Logo
My Iceberg
My Iceberg

My Iceberg

31 Bab
Tamat
Dalam My Iceberg, Ganistra Yunata terusir oleh suaminya yang kaku, Prana Guntara, saat mengandung. Empat tahun kemudian, pertemuan kembali dalam romance novel ini memaksa Ganistra menghadapi obsesi Prana yang tak ingin melepaskannya lagi. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Bab 1 dari My Iceberg

Bola plastik itu menggelinding di area mall megah yang sedang banyak pengunjungnya, lalu bersarang di bawah kaki seseorang. Di belakangnya berlari seorang bocah laki-laki kecil sekitar tiga tahunan. sepertinya sedang mengejar bola itu.

Tubuhnya yang mungil, tampak bulat berisi, seperti bola yang di kejarnya. Wajah yang tampan, terlihat sangat menggemaskan.

Sementara di tempat lain lagi yang tidak begitu jauh dari sana, seorang perempuan cantik berambut panjang hendak mengejar anaknya yang bernama Gagah. Langkahnya terhenti seketika.

Deg! 

Ia mengenali siapa pemilik sepatu itu,  yang berdiri menjulang tinggi di hadapan anak laki-laki kecilnya. Dengan segera tubuh ramping itu menyelinap ke belakang sebuah pilar besar penompang bangunan mall, secara diam-diam. Dengan hati cemas, ia terus memperhatikan lokasi Gagah dan laki-laki tinggi itu berada.

Wajah Gagah terangkat, saat mengetahui bola miliknya tertahan di kaki seseorang yang tidak dikenalnya.

"Bolaku" tunjuknya mengarah pada sepatu lelaki itu. "Danan ijak bolaku." katanya lagi secara lantang. Sepertinya marah karena barang milik dia, ada di bawah sepatunya.

Namun, karena raut wajah ciliknya sangat tampan, mimik marahnya malah terlihat lucu. Yang punya sepatu itu tersenyum, mulai tertarik dengan sikap beraninya.

"Bolamu baik-baik saja, kamu tidak usah marah." ucapnya dengan suara rendah. Kemudian dia mengambil bola itu dari bawah sepatunya.

Dan entah kenapa, sepertinya dia ingin sejenak menahan bocah tampan yang lucu ini, padahal seumur hidup belum pernah bercengkrama dengan anak-anak. Dia tidak begitu menyukainya.

"Danan abil, itu punaku." tunjuk Gagah lagi pada bola yang di pegang lelaki itu. Suara cadelnya terdengar lucu.

Tubuh jangkungnya berjongkok, berusaha menyesuaikan dengan tinggi badan Gagah. "Kalau bola ini mau kembali, kamu harus memintanya." 

Mata Gagah membulat. "Nda mau! itu punaku." mulutnya cemberut.

"Mintalah!" kata laki-laki itu, semakin senang mengganggunya. Kenapa anak ini, begitu menyita perhatiannya? Dia jadi bingung sendiri.

"Nda mauuu ...!" teriaknya lagi. Bibirnya sudah sangat mengerucut.

"Anak baik kalau menginginkan sesuatu, harus memintanya dengan sopan." Dia semakin mencadai Gagah yang semakin marah, malah semakin lucu dan terlihat menggemaskan.

Sepertinya Gagah sudah mulai tidak sabar, dia melangkah lebih mendekati dan menyambar bola dari tangannya. Laki-laki itu pun sengaja membiarkan bola dengan mudah di dapatkannya.

Gagah langsung berlari menjauh, sambil membawa bola plastik dan sempat melirik kembali kepadanya yang sudah berdiri. Tangan kecilnya melambai sambil tersenyum. Dan dia tertegun melihat senyumnya. 

Senyumnya! Mengingatkan dia pada seseorang. Dia jadi tertegun untuk sesaat, wajah anak itu seperti cermin dirinya sendiri. Tidak mungkin! Sangkalnya. Tidak percaya pada apa yang dilihat matanya sendiri.

Dia sempat mengedarkan pandangannya. Tidak mungkin bocah itu sendirian di mall sebesar ini, tetapi tidak ada tanda-tanda yang mendekati bocah itu. Saat melihatnya lagi, ternyata Gagah sedang duduk manis di sebuah kursi. Di sekitar konter makanan cepat saji, karena memang mereka sedang berada di area food court. Seakan sedang menunggu seseorang. 

Anak pintar dan patuh, pikirnya segera berlalu. Tanpa merasa khawatir lagi yang sekilas sempat dirasakannya tadi. Pikiran dia, takut diracuni lagi oleh hal yang menurutnya tidak mungkin.

Ganistra Yunatha yang biasa dipanggil Ganis, adalah ibu dari anak lucu itu. Segera keluar dari persembunyiannya, Setelah yakin kalau Laki-laki yang menahan bola anaknya, tidak terlihat lagi.

"Mami ...." teriak Gagah, saat melihat Ganis menghampirinya.

"Gagah, Mami mencarimu, lain kali jangan lari-lari di tempat seperti ini." tegurnya dengan nada lembut.

"Mami, bolana ang lali-lali ... aku halus takap." Gagah berusaha membela diri. Tangannya ditangkupkan, seolah sedang menangkap bola.

"Hmm ... bolanya tidak punya kaki, ya? Dan kaki Gagah yang kecil ini, kalah kencang sama bola yang tidak punya kaki ... huh! Kalau Gagah mau menang, harusnya Gagah taruh bolanya di lapangan berumput, bukan di sini."

"Iyaa, Mami. Bolana nda puna kaki, tapi bisa belali kecaaang." celotehnya.

"Bola ajaib." komentar Ganis asal. Menanggapi pemikiran anaknya, secara praktis saja.

"Ndak adaib, Mami. Latai ini licin, ndak cepeti lumput."

OMG!!! Kalau sudah begini, Ganis suka kehabisan akal untuk menjawab kalimat-kalimat cerdas anaknya. Padahal usia Gagah baru tiga tahun lebih, sekolah saja belum, tetapi mengenal hurufpun sudah tahu.

"Gagah mau ice cream ?" tanyanya, untuk mengalihkan perhatian. Akan tetapi, dijawab secara spontan oleh Gagah. Terlihat sangat antusias.

"Gagah mau es klim, Mami ...."

"Yuk, kita cari ice cream-nya."

Anak itu berjikrak kegirangan, sambil berpegangan pada lengan maminya. Meloncat-loncat secara zigzag.

Ternyata anak ini sudah melupakan kejadian tadi saat pertemuannya dengan laki-laki yang menahan bolanya, sebelum sempat menceritakan padanya.

Hampir saja, pikir Ganis. Dunia ini memang sempit.

"Gagah mau es krim rasa apa?" tanya Ganis, saat mereka sudah duduk mau memesan es krimnya.

"laca ... emm ... stobeli, sama laca ... emm ... cotlat!" serunya dengan mimik yang sangat menggemaskan.

Tidak begitu lama, pesanan yang diharapkan sudah datang. cup kecil es krim itu penuh dengan topping warna-warni.

"Wow!" mata Gagah membulat. Terlihat gembira melihatnya.

Sebelum menyuapkan es krim ke mulutnya, bocah cilik itu melihat dulu ke maminya. "Mami, napa ndak beli ec klimna?"

"Mama lagi gak enak perutnya, sayang. Udah, Gagah aja yang habisin es krimnya, ya?" 

"Mami cakit?" tanyanya sedikit menunjukan rasa kekhawatirannya. "pelica ke dotel, Mami." 

"Sakitnya Mami, gak harus diperiksa kedokter, Gagah. Mami masih kuat seperti biasanya." jawab Ganis, sambil menyikukan lengannya seperti binaragawan. Membuat Gagah tertawa. "Ayo, dimakan es krimnya, keburu cair nanti."

Gagah baru menyuapkan es krim ke mulutnya, setelah merasa yakin maminya tidak apa-apa. 

Ganis membiasakan untuk tidak selalu membantu anaknya makan, supaya mandiri. Ia lebih memilih mengelap bibir atau pipinya yang belepotan terkena makanan, karena tidak sepenuhnya masuk ke mulut kecilnya.

"Mami, tatut dicutik, ya? Ndak mau ke dotel." ternyata Gagah masih membahas soal sakitnya. Ia jadi menyesal telah membuat khawatir anaknya dengan memberi alasan yang sebenarnya asal saja. Tidak berpikir sama sekali akibatnya. Beginilah kalau punya anak pintar dan kritis. Tidak mudah untuk diyakinkan.

"Danan tatut dicutik, Mami. Kan Mami biang, kaa di didit cemut lacana." Ganis jadi tersenyum dibuatnya.

"Mami juga gak pernah takut disuntik, sayang. Dokter juga tidak sembarang kasih suntik ke yang sakit." ia kembali mengelap pipi gembil Gagah, dengan tisu.

"Abis, Mami." Gagah menggeser cup es krimnya, menjauh dari badannya. Topping-nya banyak yang berceceran di meja, juga di lantai bawahnya. "Pemenna banak ang jatuh, Mami." ia turun dari kursi kecilnya, melihat-lihat ke lantai.

Ganis terpaksa turun dan menghampiri anaknya. "Jangan ambil yang sudah jatuh ke bawah, sudah tidak bersih lagi, sayang." lalu menarik tisu yang tadi diselipkan di dadanya. Sebelum anak itu mulai makan es krimnya, supaya tidak mengotori bajunya. 

"Pulang, yuk!" ajaknya kemudian, yang diangguki oleh Si tampan ciliknya ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

En-PD159
En-PD159
Dalam En-PD159, Song Jiayan terjebak pernikahan aliansi penuh kebohongan dengan Fu Shisheng. Setelah dikhianati, ia bangkit menjadi CEO dan fokus pada bisnis keluarga. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat transformasinya dalam web novel penuh intrik dan tanggung jawab baru.
Gairah Anak Sahabatku
Gairah Anak Sahabatku
Dalam novel modern Gairah Anak Sahabatku, Ellie menghadapi ancaman dari teman sekelas putranya yang memanfaatkan rahasia kampus untuk memerasnya. Terjebak dalam paksaan dan konflik batin yang membara, ia harus memilih. Baca novel online gratis bergenre novel romantis ini sekarang.
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
Dalam novel romantis modern Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta, perjalanan biasa berubah menjadi penuh ketegangan saat sang protagonis tertangkap basah oleh seorang pria paruh baya di gerbong kereta. Baca novel online ini untuk mengikuti kelanjutan kisah romansa yang mendebarkan.
Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
Dalam novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak, Arga Satria Wicaksana mencari istri bayaran demi menutupi kekurangannya. Namun, kontrak ini justru menyembuhkan penyakit menahunnya. Temukan kelanjutan billionaire romance novels ini di platform web novel kami sekarang juga.
Jodoh Titipan Mama
Jodoh Titipan Mama
Dalam romance novel Jodoh Titipan Mama, Leon dan Celine terpaksa menghadapi perjodohan lintas pulau antara Papua dan Sumatra. Meski awalnya saling mencela, mereka harus menentukan nasib hubungan ini. Baca kisah lengkapnya di web novel modern yang penuh dinamika ini.
Membuatmu Takluk Padaku
Membuatmu Takluk Padaku
Dalam novel modern Membuatmu Takluk Padaku, Raya terjebak pernikahan terpaksa dengan aktor Kaisar Prabaswara yang memiliki kekasih rahasia. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana sandiwara dan ambisi diuji dalam realita pernikahan di atas kertas yang penuh intrik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Setelah dua tahun menghadapi provokasi Isla dan sikap dingin suaminya, Lydia dengan tegas mengakhiri pernikahannya. Mantan suaminya menganggap keputusannya itu hanya sementara, namun terbukti salah ketika Lydia membangun kembali hidupnya sebagai ahli andrologi terkemuka. Penyesalan kian menjadi saat pria itu terbongkar bahwa Isla adalah seorang penipu yang memalsukan ijazah sekaligus kisah penyelamatan nyawanya. Dalam upaya berdamai, dia mengunjungi kantor Lydia, yang menyambutnya dengan tawaran layanan medis yang dingin dan profesional.
[Versi suara dubbing] Reborn: Tidak Ada Pengorbanan Lagi
[Versi suara dubbing] Reborn: Tidak Ada Pengorbanan Lagi
Dalam kehidupan sebelumnya, wanita beruntung itu menyelamatkan seorang pria terkutuk tetapi dibunuh olehnya. Setelah rebirth, dia menolak untuk membantu lagi, bekerjasama dengan orang lain, dan memperbaiki takdir mereka.
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
Setelah lima tahun menjadi janda, dia mengetahui bahwa suaminya berpura-pura mati untuk menyembunyikan cinta sejatinya. Dia menikah lagi dengan pengagumnya, memiliki anak-anak, dan kehidupannya membaik — ketika mantan suaminya tiba-tiba kembali...
Kabur atau Mati!
Kabur atau Mati!
Kamila Salim diculik selama tujuh tahun dan mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi. Kamila memutuskan membawa anaknya kabur dari gunung buas yang memakan orang. Dalam perjalanan kabur, dia malah melihat komentar di layar. Menghadapi krisis berulang-ulang, melihat para penjahat merentangkan cakar ke arahnya yang bersembunyi di kegelapan, apa yang harus dilakukan Kamila?
Kakek, Jangan Tinggalkan Aku
Kakek, Jangan Tinggalkan Aku
Hanna ditemukan oleh kakeknya dan dibesarkan dengan kasih sayang. Namun, Citra, menantu kakek yang kejam dan bengis, sering memukuli dan menghina Hanna. Enam tahun kemudian, Hanna yang telah menjadi seorang CEO kembali ke kampung halaman dan ingin membagikan saham perusahaan kepada warga desa. Namun, semua orang salah mengira bahwa Yessica adalah CEO yang sebenarnya dan berbondong-bondong menyanjungnya. Sementara itu, Hanna sedang dalam perjalanan menuju desa.
Kemuliaan yang Pernah Kau Rendahkan
Kemuliaan yang Pernah Kau Rendahkan
Cello Caraka, Ketua Sekte Lohu yang tersembunyi, diam-diam membantu negara Kerta di bawah kepemimpinan Ratu Clara Lais. Namun, ketika identitas aslinya terancam terungkap, Cello difitnah mencuri stempel kekaisaran dan diusir. Ratu Clara malah bertunangan dengan Hasan Jura, yang mempermalukan Cello. Saat identitas Cello terungkap, Ratu Cynthia merekrutnya untuk bekerja sama dan menikahinya. Cello menolak, dan Cynthia berniat memaksa pernikahan mereka saat Clara menikah dengan Hasan. Cello bersumpah untuk membalas dendam pada hari pernikahan Clara. Namun, setelah dihina lagi, musuh menyerbu kerajaan. Clara menyesal dan memohon agar Cello kembali menyelamatkan negara.