Logo
Menyerah atau bertahan
Menyerah atau bertahan

Menyerah atau bertahan

42 Bab
Tamat
Dalam novel Menyerah atau bertahan, Nayla menghadapi sikap kasar suami hingga dikhianati perselingkuhan. Setelah kehilangan ibunya, ia membawa ketiga anaknya pergi demi keadilan. Simak romance novel ini untuk melihat perjuangannya dalam salah satu modern novel penuh pilihan sulit.
Bab 1 dari Menyerah atau bertahan

Bab 1.

"Kita hendak ke mana Van, kenapa baju Ibu di masukkan semua ke dalam plastik?" tanya Ibu sambil terbata-bata.

"Kita pindah ke kontrakan baru, Bu! Kita sudah di usir dari sini sama menantu Ibu," sahut Ivan.

Sambil terseok-seok Ibuku berjalan di tuntun oleh Ivan. Di luar, sebuah mobil pik-up sudah menunggu untuk membawa Ibu dan barang-barangnya.

"Kau bilang sama suamimu, kalau nanti dia mati, ku ludahi mayatnya. Dasar kalian anak durhaka," bentak adikku.

"Nanti kalau kau berumah tangga pasti merasakan seperti aku ini. Pilih istri atau orangtuamu," ucapku lirih.

Waktu itu hampir Magrib, ketika Ibu dan adikku meninggalkan rumah yang ku tempati ini. Aku terdiam, hatiku terenyuh melihat Ibu sudah duduk di dalam mobil pengangkut barang. Terdengar suara mesin mobil di hidupkan, perlahan mobil itu pun pergi dan menjauh. Aku masuk ke kamar lalu mengunci pintu dan menangis sejadi-jadinya. "Ibuuu ... maafkan akuuu."

🌷🌷🌷

Aku Nayla, seorang ibu rumahtangga beranak tiga. Aku tiga bersaudara, adikku keduanya laki-laki. Otomatis aku anak perempuan satu-satunya harapan Ibu. Tapi aku tak pernah berhasil membahagia kan Ibu. Sejak aku menikah dengan suamiku bernama Beni, Ibu tinggal bersama adikku, dengan mengontrak sebuah rumah kecil. Ivan dan Dery yang bergantian mengurus dan membiayai semua kebutuhan Ibu. Sedangkan aku susah payah menyisihkan sisa uang belanja agar bisa ku tabung. Niatnya untuk meringankan biaya Ibu, biar adikku  bisa menabung untuk masa depannya.

Sudah setahun belakangan ini, Ibuku mulai lemah tubuhnya. Terserang strock ringan. Jalannya pun tertatih-tatih. Matanya mulai rabun efek dari gula darahnya yang tinggi. Kami anaknya sudah berusaha membawanya berobat ke dokter dan meminumkan ramuan yang bisa menetralkan penyakitnya. Karena Ibu mulai sakit-sakitan, ku bujuklah Bang Beni suamiku ini, agar mengizinkan Ibu tinggal bersama kami. Sedangkan adikku tetap tinggal di kontrakkan. Awalnya ia diam saja ku ajak berbicara. Setelah tiga hari menunggu jawabannya, barulah ia mengizinkan Ibu tinggal bersama kami.

Alangkah senangnya hatiku. Sejak menikah, ini yang ku inginkan. Bisa membawa dan mengurus Ibu. Setelah punya anak tiga barulah bisa terwujud. Awalnya semua baik-baik saja. Ibuku merasa senang, rame katanya di rumahku. Bisa lihat aku dan cucunya bermain. 

Biasanya di kontrakkan ia merasa sendiri, sedih tak ada teman ngobrol. Sedangkan adikku bekerja dari pagi hingga malam. Sebulan tinggal bersamaku, kok tubuh Ibu semakin lemah, aku merasa khawatir, apakah Ibu merasa tertekan, atau memikirkan sesuatu. 

Ternyata ia kangen dengan kedua adikku. Tak sanggup bila tak melihat mereka. Setiap sore di tunggunya adikku datang untuk menjenguk. Lalu ku telfon adikku, agar datang ke rumah. Adikku kaget melihat kondisi Ibu yang tambah lemah. Jadi kami anak-anaknya berinisiatif agar besok membawanya ke rumah sakit untuk periksa tensi dan kadar gula darahnya.

🌷🌷🌷 

  Keesokan paginya, adikku Ivan dan Dery datang ke rumah. Kebetulan hari ini mereka libur kerja. Setelah memandikan dan memberi Ibu makan. Ku beritahu ke Ibu kalau ingin membawanya berobat ke rumah sakit, biar sembuh tak lemas seperti ini. Ia pun menyetujuinya. Aku minta izin ke Bang Beni untuk membawa Ibu berobat. Dia diam saja tak menjawab. Aku pun berlalu darihadapannya. Anakku tak ada yang ikut, karena yang sulung sudah bisa menjaga adiknya. Lalu aku memesan taksi online. Kami bertiga pun pergi ke rumah sakit. Di dalam taksi Ibu bertanya.

"Kita hendak ke mana? Pinggang Ibu udah sakit nih, dari tadi tak sampai juga!" tanyanya.

"Bentar lagi sampai Bu, itu belok ke sebelah kanan, sudah nampak dari jauh rumah sakitnya," jawabku menenangkan hatinya.

"Kok tangan Ibu dingin dan gemetar? Ibu tak usah takut, kita cuma periksa saja, bukan di suntik," hiburku 

Ivan pun ikut nyeletuk, "tapi Ibu ingin jalan-jalan lagi. Harus sehatlah jangan lemah seperti ini," ledeknya.

Sesampainya di rumah sakit, adikku meminta kursi roda untuk Ibu. Kemudian memapah Ibu turun dari taksi, lalu mendudukannya di kursi roda. Perawat menyambutnya di depan pintu masuk, lalu membawa Ibu ke ruang UGD. Aku dan adikku pun bingung. Ibuku kan tidak sakit  parah, kenapa di bawa ke ruangan itu. Alasannya wajah Ibu terlihat pucat pasi. Perawat itu khawatir lalu memeriksa tensi Ibu.

"Waduh, tensi Ibu tinggi sekali! seratus delapan puluh per seratus. Tensinya terlalu tinggi untuk orangtua seusia Ibu. Takut pecah pembuluh darahnya, bisa berakibat fatal bagi pasien."  Perawat pun menyarankan agar opname sekarang juga. Kemudian perawat itu memasang selang infus di tangan kiri Ibu.

Kami berdua pun kaget. Tadi sebelum berangkat sehat-sehat saja. Ternyata Ibu baru pertama kali berurusan dengan rumah sakit. Ia merasa cemas dan ketakutan. Dan itu lah penyebab tensinya naik secara tiba-tiba. Akhirnya Ibu pun  harus di opname, bisa pulang kalau tensinya sudah normal. Ivan lah yang menjaganya selama tiga hari.

🌷🌷🌷

  Aku pun pulang sendirian. Sesampainya di rumah, ku beritahu pada Bang Beni kalau Ibu sekarang ada di rumah sakit dan harus di opname. Sungguh jawabannya di luar dugaanku.

"Itu lah sok pandai kalian. Bawa-bawa ke rumah sakit. Siapa yang bayar biaya rumah sakitnya. Nanti kalau mati siapa yang mau mengurusnya," hardiknya sambil menunjuk wajahku.

"Kan Ibu punya kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, tak bayar biaya rumah sakit," jelasku.

"Kau tanggung jawabi itu semua, terjadi sesuatu dengan Ibumu, aku tak peduli," makinya dengan suara kasar.

Ya Allah. Ini manusia atau bukan, batinku.

Seperti tak punya hati sama sekali. Ngeri mendengar ucapannya. Aku pun berlalu masuk ke kamar meninggalkan Bang Beni yang masih mengomel. Sungguh sakit sekali hati ini mendengarkan ucapannya. 

Sering timbul penyesalan ku, mengapa dulu tak ku dengar nasihat ibu. Bahwa dia itu bukan lelaki yang baik untukku. Aku malah pergi meninggalkan Ibu. Dan lari bersama lelaki yang sekarang jadi suamiku. Setiap pulang kerja ia mengomel dan memakiku dengan kata-kata kasar. Ibuku yang di opname, kenapa dia yang setres, pikirku. Lagian biaya rumah sakit dan obat semuanya kan gratis.

Sejak Ibu keluar dari rumah sakit, adikku Ivan tinggal bersama kami. Karena Ibu yang meminta. ia lebih dekat dengan Ivan,  sedangkan Dery tinggal sendiri di kontrakan. Lagian anakku pun masih kecil-kecil, masih repot mengurusnya. Biar lah kami  bergantian mengurus Ibu, pikirku kala itu. Setiap malam aku mengantarkan pispot ke kamar Ibu, dan membuatkan teh hangat. Ternyata Bang Beni memperhatikan semua yang ku kerjakan. Tiba-tiba ia berkata.

"Bilang ke adikmu, bayar perbulan kamar yang di pakainya itu! Di sini tak ada yang gratis," ucapnya kasar.

"Gila kau Bang! Itu kan Ibu dan adikku, bukan orang lain. Kenapa harus bayar pula. Lagian kita tinggal di sini pun tak bayar. Hanya menempati rumah pabrik.  Di berikan rumah gratis dan di beri gaji setiap bulannya karena menjaga pabrik ini," jawabku tegas.

"Terserah ... kalau ingin tinggal di sini harus ikut peraturanku. Kalau tak suka silakan pergi dari sini," teriaknya sambil berlalu masuk ke kamar.

Ya Allah cobaan apalagi ini. Tapi aku bingung menyampaikannya ke Ivan. pastilah ia marah dan kecewa terhadapku. Dengan orangtua sendiri pun perhitungan sekali. Pasti seperti itu pikirannya. Dengan berat hati ku sampaikan juga pesan Bang Beni ke Ivan. 

Di sini lah awalnya Ivan marah padaku. Pikirnya aku membela Bang Beni. Apalah dayaku seorang ibu rumah tangga yang tak punya penghasilan. Kalau ku lawan, tak di beri nya uang belanja, lalu anakku hendak makan apa. Begitu Ivan gajian langsung di bayarnya sewa kamar yang di minta Bang Beni. Dengan rasa bersalah, aku pun menerima uang itu. Lalu memberikannya ke Bang Beni.

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dijebak Dipelaminan
Dijebak Dipelaminan
Dijebak Dipelaminan, Adeline terpaksa menikahi Alaric demi harga diri keluarga di pesta mewah. Dalam billionaire romance novels ini, mereka terjebak aturan ketat dan rahasia masa lalu. Akankah benci menjadi cinta? Baca kisah modern novel ini sekarang.
DIKIRA MISKIN
DIKIRA MISKIN
Dalam modern romance DIKIRA MISKIN, Yudi dan Antika berjuang membuktikan kesuksesan mereka di kota setelah terus dihina keluarga. Saat kekayaan mereka terungkap, para ipar mulai mendekat demi keuntungan. Baca web novel ini untuk melihat bagaimana mereka menghadapi pengkhianatan dan loyalitas.
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
Dalam novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, seorang istri terjebak dalam dilema rumah tangga tanpa nafkah batin. Menghadapi kenyataan suami yang tidak mampu menyentuhnya, ia harus memilih antara kesetiaan atau kebahagiaan. Baca romance novel ini sebagai salah satu fiction books pilihan.
Karma sang pelakor
Karma sang pelakor
Dalam novel modern Karma sang pelakor, Christian bersaudara merencanakan pembunuhan demi membalas pengkhianatan suami mereka. Kematian tragis ini memicu Nathan bersaudara menyelidiki misteri tersebut. Ikuti aksi penuh intrik ini di webnovel yang menyajikan mystery story mendalam.
Kronik Kenikmatan Abadi
Kronik Kenikmatan Abadi
Dalam Kronik Kenikmatan Abadi, seorang pria memanipulasi realitas melalui pesta dan acara besar untuk mengendalikan kota. Dengan unsur modern novel dan adventure story, ia menjadi mimpi buruk bagi musuhnya demi menjaga harapan serta kekuasaan dalam romance novel yang penuh intrik ini.
Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan
Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan
Dalam novel Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan, seorang CEO menyamar menjadi pria miskin demi cinta. Saat identitas aslinya terungkap, semua yang menghinanya terdiam. Baca billionaire romance novels ini untuk mengungkap alasan di balik penyamaran sang sultan di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bos, Ternyata Istrimu Detektif!
Bos, Ternyata Istrimu Detektif!
Jenny menjalani pernikahan mendadak yang diatur oleh sahabat mendiang ibunya. Namun, tepat setelah hari pernikahan, sang suami, Charles, justru pergi ke luar negeri dan tak kembali selama tiga tahun. Saat akhirnya dia pulang, hubungan mereka dipenuhi kesalahpahaman, tuduhan, dan kesempatan yang terlewat, hingga perceraian pun tampak tak terhindarkan. Di tengah semua itu, Jenny dijebak oleh orang-orang yang iri padanya. Saat itulah Charles melindunginya, meski berbagai intrik dan permainan keluarga terus mencoba memisahkan mereka.
Sang Legenda: Dewi Penjaga Jiwa
Sang Legenda: Dewi Penjaga Jiwa
Selama ribuan tahun, Sarah Liman memimpin Paviliun Seribu Jiwa, mengabulkan keinginan dengan harga paling berharga. Setelah tugasnya usai, ia menjadi pengembara. Setahun lalu, Keluarga Larna memohon perlindungan dengan nyawa sebagai janji, tetapi Sarah justru dianggap sebagai beban. Kini, kepala Keluarga Malik sakit parah, kemudian anggota keluarganya bersujud dan memohon bantuan dari Sarah.
Misi Cinta Dokter Forensik
Misi Cinta Dokter Forensik
Yuna, dokter forensik modern, melintas sebagai istri Raka, pangeran ketujuh Dinasti Daksa yang kejam dan terkutuk. Berbekal sistem inventori, dia harus meningkatkan kedekatan dengan Raka dan mengungkap ketidakadilan masa lalu untuk kembali ke dunia modern.
Hanya Ingin Jadi Sekretaris, Malah Jadi Istri Bos
Hanya Ingin Jadi Sekretaris, Malah Jadi Istri Bos
Asila yang sudah berumur 25 tahun sangat hebat dalam kariernya, juga sekretaris andalan Jefri. Tapi mereka sama-sama menghadapi satu masalah, yaitu cinta. Jefri dipaksa menikah oleh keluarga, sedangkan Asila bingung dalam mencari pasangan. Akhirnya mereka memutuskan untuk bersama, tapi berawal dari kontrak nikah.
Ibuku Adalah Pewaris
Ibuku Adalah Pewaris
Dia tidak tahu bahwa kakeknya sebenarnya adalah orang terkaya!
Takdir Putri yang Hilang
Takdir Putri yang Hilang
Nadia Sania (Siva), putri Tuan Teo terlantarkan waktu masih muda dan diadopsi oleh seorang pendeta. Kakak seniornya yang terlahir kembali, Wanda ambil liontin gioknya dan dorong dia dari tebing, lalu berpura-pura jadi putri Keluarga Sania. Untungnya, Siva diselamatkan Pangeran Juvanda dan diberi nama Putri Naras karena dia punya tubuh keberuntungan dalam sembuhkan Permaisuri...