Logo
Jangan Mencintaiku, Paman!
Jangan Mencintaiku, Paman!

Jangan Mencintaiku, Paman!

55 Bab
Tamat
Dalam romance novel Jangan Mencintaiku, Paman!, Ayu terjebak skandal dengan Hideki saat kabur dari mertuanya. Di balik modern novel ini, Ayu harus memilih antara memperbaiki pernikahan atau menghadapi rahasia kelam pamannya. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
Bab 1 dari Jangan Mencintaiku, Paman!

“Kau tak lebih dari wanita mandul dan sakit-sakitan!” 

“Kau hanya memanfaatkan kekayaan kami dan uang Kaito untuk memperkaya diri!” 

“Tapi kau sendiri tidak berguna!” 

“Dasar wanita sial!"

Ayu menutup telinganya, sambil memejamkan mata. Berharap bisa memblokir ucapan keji yang diserukan ibu mertuanya. Tapi perbuatan itu percuma. Ucapan itu bukan sedang terjadi saat ini. Seruan jahat itu hanya ada dalam kepala Ayu. Meneror meski dirinya sedang tidak berada di rumah.

Saat sedang diam, memori Ayu dengan otomatis mengulang raut wajah murka dan juga kata-kata keji itu. Seperti rekaman drama buruk yang dengan terpaksa harus terus dilihat.

“Apa Anda baik-baik saja?” Supir taksi yang melihat Ayu menekuk tubuhnya dan menutup telinganya tentu khawatir. Takut jika tiba-tiba Ayu pingsan.

“Ya. Saya baik-baik saja.” Ayu menjawab dengan sopan, lalu memaksakan diri untuk tersenyum dan menegakkan tubuh, agar terlihat lebih normal.

“Tolong turunkan saya di rumah yang itu.” Ayu menunjuk rumah berpagar abu-abu dengan gerbang kayu dengan ornamen shinto yang antik.

Sekian lama melamun, ternyata taksi yang ditumpangi Ayu sudah sampai di rumah yang menjadi tujuannya.

“Di sini?” tanya supir taksi itu. Setelah berhenti tepat di depan gerbang.

“Benar. Arigatou gozaimasu” (Terima kasih)

Setelah menyerahkan ongkos taksi, Ayu turun dan merapatkan mantel. Angin larut malam saat musim gugur di Tokyo cukup menggigit. 

Ayu menatap gerbang rumah yang sudah hampir dua tahun ini tidak pernah dilihatnya, dengan penuh nostalgia. Itu adalah rumah tempatnya tumbuh. Ayu menekan bel yang terletak di samping plat nama bertuliskan Tanaka.  Nama itu juga menjadi nama belakang Ayu. Tapi sekarang tidak lagi, karena Ayu telah menikah. 

“Ya!” Terdengar sahutan, dan pintu gebang itu terbuka.

“Ayu!” Sambutan ceria membahana.

Seorang wanita yang berusia enam tahun lebih tua dari Ayu, memeluknya dengan hangat. Wajah wanita itu mengingatkan Ayu pada wajah ibunya. Karena memang wanita itu adalah adik bungsu dari ibunya, bibi Karin. 

Jarak umur Karin dan ibu Ayu memang cukup jauh. Jadi usia Karin lebih mendekati Ayu.

“Masuklah… Aku sudah menunggumu sejak tadi. Aku sudah khawatir kau tidak jadi datang.”

Karin mendahului, lalu menggeser pintu depan yang terbuat dari shoji ke samping. Rumah itu memang memiliki gaya tradisional Jepang, jadi hampir seluruh dinding rumahnya terbuat dari shoji, rangka kayu berlapis kertas transparan.

Ayu mengikutinya sambil tersenyum samar. Mendengar Karin berbicara memakai bahasa Indonesia membuat Ayu merasa hangat oleh rindu. Sudah sangat lama Ayu tidak mengobrol memakai bahasa ibunya itu.

Karin membawanya ke ruang tamu, memintanya duduk pada salah satu bantal yang tersedia. Ruang tamu itu juga bergaya tradisional, jadi Ayu duduk bersimpuh di samping meja kayu rendah yang mulus terpoles.

“Kau seharusnya meninggalkan rumah itu sejak lama, Ayu. Kau terlalu baik. Aku geram setiap kali mendengar kisahmu,” kata Karin, sambil mengelus bahu Ayu. Mengawali obrolan tanpa basa-basi.

Sudah beberapa lama ini Karin membujuk Ayu untuk meninggalkan Kaito—suaminya, tentu dengan alasan ibu mertuanya yang kejam itu. Tapi Ayu tidak sanggup mengambil keputusan seberani itu. Kini rasa sakit hati yang sejak tadi sebenarnya sudah tertahan, kembali muncul karena sentuhan simpati itu. Penghiburan dan kasihan itu, memancing air mata Ayu.

“Aku masih mencintainya,” bisik Ayu di antara isakan.

“Ck, aku tidak yakin pria itu masih mencintaimu.” Karin terdengar kesal, tapi Ayu tidak memiliki pembelaan kali ini, karena bisa jadi hal itu benar.

Ayu selalu menimbang dan menunda karena tidak ingin pernikahannya berakhir begitu saja, tidak ingin cintanya kandas.

Tapi hari ini Ayu tidak tahan lagi. Ibu mertuanya kembali menghina dan terus mencaci ketika mengetahui Ayu tidak juga hamil untuk kesekian kali.

Ayu masih mencoba bertahan dan mendengar dalam diam seperti biasanya. Namun, keinginan Ayu untuk bertahan goyah, saat melihat bagaimana Kaito—yang saat itu ada di rumah—hanya bisa memandang saja saat ibunya dengan keji terus memuntahkan cacian.

Ayu sudah tidak pernah berharap ibu mertuanya akan berhenti untuk menghina, tapi Ayu masih berharap Kaito akan membela. Harapan semu yang berakhir mengenaskan. Kaito sama sekali tidak membelanya.

Sikap diam Kaito lebih menyakitkan daripada hinaan yang diterimanya. Ayu selama ini merasa sudah lebih banyak diam, dan tidak pernah menyakiti hati Kaito. 

Luka itu yang membuat Ayu menerima penawaran Karin, yang menyuruhnya untuk sementara kembali ke rumah ini. Untuk sementara menenangkan diri dan berpikir langkah apa yang harus diambil. Selain karena permintaan Karin, Ayu memang merasa aman di rumah ini. Ini adalah rumah tempatnya tumbuh—rumah milik pamannya, Hideki.

Karin adalah adik dari ibu kandungnya, yang berasal dari Indonesia, sedang Paman yang membesarkan Ayu adalah adik dari ayahnya, yang berasal dari negara ini---Jepang. Ayu menikah dua tahun lalu, lalu Karin menikah dengan pamannya setahun lalu dan pindah ke sini.

Karena itu, meski jarang berkunjung, Ayu masih menganggap tempat ini rumah yang menampung dua orang keluarganya yang tersisa.

“Ini. Minumlah,” kata Karin, sambil meletakkan segelas susu hangat di hadapan.

Air mata Ayu sudah berhenti, dan Karin kembali mengelus lengannya. “Kita lebih baik bicara lagi besok. Kau minum susu ini, dan istirahatlah. Aku sudah menyiapkan kamar.”

Ayu mengangguk, dan meminum susu yang disediakan oleh Karin. Susu itu hangat, Ayu merasa nyaman. Dan setelahnya Ayu merasa lelah dan mengantuk. Ayu tidak menyadari jika tubuhnya sangat lelah. Keputusan besar untuk meninggalkan Kaito—meski hanya untuk sementara, rupanya menguras tenaga.

“Terima kasih, karena sudah menerimaku,” kata Ayu, saat membantu Karin menyiapkan tempat tidur untuknya.

Karin menggelar futon (kasur lipat) di salah satu kamar di rumah itu, dan Ayu sudah tidak peduli. Mata Ayu sudah mulai berat, tubuhnya terasa limbung.

“Tidak perlu sampai seperti itu. Kau adalah keponakanku yang manis.” Karin tersenyum, sambil menyerahkan gaun tidur untuk Ayu.

Karena tidak ingin mengundang kecurigaan mertuanya, saat keluar rumah tadi Ayu memang hanya membawa tas kecil. Tidak membawa baju apa pun. Karin meyakinkan Ayu agar tidak memikirkan itu, dan berjanji akan menyediakan semua keperluannya, asalkan datang ke sini.

Ayu melepaskan bajunya, tapi nyaris sudah tidak mampu. Tubuhnya benar-benar lemas oleh kantuk, dan anehnya Ayu merasa gerah, padahal suhu malam ini dingin. Ayu tidak ingat bagaimana, yang jelas dia akhirnya berbaring dan tertidur atas futon itu.

***

Hide membuka pintu kamarnya dan mengerutkan kening, karena hidungnya mencium aroma wangi yang tidak biasa. Menyengat dan kepalanya menjadi lebih ringan dengan tiba-tiba. Tapi Hide tidak bisa melihat dari mana asal aroma itu karena kamarnya gelap.

Hide tidak berpikir panjang, hanya menganggap jika aroma itu adalah pewangi ruangan yang dibeli oleh Karin. Dia membuka jas dan juga kemeja seperti biasa sambil melirik tubuh yang tertidur di atas futon. Setelah membersihkan diri, Hide menggelar futon yang lain dan berbaring di samping tubuh yang tertutup selimut itu.

Ini rutinitas biasa. Yang tidak biasa adalah aroma wangi itu, Hide merasa kepala dan tubuhnya semakin mengambang. Hide mencoba memejamkan mata, tapi tiba-tiba ada tubuh bergerak merapat.

“Kau mau apa?” Hide bertanya dengan suara serak karena mengantuk dan pusing. Tidak ada jawaban tapi terdengar suara desahan dan tubuh yang ada di sampingnya kini mengulurkan tangan dari balik selimut dan memeluk tubuhnya.

“Lepaskan!” Hide membentak, sambil menurunkan tangan yang ada di perutnya. Tapi satu detik kemudian, tangan itu kembali dan memeluknya semakin erat. Hide biasanya akan menolak dengan lebih tegas, tapi kepalanya yang seolah berkabut, membuat Hide melakukan hal yang tidak biasa.

Dia membalik wanita yang memeluknya, dan bergerak naik ke atas tubuhnya. Hide mengelus wajah wanita yang ada di bawahnya,

"Karin, ada apa denganmu?" gumam Hide. Berpikir jika wanita itu adalah Karin.

Desahan terdengar saat Hide mengelus leher dan juga merabanya, dan saat itu Hide menyadari jika sosok yang dia sentuh bukanlah Karin. Melawan pusing, Hide bangkit menghidupkan lampu. Mata Hide yang berwarna gelap melebar saat melihat tubuh yang kini terbaring pasrah—dengan baju berantakan, yang ternyata bukan istrinya.

“Ayumi?” Hideki mendesiskan nama lengkap Ayu, dengan nada tidak percaya.

“Bagaimana kau bisa ada di sini?” Hide bergumam, dengan mata nanar. Memandang Ayu yang kini menggeliat dan mencoba membuka gaun tidur yang sudah berantakan itu.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
Dalam Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini, Shiloh Jung memulai adventure ke luar negeri demi memulihkan diri. Ia bertemu Edward Leung dan sepakat menyamar tanpa identitas asli. Saat bertemu kembali, Edward mendadak asing. Simak misteri cinta mereka di romance novel ini sekarang.
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
Dalam Babu Kumal VS CEO Kutub Utara, Terryn harus mengabdi pada Deva yang sombong. Meski terikat pernikahan paksa oleh Ibu Imelda, sang billionaire dingin ini tetap menganggapnya asisten. Ikuti kisah romance novel ini saat takdir menguji cinta mereka dalam sebuah modern novel yang penuh haru.
Benci Membawa Cinta
Benci Membawa Cinta
Dalam novel modern Benci Membawa Cinta, Eleonore Duvall berusaha mengungkap misteri kematian keluarganya yang melibatkan suaminya, Kaelan Ravenswood. Di tengah obsesi dan rahasia masa lalu, ia harus memilih antara dendam atau perasaan. Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
Dalam Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya, kehidupan sekretaris Davian Adhitama berubah saat sang billionaire memilih menikahi cinta lamanya. Terjebak dalam pilihan sulit setelah dua belas tahun mengabdi, ia harus menghadapi realita pahit dalam romance novel yang penuh pengkhianatan ini.
Cinta yang Menghanyutkan
Cinta yang Menghanyutkan
Dalam Novel Web Cinta yang Menghanyutkan, hukuman kejam sang suami berujung petaka. Kisah novel romantis misteri ini mengikuti penderitaan istri yang dikurung di dalam koper hingga tewas, menyisakan misteri kelam yang terlambat disadari. Baca buku online gratis bergenre horor ini.
Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian
Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian
Dalam novel modern Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian, seorang wanita terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh rahasia. Saat rahasianya terungkap oleh teman anaknya dan sang ayah, hidupnya berubah drastis. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah romantis yang penuh ketegangan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sekali Gigit, Selamanya Terikat
Sekali Gigit, Selamanya Terikat
Delapan tahun Cinta menyimpan rasa, sekali menyerah, dibayar tanpa kata. Raka merengkuh di malam penuh asa, tapi pagi menjauh seolah tak kenal siapa. Disangka berpisah, justru dibawa pulang ke pusaran luka. Kini, di antara cinta, dendam, dan luka yang tak kunjung reda… mampukah Raka merebut kembali hati yang telah ia beri luka? Atau harus rela kehilangan wanita yang ia cinta?
Balas Dendam sang Pelayan
Balas Dendam sang Pelayan
Yuna adalah seorang siswi SMA berprestasi sekaligus putri tunggal Wulan. Yuna mengalami penindasan semasa sekolah hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Selaku ibu, Wulan pun bertekad untuk membalaskan dendam anaknya kepada para pelaku satu per satu.
Direbut Kakak Alpha Mantanku
Direbut Kakak Alpha Mantanku
Ella terlahir tanpa kekuatan manusia serigala di antara para serigala. Namun, setidaknya dia masih punya pasangannya, Beta Noah Gravens ... sampai suatu hari dia memergoki Noah berselingkuh dengan saingannya, Ava. Hancur dan kehilangan arah, Ella kemudian jatuh ke dalam pelukan Liam Gravens, kakak Noah yang baru kembali sebagai Alpha dari Kawanan Bulan Sabit. Liam telah mencintainya sejak kecil dan tahu bahwa Ella ditakdirkan untuknya. Namun, dengan munculnya rasa iri, mantan yang penuh dendam, serta dua dunia yang berusaha memisahkan mereka, mungkinkah Ella dan Liam dapat meraih cinta yang telah ditakdirkan untuk mereka?
Cinta Terlarang pada Ayah Mantanku
Cinta Terlarang pada Ayah Mantanku
Seorang gadis Amerika yang lugu dan baik hati pergi ke Rusia untuk mencari suaminya. Namun, betapa terkejutnya dia saat menemukan sang suami adalah seorang playboy terkenal! Terjebak dalam bahaya di tanah asing, nyawanya diselamatkan oleh seorang jenderal Rusia. Seiring waktu, rasa takut gadis itu berubah menjadi rasa cinta. Namun takdir berkata lain. Ternyata pria yang dicintainya itu adalah ayah kandung dari mantan suami yang telah mengkhianatinya! Bagaimana akhir dari kisah cinta terlarang ini?
Istri Beku, Hati Alfa Membara
Istri Beku, Hati Alfa Membara
Setelah mengetahui suami Alfa-nya berselingkuh, Safira rela mengorbankan diri dalam ritual pembekuan abadi. Ikatan jodoh mereka pun terputus, menyisakan penyesalan abadi di hati sang Alfa. Kini, demi menghidupkan kembali cinta sejatinya, sang Alfa harus menantang takdir beku yang ia ciptakan sendiri.
Jangan Bilang Lagi
Jangan Bilang Lagi
Awalnya dia berpura-pura tuli dan bisu demi pemeran utama pria, tetapi akhirnya dibenci olehnya. Ketika identitas aslinya terungkap, bagaimana dia akan menangani cinta yang tidak seimbang ini, apakah dia mampu memulai hidup baru?