Logo
CINTA YANG TERTUKAR
CINTA YANG TERTUKAR

CINTA YANG TERTUKAR

35 Bab
Tamat
Dalam CINTA YANG TERTUKAR, Mahya menghadapi duri dalam setiap hubungannya akibat pengkhianatan sahabatnya sendiri. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Mahya mengungkap kelicikan di balik topeng keluguhan. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini sekarang.
Bab 1 dari CINTA YANG TERTUKAR

Pagi itu suasana kelas tampak ramai karena akan di adakan pengetesan pada semua santri.

"Aku harus bisa bersaing dengan santri lain," ucap Mahya melipat tangan dengan mata terpejam, berpikir tentang pelajaran beberapa bulan yang lalu.

"Hai, apa yang kamu pikirkan?" tangan Aliyah menepuk pundak Mahya, hingga membuyarkan lamunannya.

"Aliyah!" Mata Mahya terbelalak karena kaget.

"Sudah aku duga, kamu pasti sedang melamun!" Aliyah mengulurkan tangan dengan senyum miring.

Mahya tersenyum dan menyambut uluran tangannya.

"Begini lebih baik," ucap Aliyah lalu melangkah dan meletakan buku di sisi Mahya.

"Apa yang kamu lakukan disini? Pergilah! Aku ingin sendiri!" Tangan Mahya mendorong Aliyah kuat.

Aliyah menjerit, matanya melotot tidak tidak terima.

"Sudah kukatakan tinggalkan aku sendiri, aku tidak butuh ditemanimu!" Mata Mahya nyalang, menujukan tidak suka.

"Sejak kapan kamu bersikap beringas seperti ini Mahya!" Aliyah menatap Mahya tajam.

"Kamu yang memulai, sudah aku katakan tinggalkan aku sendiri!" bentak Mahya gemas.

Aliyah sangat marah melihat kelakuan Mahya yang tidak biasa, tangannya mengepal menahan gejolak jiwa.

"Aliyah! mengapa kamu masih di situ! Apa kamu tidak mendengarku!" bentak Mahya kembali saat melihat Aliyah masih tetap di tempat semula.

"Tidak perlu kamu repot-repot menyuruhku untuk pergi Mahya." Aliyah mundur mencari tempat duduk yang tidak jauh dari Mahya.

Acara akan segera dimulai, keadaan kelas kini tenang semua menjadi fokus dengan pikirannya masing-masing termasuk Mahya dan Aliyah yang sempat bersetrupun ikut berusaha mengikuti.

"Silahkan maju untuk yang paling depan!" suruh sang guru, dengan suara tegasnya.

"Ss-saya, Pak?" tanya Mahya yang kebetulan duduk di bangku paling depan tepat berhadapan dengan sang guru. Matanya terbelalak tangan dan juga bibir gemetar.

"Ya, kamu," jawab sang guru. Dia adalah Rafa. Laki-laki dengan tubuh kekar dan bibir tipis.

Gadis itu maju selangkah bersamaan dengan langkah sang guru, hingga keduanya bersitatap.

"Majulah, dan bacalah!" seru Rafa dengan berusaha menyembunyikan wajahnya. Tangannya berusaha membuka lembaran Al-Qur'an dan menunjuk surat yang harus dibaca.

"Ba-ba baik, Pak," Mahya berbicara dengan suara terputus-putus. Gadis itu tidak mampu menutupi rasa malu dan grogi di hadapan guru ngaji. Baru kali ini dia melihat secara dekat, sebelumnya Rafa tidak pernah ditugaskan untuk acara seperti saat ini.

Wajah tampan Rafa membuat Mahya terus mencuri pandang hingga menjadi tidak konsentrasi. Mahya lupa untuk segera membaca surat yang sudah di tujuknya.

"Dasar cewek caper," gumam Aliyah. Dia duduk tidak jauh dari bangku Mahya.

"Harap semua perhatikan, dan simak baik-baik!" Rafa berdiri dan mengangkat kitab Al-Qur'an.

Semua santri mengikuti petunjuk Rafa, menundukkan kepala dan mulai konsentrasi.

Sementara Mahya masih terdiam, mulutnya terasa tercekat.

"Siapa, namamu?" tanya Rafa gemas.

Mahya kaget dan wajahnya menjadi pucat pasi.

"Mahya," jawabnya tanpa berani mengangkat wajah.

Rafa melangkah lagi berdiri lalu duduk tepat di hadapannya. Rafa menunjuk salah satu surat yang berbeda agar segera di baca.

Mahya mulai membaca dengan sangat berhati-hati, namun apalah daya rasa grogi membuat suaranya terputus-putus.

"Hem, berhentilah!" Printahnya. Rafa merasa kecewa dengan sikap muridnya.

"Duduklah kembali!" perintahnya.

Rafa menoleh ke belakang menunjuk salah seorang santri untuk mengulang.

"Saya, Pak?" tanya salah satu santri yang merasa di tunjuk mengangkat tangan.

"Ya, berdirilah maju ke depan!"

Saat di hadapan Rafa Santri laki-laki itu terlihat bingung dia sendiri kurang paham tentang bacaan, tangannya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Apakah kamu tidak mendengarku berbicara!" Dengan gemas tangan Rafa meraih pundak Burhan lalu menghadapkan wajahnya.

Burhan ketakutan. Tapi, Mahya yang sejak tadi masih duduk, seketika berdiri melangkah lebih dekat dan menunjukan kesalahan yang telah di lakukan.

"Bagus, ternyata kamu peka dan tahu letak kesalahanmu sendiri," ujar Rafa dengan tersenyum senang.

Rafa mempersilahkan keduanya untuk kembali ketempat duduknya masing-masing. Gadis itu terlihat lega dan sesekali mencuri pandang.

"Aliyah sekarang giliranmu," ucap Mahya saat menoleh ke belakang.

"Sabarlah Mahya, pak Rafa juga belum memanggilku." Aliyah menjawab dengan alis dinaik turunkan.

Mahya kembali menghadap ke depan dengan perasaan kesal.

"Menyebalkan!"

"Kamu selalu ingin membuatku marah,"Aliyah menelisik tepat di telinga kirinya.

Mahya membalikkan tubuh kesal.

"Kamu yang mulai duluan!"

Rafa mendengarnya.

"Diam! Apakah kalian pikir ini tempat untuk berdebat!" Rafa menggebrak meja, menimbulkan bunyi keras.

Semua santri tidak ada yang berani mengkat wajah, termasuk Mahya dan juga Aliyah. "Jika kalian masih merasa belum bisa setidaknya diam itu lebih baik," lanjutnya. Kini semua berlanjut hingga selesai.

Pukul 16:00.WIB.

"Aliyah! Berhentilah!" Mahya melambaikan tangan, kaki melangkah lebih cepat.

Aliyah mendesah terpaksa menoleh dan berhenti meski sejujurnya masih sangat marah, "apalagi sih! Aku pikir kamu sudah tidak mau lagi denganku."

Mahya mendesah, mengatur nafas

sebelum lanjut bicara, "Aliyah aku minta maaf, kamu tahu? mengapa tadi aku kesal sama kamu?" Aliyah menggeleng acuh.

"Aku sedang konsentrasi, pikiranku kalut sehingga mudah marah," lanjutnya. Mahya sejenak menghentikan langkah menatap Aliyah lekat.

"Hee-em."

Rafa sengaja berdehem agar Mahya menyadari keberadaannya di belakang.

"Pak Rafa!" ucap Mahya lirih.

Mahya menjadi salah tingkah, dan menghentikan bicara.

"Ada apa Mahya? Mengapa kamu jadi berhenti bicara?" tanya Aliyah. Rupanya kekesalan pada Mahya membuat Aliyah tidak mendengar ucapannya.

Mahya hanya menggeleng tidak mampu menjawab pertanyaan Aliyah.

rupanya Aliyah tidak menyadari jika di belakangnya ada Rafa, karena tidak mendengar saat Rafa berdehem.

"Santri jaman sekarang memang susah di atur," ujarnya.

Rafa mendengus kesal, melanjutkan langkah tanpa permisi.

Mahya dan Aliyah hanya mampu saling pandang, tubuh bergeser memberi jalan.

"Mahya, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Aliyah penasaran.

"Ah, bukan apa-apa," jawab Mahya dengan wajah masih clingukan memastikan. "Cuma perasaan kamu saja Aliyah," lanjutnya dengan mempercepat langkah.

"Tunggu Mahya! mengapa jalannmu menjadi cepat? lihatlah aku sampai ngos-ngosan mengejarmu!" Tangan Aliyah berusaha menggapai baju Mahya. Kini giliran Aliyah yang justru mengejar Mahya.

Mahya hanya tersenyum dan tidak menghiraukan Aliyah, hingga mereka sampai di asrama.

Di pagi harinya saat waktu makan telah tiba semua santri berdesak-desakan memenuhi kantin, mereka biasanya ada yang tinggal menggambil jatah makan dan ada pula yang makan dengan uang kes. Keadaan asrama pun menjadi sepi hanya Mahya yang masih tetap di tempatnya.

"Mengapa hatiku menjadi tidak karuan setiap kali melihat pak Rafa, dia sangat tegas, dingin tapi manis, aku harus berusaha bersikap biasa padanya," ucap Mahya lirih. Matanya terus memandangi langit-langit asrama dengan senyuman mengembang.

"Mahya, apa kamu tidak mau makan?Mengapa masih di situ terus? Ingat ya, ini sudah hampir waktunya masuk kelas," tanya Aliyah yang baru saja dari kantin dengan membawa sepiring nasi.

"Makanlah dulu! Aku sedang tidak selera," jawabnya dengan tangan mengambil sepatu dan memakainya.

Aliyah menggelengkan kepala dengan mulut tetap mengunyah,"Kamu mulai aneh sekarang, Mahya."

Mahya tidak menghiraukan temennya, dan segera berlalu.

Pukul 08.00.WIB.

Tidak seperti biasanya pagi itu, saat pelajaran hampir di mulai suasana aman terkendali hanya Mahya yang terlihat gusar.

Gadis itu merasa debaran hatinya semakin kencang, pikiran menjadi semrawut bahkan peluhpun ikut merembes ke sela-sela jarinya entah karena apa.

"Selamat pagi semuanya?" sapa seorang guru yang baru masuk. Dia melambaikan tangan dan juga tersenyum merekah.

"Oh, rupanya ini yang membuatku gusar," ucap Mahya dalam hati.

"Waduh-waduh, mengapa hatiku semakin berdebar ya, huuuh."

Mahya membuang nafas dalam-dalam. Berusaha untuk tetap bersikap wajar di depan semua teman-temannya.

Tidak sengaja sang guru menoleh ke arah Mahya. Dia merasa di perhatikan, dan entah mengapa hatinya juga mulai berdebar.

"Kamu," tunjuknya dengan pandangan serius.

"S-saya, pak?" tanya Mahya kurang percaya.

"Iya, kamu. Majulah!"

"Baik, Pak." Mahya dengan takut maju, menengok ke kanan dan kiri, berharap ada yang mau menyemangati.

"Apa yang kamu lihat? majulah, tidak usah takut!" printahnya dengan suara serak.

Mahya masih tetap diam di tempat seoalah tidak mendengarnya. Bukan karena takut tapi, debaran hatinya belum mampu di kendalikan.

"Mahya! apa yang kamu tunggu!" Aliyah berbisik.

Aliyah sedikit menjawel baju Mahya dari belakang. "Mahya, ayo cepatlah!" lanjutnya. Aliyah bangkit dan duduk dekat Mahya. Namun, Mahya masih diam tidak menjawab.

"Mahya, jangan permalukan dirimu di depan santri banyak"

Seketika Mahya terpancing lalu menoleh ke arahnya Aliyah. "Apa pedulimu! Sejak tadi kau ingin membuatku marah."

"Apakah kamu masih tetap mau diam di tempat!" tanya guru tersebut dengan nada tinggi.

Tetap ikuti kelanjutannya, siapakah guru itu sebenarnya mengapa Mahya menjadi diam tidak berkutik.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dendam seorang Janda
Dendam seorang Janda
Dalam novel modern Dendam seorang Janda, Mutia bertransformasi setelah difitnah dan diusir hingga wajahnya hancur. Pasca operasi, ia memulai misi balas dendam terhadap keluarga mendiang suaminya. Simak aksi penuh intrik dalam romance novel ini yang bisa Anda baca di webnovel kami.
Istri Pengganti Yang Tak Dicintai
Istri Pengganti Yang Tak Dicintai
Dalam Istri Pengganti Yang Tak Dicintai, Keira terpaksa menikahi Ezra Leighton demi membersihkan namanya. Terjebak dalam genre romance modern yang penuh teka-teki, ia harus mengungkap misteri kematian saudarinya. Simak kisah seru ini di webnovel pilihan bagi pembaca romance novel.
Janda Lugu
Janda Lugu
Dalam romance novel Janda Lugu, Arka berencana menikahi Nilam demi mengincar warisannya untuk melunasi utang. Namun, saat cinta mulai tumbuh, kebohongannya terbongkar. Nilam justru mengajukan kesepakatan pernikahan di atas kertas. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Kepingan Hati
Kepingan Hati
Dalam novel Kepingan Hati, Rafa bertekad menaklukkan hati gurunya, Khafa, meski terhalang status. Takdir membawa mereka ke pernikahan tak terduga dalam romance stories ini. Sebagai modern novel yang emosional, perjuangan Rafa membuktikan cinta sejatinya baru saja dimulai.
LITTLE MOMMY
LITTLE MOMMY
Dalam novel LITTLE MOMMY, Delisha yang berusia 14 tahun harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggalkan kekasihnya saat hamil. Baca kisah romance modern ini tentang perjuangan hidup dan pilihan sulit di usia belia. Temukan kelanjutan nasibnya hanya di web novel pilihan Anda.
My Iceberg
My Iceberg
Dalam My Iceberg, Ganistra Yunata terusir oleh suaminya yang kaku, Prana Guntara, saat mengandung. Empat tahun kemudian, pertemuan kembali dalam romance novel ini memaksa Ganistra menghadapi obsesi Prana yang tak ingin melepaskannya lagi. Baca kisah modern novel ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Sang Guru Hati
Aku Sang Guru Hati
Intan, gadis buta berusia sepuluh tahun, adalah reinkarnasi dari Guru Hati yang legendaris setelah seratus tahun. Meridiannya telah tersegel selama sepuluh tahun. Kini ia kembali untuk membalas dendam kematian ibunya. Keluarga Shen pernah membuangnya beserta ibunya ke pedesaan, yang menyebabkan ibunya meninggal. Kini, untuk menjilat Keluarga Perma, mereka membawanya pulang sebagai pajangan. Di pesta ulang tahun, ia membuka cadarnya, kembali dapat melihat, dan memicu fenomena aura hebat. Ahmad mengenalinya sebagai Guru Leluhur. Dengan Pedang Cahaya, ia bersumpah akan membuat Keluarga Kusuma membayar hutang darah mereka.
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
Tanda Panggil: Penerus
Tanda Panggil: Penerus
Cole Summers diam-diam menembus Simulasi Penerbangan Angkatan Laut dan menyelesaikan misi mustahil yang gagal diselesaikan siapa pun. Sejak saat itu, satu fakta jelas: dialah harapan terakhir untuk menghentikan Perang Dunia III. Namun sebelum menyelamatkan dunia, Cole harus menghadapi politisi korup, miliarder teknologi berbahaya, dan masa lalu keluarganya yang kelam.
Terobsesi Dengan Istri Bisunya
Terobsesi Dengan Istri Bisunya
Eva yang menjadi anak asuh di Keluarga Calvert, selalu mencintai Declan Calvert, anak laki-laki yang tumbuh sebagai pelindungnya. Dia yang tidak bisa berbicara sejak lahir, berjuang untuk mengungkapkan perasaannya dalam pernikahan yang dibangun atas dasar tugas. Declan menikahinya hanya untuk menghormati keinginan terakhir kakeknya. Eva yang terjebak dalam hubungan yang beracun, menanggung kekejaman Declan dan rencana kejam selingkuhannya, Selene, untuk mengusirnya. Terlepas dari semua itu, Eva berpegang teguh pada harapan bahwa Declan dapat menemukan kembali cinta yang pernah ada di antara mereka saat kecil. Eva yang terikat oleh kesunyian, harus memutuskan: memperjuangkan hati Declan atau membebaskan diri sebelum terlambat.
Pacar ke Duplikat, Bos Jadi Cemburu Gila
Pacar ke Duplikat, Bos Jadi Cemburu Gila
Maya Santoso sudah bosan menjadi NPC di sebuah dungeon game horor, diam-diam kabur ke dunia manusia untuk jatuh cinta. Setahun kemudian, Sekar Lijanto, teman masa kecil kekasihnya Taufik Zulkifri, hendak mengikuti ujian di dungeon horor yang sama. Untuk melindungi Sekar, Taufik memaksa Maya ikut terseret ke dalam dungeon tersebut — yang kebetulan adalah dungeon ""Kota Dongeng Horor"" tempat Maya dulu melarikan diri.
Resep Untuk Memalsukan Pernikahan
Resep Untuk Memalsukan Pernikahan
Pembuat roti sederhana, Everly, setuju menikah kilat dengan Julian, seorang miliarder single dad yang butuh istri pura-pura untuk mempertahankan hak asuh anaknya. Apa yang dimulai sebagai pernikahan pura-pura berubah menjadi kisah cinta saat mereka menyadari perasaan masing-masing sambil menghadapi musuh cemburu, mantan tunangan yang menguntit, dan mantan istri gila yang akan melakukan apa saja untuk memisahkan mereka.