuri kasih sayangnya, Edy terus menjebaknya, membuat anggota Keluarga Seno membencinya. Erik akhirnya dibakar hidup-hidup oleh kakaknya sendiri. Anehnya, Erik terlahir kembali lima tahun sebelumnya pada hari Keluarga Seno mengirimnya ke desa. Dalam kehidupan keduanya ini, Erik memutuskan untuk putus semua hubungan dengan Keluarga Seno dan bertani di desa. Dia tanpa sengaja menemukan sumur ajaib. Erik menggunakan sumur tersebut untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan herbal berkualitas tinggi, mencapai kebangkitan dan kesuksesan besar dalam pertanian. Pada sebuah lelang, Erik secara terang-terangan mempermalukan dan memutuskan hubungan dengan Keluarga Seno, mengungkap konspirasi putra angkatnya. Akhirnya, sumur ajaib itu menyatu dengan dirinya sendiri, membawanya sukses dalam karier dan cinta. Sementara Keluarga Seno, yang pernah menindasnya, hancur lebur karena perselisihan internal.
Menantu yang Menggemparkan Desa (Sulih Suara)
Menantu yang Menggemparkan Desa (Sulih Suara)
Setelah bertemu kembali dengan ayah kandungnya, Josh menjabat sebagai CEO Grup Sayren di Distrik Jerras. Namun, ketika dia kembali untuk merayakan ulang tahun ayah mertuanya, Josh yang merupakan menantu matrilokal bahkan tidak mendapatkan tempat duduk. Pada akhirnya, Josh mengungkapkan identitasnya dan mempermalukan para penjahat itu dengan kejam, serta mengambil posisi sebagai CEO.