Logo
Dear Ex and Mistakes
Dear Ex and Mistakes

Dear Ex and Mistakes

39 Bab
Tamat
Dalam romance novel Dear Ex and Mistakes, pengkhianatan menghancurkan pernikahan yang dulu penuh cinta. Enam tahun menghilang, takdir mempertemukan kembali sang protagonis dengan mantan suaminya. Kini ia harus memilih antara luka masa lalu atau tawaran masa depan dalam modern novel ini.
Bab 1 dari Dear Ex and Mistakes

“Happy anniversary ke enam bulan, pangeran aku!”

Aku melirik pada sosok gadis berpakaian putih abu-abu yang berteriak riang dari meja kasir resto cepat saji ini menuju salah satu meja. Langkahnya ringan sekali meski membawa banyak burger dan soda dalam baki yang gadis itu pegang. Wajahnya ceria dengan senyum tak tak juga hilang dari wajahnya.

Aku menyeringai dengan decih remeh dalam hati. Anak jaman sekarang. Enam bulan dan perayaan masa kebersamaan, terlalu lebay. Aku memusatkan lagi perhatianku pada sketsa-sketsa gaun anak-anak yang tengah kukerjakan. Meski ini bukan pekerjaan utama yang memberiku gaj bulanan untuk hidup di kota ini, tetap saja aku harus menyelesaikan beberapa sketsa agar bisa segera kueksekusi menjadi gaun indah dan kujual.

Untuk beberapa hal termasuk menggambar, kadang aku memang butuh tempat seperti restauran cepat saji ini hanya untuk mencari suasana baru. Di hari kerja seperti saat ini, restauran cepat saji tak seramai saat akhir minggu. Apalagi, saat ini jam tiga sore dan para pekerja kantoran pasti tak ada yang berniat mampir untuk makan siang.

“Aku gak sangka banget, Sayang, kita sudah bersama selama ini. Aku makin sayang sama kamu.”

Demi Tuhan, runguku sedikit muak dengan kalimat yang gadis itu ucapkan. Suaranya lantang dengan nada ceria. Jika sudah begini, fokusku jadi sedikit goyah dan bola mataku mau tak mau melirik lagi pada sepasang bocah ingusan yang kuyakin, laki-lakinya saja paling baru mengalami mimpi basah satu dua kali.

Gadis itu menyodorkan gelas minuman pada pacarnya, lalu melanjutkan minum satu sedotan berdua. Iyuh, menjijikkan. Kalau uang jajannya kurang, lebih baik makan bakso kaki lima saja alih-alih resto tetapi segalanya dibagi dua. Jika belum bermodal, lebih baik banyak belajar saja.

Aku menggeleng sekilas seraya mengangkat bahu tak acuh dan samar. Buat apa aku jadi pusing memerhatikan bocah ingusan? Aku masih harus kembali ke butik dan menyelesaikan bebera desain gaun formal yang Bu Rahma tugaskan padaku. Tiga bulan lagi butik tempatku bekerja akan mengikuti acara tahunan dan Bu Rahma sedang ingin mengeluarkan koleksi baju formal yang bisa dipakai untuk pesta atau bekerja. Pangsa pasar busana formal sedang bagus saat ini. Kate Middleton membuat beberapa wanita menyukai gaun formal karena dirasa berkelas tanpa harus tampil berlebihan.

Ponselku berdenting. Aku melirik sekilas pada layar dan kudapati pesan dari Mona.

Ratih, Bu Rahma minta tolong jam tujuh ketemu tamu beliau ya. Ada yang mau pesan gaun katanya. Bu Rahma gak bisa hadir karena ada urusan mendadak.

Aku menaikkan satu alisku dan mengangguk. Aku tahu, Mona tak mungkin bisa melihat responsku. Aku tak perlu menjawab pesannya, karena setelah ini aku pasti kembali ke butik dan menghabiskan malam di sana, seperti biasa.

Yah, apa lagi yang bisa kuperbuat untuk mengisi kekosongan hari? Hanya butik tempatku menghabiskan waktu dan menggali banyak penghasilan. Hidupku tak pernah mudah. Sungguh, urusan lembur setiap hari dan terus menggambar hanyalah satu dari sekian hal kecil yang kunikmati. Masih banyak berat dan menyedihkan yang terasa memberatkan pundakku setiap kali melangkah. Beban tak kasat mata ini, bahkan mampu membuatku sulit bernapas.

“I love you, sayang!”

Ya, nikmatilah masa indah ini, anak kecil. Hamburkan saja kata cinta itu sesuka hatimu hingga mulut dan telingamu lelah sendiri. Aku hanya berharap, kelak kamu tak akan menyesali dan menangisi apa yang terjadi sore ini bersama pria yang hanya fokus menghabiskan sisa burger yang tak mampu perutmu tampung.

Mengambil kembali drawing pen, aku melanjutkan sketsa gaun anak beserta tuksedo yang bisa dipasangkan. Menjahit membuatku memiliki kepuasan batin tersendiri. Aku seperti mampu mengubah imaginasiku menjadi nyata. Hidupku tak semudah dan seindah harapan juga bayanganku. Jadi, ketika aku berimajinasi dan menuangkan semua itu di atas kertas, lalu bekerja keras hingga aku bisa menyentuh bentuk nyatanya dalam genggaman, aku merasa bahwa masih ada dalah hidup ini yang bisa kita perjuangkan. Meski hanya beberapa potong baju dari hasil ide dan kreatifku.

Berbeda dengan hidupku sendiri yang tak lagi bisa kuperjuangkan apalagi dijadikan indah seperti gaun toska berenda yang kurancang untuk anak usia tujuh tahun ini. Soal hidup, baiknya semua kulupakan saja dan kembali melangkah meski terkadang bayang beban itu terasa sulit kulepas pergi.

Gerak tanganku berhenti saat kusadari jika gelas sodaku tak lagi berisi. Kosong, bahkan tak ada lagi sisa es batu karena sudah mencair dan kusedot hingga habis. Sepasang anak ingusan itu pun sudah tak ada lagi. Mungkin orangtuanya menghubungi dan meneriaki mereka untuk lekas berada di rumah. Kasihan, anak ingusan itu belum tahu pentingnya aturan dan norma ketat. Orang tua bersikap keras bukan berarti mereka jahat. Orangtua mereka, kuyakin tahu yang terbaik dan merayakan hari jadi ke berapa hari tadi? Enam jam? Ah, berapapun pendeknya masa itu, bukanlah hal yang akan mereka banggakan atau syukuri kelak.

Percaya padaku!

Aku membereskan buku sketsa dan beberapa kertas juga pen gambar ke dalam tasku. Sudah waktunya kembali ke butik karena Mona harus pergi sebelum jam lima sore. Teman kerjaku itu sedang menjalani kuliah kelas karyawan yang membuatnya harus ada di kelas setiap malam. Berbeda dengan aku yang tak memiliki keinginan untuk mengenyam bangku kuliah. Memiliki kemampuan menjahit dan menggambar desain baju sudah cukup bagiku. Bu Rahma mengarahkanku hingga kemampuan yang enam tahun lalu hanya sekadar menggambar pola, jadi bisa merancang dengan baik dan benar. Ini saja sudah cukup. Aku tak mau merepotkan banyak orang dan mengambil banyak hal dari hidup mereka.

Aku melajukan motor matikku kembali menuju butik. Saat sampai sana, Bu Rahma tengah bersiap di ruangannya. Beliau memintaku untuk bertemu dengan pelanggan baru yang ingin membuat baju.

“Cukup gambarkan aja sketsa kasar model yang dia mau. Berikan katalog contoh bahan dan keterangan kelebihan juga kekurangan bahan itu serta cara perawatannya. Nanti, setelah dia memutuskan, baru saya lanjutkan rancangan itu dan membuatkan untuk dia.” Bu Rahma memberiku banyak pesan hingga langkah wanita itu sudah berada di samping sedan mewahnya. “Bisa, ya, Tih?”

Tentu. Aku mengangguk tegas dan antusias. “Saya rencana di sini sampai jam sepuluh malam, Bu. Mau potong pola untuk furing baju yang harus saya jahit besok.”

Bu Rahma tersenyum manis dan simpul kepadaku. Wajahnya menyiratkan aliran semangat yang tinggi, meski matanya menatapku dengan binar sendu. Aku tahu arti tatapan itu kepadaku. Selalu begitu, sejak enam tahun lalu, saat pertama kali aku diberi belas kasihan berupa kesempatan untuk menjahit dan berkembang di sini hingga saat ini.

“Jangan terlalu lelah, Ratih. Kamu juga harus memikirkan kebutuhan dan hidupmu.” Wanita itu berkata lirih sebelum masuk ke dalam mobil bersama supir yang mengantarnya ke mana pun ia pergi.

Dari area parkir ini, aku hanya tersenyum getir memindai kepergian sedan itu hingga menghilang di persimpangan. Bu Rahma bilang apa tadi? Kebutuhan? Hidupku? Aku tak lagi butuh apapun di hidupku yang sudah runyam enam tahun lalu. Bagiku, menjalani hari sendiri dalam sepi seperti ini jauh lebih baik dan menentramkan, daripada harus berteriak marah dan menangis hingga tertekan batin sendiri. Menghabiskan energi dan waktu untuk meranjang baju dan menjahit bagus untuk batinku yang terguncang sejak enam tahun lalu. Jadi, aku tak butuh apapun lagi, selain tugas merancang busana dan pesanan gaun pesta anak yang kukerjakan di kontrakanku sendiri.

*******

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam Lima Anak Kembar
Balas Dendam Lima Anak Kembar
Dalam novel Balas Dendam Lima Anak Kembar, Isabella kembali sebagai wanita sukses demi membalas Rafael Damar, seorang billionaire sekaligus pemimpin mafia. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangan lima anak jenius menuntut keadilan. Baca selengkapnya di web novel penuh intrik ini.
HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
Dalam novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL, Naura terjebak ambisi untuk memikat Gilbert, duda yang ia panggil Daddy sejak kecil. Romance novel modern ini mengisahkan pilihan sulit Naura saat perasaan berubah menjadi obsesi. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
Identitas Ganda Suamiku
Identitas Ganda Suamiku
Dalam Identitas Ganda Suamiku, Nadine menikahi pria yang dianggap bangkrut. Namun, rentetan keberuntungan mewah mengungkap rahasia besar. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana suaminya, seorang billionaire, menyembunyikan kuasa aslinya di webnovel modern yang penuh kejutan ini.
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
Dalam romance novel Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku, Mariana harus merawat bayi sahabatnya setelah kehilangan anaknya sendiri. Di tengah pengkhianatan suami, ia terjebak dalam dilema antara tugas dan perasaan pada atasannya. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini.
Om Duda and Me
Om Duda and Me
Dalam novel romance Om Duda and Me, Azalea bertekad menaklukkan hati Kenzo, pria kaya raya sekaligus ayah tunggal. Meski Kenzo menutup diri sejak kehilangan istrinya, gadis SMA ini mencoba mengusik dunianya. Simak perjuangannya dalam billionaire romance novels ini melalui webnovel.
Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
Demi menyelamatkan keluarga dari kebangkrutan, Yura menjadi Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila bernama Ataya. Dalam romance novel ini, sang perawat harus menghadapi tantangan hidup sebagai istri dari pria yang ia rawat. Baca kisah selengkapnya di billionaire romance books ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
Penentu Takdir
Penentu Takdir
Nina, makhluk abadi penguasa hidup dan mati, diminta melindungi Keluarga Vior selama setahun, ditukar dengan nyawa dan pahala sang kepala keluarga. Setahun berlalu, Nina hendak diusir. Tapi tiba-tiba, Keluarga Sena datang memohon, karena hanya Nina yang bisa selamatkan pemimpin mereka.
Berawal Pengkhianatan, Berakhir Indah
Berawal Pengkhianatan, Berakhir Indah
Nayla telah mencintai Tanu selama sepuluh tahun. Namun, dia harus menyaksikan sendiri Tanu melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap Sherin yang sedang koma. Dengan tegas, dia memutuskan untuk menikah lagi dengan Steven, teman masa kecil yang pernah dia lindungi. Ketika dia berusaha membatalkan pertunangannya, dia malah dijebak oleh Sherin. Saat asli Sherin terbongkar, penyesalan Tanu sudah terlambat. Nayla bangkit dan bersama Steven bahu-membahu melakukan balas dendam.
[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
[Versi suara dubbing] Lahir kembali: Perkawinan membalas dendam
Dia terlahir kembali sepuluh tahun yang lalu, bersatu dengan pasangan baru, membalas setelah dihina oleh kenalan lama, dan menyebabkan keruntuhan kekuatan lawan!
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Leilani, yang ayah angkatnya difitnah oleh mantan pacarnya. Leilani yang putus asa mencari bantuan, mencari satu-satunya pria yang paling tidak dia percayai, Diego Marlowe, seorang pengacara yang kejam dan tak terkalahkan, yang kebetulan juga calon ipar musuhnya. Yang awalnya merupakan kesepakatan berbahaya dan hubungan palsu segera berubah menjadi permainan kekuasaan, rahasia, dan daya tarik yang tak tertahankan. Saat mereka saling memanfaatkan untuk menavigasi pertempuran di sekitar mereka, satu pertanyaan muncul: Apakah Diego benar-benar hanya pengacaranya, atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi hatinya?
Pengawal Titipan Dunia
Pengawal Titipan Dunia
Titipan Terhebat di Kolong Langit menerima tugas berbahaya: mengawal penjahat besar Rizal Surya ke ibu kota untuk dipenggal. Karena Geng Aditya mengancam akan merampas titipan, perjalanan ini sangat mematikan. Para pengawal titipan bersumpah dengan nyawa untuk melindungi titipan, bertekad menegakkan keadilan. Kepala pengawal Rudianto Utami mengetahui rahasia Ismail - penyuruh yang ternyata adalah Pendekar Pedang yang sudah pensiun. Ia pun mendorong Ismail melindungi perjalanan secara diam-diam. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Geng Aditya.