Logo
Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua
Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua

Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua

71 Bab
Tamat
Dalam Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua, Fira dan Ubay nekat mengunjungi Bu Diyah meski dilarang. Namun, teror menghantui saat mereka dilarang mendekati gubuk misterius. Ungkap misteri dalam mystery story ini yang penuh ketegangan layaknya horror novel populer saat ini.
Bab 1 dari Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua

“Nda, minggu besok apa jadi ke rumah ibu?” tanya mas Ubay.

Dia suamiku. Sedangkan namaku Fira. Kita berdua berada di dapur. Dia duduk di belakangku, tepatnya di meja makan. Aku sedang memasak mumpung jagoan kecilku terlelap tidur.

Jam di dinding menunjukkan pukul setengah enam sore, sudah hampir maghrib tapi Arsya—putraku belum juga bangun. Dia tidur dari jam setengah empat tadi. Mungkin dia kelelahan habis main dengan teman-temannya.

“Jadi dong, Yah. Kita sudah lama lho, nggak ke sana. Sejak aku hamil Arsya, kita belum pernah bertemu sama ibu lagi. Apa kamu nggak kangen, Yah?”

Aku memasukkan bumbu-bumbu ke dalam wajan.

“Kangen sih pasti, Nda. Tapi ibu ‘kan yang menyuruh kita nggak main ke rumahnya. Apa lebih baik kita menuruti apa kata ibu saja?”

“Yah … kok ngomong gitu sih? Kita sudah lima tahun lho nggak main ke sana. Apa kamu nggak kasihan sama ibu? Mungkin di sana beliau sangat kesepian. Bapak juga udah lama meninggal. Ibu pasti ingin ketemu sama kita dan cucunya, Yah. Apa kamu tega, Arsya dari bayi nggak pernah lihat neneknya lho, Yah.”

Aku terpaksa menghentikan pekerjaan untuk sesaat dan melihat mas Ubay.

“Bukan begitu, Nda. Ibu ‘kan sudah nggak tinggal di rumah yang dulu. Semenjak bapak meninggal beliau pindah ke rumah yang ada di desa terpencil. Ibu juga sering titip pesan sama paman, kalau kita dilarang pergi ke sana. Mangkanya, aku nggak pernah ajak Bunda ke sana lagi.”

Perkataan mas Ubay memang benar. Namun, rasanya tak tega jika harus seperti itu terus. Aku rasa ibu mertua pun ingin melihat anak-anak dan cucunya, tapi entah apa alasannya kami dilarang untuk mengunjungi beliau. Aku pun sebenarnya ingin membawa beliau untuk tinggal di rumah ini bersama kami. Namun, beliau menolak.

“Tapi Yah … aku kasihan sama ibu. Sekali-kali kita kasih kejutan nggak apa-apa ‘kan? Pasti beliau akan sangat bahagia.”

Aku kembali sibuk dengan wajan penggorengan.

“Bunda yakin, mau tetap ke sana? Kalau ibu justru nggak suka kita ke sana gimana, Nda?”

Mas Ubay berkata seolah enggan datang ke rumah ibu. Padahal beliau adalah ibu kandungnya sendiri dan kami khususnya mas Ubay tidak pernah ada konflik besar yang terjadi. Jadi, kenapa mas Ubay sepertinya mempersulit kedatangan kami ke rumah beliau?

“Ayah, kamu kenapa sih? Beliau ‘kan ibu kandungmu, Yah? Kenapa kamu seolah malas menemui beliau. Jangan gitu dong, Yah. Nggak baik.”

Terpaksa, aku kembali memalingkan badan dan menatap mas Ubay dengan tatapan tak suka. Keningku mengerut agar dia tahu perasaanku.

Mas Ubay yang kutatap sedemikian rupa hanya bergeming. Mungkin dia merasa bersalah. Karena ekspresinya seperti itu, aku kembali menyibukkan diri dengan masakanku yang tak kunjung usai.

“Kita silaturahmi sama ibu, Yah. Aku yang mantunya saja kangen, masa Ayah yang anak kandungnya sendiri biasa saja. Jangan begitu dong, Yah … Arsya juga pasti ingin bertemu sama neneknya. Kasihan kalau sampai ibu sudah nggak ada di dunia kita baru menyesal. Nggak mau begitu ‘kan, Yah?”

Ocehan di mulutku tak mau berhenti. Padahal tadi aku sudah melihat ekspresi bersalah dari wajah mas Ubay. Namun, aku masih saja belum puas jika hanya berdiam diri mengetahui suami sendiri yang enggan datang ke rumah ibunya. Bagiku itu salah.

Bagaimana pun orang tua yang kadang menyebalkan, mereka tetap orang yang sangat berjasa di hidup kita. Apalagi seorang ibu yang merawat kita dari dalam kandungan sampai bisa berdiri tegak menyongsong dunia. Sepertinya durhaka jika sampai melupakan jasanya begitu saja.

“Nda, masaknya nggak selesai-selesai? Dari tadi aku sudah menunggu di depan lho. Biasanya Bunda nyamperin kalau sudah selesai masak, ini kok lama banget. Sudah hampir maghrib, jadi aku masuk saja nemuin Bunda di dapur.”

Bibirku yang belum lama terdiam, dikagetkan dengan suara seseorang yang sangat kukenal. Kumatikan kompor dan memalingkan badan melihat seseorang yang baru saja berbicara padaku.

Aku kaget saat melihat mas Ubay berdiri di ambang pintu pembatas dan berjalan perlahan menuju ke tempatku berdiri. Sepertinya mas Ubay baru datang dari arah depan. Padahal dari tadi dia sedang duduk di meja makan yang jauh dari sana. Kami pun berbicara panjang lebar, tapi kenapa mas Ubay terlihat seperti baru saja datang?

Beberapa kali mataku melihat ke arah meja makan yang belum lama ini diduduki olehnya. Namun sekarang dia sudah berada di dekatku berjalan dari arah depan. Padahal meja makan ada di sisi sebelah kanan ruangan ini, sedangkan pintu pembatas ada di sisi sebaliknya.

“Yah, dari tadi kamu duduk di sana ‘kan?”

Aku menunjuk ke meja makan.

Kini giliran mas Ubay yang mengerutkan keningnya.

“Maksud kamu apa, Nda?”

“Iya, tadi ‘kan kita bicara membahas soal pergi ke rumah ibu. Kamu duduk di sana ‘kan?”

Aku kembali memastikan.

“Apaan sih, Nda? Aku baru datang ke sini lho?” ucapnya seraya menatapku aneh.

“Ayah nggak usah iseng ya sama Bunda. Dari tadi kita berbicara lho, Yah. Kamu kayak nggak mau pergi gitu ke rumah ibu. Aku protes dong sama kamu. Terus sekarang kamu mau isengin aku, Yah? Kamu nggak terima sama ucapanku?”

“Bunda, jangan aneh-aneh deh. Aku dari tadi di depan nungguin kamu selesai masak tapi lama banget nggak kelar-kelar. Aku susul saja ke sini. Dan lagi, aku nggak pernah ngomong kalau aku nggak mau pulang ke rumah ibu. Padahal aku sudah kengen banget sama beliau. Mana mungkin aku ngomong begitu sama kamu, Nda. Kamu kecapekkan kali, butuh istirahat biar nggak ngehalu gitu, Nda.”

“Yah! Jangan iseng ya! Kamu dari tadi duduk di sana kok!”

Aku kembali menunjuk ke tempat duduknya tadi.

“Aku nggak mungkin salah, Yah. Jelas-jelas kamu duduk di sana ngobrol sama aku. Ayah jangan iseng, sok-sokan akting datang dari arah depan!”

“Bunda ini aneh. Aku baru saja datang ke sini sudah dituduh macam-macam,” ucapnya seraya mencomot masakanku dan pergi mengambil piring.

“Tadi kamu duduk di sana, Yah. Nggak mungkin aku salah lihat. Kita ngobrol juga kok.”

Aku tak mau kalah.

“Nda ….”

Arsya memanggilku dari kamar.

“Itu Nda, Arsya udah bangun. Kamu itu ada-ada saja. Sebelum pergi ke rumah ibu, kamu harusnya istirahat dulu, Nda. Perjalanan kita panjang lho, Nda. Aku lapar, mau makan dulu.”

“Ah Ayah, aku tuh nggak mungkin salah lihat,” dengusku sambil pergi ke kamar jagoan kecilku.

“Padahal jelas-jelas kami mengobrol, tapi kenapa mas Ubay kayak nggak tau apa-apa. Aneh banget sih,” gumamku seraya berjalan menemui Arsya di kamarnya.

“Nda ….”

Kembali Arsya memanggilku.

“Iya Sayang. Bunda datang.”

“Nda … hiks!”

Aku segera mendatangi Arsya yang tiba-tiba saja menangis. Tak biasanya dia bangun tidur seperti ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Alkisah Bunga Teratai
Alkisah Bunga Teratai
Dalam fantasy Alkisah Bunga Teratai, Sagara melatih tujuh manusia berkekuatan mistik untuk menjaga dunia supranatural. Melalui misi berbahaya, mereka menghadapi takdir reinkarnasi dan pertarungan nyawa. Baca adventure story ini di webnovel untuk mengungkap rahasia masa lalu mereka.
Dicintai Raja Siluman Ular
Dicintai Raja Siluman Ular
Dalam fantasy romance Dicintai Raja Siluman Ular, Alana terjebak misteri hilangnya mantan istri suaminya, Cakra. Di rumah penuh ular ini, ia harus mengungkap rahasia sosok pria asing dalam mimpinya. Baca web novel ini untuk mengikuti perjuangan Alana mengungkap kebenaran.
Istri Tetanggaku Kuntilanak
Istri Tetanggaku Kuntilanak
Dalam Istri Tetanggaku Kuntilanak, Alif terjebak misteri hilangnya bayi di Kampung Menyan. Di tengah persaingan Lisa dan Ning, ia terobsesi pada Kumara, istri tetangga yang diduga hantu. Ikuti adventure penuh teka-teki ini dalam horror novel dan mystery story yang mencekam.
Jeritan yang Tak Terdengar
Jeritan yang Tak Terdengar
Baca Novel Online Jeritan yang Tak Terdengar. Novel misteri horor ini mengisahkan Yolanda yang dikurung di ruang bawah tanah oleh ayahnya akibat tuduhan palsu hingga tewas mengenaskan. Temukan kisah tragis penuh dendam dalam rilis buku baru bergenre thriller modern ini.
Misteri Desa Purnama
Misteri Desa Purnama
Dalam Misteri Desa Purnama, Aldi mencari ketenangan namun justru menemukan kemampuan supernatural tersembunyi. Menghadapi ancaman mistis di desa terpencil, ia harus bertahan di tengah teror misteri story dan elemen horror novel yang mencekam. Simak kelanjutannya di web novel ini.
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
Dalam PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN, Lintang memburu pembunuh ibunya. Namun, ia justru terjebak misteri ayahnya, Ki Narendra, yang menggadaikan jiwa demi sakti. Petualangan horror novel ini penuh klenik dan bahaya, menjadi pilihan adventure story seru bagi pembaca web novel Indonesia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kotak yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Kini
Kotak yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Kini
Seorang pengantar makanan menyelamatkan sebuah dinasti dengan kotak pengantar makanan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Hari Pernikahan yang Ditulis Ulang
Hari Pernikahan yang Ditulis Ulang
Pada hari pernikahannya, Sarah terlahir kembali. Dia menatap buket bunga murahan dari Allison, anak perempuan pengasuhnya, lalu mencibir. Di kehidupan sebelumnya, hanya karena satu momen kelemahan, Allison berhasil merebut buket jadinya yang tak ternilai, tunangannya, bahkan saudara laki-lakinya, dan menyebabkan Sarah mati di jalanan. Kini, dengan warisan dari kakeknya tergenggam di tangan, sorot mata Sarah jadi tajam. Pembalasan dendam telah dimulai.
Sekali Gigit, Selamanya Terikat
Sekali Gigit, Selamanya Terikat
Delapan tahun Cinta menyimpan rasa, sekali menyerah, dibayar tanpa kata. Raka merengkuh di malam penuh asa, tapi pagi menjauh seolah tak kenal siapa. Disangka berpisah, justru dibawa pulang ke pusaran luka. Kini, di antara cinta, dendam, dan luka yang tak kunjung reda… mampukah Raka merebut kembali hati yang telah ia beri luka? Atau harus rela kehilangan wanita yang ia cinta?
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Demi balas budi Lukas Lamja, Susi Yurojo sang genius bisnis Kota Japura, berjanji membantu tunangannya si Lukas membangun usaha dari nol dan memberi dia 10 kesempatan berbuat salah. Berkat usaha Susi, Grup Lamja dengan cepat berdiri kokoh di Kota Japura, tapi belum bisa melantai di bursa efek. Tunangannya yang dulu begitu penyayang kini justru terus menyudutkannya. Di bawah hasutan adik sepupunya, Tina Sanjaya, Lukas berkali-kali menyakiti hati Susi hingga sedalam-dalamnya. Begitu 10 kesempatan berbuat salah habis terpakai, Susi langsung mengkahiri pertunangan. Sejak hari Susi pergi, Grup Lamja mulai mengalami krisis.
[Versi suara dubbing] Tempat Dimana Hati Saya berada
[Versi suara dubbing] Tempat Dimana Hati Saya berada
Seorang pekerja kantor modern yang terluka karena cinta menerima bantuan dari seorang prajurit kuno untuk menyelesaikan krisis. Keduanya jatuh cinta satu sama lain, dan prajurit itu tinggal karena cinta alih-alih kembali ke rumahnya...
Suami untuk Tiga Tahun (Sulih Suara)
Suami untuk Tiga Tahun (Sulih Suara)
Ezra yang sudah hidup ribuan tahun menepati janji pada muridnya yang sekarat untuk menjaga keluarganya selama tiga tahun. Selama waktu itu, dia menikahi cucu sang murid, tapi malah diperlakukan dingin dan diremehkan. Meski sering disulitkan, Ezra tetap sabar. Begitu tiga tahun berlalu, dia pergi tanpa penyesalan.