Logo
Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang
Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

95 Bab
Tamat
Dalam Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang, Kirana terlempar 1024 tahun ke masa depan. Yodha membantu gadis ini bertahan hidup di kota asing. Ikuti kisah fantasy romance ini dalam web novel seru tentang perjalanan waktu dan adaptasi di era modern yang penuh rintangan.
Bab 1 dari Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

"Ibu, aku akan mencari kayu bakar di hutan untuk nanti malam," ucap seorang gadis berambut panjang hitam yang diikat rapi dengan tali pita biru. Wajahnya ceria, dan ia mengangkat sebuah keranjang rotan yang sudah sedikit usang namun masih kokoh untuk menyimpan kayu bakar.

"Sudah waktunya, ya? Baiklah, sekalian tolong bawakan bekal untuk ayahmu di sawah juga, Kirana," jawab ibunya sambil tersenyum lembut, tangannya lincah mengemas nasi dan lauk pauk sederhana ke dalam bungkusan daun pisang.

"Baik, Bu!" jawab gadis yang bernama Kirana itu. Ia mengambil bekal makanan yang telah disiapkan oleh ibunya, lalu memasukkannya ke dalam keranjang. Setelah berpamitan dengan ibunya, Kirana melangkah keluar dari rumah, melewati pintu kayu yang berderit halus.

Perjalanan menuju sawah milik mereka sedikit agak jauh dari rumah, tetapi Kirana menikmati setiap langkahnya. Jalan setapak yang ia lalui diapit oleh pepohonan hijau dan semak-semak yang penuh dengan bunga liar berwarna-warni. Suara burung-burung berkicau riang di atas dahan, sementara angin lembut berhembus menerpa wajahnya, mengibarkan beberapa helai rambut yang lolos dari ikatan. Ia merasa senang dan bebas, dan sesekali ia menendang batu-batu kecil di jalan sambil bersenandung pelan.

"Inilah yang namanya kehidupan damai!" gumamnya, matanya berbinar melihat pemandangan alam yang asri dan tenang. Hatinya dipenuhi rasa syukur atas kebahagiaan sederhana yang ia miliki.

Setelah beberapa lama berjalan, Kirana tiba di sawah milik keluarganya. Sawah itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Padi yang mulai menguning bergoyang lembut diterpa angin, menciptakan gelombang kecil di atas lautan hijau dan emas.

Ia berjalan menuju tempat ayahnya berada. Dari kejauhan, ia bisa melihat seorang lelaki yang sedang duduk di saung kecil di tengah sawah itu, sosok yang sangat ia kenal. Ayahnya tampak sedang beristirahat, topi capingnya dilepas dan diletakkan di sampingnya. Wajahnya yang berpeluh menunjukkan kelelahan setelah bekerja seharian.

"Ayah!" panggil Kirana sambil melambaikan tangan. Ayahnya menoleh dan tersenyum lebar saat melihat putrinya mendekat.

Laki-laki itu menoleh ke arah asal suara tersebut. “Ini, aku membawakan bekal untuk Ayah.”

Laki-laki itu tersenyum. “Akhirnya... ini yang sudah Ayah tunggu-tunggu, perut Ayah sudah mulai keroncongan,” jawabnya sambil memegang perutnya.

“Maaf, hari ini sedikit terlambat karena aku harus membantu Ibu terlebih dahulu memotong kayu bakar untuk memasak.”

“Tak apa, Ayah sudah tahu itu dan tak perlu meminta maaf, Kirana.”

“Baiklah Ayah, aku harus pergi untuk mengumpulkan kayu bakar untuk malam nanti. Silakan nikmati makananmu dan ingat untuk pulang tepat waktu.”

Setelah berkata demikian, ia pun mulai berjalan menjauh dari sawah menuju hutan yang tidak jauh dari sawah milik keluarganya.

Saat di dalam hutan, Kirana sengaja tidak memasukinya terlalu dalam karena ia tahu di dalam hutan tersebut hidup beberapa harimau yang kadang keluar untuk memangsa ternak milik warga desa. Sembari bersenandung kecil, ia mulai memungut batang maupun ranting pohon yang sudah jatuh dan kering di tanah.

“Ini... belum cukup sama sekali untuk kami pakai nanti malam,” ucapnya, melihat keranjang kayu bakarnya baru terisi sangat sedikit.

“Aku tahu kalau masuk lebih dalam lagi akan berbahaya bagiku, tapi kayu bakar ini masih belum cukup.”

Ia merasa bimbang dan merasa tak enak kepada orang tuanya jika membawa sedikit kayu bakar, pasalnya saat ini sudah masuk musim hujan dan malam hari akan terasa sangat dingin jika hujan turun. Belum lagi jika kayu bakar yang ia bawa dalam keadaan basah akibat seringnya hujan, akan sangat sulit untuk menggunakannya.

“Baiklah, untuk hari ini saja aku akan masuk sedikit lebih dalam ke hutan ini!” katanya dengan tekad yang bulat.

Dengan tekad yang sudah bulat, ia berjalan menuju hutan untuk memasukinya lebih dalam lagi. Memang jaraknya agak jauh, tapi sepertinya keputusan yang ia buat itu membuahkan hasil. Di pedalaman hutan itu, ia menemukan banyak sekali ranting dan batang pohon yang bisa ia jadikan kayu bakar.

Layaknya menemukan harta karun, matanya berbinar-binar sembari mulai memunguti satu persatu kayu-kayu itu dengan bersenandung senang. Wajahnya sumringah kegirangan karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, keranjang yang ia bawa sudah sangat penuh berisikan kayu bakar.

“Sudah kuduga! Keputusanku untuk masuk lebih dalam itu memang benar!” Ia mengepalkan tangannya sembari tersenyum gembira.

Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari tempat guna istirahat sejenak di tempat itu karena merasa sedikit kelelahan. Tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, ia menemukan sebuah pohon besar yang rindang lalu ia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang itu.

Di tempat itu, ia duduk dengan mensejajarkan posisi kakinya dengan lurus sembari memijat-mijatnya karena merasa sedikit keletihan. Tanpa terasa waktu berlalu dan ia tertidur di bawah pohon itu.

***

Tiba-tiba saja, Kirana terbangun dari tidur singkatnya itu. “Gawat! Sudah berapa lama aku tertidur?!”

Dengan tergesa-gesa, ia segera merapikan kayu bakarnya dan segera pergi dari tempat itu. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat pandangannya menangkap sesuatu yang sangat tak asing baginya.

Kini di hadapannya, seekor harimau yang sangat besar tengah melihatinya.

“Apakah ini akhir dari hidupku?” gumamnya dengan rasa ketakutan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Gemetar, takut, dan rasa tidak berdaya seketika menyelimuti gadis itu.

Selama beberapa detik, ia hanya berdiri diam saja sembari menunggu harimau besar itu pergi. Namun dari pandangan harimau itu, terlihat jelas bahwa ia telah menemukan mangsa di hadapannya.

Harimau itu pun tidak beranjak dari tempatnya dan terus menatap Kirana yang ada di hadapannya. Dengan sisa-sisa keberanian, Kirana melemparkan kayu bakar yang ia kumpulkan dengan keras ke arah harimau besar itu dan lari sekencang mungkin ke arah luar dari hutan.

Seakan tidak terpengaruh oleh lemparan kayu bakar, harimau besar tersebut dengan cepat berlari mengejarnya. Tak ingin kehilangan mangsanya, harimau besar itu berusaha mengejar dan menerkamnya. Entah keberuntungan apa yang dimiliki Kirana, ia berkali-kali lolos dari terkaman harimau besar tersebut.

Tubuhnya terluka dan pakaiannya terlihat agak compang-camping karena Kirana selalu menerjang ranting dan dedaunan pohon-pohon besar di dalam hutan itu. Saat tenaganya hampir habis dan ia sudah tak kuat lagi berlari, ia dihadapkan dengan sebuah tebing yang curam.

Ia tertawa kecil sambil melihat harimau besar itu yang sekarang sudah berada tak jauh dari hadapannya. “Ini adalah benar-benar akhir dari hidupku... Ayah, Ibu, mohon maafkan putri kalian ini!”

Kirana pun memutuskan untuk melompat dari atas tebing yang tinggi itu. Tubuhnya terguling-guling dari atas tebing menuju ke arah sungai yang ada di bawahnya. Sesekali tangannya mencoba meraih batang pohon kecil atau tanaman rambat yang ada di sekitarnya demi mencoba selamat dari kejatuhan itu.

Namun, malang, cengkeramannya tidak ada yang berhasil mengenai benda apapun hingga akhirnya ia terguling sampai tercebur ke dalam sungai itu. Anehnya, ia masih selamat dari kejadian itu dan sempat mencoba berenang menuju pinggir sungai.

“Rupanya Tuhan masih memberikanku kesempatan untu—”

Kirana pun tak sadarkan diri saat sudah menepi di pinggir sungai.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
Dalam Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir, Mira harus menguasai sihirnya demi menyelamatkan hutan suci dari Dewa Kematian. Petualangan epik ini membawa Anda ke dunia fantasi penuh keajaiban. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengikuti misi penyelamatan dan takdir sang pendeta.
Danny Hatta
Danny Hatta
Dalam novel action Danny Hatta, seorang pria mengungkap konspirasi kematian ayahnya di Swiss. Kini ia menjadi buronan atas tuduhan pembunuhan aparat. Bersama Sarah, ia menelusuri mystery story ini demi keadilan. Baca adventure story menegangkan ini di webnovel kami sekarang.
Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
Dalam Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan, Maria kembali demi pembalasan. Sebagai pembunuh yang terlahir kembali, ia terjebak permainan kekuasaan dengan James. Baca romance novel penuh intrik dan adventure story ini di platform web novel kami.
Ksatria Naga Phoenix
Ksatria Naga Phoenix
Zhu Fei harus memenuhi ramalan kuno dalam Ksatria Naga Phoenix untuk mencegah kiamat Naga Langit di Benua Arkandaria. Melalui misi adventure story ini, ia menjalani latihan berat demi menguasai kekuatan legendaris. Baca fantasy novel seru ini untuk mengikuti perjuangan sang pendekar sakti.
Moonlight and Mr. CEO
Moonlight and Mr. CEO
Dalam Moonlight and Mr. CEO, hidup Nicholas berubah saat kucing titipan sahabatnya bertransformasi menjadi gadis misterius di bawah bulan purnama. Ikuti adventure penuh rahasia dalam werewolf romance novels ini, sebuah modern novel unik tentang takdir dan perubahan hidup sang CEO.
Purwoko Family: Selipan Utara
Purwoko Family: Selipan Utara
Dalam Purwoko Family: Selipan Utara, Pak Purwoko harus melindungi keluarganya dari teror misterius di kampung halaman. Menghadapi konflik warisan penggilingan padi dan sabotase bisnis, mystery story ini menjadi petualangan mencekam. Baca selengkapnya dalam modern novel yang penuh ketegangan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Big Boss Mengganti Identitasnya
Big Boss Mengganti Identitasnya
Pada hari pernikahan, Su Xianer secara tragis bertobat oleh pengantin pria, tetapi dia memilih untuk menikah dengan orang bodoh, tetapi dia tidak menyangka orang bodoh ini adalah bos kaya Dongfang Yan.
Dewa dan Dewa Iblis
Dewa dan Dewa Iblis
Fira awalnya bertunangan dengan Dirto, tetapi Dirto malah dihasut Venny untuk membunuh keluarga Fira demi menjadi dewa. Dengan penuh dendam, Fira memanjat ke Langit Kesembilan untuk menuntut keadilan, tetapi para dewa mengabaikan tuntutannya. Karena putus asa, dia melompat ke Sungai Roh dan terbangun dengan identitasnya di kehidupan lalu, Bella, sang dewa iblis. Bella dan rekannya berusaha membangkitkan Helen. Tetapi mereka malah dikepung oleh para dewa dan melarikan diri ke dalam mimpi Helen. Venny dan Dirto mengejar mereka ke dalam mimpi, namun mereka malah membantu Helen bangkit karena keterikatan mereka belum terlepas. Tiga dewa iblis, Bella, Helen, dan Varel pun bersatu kembali dan membuat alam dewa ketakutan.
Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Olivia meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi Rory, tapi saat hampir melahirkan dan nyawanya terancam, sifat aslinya muncul. Kemunculan teman baik Rory, Rebecca muncul dengan kenyataan yang menyedihkan. Bisakah ayahnya Olivia menyelamatkannya dan anaknya sebelum semua terlambat?
Menemani Dokter Miliader Kejam
Menemani Dokter Miliader Kejam
Violet, harus membayar biaya operasi ayahnya, memutuskan untuk menjual keperawanannya, tapi dokter baik yang dia telepon bertekad untuk menariknya kembali dari jurang keterpurukan. Namun, setelah mereka berdua berbagi malam yang panas dan tak terlupakan, Dax mendapati dirinya terpikat pada Violet meskipun dia mengira bahwa Violet hanyalah wanita mata duitan lainnya. Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, akankah ikatan mereka yang rapuh ini bertahan?
Kembalinya Sang Ahli Waris (Sulih Suara)
Kembalinya Sang Ahli Waris (Sulih Suara)
Yaris mengalami kecelakaan dan mengalami koma selama tiga tahun. Selama tiga tahun ini, pacarnya, Mira bekerja keras untuk mengumpulkan biaya medis bagi Yaris. Namun kerabat Mira berencana memperkenalkan Mira kepada pemuda kaya. Mira lebih memilih mati daripada tunduk, dan dalam perselisihan itu, Yaris terbangun.Yaris menunjukkan identitas aslinya. Kemudian Yaris membantu Mira dan keluarganya menghadapi semua orang yang selama ini menghina dan menindas mereka.
Panglima Begitu Menawan
Panglima Begitu Menawan
Pada awal era Republik, Jaya Guhara, putra perdana menteri, menikah di usia 10 tahun dengan Luvia Loekito yang seusia. Dalam didikan Luvia, Jaya pelan-pelan menaruh perasaan padanya. Setelah itu mereka berpisah. Saat bertemu lagi, Jaya sudah menjadi Panglima Daerah Bejara yang namanya disegani, sementara Luvia justru menjadi ketua musuh besar Pasukan Bejara, yaitu Geng Naga Biru. Begitu Jaya tahu identitas Luvia, hal pertama yang dia lakukan adalah datang sebagai mantan suami yang lagi jatuh, lalu masuk sebagai menantu cowok numpang dan minta pertanggungjawaban.