Logo
ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir

ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir

58 Bab
Tamat
Dalam ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir, Isabella terjebak dunia prostitusi eksklusif demi mengungkap misteri pembunuhan tunangannya oleh Ronald. Romance novel ini menyajikan pengkhianatan dan dendam keluarga yang membahayakan nyawa. Baca online novel penuh intrik ini sekarang.
Bab 1 dari ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir

Pagi baru saja merekah di Desa Kedung Renggan. Kabut masih menggantung di antara batang-batang bambu, menyelimuti rumah-rumah reyot yang berdiri miring seolah siap rubuh diterpa angin. Di salah satu sudut desa yang paling terpinggir, tinggal keluarga kecil: Isabella, gadis cantik berusia delapan belas tahun, bersama ayah dan ibunya.

Pagi itu, Bella baru selesai mandi di sumur belakang rumah. Handuk tipis berwarna pudar membalut tubuhnya yang semampai. Ia menuruni tangga bambu menuju dapur, rambutnya masih basah, meneteskan air ke lantai tanah. Ia tidak tahu bahwa tamu tak diundang telah menunggu di ruang depan.

Tuan Jo duduk menyeringai di kursi tua, kakinya bersilang dan tangan kanannya menepuk-nepuk lutut. Matanya yang sipit dan dipenuhi keriput itu mengamati Bella dengan tajam, seperti binatang buas mengincar mangsanya. Ia sudah lama mengincar gadis ini. Dan hari ini, ia merasa waktunya telah tiba.

"Selamat pagi, Nona Bella," sapa Tuan Jo, suaranya berat dan licik.

Bella terkejut bukan main. Ia refleks menutup tubuhnya dengan tangan, wajahnya merah padam. "Apa-Apa yang Tuan lakukan di sini? Ayah saya belum pulang dari ladang..."

Tuan Jo tidak menjawab langsung. Ia bangkit dari kursi, langkahnya berat namun penuh percaya diri. Matanya tak lepas dari Bella. "Aku ke sini bukan untuk ayahmu. Aku ke sini... karena hari ini adalah hari penentuan, Bella."

Bella menelan ludah, merapatkan handuknya. Hatinya berdegup kencang. Ia tahu hutang ayahnya makin menggunung. Tapi tak pernah ia bayangkan Tuan Jo akan datang sendiri ke rumah.

"Sudah cukup lama, ya? Tiga bulan, dan tak sepeser pun ayahmu kembalikan. Aku sudah sangat... sabar," lanjut Tuan Jo dengan senyum dingin. "Jadi... saat ini aku pikir, sudah waktunya kita bahas jaminannya."

Bella mundur satu langkah. Ia merasakan udara pagi yang dingin menusuk kulitnya, tapi itu tak seberapa dibanding rasa takut yang merayap di tubuhnya.

"Jaminan?" bisiknya.

Tuan Jo tertawa pelan. "Kau. Ayahmu sendiri yang menawarkannya. Menjadi istriku. Istri ketigaku. Kau tahu, aku kesepian di usia tua. Dan kau... ah, Bella. Lihat dirimu sekarang. Segar seperti bunga pagi. Apa lagi yang lebih menyenangkan daripada memiliki kau di ranjangku?"

Bella ingin muntah mendengar kata-katanya. Ia menggigit bibirnya, menahan marah, menahan malu. "Saya bukan barang, Tuan Jo!"

Tuan Jo mendekat lebih lagi. Tangannya hendak menyentuh lengan Bella, tapi gadis itu mundur cepat, punggungnya menabrak dinding dapur.

"Kau akan berubah pikiran setelah lihat ayahmu menderita," ucapnya, suaranya pelan namun mengancam. "Kalau tidak mau, aku bisa kirim orang-orangku buat ajar dia pelajaran. Atau... kubakar rumah ini. Pilihannya mudah, Bella."

Tepat saat itu, suara kaki berlari terdengar dari luar. Seorang remaja lelaki muncul dengan nafas memburu. Chiko.

"Hei! Apa yang kau lakukan pada Bella?!" teriaknya marah.

Tuan Jo berbalik. "Anak ingusan, ini bukan urusanmu!"

"Aku tak akan biarkan kau sentuh Bella!" Chiko berdiri tegak, meski tubuhnya gemetar menahan amarah.

Tuan Jo mendengus, lalu melangkah keluar. Tapi sebelum pergi, ia menatap Bella dengan tajam. "Kau punya waktu sampai malam ini. Pilihannya mudah, Bella. Jadi istriku, atau ayahmu mati."

Pintu kayu itu menutup keras di belakangnya.

Bella jatuh terduduk di lantai, bahunya bergetar. Chiko berlari menghampiri, meraih bahunya. "Bella, aku akan jaga kamu. Aku janji..."

Air mata Bella mengalir. Dunia yang selama ini dikenalnya, kini mulai runtuh perlahan.

***

Sore hari, langit desa tampak sendu, seolah ikut merasakan nestapa yang menyelimuti hati Bella. Ia duduk di tangga rumahnya, mengenakan daster lusuh berwarna biru langit, rambutnya diikat asal, mata sembab karena menangis. Di hadapannya, Chiko berdiri dengan wajah serius, menatap jalanan sepi yang memanjang ke arah kota.

"Aku udah bilang sama Om Idin, besok pagi motorku dibawa," ucap Chiko pelan tapi pasti.

Bella tertegun. "Motor itu satu-satunya milik kamu, Chik. Itu juga yang kamu pakai ke sekolah..."

Chiko menoleh cepat, memotong kalimat Bella. "Aku bisa jalan kaki. Aku bisa numpang. Itu semua nggak penting dibanding kamu dijadiin istri ketiga lintah darat kayak Tuan Jo!"

Suara Chiko bergetar menahan amarah. Tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya. Bella meraih tangannya dan menggenggam erat.

"Aku nggak akan pernah nyerahin diriku ke dia. Sekalipun dunia ini ambruk," ucap Bella, suaranya parau tapi penuh tekad.

Chiko menatap wajah gadis itu lama. "Aku tahu kamu nggak akan nyerah. Itu sebabnya aku harus bantu. Kita nggak punya waktu. Kalau uang dari motor itu cukup, kita bisa bayar sebagian, atau paling nggak tahan dia beberapa hari."

Bella menggeleng pelan. "Tapi jumlahnya besar, Chik. 100 juta. Motor kamu paling laku berapa?"

Chiko tertawa miris. "Om Idin cuma mau bayar tujuh juta. Aku tahu itu belum cukup. Tapi lebih baik kita usaha daripada diem aja."

Bella terdiam. Ada rasa hangat di hatinya melihat usaha Chiko. Lelaki itu memang bukan orang kaya, tapi ia satu-satunya yang selalu berdiri di sisinya. Selalu. Bahkan saat seluruh desa mencibir keluarga Bella sebagai beban, Chiko tetap datang membawa secercah harapan.

"Aku cinta kamu, Bella," kata Chiko tiba-tiba. "Aku tahu kamu juga cinta aku. Aku janji, aku akan lulus jadi tentara. Aku akan ubah nasib kita. Tapi sekarang... kita harus bisa selamatin kamu dari Tuan Jo."

Air mata kembali mengalir di pipi Bella. Ia mengangguk sambil menggenggam tangan Chiko lebih erat. Di balik penderitaan yang menyesakkan, cinta di antara mereka menjadi satu-satunya cahaya yang masih bersinar.

***

Malam turun dengan cepat. Di balik jendela yang terbuka, suara jangkrik bersahut-sahutan, seolah jadi latar bagi kegelisahan yang menggantung. Ayah Bella pulang dalam keadaan mabuk, tak tahu bahwa hari ini, lintah darat keparat itu sudah datang menuntut janjinya.

Bella duduk di depan cermin kecil di kamarnya, memandangi wajahnya sendiri. Cantik, kata banyak orang. Tapi apa gunanya kecantikan, jika dunia ingin menginjaknya?

Ketukan keras tiba-tiba terdengar di pintu rumah.

Bella dan ibunya yang sedang memasak saling berpandangan panik.

Chiko masuk terburu-buru lewat pintu belakang. "Bella... dia datang."

Tuan Jo berdiri di depan pintu dengan dua orang lelaki bertubuh kekar di belakangnya. Matanya menyapu ruangan dengan tatapan tajam seperti harimau lapar. "Aku datang untuk mengambil janjiku."

Bella berdiri tegak, meski lututnya lemas. "Saya tidak akan jadi istri ketiga Anda. Kami akan bayar hutangnya."

"Uangmu mana?" Tuan Jo menyeringai.

Chiko melangkah maju, mengeluarkan amplop berisi uang hasil penjualan motornya. "Ini tujuh juta. Kami minta waktu satu minggu untuk sisanya."

Tuan Jo mengambil amplop itu, menimbang-nimbang isinya. Ia mengangkat alis. "Kalian pikir aku main-main?"

"Kasih kami waktu!" pinta Bella. "Tolong..."

Tuan Jo mendekat, menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan Bella. Napasnya berbau tembakau dan tuak. "Satu minggu. Tapi kalau kalian kabur atau coba-coba akali aku... ayahmu yang akan kubuat cacat."

Malam itu Bella duduk bersama Chiko di atas tikar bambu. Angin malam meniup masuk lewat celah-celah dinding rumah yang bolong. Mereka tak berbicara banyak. Hanya duduk berdampingan. Bahu mereka bersandar satu sama lain, saling memberi kekuatan.

"Aku akan pergi ke kota besok," bisik Bella.

Chiko menoleh cepat. "Apa? Buat apa?"

"Aku akan cari pekerjaan. Jadi pembantu, jaga toko, apapun. Asal bisa bantu lunasi hutang."

"Jangan, Bella. Itu kota, bukan desa kita. Kamu sendirian-"

Bella menatapnya dengan mata merah tapi penuh nyala keberanian. "Aku nggak bisa terus jadi gadis desa yang cuma bisa pasrah. Aku harus berani. Demi kita."

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Chiko memeluk Bella erat.

Mereka tahu... malam ini mungkin menjadi malam terakhir sebelum segalanya berubah.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
Dalam novel romantis miliarder Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan, baca novel online ini tentang pengkhianatan tunangan yang memilih menikahi cinta pertamanya demi bakti. Sang protagonis memutuskan membatalkan pernikahan triliunan tersebut dan mencari calon suami baru melalui keluarganya.
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
Dalam novel modern FAMILIAR PLACES, Byan dan Gemi bertemu kembali setelah 15 tahun. Namun, pertemuan intim mereka terhalang status Gemi yang sudah bersuami. Ikuti kisah cinta rumit ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pembaca yang mencari romance novel dengan konflik mendalam.
Gadis Rahasia Kapten
Gadis Rahasia Kapten
Dalam Gadis Rahasia Kapten, Anatoly menyembunyikan turis Jerman di tengah perang Rusia. Namun, cinta ini terancam saat identitas Helen terungkap sebagai putri musuh. Baca romance novel penuh ketegangan ini di web novel pilihan Anda, di mana kesetiaan negara diuji oleh misi penyelamatan cinta.
Istri kedua tuan Salman
Istri kedua tuan Salman
Dalam romance novel Istri kedua tuan Salman, Aisyah terpaksa menikah demi melunasi hutang keluarga. Ia menjadi istri kedua Salman Alfarizki, putra konglomerat yang lahir dari selir. Simak perjuangan mereka menghadapi konflik status dan rahasia keluarga dalam billionaire romance books ini.
PAK DOSEN
PAK DOSEN
Ayumi Larasati harus menyembunyikan pernikahan rahasianya dengan Reza Syahrial demi menjaga status mahasiswa dan dosen di kampus. Dalam romance novel modern ini, keduanya berjuang menghadapi komitmen perjodohan sambil menutupi rahasia besar mereka dalam cerita di web novel ini.
PENYESALAN
PENYESALAN
Dalam novel PENYESALAN, Nadia memilih cerai setelah dikhianati Rizki. Ia membangun bisnis kuliner dan bertemu kembali dengan Hasbi, mantan tunangannya. Simak kisah modern novel ini tentang pilihan hidup dan peluang kedua dalam romance stories yang penuh dinamika.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO, Istrimu Telah Tiada
CEO, Istrimu Telah Tiada
Dia menderita penyakit mematikan, namun dia melihat suaminya membawa adiknya pulang. Dia tidak mempercayainya, menyiksanya. Sebuah kecelakaan membuatnya lupa segalanya. Namun dia menolak untuk membiarkannya melupakannya...
Hidup Kedua, Aturanku
Hidup Kedua, Aturanku
Dikhianati, hartanya dirampas, dan dibunuh oleh pacar selingkuh serta kekasih gelapnya, Nancy mendapat kesempatan hidup kedua. Setelah bangkit kembali, dia mengejutkan semua orang dengan menikahi pria terkaya di Riverport, Lincoln, dan membalas perbuatan orang-orang yang menghancurkannya. Untuk menyelamatkan perusahaan mendiang ayahnya, Nancy harus memenangkan taruhan bisnis kejam selama enam bulan. Dengan Lincoln sebagai sekutunya, dia melibas semua musuh, merebut kembali kekuasaannya, dan menulis ulang takdirnya.
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Bagaimana Aku Menaklukkan Sang Alfa
Luca Conri adalah si kerdil yang tanpa serigala dari Kawanan Megrin, yang gonggongannya lebih besar daripada gigitannya, selalu jadi bahan ejekan dan pelampiasan. Luca yang disiksa oleh kawanannya sendiri dan diburu oleh para saingannya, harus hidup di bawah perlindungan sang alfa dominan, sekaligus sahabat kakaknya, Dalton Grey. Tapi semuanya berubah saat mereka berdua menjadi jodoh satu sama lain, sebuah ikatan yang melanggar aturan alami kawanan. Ketika musuh mendekat dan tradisi mencoba memisahkan mereka, Luca dan Dalton harus memutuskan apakah mereka ingin menyerah pada godaan nafsu mereka dalam romansa terlarang yang mengancam nyawa mereka sendiri.
Jangan Ganggu Nenek
Jangan Ganggu Nenek
Harini Wulandari, Direktur Utama Grup Kejayaan, menyamar sebagai pengasuh di rumah anaknya selama lebih dari sepuluh tahun. Setelah menerima hinaan verbal dari cucunya, Ayu Prakoso, ia merasa sangat kecewa. Ia pun berhenti menahan diri, menarik kembali kekayaannya, membekukan rekening bank, mengungkapkan identitas aslinya, dan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Kini, ia kembali memegang kendali atas grupnya dan memulai hidup baru, membuat keluarga yang tidak tahu berterima kasih itu menanggung konsekuensi pahit.
Setelah Menikah Kilat, menjadi Kesayangan Orang Kaya Tersembunyi
Setelah Menikah Kilat, menjadi Kesayangan Orang Kaya Tersembunyi
Awalnya, dia mengira bahwa suaminya yang menikah secara tiba-tiba hanyalah pekerja biasa. Namun, setelah menikah, dia menyadari bahwa suaminya sebenarnya sangat kaya. Setelah menyelidiki lebih lanjut, ternyata dia adalah seorang CEO berkekayaan miliaran! Seketika, dia menjadi istri dari keluarga kaya raya, seakan-akan meloncat ke surga dalam sekejap.
Operasi untuk Pak Pendi
Operasi untuk Pak Pendi
Joey Luvena memungut Pendi Jadika yang terluka parah di desa. Setelah melakukan operasi untuknya, Joey pun meninggalkannya. Pendi yang banyak kehilangan darah nggak melihat wajah Joey dengan jelas. Di sisi lain, demi memenuhi perjanjian pernikahan yang dibuat kakeknya, Joey menikah dengan pria dari Keluarga Jadika dan memulai hidup berumah tangga bersamanya selama 100 hari!