Logo
Dinikahi Berondong Bucin
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

90 Bab
Tamat
Dalam romance novel Dinikahi Berondong Bucin, Mentari harus menghadapi stigma janda dan kejaran Ranggi. Meski awalnya tidak serius, Mentari mulai luluh hingga rahasia masa lalu mengancam pernikahan mereka. Simak kisah modern novel ini bagi Anda yang ingin read novels online secara gratis.
Bab 1 dari Dinikahi Berondong Bucin

"Saya harap Bu Mentari pergi dari lingkungan ini demi kenyamanan bersama," ucap Bu Wiwin, selaku Bu RT dan perwakilan dari perkumpulan para istri yang merasa terancam dengan keberadaan Mentari.

Mentari sontak menghela napas lelah. Dia sama sekali tidak terkejut dengan pengusiran halus yang baru saja dia dengar. Mentari sudah sering mengalaminya.

"Saya cantik dan awet muda sudah dari sananya. Jadi bukan salah saya jika suami-suami ibu sekalian menyukai saya. Memang suaminya saja yang genit dan suka jelalatan. Saya bahkan selama ini berpakaian sopan," ujar Mentari kesal.

Bu Yuni yang ikut mendampingi Bu Wiwin turut memberikan komentar. "Saya tahu Bu Mentari perempuan baik-baik. Tapi, tetap saja keberadaan Bu Mentari di sini meresahkan para istri."

"Mereka juga sudah membuat petisi, Bu," kata Bu Wiwin seraya menyerahkan selembar kertas yang berisi tanda tangan persetujuan.

Mentari langsung menerimanya. Ternyata memang banyak yang menginginkan Mentari pergi. Mentari sedikit terkejut karena salah satu tetangganya yang sesama janda juga menandatangani petisi itu. Gadis juga ada.

"Sebanyak 85% para istri itu ingin Bu Mentari pergi dari sini. Jadi, saran saya, Bu Mentari lebih baik meninggalkan tempat ini sebelum mereka nekat mengusir Ibu," tutur Bu Yuni.

"Yang benar saja!" Mentari berdecak sebal.

Dia yang tidak meladeni rayuan para lelaki hidung belang itu bisa mendapat kecaman seperti ini. Bagaimana jika Mentari iseng membalas kegenitan mereka? Bukan tidak mungkin akan ada yang mengirim santet kepadanya.

"Kami mohon kerja sama dari Ibu," ucap Bu Wiwin.

Mentari mengepalkan tangannya. Lagi-lagi seperti ini. Selalu dia yang harus mengalah.

Perempuan itu lantas bangkit. "Baiklah. Beri saya waktu untuk berkemas. Bu Wiwin dan Bu Yuni bisa pergi," ucapnya dingin seraya mengulurkan tangan ke arah pintu keluar agar tamunya segera pergi.

Setelah mereka menghilang dari pandangan, Mentari meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.

"Kita pindah lagi, Bun?" tanya Sasi, putri semata wayang Mentari. Dia pasti mendengar semuanya dari kamar.

Mentari menoleh dan menatap prihatin gadis itu. Sasi juga sudah bosan pindah dari satu tempat ke tempat lain. Saat baru menempati rumah ini, Sasi meminta kepada Mentari jika hari itu adalah kepindahan mereka yang terakhir.

"Mau bagaimana lagi, Bulanku? Kamu juga ikut terseret masalah ini," ucap Mentari merasa bersalah.

Kemarin Sasi mengadu jika dia dilabrak seorang emak saat pulang sekolah. Emak itu justru melampiaskan amarahnya kepada Sasi dengan melontarkan kata-kata buruk.

Mentari masih bisa bertahan jika hanya dirinya yang dipermasalahkan. Namun, Mentari tidak bisa tinggal diam jika putrinya ikut diganggu.

"Bunda minta maaf karena tidak bisa memberi kehidupan yang nyaman untuk kamu," sambung Mentari.

Sasi menggeleng. Gadis itu lantas berjalan menghampiri Mentari, kemudian memeluknya. "Bukannya Bunda tadi bilang kalau Bunda tidak salah?"

"Bunda takut kamu menyesal jadi anak Bunda."

"Tidak mungkinlah, Bunda. Aku justru bangga lahir dari sosok ibu yang hebat seperti Bunda," ucap Sasi yang menghangatkan perasaan Mentari.

Mentari tersenyum. Sasi adalah alasan Mentari bertahan mengahadapi segala badai ujian. Satu-satunya keinginan Mentari hanyalah membahagiakan Sasi. Sebelum mengurai pelukan mereka, dia mengusap pelan punggung putrinya.

Mentari lalu meminta Sasi mulai mengemasi barang. Sedangkan dia harus mengurus ini dan itu, termasuk mencari kontrakan baru. Tentu bukan hal yang mudah karena tidak boleh jauh dari sekolah Sasi. Anak itu satu minggu lagi akan menghadapi ujian.

Besoknya, saat Mentari masih sibuk mencari info kontrakan di ponselnya, seseorang mengucap salam di depan. Perempuan berusia 34 tahun itu seketika memutar bola mata. Dia langsung tahu siapa yang datang.

"Masalah satu belum hilang, muncul yang lainnya." Mentari menggerutu seraya membuka pintu.

Berbanding terbalik dengan ekspresi Mentari yang menahan kesal, raut wajah tamunya justru berseri-seri. "Selamat pagi menjelang siang, Mbak Tari," ucap pria itu ramah.

Dia adalah Ranggi. Mentari menjadi supplier dessert di kafe miliknya.

"Ada perlu apa, Ranggi?" tanya Mentari tidak ingin berbasa-basi.

"Stok avocado chocolate mousse dan avocado cheesecake sudah kosong, Mbak," jawabnya.

"Kamu bisa menelepon, tidak perlu repot datang ke sini. Lagian, sekarang saya tidak bisa membuat pesanan. Saya sedang sibuk."

"Sibuk apa, Mbak Tari? Apa ada yang bisa kubantu?" Pria itu tetap menunjukkan keramahan meskipun Mentari sudah berusaha jutek kepadanya.

Mentari akan menjawab tidak. Namun, Sasi di dalam justru berseru meminta pertolongan Ranggi untuk membantunya mengangkat dus berisi barang-barang.

"Kenapa dikemas seperti ini, Calon Anak?" tanya Ranggi sambil mengeluarkan dus itu dari kamar Sasi.

Mentari hendak melarang Sasi memberi tahu Ranggi. Sayangnya, Sasi lebih dulu menjawab, "Kita mau pindah."

"Pindah?" Pria itu seketika menoleh Mentari. "Pindah ke mana, Mbak?"

"Bukan urusan kamu."

"Menjadi urusan aku, dong, Mbak. Mbak Tari, kan, supplier utama dessert di Ravocado," ucap Ranggi.

"Tenang saja. Saya tidak akan pindah ke luar kota," kata Mentari.

"Kalau tidak diusir Paguyuban Istri Takut Ditinggal Suami, kita juga tidak akan pindah, Om."

"Sasi!" Mentari memberi tatapan peringatan kepada putrinya itu.

"Kenapa, sih, Bunda? Siapa tahu Om Ranggi bisa membantu kita mencarikan tempat tinggal yang baru. Di kompleksnya, mungkin."

"Ngaco di kompleks!" Mentari menolak mentah-mentah ide itu.

"Tapi, Bun. Kalau kita tinggal di tempat yang orang-orangnya individual, telinga kita dingin dari nyinyiran tetangga."

"Sasi benar, Mbak Tari," ucap Ranggi.

"Uangnya mana tinggal di kompleks?"

"Mbak tidak usah khawatir. Aku siap membantu."

Mentari langsung mengibaskan tangan tanda tidak setuju. "Lebih baik kamu pulang, Ranggi. Nanti malah mengundang fitnah. Hidup saya sudah terlalu banyak masalah."

"Bagus, dong, kalau kita digerebek warga terus disuruh nikah." Ranggi justru tersenyum menyebalkan.

Mentari mendengkus. Apa tidak ada pria waras di sekelilingnya? Kata siapa disukai banyak orang itu menyenangkan? Mentari justru merana karena hal itu membuatnya selalu berurusan dengan Paguyuban Istri Takut Ditinggal Suami. Garang-garang, pula!

"Aku setuju," seru Sasi yang membuat Mentari langsung memelototinya.

Anak itu kembali berujar, "Kalau Bunda punya suami, Bunda akan terbebas dari julukan janda gatal, janda penggoda, janda ini-itu. Lelaki hidung belang di luar sana juga pasti berpikir dua kali sebelum mengganggu Bunda."

Ranggi manggut-manggut. "Nikah saja denganku, Mbak. Sudah dapat lampu hijau dari Sasi."

Mentari tidak menjawab. Menikah? Mentari sudah memutuskan tidak akan menjalin hubungan lagi dengan pria mana pun. Mentari tidak percaya ungkapan cinta yang pernah dia terima, apalagi dari Ranggi yang lebih muda darinya.

"Hei, pelakor! Sundal! Keluar kamu!"

Tiba-tiba terdengar seruan yang membuat ketiganya menoleh ke arah jendela.

"Bunda, ada apa lagi, sih, ini?" tanya gadis itu. Keterkejutan sekaligus cemas tergambar jelas di wajahnya.

"Tidak ada habisnya, ya, mereka itu!" Mentari bergumam geram. "Sasi, kamu tunggu di dalam. Tolong jaga dia, Ranggi." Mentari melepaskan pelan pegangan Sasi di lengannya.

Setelah mengembuskan napas kasar, Mentari melangkah membuka pintu. Dia belum melihat dengan jelas siapa yang sudah membuat keributan saat sesuatu melayang ke arahnya.

Mentari tidak sempat menghindar. Dia harus merelakan kepala, wajah, dan dadanya dilempari telur berbau busuk.

"Kamu pantas mendapatkannya, wanita jalang!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
Dalam Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu, Salma menghadapi dilema besar saat Rifky memilih poligami demi keturunan. Romance novel ini mengupas perjuangan prinsip melawan pengkhianatan. Akankah ia tetap bertahan atau memilih cerai? Temukan jawabannya di modern novel ini sekarang.
Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
Dalam Antara Tajir dan Hafidz Qur'an, Nadia harus memilih antara kemewahan atau cinta pada Akbar, seorang penghafal Al-Qur'an. Romance novel ini mengisahkan perjuangan melampaui status sosial. Baca kisah inspiratif ini di web novel kami sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya
Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya
Dalam Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya, Dorothy berjuang demi keluarga di tengah kemiskinan. Namun, pengkhianatan Tobias yang menyewa taman bermain untuk wanita lain mengubah segalanya. Baca kisah romance novel ini di antara pilihan fiction books terbaik.
Bittersweet
Bittersweet
Dalam novel Bittersweet, Arvin dan Hana terjebak persahabatan masa kecil yang penuh dinamika. Genre romance modern ini mengikuti transisi mereka ke SMA, menguji apakah hubungan beda sifat ini tetap murni atau berubah jadi cinta. Baca romance stories seru di webnovel ini sekarang.
Janji untuk Berpisah
Janji untuk Berpisah
Dalam novel Janji untuk Berpisah, Vivian menghadapi dilema saat melihat Darren bersama wanita lain. Temukan kelanjutan hubungan mereka di billionaire romance novels ini. Baca ribuan fiction books menarik dan nikmati pengalaman read books online free yang seru hanya di platform kami.
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Kau Sakiti Orang Yang Salah
Dalam Kau Sakiti Orang Yang Salah, Reza membalas dendam masa lalu kepada Luna. Namun, penemuan anak kandung mengubah segalanya. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Reza meluluhkan hati Luna kembali. Sebuah modern novel penuh konsekuensi yang tersedia di platform web novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
Kisah ini mengikuti Meira Calli, seorang lulusan akademi kepolisian, yang secara sukarela menjadi Gadis persembahan demi mengungkap penipuan upacara “Pernikahan Sang Dewa” di desa lingga. Ia menyusup ke dalam pintu batu dan berhadapan dengan anggota sindikat kriminal, termasuk Yudha Wirata. Pada akhirnya, Meira berhasil membongkar kejahatan kepala desa dan kelompoknya yang memperdagangkan perempuan, serta menyelamatkan sang kakak, lina Calli, dan para perempuan yang disekap.
[Versi Dub]Cinta Terlarang yang Menggoda
[Versi Dub]Cinta Terlarang yang Menggoda
Suatu malam, Vera dikerjai oleh orang dan tanpa sengaja bertemu dengan Arsen. Mereka melewati malam percintaan panas di mobil Arsen dan menjadi skandal keesokan harinya. Arsen yang ternyata sudah lama mengenal dan menyukai Vera, sejak malam itu makin gencar mendekatinya.
Dewi Penyelamat
Dewi Penyelamat
Yuswa Larasati adalah makhluk abadi yang telah menyaksikan segala kebaikan dan keburukan dunia. Awalnya ingin hidup damai, ia diminta membantu Keluarga Tirta yang tertimpa bencana. Karena ikatan karma, Yuswa tinggal setahun di sana mengorbankan diri untuk menyelamatkan mereka. Namun, demi menjilat keluarga berkuasa, Keluarga Tirta mengabaikan peringatan, menuduh Yuswa penipu, dan menentangnya. Akhirnya, mereka menuai akibat dari tindakan mereka dan dikutuk langit dan bumi.
Si Wanita Ngemis Jadi Hebat
Si Wanita Ngemis Jadi Hebat
Marya menjalankan hidup dengan penuh rintangan dan berhasil mencapai kesuksesan setelah berjuang sekian lama. Dia didampingi oleh suami yang setia serta rekan kerja yang sangat mendukungnya. Begitulah yang dia kira. Suatu hari, dia mendapati dirinya terbaring di tumpukan sampah dengan luka yang amat parah. Marya pun teringat bahwa dirinya baru saja meminum anggur beracun dan didorong dari gedung tinggi oleh suami yang dia cintai. Sambil menunggu pertolongan rekannya, Marya pun memulai kehidupan baru sebagai warga biasa yang bisu.
Istriku Penyihir
Istriku Penyihir
After practicing in the mountain for years, it's time for her to fulfill the marriage vow her master made for her with him.Setelah berlatih di gunung selama bertahun-tahun, inilah saatnya baginya untuk memenuhi janji pernikahan yang dibuat tuannya untuknya dengannya.
Putra Mahkota Rela Mati untukku
Putra Mahkota Rela Mati untukku
Wulan bersikeras menolak cinta Putra Mahkota Argo, kakak yang dia benci dan lebih memilih pria lain. Saat Wulan diculik musuh kerajaan, Argo rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan dia. Wulan akhirnya mengetahui semuanya dan memilih kembali bersama Argo.