Logo
Hanin & Wahyu
Hanin & Wahyu

Hanin & Wahyu

73 Bab
Tamat
Hanin & Wahyu mengisahkan saudara kembar yang terpisah nasib saat dewasa. Perbedaan kasta antara konsultan bank dan petugas cleaning servis menciptakan konflik tajam dalam romance modern ini. Baca web novel ini untuk melihat bagaimana pola asuh yang kontras berdampak fatal bagi anak mereka.
Bab 1 dari Hanin & Wahyu

“Min, kapan anakmu lahir?” tanya Suratman saudara kembar

Suratmin dengan nada mengejek.

“Alhamdulilah, Mas, kata bidan sih tinggal menghitung

hari saja paling tidak tiga atau lima hari lagi,” jawab Suratmin dengan santai

sembari membuat meja kecil dari kayu untuk di dapurnya.

“Berarti istri kamu melahirkan nanti di bidan dong?”

“Iya, nggak apa-apa, lagian nggak ada uang juga kalau harus

di rumah sakit, bayarannya mahal, nggak sanggup aku,” kilahnya merendah diri.

“Iya sih kamu kan jadi OB di warung makan kecil, gajimu berapa

di sana, Min?”

“Nggak cukuplah pastinya, kalaupun ngutang nanti susah

bayarnya, apalagi sama saudara nanti pura-pura amnesia kalau ditagih, lebih

baik yang sesuai kemampuan saja, nggak usah neko-neko!” hardiknya sembari

mengejek dengan jelas.

“Iya, Mas, makanya  disesuaikan

dengan kemampuan kami.” Suratmin tersenyum walaupun di dalam hatinya sangat

sakit dengan perkataan saudara kembarnya itu.

“Bagus deh tahu diri juga kamu. jadi nggak menyusahkan aku,

soalnya istriku rencananya sih mau lahiran di rumah sakit kalau perlu operasi

secar biasalah mau cari  tanggal yang

hoki gitu,” jelasnya bersemangat.

“Ngapain operasi secar Mas, kalau masih bisa normal, kecuali

kalau memang harus jalan operasi ya mau nggak mau,” tandas Suratmin menjelaskan.

“Itukan menurutmu, Min, kalau aku bedalah orang kaya itu harus

terlihat kayanya dong, jangan kayak orang miskin!” sahutnya tak mau kalah.

Senyum yang dipaksakan selalu dia lakukan lantaran agar

tidak menyinggung perasaan Suratman yang lebih kaya dari Suratmin.

Sudah sering kali Suratman merendahkan Suratmin lantaran menjadi

orang miskin baginya.

Perbincangan di hari minggu itu membuat Susi istri dari

Suratmin menitikkan air matanya ketika mendengar percakapan mereka.

Namun buru-buru dia usap air matanya dengan daster panjang

yang terlihat kusam dan banyak tambalan di mana-mana,  agar tidak ketahuan oleh Suratmin kalau dia

baru saja menangis.

 Susi kembali ke dapur

untuk memasak makan siang. Hanya goreng tempe, sambal terasi dan tumis kangkung

membuat aroma masakan yang dibuat oleh Susi menyeruak sampai keluar.

Penciuman hidung Suratman sangat tajam sampai tak terkendalikan

sehingga perutnya selalu berbunyi. Di saat itu juga istri Suratman yaitu Siska

ikut datang ke rumah kontrakan kecil milik Suratmin.

Sudah hal lumrah untuk pasangan suami istri ini yang mereka

bilang orang kaya itu setiap hari selain hari Jum’at mereka akan datang entah

pagi, siang ataupun malam ke rumah kontrakan 

Suratmin.

Apalagi kalau bukan minta makan, padahal Suratmin  juga dalam  kekurangan bahkan tidak pernah dia meminta

apapun, tetapi Suratman dan istrinya tetap tidak peka dengan keadaan.

“Assalamu’alaikum!”

“Wa’alaikumsalam!”

“Eh Mbak Siska, mau jemput Mas Suratman ya?” tanya Suratmin tersenyum renyah ketika selesai membuatkan meja kayu untuk istrinya.

“Biasalah, hari Minggu main-main ke rumah saudara, nggak

apa-apa kan?” balasnya dengan santai.

“Berarti aku juga bisa main-main ke rumah sampean toh?”

tanya Suratmin semringah.

“Ngapain ke rumah nggak ada apa-apa di sana, lagian kalau di

sini kan ada makanan, tuh sepertinya istrimu sudah selesai masak, ayuk kita

makan,” ajak Suratman dan langsung masuk ke dalam tanpa di suruh.

“Ayuk, Mbak silakan masuk!” ajak Suratmin tersenyum yang

dipaksakan.

“Wah dengan senang hati, dong,” jawabnya dan langsung

menyelonong ke dalam.

Sampai di dapur, Susi yang selesai masak pun langsung menghidangkan

makanan diatas dipan yang terbuat dari kayu.

Nasi yang masih panas mengepul dengan baunya yang wangi,

ditambah sambal terasi yang menggugah selera.

Mereka pun sudah duduk menghadap makanan yang disajikan

Susi.

“Loh, Mas dan Mbak mau numpang makan lagi, kenapa nggak makan di rumah?” tanya Susi yang mulai kesal dengan tingkah mereka.

“Kamu kan tahu Mbakmu ini malas masak, lagian pembantu kalau

masak itu-itu saja, bosan nggak ada variasinya, beda sama kamu selalu

ganti-ganti walaupun hanya tempe saja,” kilah Suratman yang sudah tidak sabar

ingin menyantap makanan yang ada didepannya.

“Ya belajar dong, Mbak, sebentar lagi mau lahiran juga terus

siapa yang mengurus, Mbak nanti?” tanya Susi kepada Siska.

“Aku belum ngambil cuti sayangkan uangnya, nanti tunggu dua

atau tiga harilah, baru aku rehat dan kita mau pakai baby sister aja, aku kan

wanita karier ya bedalah sama kamu yang Cuma rebahan saja nggak ada kegiatan,”

sahutnya dengan nada menyinggung.

Tak lama kemudian Suratmin datang dan ikut bergabung duduk

di antara mereka.

“Ayuk, cepatan toh, aku sudah lapar nih!” ucapnya dengan

cepat tangannya mengambil nasi itu sudah berpindah cepat dipiringnya.

“Sus, kamu kok masak sedikit amat, jangan pelit-pelit sama

keluarga, nanti nggak berkah loh!” ucapnya sembari melahap makanan itu dengan

lahap begitu juga dengan Siska istrinya tanpa malu-malu dai pun menambah porsinya

dengan alasan harus makan yang banyak karena hamil.

Mendengar ucapan Suratman, Susi kembali terhenyak dan

membuat selera makannya berkurang.

“Loh bukannya kalian ya yang pelit, buktinya makan terus di

sini gratis pula, kan duit banyak tinggal telepon pesan makanan terus datang

lalu bayar, ngapain toh susah-susah ke sini!”

“Berasku tinggal sedikit, Mas, yang jatahnya cukup untuk

sebulan, eh malah nggak cukup, harusnya tahu diri dong!” ejek Susi tetapi

mereka pun tetap tidak memedulikan omongan Susi, karena masih menikmati

makanannya sehingga semua yang disajikan tadi ludes seketika tidak menyisakan

Suratmin.

“Wah enak sekali makananmu Sus, sampai lupa nggak nyisakan

makanannya!” ucap Suratman dengan enteng.

“Kalau mau makan banyak sini, mana uangnya biar aku buatkan

lagi kayak tadi dan bisa sampean bawa pulang makan di rumah kalian saja!” ucap

Susi sembari mengulurkan tangannya untuk minta uang.

“Lah, aku nggak ada uang kecil, adanya juga uang merah semua,

kalau kasih kamu yang untung kamu dong, makanan seperti ini nggak nyampe tiga

puluh ribu juga nanti mau minta angsulannya bilang nggak ada kembaliannya,

orang miskin kan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan!” rutuknya membuat

Susi bertambah kesal.

“Ya Allah, Mas nggak apa-apa, aku belikan di warung tunggu

sini nanti uang kembaliannya tak kasih sampean lagi, bagaimana?”

“Alah itu akal-akalan kamu saja, nanti kalau kamu

lebih-lebihkan harga di warung bagaiamana bilang beli kangkung harganya cuma

tiga ribu seikat nanti kamu bilang lima ribu, tekor dong aku!” hardiknya kesal.

“Kalau begitu sama-sama ke warung supaya tahu harga semua

kebutuhan yang di beli, bagaimana?” usul 

Suratmin padahal dia sudah tahu jawabnnya.

“Nggak lah, aku malas kayak gitu, aku ini orang kaya, malu

lah belinya kok gituan, nggak level!” tolaknya.

“Ya sudah biar Mbak Siska saja yang ke warung, nanti biar

aku yang masakan, bagaimana ini alternatif terakhir loh!” ucap Susi yang hampir

putus asa mendengar alasaan demi alasan yang dibuatnya.

“Aku kamu suruh ke warung nggak ah ... nggak mau, nggak

level dengan warung kotor, bau, banyak kumannya ... iiihhh!” Siska mendelik

jijik saat membayangkan pergi ke warung dengan memakai sandal uang harganya

bisa mencapai satu juta rupiah itu.

Suratmin yang mendengarnya hanya biaa tertawa kecil

menampilkan deretan giginya yang putih, sedangkan Susi hampir kehilangan cara

untuk membuat mereka mengerti tetapi dia tidak ingin selalu dikelabui oleh

mereka yang bergelar sultan itu.

“Loh Mbak ini bagaimana sih, masakan yang aku buat itu dari

sana loh, yang Mbak bilang bau, kotor, banyak kumannya, berarti masuk ke perut

bahaya dong?” ejek Susi.

“Ya nggak lah, buktinya kamu dan Suratmin makan juga, nggak

ada masalah tuh, baik-baik saja!” jawabnya lagi dengan santai.

“Huh ... tenang Susi, tenang ... sabar ... aku harus banyak

istighfar kalau menghadapi mereka, untungnya aku tidak menikah dengan Suratman,

bisa pusing kepala aku dibuatnya tiap hari,” gerutunya dalam hati.

“Baiklah, kalian seperti benalu kok di rumah orang miskin,

benalu itu di rumah orang kaya, ini nggak bisa dibiarin , pokoknya aku akan  membuat mereka nggak ke sini lagi pelitnya

minta ampun malah kita lagi yang dibilang pelit!” rutuknya dengan kesal.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Seroja
Cinta Seroja
Dalam romance novel Cinta Seroja, Seroja Wijaya harus menghadapi pahitnya perceraian setelah dijodohkan paksa. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangannya menemukan kebahagiaan sejati saat bertemu kembali dengan Alzidan, teman masa kecilnya yang membawa harapan baru dalam hidupnya.
DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
Dalam DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI, Prasasti terjebak intrik tiga putra keluarga Adisurya. Usai difitnah Pramudya, ia terpaksa menikah dengan Prahara demi reputasi. Kini ia harus bertahan dari ancaman maut di billionaire romance novels ini, sebuah modern novel penuh pengorbanan.
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
Dalam romance novel DINIKAHI KONGLOMERAT, Sinta menghadapi teror dan hinaan kasta setelah menerima lamaran Tuan Muda Ashraf. Di tengah tekanan keluarga, ia berjuang membuktikan martabatnya. Baca kisah billionaire romance books ini untuk melihat perjuangan Sinta meraih takdirnya.
Dinodai Calon Kakak Ipar
Dinodai Calon Kakak Ipar
Dalam novel modern Dinodai Calon Kakak Ipar, seorang wanita terusir setelah difitnah. Kini ia menjadi penyedia jasa bagi pria kaya demi bertahan hidup. Tak disangka, ia bertemu kembali dengan penghancur masa lalunya dalam kisah billionaire romance books yang penuh intrik dan tuntutan tak terduga.
Godaan Desah Majikan
Godaan Desah Majikan
Dalam novel modern Godaan Desah Majikan, seorang pekerja terjebak dalam dilema kesetiaan dan ambisi saat menghadapi rahasia terlarang di rumah majikannya. Temukan konsekuensi dari pengkhianatan dalam romance novel ini, sebuah bacaan dewasa bagi pencinta fiction books yang penuh intrik.
Grafiti Dinding Hati
Grafiti Dinding Hati
Dalam novel modern Grafiti Dinding Hati, Citta Buwana harus menghadapi tekanan magang di bawah William Rustenburg. Konflik memuncak saat rencana perjodohan muncul, memaksa sang billionaire memilih antara ego atau pengabdian. Temukan kisah romance novel ini di web novel favorit Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Evan Emran tumbuh di lingkungan para penjahat. Pada usia 23 tahun, Evan kembali ke keluarganya yang kaya raya. Namun, orang tua dan kakak kandungnya ternyata memperlakukan Evan dengan buruk. Evan pun sadar, hanya uang dan kekuasaan yang akan membuatnya diakui dan disegani.
Cantik Tapi Seram
Cantik Tapi Seram
Devi Zara menyembunyikan identitasnya sebagai putri dari keluarga terkaya di Kota Harsa dari suaminya, Santo dan ibu mertuanya.Mertua Devi, Bu Elga selalu mengatur semua masalah rumah tangga mereka termasuk proses kalahiran calon cucunya.Di saat Devi melahirkan, Santo ketahuan berselingkuh dengan anak dari pelayan yang bekerja dengan Keluarga Zara.Mertuanya bukannya membela dia, tetapi malah membela Santo. Setelah kejadian ini, Devi meminta cerai kepada suaminya. Anaknya dibawa ke Keluarga Zara, dan Devi mulai membalas semua perlakuan suami serta mertuanya.
Ganti Takhta, Ganti Hati
Ganti Takhta, Ganti Hati
Setelah membantu Leo merebut takhta, pengorbanan Emily justru dibalaskan dengan pengkhianatan paling kejam. Orang tuanya dihukum mati, dan nyawanya sendiri turut direnggut, membongkar permainan hati Leo yang tak berperasaan. Terlahir kembali tepat sebelum penobatannya, kali ini Emily tak lagi naif. Dengan cepat dia menarik kembali semua bantuan untuk Leo, lalu bersekutu dengan Dominic, pria yang selama ini diam-diam mencintainya. Saat Leo berkomplot untuk menghancurkannya, Emily tak hanya membongkar konspirasi itu, tapi juga dengan cerdik memutarbalikkan situasi. Akhirnya segala kecurangan penjahat terungkap di depan mata seluruh kerajaan, dan mereka pun menuai apa yang mereka tabur.
Ikatan Sunyi: Jatuh Cinta pada Petani Duda
Ikatan Sunyi: Jatuh Cinta pada Petani Duda
Natalie dijodohkan oleh nenek dan keluarganya dengan Rhett, seorang petani duda yang membesarkan putrinya yang bisu, Ellie. Kehadirannya ditolak, dan Ellie sering ditindas oleh orang-orang di sekitar mereka. Perlahan, Natalie membangun ikatan dengan Ellie. Saat gadis kecil itu berbicara untuk pertama kalinya demi menyelamatkannya, segalanya berubah. Kini, Natalie bertekad melindungi cinta dan keluarga yang telah ia bangun, apa pun risikonya.
Pamanku, Kekasihku
Pamanku, Kekasihku
Kakaknya menikah dengan ayahnya, jadi cinta mereka tetap tak terucapkan. Tujuh tahun kemudian, ketika mereka bersatu kembali, mereka menyadari bahwa cinta tidak pudar seiring waktu.
Orang Besar yang Terlupakan
Orang Besar yang Terlupakan
Meskipun dia orang penting, dia dipandang rendah dan diganggu karena sifatnya yang rendah hati.