Logo
Gairah Nakal Ayah Temanku
Gairah Nakal Ayah Temanku

Gairah Nakal Ayah Temanku

82 Bab
Tamat
Dalam novel Gairah Nakal Ayah Temanku, seorang wanita terjebak dalam dilema moral dan godaan terlarang dengan pria dewasa yang tidak terduga. Ikuti kisah romance modern ini dalam platform web novel kami, tempat terbaik untuk read novels online dan menemukan berbagai fiction books menarik.

Ringkasan Gairah Nakal Ayah Temanku

Kisah ini menyajikan romansa modern yang penuh dengan gejolak emosi dan ketegangan hubungan yang tak terduga. Alur ceritanya berfokus pada dinamika perasaan yang intens antara tokoh utama dengan sosok ayah dari sahabatnya sendiri. Pembaca diharapkan bersikap bijak dalam memilih bacaan karena narasi ini mengandung konten eksplisit yang ditujukan khusus bagi audiens dewasa. Nikmati perjalanan cinta yang berisiko dan penuh godaan dalam batasan norma yang kian memudar.
Selengkapnya

Bab 1 dari Gairah Nakal Ayah Temanku

Jesika adalah nama gadis cantik itu. Gadis yang kini sedang duduk di lobi salah satu hotel berbintang yang berada di pusat kota. Diantara gadis-gadis lain yang kebetulan ada disana, Jesika memang terlihat lebih mencolok. Parasnya yang cantik alami pastilah membuat laki-laki tergoda untuk meliriknya.

Termasuk beberapa laki-laki yang kebetulan juga berada disana. Tidak sedikit diantara lirikan tersebut sempat beradu dengan tatapan Jesika. saat itu terjadi diantara mereka ada yang melempar senyuman, ada pula yang langsung tertunduk malu. Sebuah hal yang biasa bagi Jesika, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.

Jesika mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya. Matanya melirik lagi ke arah laki-laki paruh baya yang duduk beberapa meter didepannya. Tatapan laki-laki itu masih ke arah yang sama seperti saat tadi pertama kali ia memergokinya. Tatapan nanar ke arah kedua pahanya. Ekspresi ‘mupeng’ tergambar jelas diwajahnya. Keberadaan sang istri disampingnya seakan dianggapnya tak ada.

“Huuupt...”

Jesika merubah posisi duduk dengan menyilangkan kedua kakinya. Mengunakan tas jinjing ia menutup celah diantara rok jeans pendek yang dipakainya. Perhatiannya pun kembali tertuju kepada sosial media yang tadi sempat teralihkan. Sebenarnya Jesika tidak masalah apabila laki-laki paruh baya itu ingin menikmati apa yang ada di balik roknya, asalkan ada kompensasi yang cocok.

Kompensasi? Iya, kompensasi berupa uang.

Di balik profesinya sebagai mahasiswi semester akhir, Jesika juga memiliki profesi lain sebagai wanita penggilan kelas atas alias lady escort. Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi. Jika anda ingin saya membuka paha, maka kuraslah isi dompet anda.

Itulah persyaratan yang ditetapkan Jesika. Jesika tidaklah kebetulan berada di hotel berbintang itu. Di hotel itu Jesika sedang menunggu laki-laki yang memiliki cukup modal untuk memenuhi persyaratannya. Entah apa yang mendasari ia menjalani profesi ini.

Faktor ekonomi? Oh tentu tidak.

Jesika bukanlah tergolong gadis yang berasal dari keluarga berkekurangan secara ekonomi.

Faktor sosial? Jawabannya tidak juga.

Jesika tidak berada dalam lingkungan yang memungkinkan untuk menjerumuskannya kepada profesi tersebut. Mungkin untuk alasannya, biarlah gadis cantik itu saja yang mengetahuinya sendiri.

Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi. Jesika menekan tombol jawab. “Halo.”

“Kamu dimana?”

“Jesika udah di lobi nih Om.”

“Udah lama nunggu? Maaf tadi Om kejebak macet.”

“Gak apa-apa kok Om,” sahut Jesika.

“Kalau gitu kita ketemu di resepsionis aja, gimana?”

“Oke Om.”

Jesika menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Sebelum berdiri, sekali lagi Jesika melirik ke arah laki-laki dihadapannya. Masih dengan tatapan yang sama, masih dengan ekpresi yang sama. Dengan sengaja Jesika membuka sedikit lebar kedua paha saat mengembalikan silangan kakinya.

Jesika kembali membuka kedua pahanya saat memperbaiki posisi high heel yang dipakainya. Hanya saja kali lebih lebar dari sebelumnya. Semua gerakan itu sengaja ia lakukan dengan pelan dan perlahan. Jesika tahu benar kalau posisi kakinya saat ini membuat apa yang seharusnya tidak terlihat, menjadi terlihat.

Lirikan Jesika berubah menjadi tatapan tepat saat laki-laki itu mengalihkan arah pandangannya. Kedua mata mereka beradu. Ekspresi laki-laki itu mendadak berubah tegang. Oke cukup, pikir Jesika. Diapitkan kembali kedua pahanya, lalu gadis cantik itu berdiri.

Laki-laki itu terlihat semakin tegang ketika Jesika berjalan menuju ke arahnya dan melempar senyuman. Laki-laki itu menjadi salah tingkah karena perbuatan nakalnya ketahuan. Melihat Jesika yang tersenyum kepada suaminya, si istri langsung melengos dan mencubit paha suaminya.

“Rasakan itu,” gumam Jesika dalam hati.

Jesika dengan santainya berjalan melewati pasangan tersebut. Sekilas gadis cantik itu bisa mendengar sang istri menghardik suaminya. Guratan kepuasan terpancar di wajah Jesika. Paling tidak disaat yang sama ia mendapat pahala karena menghilangkan rasa penasaran laki-laki itu, sekaligus memberikan sedikit ‘pelajaran’ atas kenakalannya. Ia pun terus melanjutkan langkahnya menuju resepsionis.

“Jesika?” tanya seorang laki-laki yang berpenampilan necis di depan meja resepsionis.

“Pak Ganwa?”

“Waw ternyata benar kata teman Om, kamu cantik sekali.”

“Terima kasih,” ucap Jesika singkat sambil tersenyum. Mungkin pujian seperti ini sudah terlalu sering ia dengar, sehingga bukanlah sesuatu yang luar biasa untuk Jesika.

Laki-laki yang dipanggil Pak Ganwa itu berperawakan semampai. Agak terlihat pendek dibanding postur tubuh Jesika yang saat itu memakai high heel. Beberapa helai rambutnya sudah tampak memutih metampakkan kematangan usia – kalau tidak boleh disebut tua. Belum lagi kerutan-kerutan di wajahnya menambah kesan ‘tua’ tersebut.

Dari segi wajah, Pak Ganwa ini jauh dari yang dapat didefisikan sebagai tampan. Menurut informasi dari ‘klien’ langganan Jesika yang memperkenalkan mereka, Pak Ganwa ini adalah seorang pengacara. Ini juga terlihat dari setelan jas hitam yang dipakainya saat itu. Setelan itu jelas terlihat mahal.

Tapi wajah dan penampilan bukanlah yang utama. Di mata Jesika yang utama adalah si ‘klien’ bisa memenuhi standar harga yang ditetapkannya, itu saja.

“Kamu tunggu sebentar, biar Om nyelesaiin administrasinya dulu.”

Jesika hanya mengangguk. “Silakan.”

Sambil menunggu Pak Ganwa menyelesaikan urusannya, Jesika melihat-lihat dan berjalan-jalan ke sekitar. Ada sepasang turis asing di sampingnya terlihat sedang menyelesaikan pembayaran untuk check out. Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis.

Jesika berdecak kagum dengan harga kamar hotel yang tertera di brosur. Pak Ganwa ini pastilah berdompet tebal sampai mampu mengajaknya ke hotel dengan tarif setinggi ini. Jesika terkesan.

“Oke sudah, yuk kita ke kamar.”

Jesika meletakkan brosur itu kembali dan mengikuti langkah Pak Ganwa menuju lift. Tak lama pintu lift terbuka. Keduanya kemudian masuk ke dalam lift yang kebetulan kosong.

“Kamu gak kuliah hari ini?” tanya Pak Ganwa.

“Gak Om, Jesika udah gak kuliah tinggal nyusun.”

“Oh dikit lagi wisuda dong?”

“Iya kalau lancar Om.”

“Sudah bab berapa?”

“Masih bab dua sih, Om.”

Percakapan mereka terhenti ketika pintu lift di depan mereka terbuka. Terkejutlah Jesika ketika melihat seorang laki-laki yang berdiri diluar lift. Laki-laki itu sepertinya hampir sebaya dengan Pak Ganwa. Saat itu ia terlihat sedang menggandeng seorang gadis. Tidak kalah mengejutkan lagi adalah kalau ternyata Pak Ganwa juga mengenal laki-laki paruh baya tersebut.

“Hei Pak Lukman, kok udah keluyuran jam segini,” sapa Pak Ganwa menyapa laki-laki itu sambil menepuk pundaknya.

“Eh Pak, Bapak sendiri ngapain di sini?”

Pak Ganwa dan laki-laki itu berjabat tangan. Keduanya tertawa bak kenalan lama yang sudah lama tidak berjumpa. Dilain pihak Jesika tampak panik. Dia berusaha memalingkan wajahnya, walaupun dia tahu kalau usahanya itu pastilah sia-sia belaka.

“Biasalah nyalurin hobby, hahaha.” Pak Ganwa melepaskan jabatan tangan mereka.

“Cewek baru lagi nih? Hahaha,” tanya Pak Lukman

“Rekomendasi temen, gak enak kalau gak dicoba, hahaha,” timpal Pak Ganwa.

“Sama dong, saya juga habis nyoba rekomendasi temen, nih.” Jawaban enteng dari Pak Lukman. Sepertinya dia juga baru selesai menyalurkan hobbynya.

Ketika mata Pak Lukman menatap ke arahnya, Jesika ibarat terkena petir di siang bolong. Keduanya terlihat kaget, sangat kaget. Pak Lukman tampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Jesika saat itu. Keduanya ternyata memang saling mengenal.

Laki-laki paruh baya itu adalah Pak Lukmansyah atau biasa ia panggil Pak Lukman. Pak Lukman adalah ayah dari Felisia, sahabat karibnya di kampus. Jesika dan Felisa sudah bersahabat karib sejak SMA. Baik Jesika maupun Felisia sudah saling mengenal keluarga masing-masing dengan sangat dekat. Jesika bahkan cukup akrab dengan Rifky adiknya Felisa yang kini masih SMA.

Jesika sudah terbiasa menginap di rumah Felisia, demikian pula sebaliknya. Jadi, Pak Lukman bukanlah sosok yang asing bagi Jesika. Di mata Jesika, Pak Lukman seorang ayah yang simpatik dan kebapakan. Jauh sekali dari kesan laki-laki mata keranjang yang suka mencicipi gadis-gadis muda.

Kini dia mendapti langsung jika Pak Lukman sedang menggandeng seorang gadis muda. Jesika sangat yakin jika ayah temannya itu baru selesai menikmati kehangatan tubuh gadis yang sedang digandengnya itu. Gadis yang dia sangka usianya lebih pantas jadi adiknya Felisa, atau pacarnya Rifky, adiknya Felisia.

Tak kalah terkejutnya dengan Jesika, Pak Lukman juga berpikiran yang sama. Di mata Pak Lukman, Jesika adalah sosok gadis muda yang baik dan cerdas. Memang dia dan putrinya sering pergi menghabiskan malam di klub atau sekedar hang out, namun itu dinilainya masih pada batas-batas kewajaran.

Hampir tidak ada secuil pun dalam pikiran Pak Lukman kalau Jesika adalah seorang gadis yang bisa di-booking. Memang dia tidak bisa begitu saja menuduh Jesika demikian. Namun dia cukup tahu tabiat mesum rekannya, Pak Ganwa.

Apakah Jesika salah satu wanita sampanan Pak Ganwa? Mungkin saja, namun kali ini bukanlah saat yang tepat bagi Pak Lukman untuk mencari tahu kebenarannya.

“Eh kenapa kamu, Luk, kayak gak pernah liat cewek cantik aja, heheheh.” Pak Ganwa kembali menepuk pundak Pak Lukman.

Pak Lukman tersadar dari lamunannya. Sambil tergagap dia hanya menjawab singkat, “Saya musti buru-buru ke kantor lagi nih Pak, ada meeting setengah jam lagi.”

“Oke lah, entar kabar-kabar kalau ada barang yang fresh ya, hehehehe,” timpal Pak Ganwa cengengesan. Sementara Pak Lukman hanya tersenyum kecil.

Lalu dengan wajah yang masih menunjukkan kekikukan, cemas dan khawatirnya, Pak Lukman menggandeng tangan gadis belia usia SMA di sebelahnya itu masuk ke dalam lift.

Jesika menghembuskan napas lega. Paling tidak saat itu baik Pak Lukman maupun dirinya tidak saling membuka identitas, walaupun keduanya sudah pasti tidak bisa mengelak setelah ini. Mereka berdua tidak menyangka akan bertemu dalam situasi seperti ini.

Untungnya saja mereka bisa kompak bersandiwara untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Dalam hati Jesika terbersit rasa was-was apabila harus bertemu lagi dengan Pak Lukman setelah kejadian ini.

“Yu!” ajak Pak Ganwa.

Jesika sedikit terkaget namun cepat bisa mengusai diri. Dengan tersenyum, gadis cantik itu menerima rangkulan Pak Ganwa dan berjalan menuju kamar.

Pasca masuk ke dalam kamar tak banyak yang bisa diceritakan. Seperti layaknya ‘klien’ berumur lainnya, Pak Ganwa tidak sejago bicaranya ketika beradu di atas ranjang. Bahkan Jesika harus berusaha ekstra keras untuk membuat ‘senjata’ Pak Ganwa siap tempur.

Untuk pelanggan berusia muda, mungkin hanya dengan membuka pakaian saja sudah mampu membuat mereka tegang. Namun untuk Pak Ganwa, bahkan kocokan dan kuluman dalam keadaan telanjang bulat pun, ternyata tidak mempan untuk membuatnya ereksi. Sampai akhirnya ketika ‘senjata’ itu berhasil dibangunkan, beberapa goyangan pinggul Jesika dengan cepat membuatnya muntah dan tidur kembali.

“Gak apa-apa kok Om, mungkin Om lagi capek.” Akhirnya Jesika harus membesarkan hati sang ‘klien’ ketika lelaki berusia hampir senja itu meminta ronde kedua, namun tak kunjung mampu melakukannya.

Jesika sampai harus memberikan kocokan dan kuluman ekstra atas permintaan Pak Ganwa, namun semuanya sia-sia. Pemainan birahi itu pun berunjung dengan Jesika yang tampak seperti seperti baby sitter yang sedang menyusui bayi besarnya. Bayi besar bernama Ganwa Garninda Nusantara.

“Om masih boleh kan nelpon kamu lagi, Jes?” tanya Pak Ganwa.

“Boleh dong Om, boleh banget,” sahut gadis cantik itu begitu selesai memakai kaos ketat model tanktopnya.

“Boleh Om minta cium?” pinta kolega Pak Lukman itu.

Jesika tersenyum dan berjalan mendekati Pak Ganwa yang masih duduk telanjang di atas ranjang. Diciumnya bibir lelaki tua itu dengan cukup lama, kemudian diakhiri dengan sapuan lidah. Jesika juga membiarkan sejenak Pak Ganwa meremas-remas payudaranya sebelum mereka berpisah.

Untuk uang sebanyak yang diserahkan Pak Ganwa, hari ini termasuk kerja yang sangat ringan bagi Jesika.

Dengan uang sebanyak itu, untuk sementara Jesika bahkan dapat melupakan pertemuannya dengan Pak Lukman. Namun itu hanya untuk sementara saja. Jesika sangat meyakini ayah Felisia, sahabatnya itu akan menghubunginya di lain waktu. Jesika terpaksa menyusun rencana agar semua tidak terjadi.

^*^

Agar khasanahnya semakin lengkap, jangan lupa baca juga cerita hot super baper, full darama panas dan pesan moral terselubung.

‘TAKDIR CINTA GIGOLO KAMPUNG’ Dijamin baper.

Silakan cari aja di pencarian atau daftar cerita karya Fajar Merona di lapak ini.

^*^

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
Dalam novel romantis mafia "Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana", seorang mahasiswi menjadi kekasih rahasia Denis Sanggu. Saat Denis bertunangan demi aliansi dan memaksanya mempertaruhkan nyawa dalam Rolet Rusia, ia memilih pergi. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah pelarian dan penyesalan.
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Dalam novel modern Bekas Luka Ikatan yang Hancur, Sinta menghadapi dilema saat Trisna meminta cerai demi cinta pertamanya. Meski sedang hamil, Sinta memilih melepaskan hubungan ini. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara berbagai pilihan fiction books lainnya.
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dalam novel romantis aksi Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO, Xion, sang jagoan yang baru kembali, memilih menjadi pelindung bagi seorang CEO cantik. Bertekad membalas budi dan menuntaskan dendam masa lalu, ia menghadapi berbagai rintangan modern. Baca novel online seru ini sekarang.
Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik
Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik
Dalam novel modern Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik, Adeline akhirnya menyerah setelah tiga tahun berjuang mempertahankan cintanya pada Kaivan. Baca novel online gratis ini yang mengisahkan perjuangan Adeline lepas dari hubungan beracun demi menemukan kebahagiaan baru.
Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
Dalam mafia novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar, Arabella terjebak sebagai tawanan Tuan Stanley demi menghindari kejaran anggota Group Limson. Menghadapi bahaya pengkhianatan ayahnya, ia harus memilih antara bertahan di kamar sang ketua atau mati di luar. Baca kisah romance modern ini.
Kehancuran Yang Direncanakan
Kehancuran Yang Direncanakan
Dalam Kehancuran Yang Direncanakan, Nayla kehilangan segalanya akibat pengkhianatan dan pembunuhan orang tuanya. Sebagai saksi kunci, ia menyamar demi bertahan hidup. Romance mystery ini membawa Nayla bertemu Reza, pria penuh rahasia kelam. Baca kisah seru ini di web novel modern kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO Cepat Menikah: Istri Satu, Dua Anak
CEO Cepat Menikah: Istri Satu, Dua Anak
Nama saya Shiori Yamaji. Saya kehilangan ibu saya di usia muda, dan setelah ayah saya menikah lagi, dia jatuh koma karena penyakit. Lima tahun yang lalu, saya dijebak oleh ibu tiri dan putrinya yang ingin menguasai teknik bordir keluarga Yamaji. Saya dipaksa untuk bertemu dengan seorang pria yang tidak saya kenal dalam satu malam. Hamil dan sendirian, saya diusir dari keluarga. Tidak mampu membiayai kelahiran anak kembar, saya menjual satu-satunya petunjuk yang saya punya—cincin yang dia tinggalkan. Sekarang, lima tahun kemudian, saya membesarkan anak kembar saya seorang diri, berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya menjadi dekat dengan seorang petugas kebersihan yang baik hati, Nona Jingū, dan setuju untuk menikahi putranya, seorang pekerja konstruksi, melalui perjodohan. Namun, ada seorang pria yang telah mencari wanita yang dia temui malam itu lima tahun lalu. Akankah jalan kami bertemu lagi? Dan kehidupan macam apa yang akan dibawa oleh pernikahan saya?
Benci Untuk Mencintaimu
Benci Untuk Mencintaimu
Lillian dan Jonathan dulunya adalah pasangan yang saling mencintai, percaya bahwa mereka akan bahagia selamanya. Namun, penyakit mendadak menghancurkan kehidupan impian Lillian. Demi tidak menjadi beban Jonathan, dengan hati hancur ia mengatur sebuah perselingkuhan. Tak disangka, Jonathan ternyata adalah pewaris keluarga yang berkuasa dan akhirnya membenci Lillian sepenuhnya ... Setahun kemudian, Jonathan kembali sebagai CEO dengan tunangan barunya, Ashley, dan berulang kali menyakiti Lillian. Saat Jonathan bergumul dengan perasaannya, ia menemukan kenyataan bahwa Lillian sedang sakit parah ketika mereka putus. Bisakah cinta mereka bersemi kembali, dan akankah mereka menemukan jalan kembali ke pelukan satu sama lain?
Bos Besar Di Balik Seragam
Bos Besar Di Balik Seragam
Siapa sangka, petugas kebersihan yang selalu diremehkan anaknya ini ternyata orang terkaya di dunia! Diam-diam bekerja di perusahaan anaknya sendiri, ia dengan santai menyelesaikan setiap masalah yang menghadang. Hingga suatu hari, sang anak menemukan kebenaran yang mengguncang...
Menikah ke dalam Kemewahan
Menikah ke dalam Kemewahan
Setelah dikhianati oleh suaminya yang tidak setia, kehidupan Rhonda berubah secara tak terduga. Mencari balas dendam terhadap mantan suaminya, dia mengadakan pertunangan kontrak dengan Gerald. Baik Rhonda maupun Gerald telah memutuskan untuk hanya mengadakan pertunjukan, tetapi chemistry yang tak terbantahkan di antara mereka mulai muncul. Saat mengejar pembalasannya, Rhonda secara tidak sengaja menemukan orang tua sejatinya dan mengungkap rahasia tentang identitasnya.
Mencari Istri dengan Bantuan Anak
Mencari Istri dengan Bantuan Anak
Karena kepala toko sepatu tempatnya bekerja memaksanya, Emma Rasmi menikah dengan seorang pria bekas cerai yang mempunyai dua anak. Awalnya Emma mengira pernikahan ini akan sangat datar, tapi pria ini ternyata adalah orang terkaya di kota! Emma Rasmi: "Leon Kasim! Ada apa lagi yang kau sembunyikan dariku!" Suaminya pun menggendong kedua anaknya. "Anak kembar beda gender ini juga anak kandungmu."
Temanku adalah seorang Vampir
Temanku adalah seorang Vampir
Werewolf mengutuk untuk tidak pernah bergeser. Vampir dengan rahasia gelap. Kaiya dan Talon seharusnya menjadi musuh fana, tetapi apa yang akan dilakukan keduanya ketika hal yang mustahil terjadi dan ... mereka membentuk ikatan pasangan?!