Logo
BERKAH SECANTING BERAS
BERKAH SECANTING BERAS

BERKAH SECANTING BERAS

61 Bab
Tamat
Dalam romance novel BERKAH SECANTING BERAS, Mira berjuang melewati rintangan ekonomi demi menolong Abah Karjo yang sebatang kara. Ikuti kisah modern novel ini tentang ketulusan dan pengorbanan di tengah keterbatasan. Baca selengkapnya di platform web novel kami.
Bab 1 dari BERKAH SECANTING BERAS

Angin sore berhembus pelan menerpa dedaunan layu yang berserakan di tanah gersang. Suara kicauan burung yang berterbangan terdengar saling bersahutan. 

Di ujung jalan setapak, tampak pria renta sedang berjalan tertatih-tatih dengan menggunakan tongkat kayu. Tubuhnya pun sudah sedikit bungkuk. Maklum usianya sudah menginjak Delapan puluh tahun lebih.

Namanya adalah Karjo. Biasa dipanggil abah Karjo. Keseharian abah hanya bekerja sebagai pemulung barang bekas. Kadang jika tubuh ringkihnya kelelahan, abah hanya bisa berdiam dan berbaring dalam rumahnya. 

Hidup seorang diri di daerah perantauan membuatnya tidak banyak dikenal warga sekitar. Hanya sebagian yang mengenalnya dengan baik bahkan ada juga sebagian warga yang mau mengasihinya.

Hasil memulung tidaklah seberapa. Jika kesehatan tubuhnya mendukung, abah pergi bekerja mencari barang bekas di sekitar. Ia kumpul hasil memulung itu selama tiga hari lalu ia jual pada orang pengumpul barang bekas. 

Hasil penjualan terkadang hanya dapat lima belas ribu. Abah akan selalu bersyukur berapapun uang yang ia dapatkan. Terpenting baginya adalah dapat membeli beras.

Jika tubuhnya sedang tak enak, abah pun terpaksa tidak mencari. Terkadang ia terpaksa menahan lapar karena stok kebutuhannya sudah habis. Jika sudah begitu, abah hanya mampu meminum air putih untuk mengganjal perutnya.

Kaki kurus tanpa mengenakan sandal itu terlihat masih kuat berjalan. Hanya beberapa langkah lagi ia tiba di sebuah  rumah yang dituju.

Akhirnya, ia tiba di halaman sebuah rumah yang sederhana.  Sejak sebelum sore tadi ia sudah berniat mendatangi rumah tersebut. Tujuannya tidak lain hanya ingin meminta tolong dan ia yakini hanya pemilik rumah inilah yang mau menolongnya.

Abah melangkah pelan memasuki teras depan rumah tersebut. Ia mengangkat tangannya yang terlihat gemetar kemudian mencoba mengetuk pintu dan memberi salam.

Tok tok tok 

 "Assalamualaikum, Nduk!" ucapnya sambil mengetuk pintu.

Sembari menunggu pintu dibuka, abah mencoba duduk di kursi untuk mengurangi rasa lelahnya. Ia letakkan tongkat kesayangan di samping kursi tempatnya duduk.

"Waalaikumsalam." terdengar sahutan si empunya rumah dari dalam.

Seorang wanita muda beranjak dari kamarnya dan bergegas ke depan untuk membukakan pintu. Pekerjaannya melipat baju di kamar itu pun ia tinggalkan sebentar. 

Nama wanita itu adalah Mira. Rumahnya memang tidak begitu jauh dari rumah abah. Mira merupakan seorang ibu rumah tangga. Keseharian ia hanya di rumah merawat rumah, suami dan kedua anaknya.

Krek

Pintu berbentuk persegi itu pun terbuka lebar. Mira melihat pria tua yang menggunakan tongkat duduk di kursi teras rumahnya. Ternyata yang mengetuk pintu rumahnya adalah Abah Karjo

"Eh, Abah. ada apa, Bah?"  tanyanya menghampiri Abah. 

Mira langsung duduk di samping pria tua itu. Ia memandangnya sambil tersenyum. Di lihatnya, wajah keriput itu  pun ikut tersenyum ke arahnya.

Tampak di sebelah mata kanan abah ada kotoran mata yang menempel. Mira tahu, mata abah sudah sangat rabun. Akhirnya ia mengambil handuk kecil yang sedikit usang yang tergantung di leher abah kemudian mengelap kotoran mata tersebut.

"Nggak apa-apa, Nduk. Abah kesini cuma mau minta tolong kalau kamu berkenan." Ucap Abah langsung ke intinya. Kedua tangannya terlihat saling meremas merasa tidak enak dengan apa yang barusan diucapkan pada Mira.

"Minta tolong apa, Bah? InsyaAllah Mira selalu berkenan," jawab Mira kembali sambil tersenyum. Ia akan menolong semampunya, siapa pun yang membutuhkan pertolongannya. termasuk abah, pria tua di hadapannya itu.

Abah karjo tampak mengangguk. Mengambil nafas kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Sejujurnya ia merasa ragu untuk meminta tolong pada Mira. Sebab, dirinya bukan siapa-siapanya bagi wanita itu.

Akan tetapi, karena tak ada pilihan lain, abah pun terpaksa meminta pertolongan. Sebab tubuhnya sungguh tidak mampu lagi untuk berusaha. Akhirnya, dengan pelan dan hati-hati, abah pun mengatakan tujuannya pada wanita tersebut.

"Abah mau minjem beras, Nduk. kalau ada, secanting saja. Dari tadi pagi abah belum makan. karena beras abah habis. InsyaAllah kalau ada rejeki nanti, abah pasti kembalikan." Jelas abah kemudian sambil memandang Mira penuh harap.

Mira tertegun mendengar ucapan abah Karjo. Sekarang hari sudah pukul empat sore. Dari tadi pagi abah belum makan. Hatinya terasa teriris melihat pria renta di hadapannya. "Ya Allah, kasihan Abah," batinnya dalam hati.

"Iya, tunggu sebentar ya, Bah. Mira ambilkan beras dulu," ucapnya tersenyum. 

Mira beranjak dari duduknya kemudian pergi kembali ke dalam. Tujuannya mengambil beras di dapur dan memberikannya pada abah Karjo.

Saat tiba di dapur, Mira bergegas mengambil sepiring nasi beserta lauk tumis kangkung dan sambal. Tak lupa ia mengambil beras di dalam wadah tempat ia menyimpan beras.

Saat membuka wadah beras, Mira terdiam.Ternyata beras-nya juga tinggal sedikit cuma secanting. Itupun untuk jatah makan esok hari.

Lama Mira terdiam sambil berpikir. Ia merasa bingung. Suaminya pun belum pulang dari kerja. Jika beras secanting ini ia berikan pada abah Karjo, bagaimana keluarga kecilnya makan esok hari. Ia takut suaminya nanti akan marah. karena mengingat hari ini suaminya pun belum gajian.

Suami Mira hanya bekerja jadi kenek mobil angkutan umum kota. Itu pun tak selalu dapat uang. kadang tiga hari kedepan ia baru mendapatkan uang. Itupun tergantung keberuntungan. 

Bila angkot sedang ramai penumpang, dalam satu hari suaminya bisa membawa uang sebesar seratus ribu Rupiah. Terkadang bila lagi sepi, suaminya hanya bisa membawa uang sebesar dua puluh ribu Rupiah. Terkadang pulang suaminya tidak  membawa uang sama sekali.

Dengan niat dan Bismillah, akhirnya Mira berniat menyedekahkan satu-satunya harta secanting beras pada abah Karjo. 

Soal esok hari, ia akan mencari. Apapun dan bagaimanapun ia harus berusaha. Yang penting baginya anak-anaknya bisa makan.

Mira lantas membungkus beras secanting tersebut dengan plastik kemudian bergegas beranjak pergi ke luar menemui abah Karjo kembali. 

Sambil tersenyum, Mira memberikan sepiring nasi tadi serta beras dalam plastik tersebut pada abah karjo. 

"Ini Bah, berasnya. nggak usah dikembalikan, Bah. Mira ikhlas. Dan juga ini  ada nasi beserta lauk untuk makan Abah nanti malam," ucap Mira sambil memberikan kantong plastik dan sepiring nasi. 

Mata abah Karjo berkaca-kaca menahan rasa haru dan syukur. Hatinya senang dan merasa sangat berterimakasih pada wanita di hadapannya.

"Terimakasih, Nduk. Mudah-mudahan rejeki nduk melimpah dan barokah." 

"Amin, Bah," sahut Mira mengaminkan ucapan abah Karjo. 

" Kalau begitu abah pulang dulu, Nduk! Bentar lagi hari mau malam." Ucapnya lagi mohon pamit untuk pulang. 

"Iya, Bah. hati-hati di jalan." Balas Mira sambil menganggukkan kepala.

Abah karjo pun pulang. Sambil memegang kantong plastik dan sepiring nasi, abah tersenyum kemudian berlalu pergi berjalan mengenakan tongkatnya menuju pulang ke rumahnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
Dalam romance novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu, Adelia harus bertahan hidup setelah diusir dan ditolak Arsenio. Saat sang billionaire menyesal, Adelia telah bersanding dengan pria lain. Ikuti kisah drama ini di web novel pilihan yang penuh lika-liku takdir dan rahasia.
Apa Salahku Padamu, Bu?
Apa Salahku Padamu, Bu?
Dalam modern novel Apa Salahku Padamu, Bu?, Mutia berjuang bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi dan kemarahan ibunya yang tak beralasan. Ia harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya menjadi pelampiasan amarah. Simak kisah young adult fiction romance books ini di webnovel.
Hasrat Terpendam Suamiku
Hasrat Terpendam Suamiku
Terjebak perjodohan dalam Hasrat Terpendam Suamiku, Sophia harus menghadapi sikap dingin Albert. Di balik konflik ini, ia berusaha mengungkap gairah rahasia sang suami. Temukan kisah mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books yang penuh intrik pernikahan modern.
Jalan Hidup Kita
Jalan Hidup Kita
Dalam novel modern Jalan Hidup Kita, Mia Malva Elard yang skeptis pada cinta ditawari pernikahan oleh Grayson Adelard. Sebagai romance novel yang mendalam, Mia harus memilih antara tetap menutup diri atau mencari kebahagiaan sejati melalui komitmen baru ini di platform web novel.
Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
Dalam Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi, Lena meninggalkan billionaire dingin demi karier desain. Namun, saat ia sukses, sang mantan suami kembali menuntut pembuktian. Baca romance novel ini untuk melihat konsekuensi pengkhianatan dalam web novel modern yang penuh intrik.
Pengantin Palsu Ceo Arogan
Pengantin Palsu Ceo Arogan
Demi biaya pengobatan ibunya, Nayla menyamar dalam Pengantin Palsu Ceo Arogan untuk menggantikan anak majikannya. Di balik masker, ia harus menghadapi Arga Dewantara, sang miliarder dingin. Baca kisah romance modern ini di webnovel, salah satu billionaire romance books paling mendebarkan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Pewaris yang Tertukar
Aku Pewaris yang Tertukar
Pulang dari desa ke keluarga kaya, Autumn harus menghadapi intrik Hailey si pewaris palsu, pilih kasih keluarga, dan tekanan sekolah. Fokusnya cuma satu: cari uang demi sekolah seni dan mimpi menarinya. Meski difitnah sampai dikeluarkan dari sekolah dan dicabut hak ujian, dia tak pernah menyerah. Hingga suatu hari, tarian solonya di tengah hujan memukau para petinggi industri. Lalu, di ujian praktik yang penuh hambatan, dia keluar sebagai juara pertama, tinggalkan pesaing jauh di belakang. Urusan keluarga kaya bukan lagi urusannya. Lewat aksi nyata, dia sukses raih puncak ketenaran.
[Versi Dub] Andai Kamu Istriku
[Versi Dub] Andai Kamu Istriku
Dia pernah berjanji untuk menikahi satu sama lain ketika mereka masih muda, tetapi bertahun-tahun kemudian, dia lupa akan janji itu. Meskipun mereka menikah, dia tidak pernah kembali bersama dia dan bahkan tidak tahu seperti apa penampilannya. Secara kebetulan, pengacara perceraian yang dia sewa ternyata adalah istrinya, wanita yang ingin dia cerai...
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
Un malentendu de dix ans a mis fin à leur amour. Elle revient muette, avec un enfant malade ; quand la vérité émerge, il est noyé dans le regret mais ne peut pas s'excuser.
Kau Bukan Siapa-siapa Bagiku (Sulih Suara)
Kau Bukan Siapa-siapa Bagiku (Sulih Suara)
Sebastian, seorang CEO miliarder, mengajak Eleanor untuk menikah demi menghindari pernikahan paksa keluarganya. Walau awalnya menolak, Eleanor akhirnya setuju menikah dengan Sebastian setelah menolongnya saat Eleanor dicampakkan dan dihina tunangan yang sudah dibiayainya. Yang tidak diketahui Sebastian, Eleanor adalah seorang CEO miliarder rahasia yang lebih berpengaruh. Setelah rahasia terungkap, akankah cinta mereka bertahan?
Kumohon, Ceraikan Aku
Kumohon, Ceraikan Aku
Dewa Perang Bema, Ardi Pratama, yang takut menikah, menyamar sebagai satpam bernama Adrian Pratama atas perintah bibinya. Ia menikahi CEO dingin Maya Santoso, sengaja berulah agar diceraikan, namun diam-diam berulang kali menyelamatkannya. Tanpa sepengetahuan Maya yang mulai jatuh hati, suaminya itu ternyata sang Dewa yang selama ini ia diam-diam kagumi.
Cinta Sebelum Waktu Habis
Cinta Sebelum Waktu Habis
Ibu rumah tangga Madisyn Murphy telah menikah dengan suaminya, Dominic Murphy selama bertahun-tahun, menanggung sikap pilih kasih ibu mertuanya dan manuver adik iparnya yang licik. Berjuang demi kedamaian keluarga, Madisyn diam-diam bertahan selama ini. Baru setelah dokter memberitahunya bahwa dia hanya memiliki waktu satu bulan lagi untuk hidup karena kanker payudara, dia memutuskan untuk tidak lagi berdiam diri dan merebut kembali harga dirinya.