Logo
Bahagiaku Bukan Denganmu
Bahagiaku Bukan Denganmu

Bahagiaku Bukan Denganmu

43 Bab
Tamat
Dalam Bahagiaku Bukan Denganmu, Imron menceraikan Humaira demi Laras. Namun, penyesalan datang saat rahasia besar Laras terungkap. Romance novel penuh modern mystery ini mengikuti ambisi Imron untuk kembali pada mantan istrinya di tengah konflik rumah tangga. Baca fiction books ini sekarang.
Bab 1 dari Bahagiaku Bukan Denganmu

Pagi hari setelah melaksanakan kewajiban dua rakaat, Humaira beranjak menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan seperti biasanya.

Namun, ia tidak mendapatkan makanan sama sekali yang bisa dimasak.

Humaira tak kehilangan akal, ia pun pergi ke halaman belakang untuk mengambil ubi kayu dan mengambil daunnya untuk ia masak nanti.

"Bang, aku minta uang, enggak ada lagi persediaan makanan di dapur, semuanya telah habis, gas juga mau. habis," ucap Humaira kepada suaminya yang baru bangun tidur.

"Alah ! uang terus yang ada di otak Kamu, baru seminggu yang lalu aku kasih lima puluh ribu, sekarang sudah minta uang lagi, dasar boros ! " ucap Imron seraya pergi ke kamar mandi, untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor.

"Ya sudah, hari ini aku enggak bisa masak apapun, jangan salahkan aku," teriak Humaira, ia Jengkel menghadapi suami pelit seperti Imron.

Imron telah selesai mandi, ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja lengan panjang berwarna biru muda, dilengkapi dasi panjang dan sepatu kulit berwarna hitam.

Imron menyemprotkan minyak wangi ke beberapa bagian tubuhnya, wajahnya memang tampan, dan berhidung mancung, rambut nampak klimis, ia nampak berseri-seri.

Humaira merebus ubi, ia juga membuat secangkir kopi.

Imron telah siap, dan ia pun duduk di ruang makan.

"Huma ... ! Mana sarapan ? Sudah siang begini belum ada apa-apa di meja makan, dasar pemalas ! " teriak Imron, ia memukul meja makan.

Humaira datang membawa singkong rebus dan secangkir kopi panas.

"Ini sarapan!" hardik Imron, suaranya menggema memekakkan Indra dengar.

Imron melemparkan singkong yang ada di hadapannya, sehingga berhamburan ke lantai.

Humaira terkejut melihat pemandangan di depan matanya, segera ia membereskan kekacauan yang baru saja terjadi dengan air mata yang jatuh berlinang.

Imron hanya meminum seteguk air kopi, tanpa mempedulikan istrinya yang berada dihadapannya, ia segera beranjak menuju ke kamar untuk mengambil kunci motor.

"Kan' tadi sudah kubilang, enggak ada apa-apa lagi di dapur, yang ada cuma itu, makanya, Abang kasih aku uang !" ucap Humaira dengan suara parau, ia sangat kesal dengan sikap suaminya itu.

"Hari ini enggak ada uang belanja, lebih baik aku sarapan di kantor saja." jawab Imron.

Imron menghidupkan motor dan berlalu pergi begitu saja, tanpa pamit dan juga salam.

Bukan hanya sekali dua kali, Imron menyakiti hati Huma, namun ia bertahan demi mempertahankan rumah tangganya.

Tak lama kemudian, Humaira pergi ke warung Mpok Leha, walaupun dengan perasaan malu, ia memberanikan diri untuk berhutang.

Sementara Imron sedang menikmati sarapan pagi di warung nasi dekat dengan tempat kerjanya.

Ia menyantap nasi uduk buatan Bik Jum yang terkenal sangat enak dan nikmat, dengan begitu lahapnya.

"Mpok ! Apa boleh Saya ngutang dulu ? Beras satu kilogram, gas, dan tempe satu saja ! " ucap Humaira penuh harap.

"Ngutang terus kamu Huma, yang kemaren saja belum di bayar, ini sudah mau nambah ! " Jawab Mpok Leha kesal.

"Nanti kalau sudah ada rejeki, saya bayar Mpok,

" balas Huma memelas.

"Oke ! Aku beri waktu seminggu, harus sudah Kamu lunasi semuanya," ucap Mpok Leha.

"Baik Mpok, akan saya usahakan" balas Huma.

"Pokoknya aku enggak mau tahu, jangan cuma janji-janji saja, ingat itu !" Seru Mpok Leha.

"Baiklah Mpok Insya Allah ! Saya akan bayar semuanya," jawab Humaira.

Akhirnya Huma pun pulang dengan belanjaan yang tak seberapa itu, asal bisa mengganjal perut suaminya malam nanti.

Humaira segera membereskan rumah, menyapu, ngepel, mencuci baju dan memasak tempe sedikit, sisanya mau dimasak sore nanti menjelang Imron pulang.

Setelah sarapan, Humaira berkeliling kampung, untuk menawarkan jasa mencuci baju, menyetrika, atau apa saja yang bisa menghasilkan uang.

Setelah seharian berkeliling, sudah ada seratus ribu rupiah, ada sekitar lima rumah yang memakai jasanya, dari sekian banyak yang ia datangi.

Sebelum pulang ke rumahnya, Humaira membayar utang ke warung Mpok Leha terlebih dahulu.

"Ini Mpok utangku yang tadi, sekalian sama yang kemarin."

Humaira menyerahkan selembar uang merah kepada Mpok Leha.

"Tumben lu, cepat banget bayarnya, nih kembaliannya."

Mpok Leha menyodorkan uang kembalian sebesar dua puluh ribu rupiah.

"Iya, Sudah ada rezekinya Mpok ! "

Humaira tersenyum, ia pun mengambil uang kembalian yang diberikan oleh Mpok Leha dan berlalu pergi.

Sesampainya di rumah, Humaira membersihkan badannya kemudian melaksanakan kewajiban empat rakaat di sore hari, lalu ia beranjak ke dapur untuk memasak.

Humaira mengolah tempe tadi menjadi tempe goreng tepung, dan menumis bunga pepaya yang tadi dipetiknya dari depan rumah.

Halaman rumah yang tidak seberapa luas itu, Humaira manfaatkan dengan bercocok tanam.

Ia menanam pepaya, berbagai jenis cabe, kacang panjang, ubi kayu, bayam, dan aneka rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan lain-lain.

***

Tin...

Tin...

Imron membunyikan klakson, suaranya mengagetkan Humaira yang sedang termenung, iya bun bergegas menuju ke halaman untuk membuka untuk membuka pintu pagar.

"Lama kali kau membukakan pintu pagar, ngapain saja kau?" hardiknya.

"Maaf, Bang!" jawab Humaira.

"Sudah sana siapkan air hangat buat mandiku, habis itu siapkan makanan, sudah lapar aku," ucap Imron.

"Iya, Bang tunggu sebentar."

Humaira bergegas ke dapur untuk memasak air hangat dan menyiapkan makanan untuk suaminya.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Imron menuju ke ruang makan, dan membuka tudung saji.

"Makanan apa pulak ini? Tak' mau aku makan, enggak selera aku, suami capek pulang kerja, ini yang kau suguhkan buat aku, dasar istri enggak guna."

Dengan kasar imron membalikkan meja makan dengan penuh emosi, sehingga berhamburan semua makanan yang ada di situ.

Humaira terkejut melihat semua itu, air matanya jatuh berderai, tak sanggup rasanya ia berkata apapun lagi.

Pengorbanan nya selama ini tidak pernah dihargai oleh suaminya.

"Itulah yang Kau bisa, kerjaannya cuman nangis terus, kalau begini caranya, lebih baik kita masing-masing," hardik Imron.

"Hari ini, detik ini juga, Kau aku talak wahai Humaira Salsabila," tekan Imron.

" Benarkah apa yang kamu ucapkan itu bang?" ucap humaira dengan terisak.

"Kenapa semudah itu kau ucapkan kata itu Bang? Tak bisakah kita perbaiki semuanya," imbuhnya lagi masih tersedu.

"Alah merengek pula kau, sudah tak mempan aku, sekarang juga kau angkat kaki dari rumahku dan jangan bawa apa-apa selain baju-baju butut kamu," ucap Imron kian meradang.

"Baiklah, jika itu keinginanmu, aku akan segera bersiap."

Humaira segera mengemasi barang-barangnya, sebelum pergi ia menyempatkan untuk sholat Maghrib terlebih dahulu.

"Alah pake sholat dulu, kelamaan," ucap Imron begitu melihat Humaira sedang sembahyang.

'Kurasa tiada guna aku bertahan, apalagi harus memohon, sudah seringkali dia menyakiti hatiku seperti ini, namun aku tetap bertahan dan bersabar, mungkin perpisahan ini lebih baik daripada saling menyakiti perasaan, atau tidak adanya kenyamanan kedua belah pihak.' batin Humaira.

"Sudah sana pergi, engga usah drama..." usir Imron.

"Nanti surat cerai nyusul, akan aku kirimkan ke rumah orang tuamu" ucapnya lagi.

Humaira segera beranjak pergi, tak mau lagi berlama-lama, karena percuma saja memohon, untunglah aku belum memiliki anak dengan nya.

Ketika ia hendak membuka pintu, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di depan pintu, dalam hati Humaira bertanya-tanya, siapakah wanita dihadapannya itu.

"Laras..." Pekik Bang Imron kaget.

"LARAS? Siapa dia Bang?" tanya Humaira.

"Dia pegawai baru di perusahaanku," jawab Imron.

"Ngapain kamu kesini? Kan bisa urusan kantor diselesaikan besok saja," ujar Imron.

"Aku kesini mau menanyakan kejelasan hubungan Kita," Laras menatap Imron tajam.

"Aduh, apa pula kamu ini," balas Imron yang mulai gusar.

"Ini, coba lihat!"

Laras menyerahkan selembar kertas surat pernyataan dari dokter kepada Imron.

"Kamu hamil?"

Imron terkejut melihat surat pernyataan dari dokter yang diberikan oleh Laras.

"Oh! Jadi begini kelakuanmu di luaran Bang! Baiklah sudah jelas semuanya sekarang,"

Humaira mulai tersulut emosi.

'Pantas saja dengan mudahnya ia mengucapkan kata talak,' batin Humaira, ia pun segera berlalu pergi, tak mau lagi berlama-lama melihat suaminya yang pelit bersama selingkuhannya.

"Dan jangan lupa, aku tunggu surat cerai darimu" ucap Huma sambil menahan air matanya agar jangan sampai terjatuh di depan mereka.

"Baguslah! Tidak ada lagi halanganku untuk mendekati Bang Imron," ucap Laras dengan penuh kemenangan.

Humaira pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh dan berkata, "Baiklah silahkan kalian bersenang-senang kalian memang cocok dan serasi."

Humaira mengatur nafas agar tak meledak kemarahannya itu.

Humaira selalu diam bila selama suaminya marah atau berbuat kasar kepadanya, tapi tidak untuk sekarang, ini tidak bisa dibiarkan.

"Kau!"

Imron menghampiri Humaira, ia hendak menamparnya, dengan cepat Humaira menghindar, sehingga tamparannya meleset.

"Tak kubiarkan lagi kamu menyakitiku, Bang ! aku sudah bukan istrimu lagi," ucapnya.

Humaira pun berlalu pergi tanpa menoleh lagi ke belakang, ia meninggalkan rumah penuh duka itu.

Ternyata, ada beberapa kamera yang mengabadikan kejadian barusan, beberapa tetangga di sekitaran komplek rumah kami, karena mereka mendengar kami ribut-ribut.

"Apa ini, kalian bubar semua..." ucap Bang Imron kepada tetangga yang selalu ingin tahu urusannya itu.

"Hu... ! " teriak mereka kompak

"Eh ! Bang Imron, enggak baik berduaan dengan wanita yang bukan muhrim," ucap Bu Romlah.

"Ayo ibu-ibu kita usir wanita ini, sebelum terjadi yang tak diinginkan," ucap yang lain.

"Eh... Eh apa-apaan ini engga bisa, aku ini calon istri Bang Imron, kalian ga bisa seenaknya" ucap Laras

"Dasar pelakor tak tau malu" ucap yang lain.

Next

_____

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Akan Memaafkanmu
Aku Tidak Akan Memaafkanmu
Dalam Aku Tidak Akan Memaafkanmu, Alea menghadapi obsesi berbahaya ayah angkatnya, Reynald. Rahasia besar terancam terbongkar melalui video pengintai, memaksa Alea memilih antara kebenaran atau keluarga. Nikmati billionaire romance novel ini di webnovel, pilihan utama read novels online.
Bukan Rahim Istriku
Bukan Rahim Istriku
Dalam novel romance modern Bukan Rahim Istriku, Aryo nekat memindahkan janin selingkuhannya ke rahim sang istri demi menutupi pengkhianatan. Keputusan berunsur fantasy ini memicu konflik besar yang mengancam pernikahan mereka. Baca web novel ini untuk mengikuti konsekuensi pilihannya.
Crazy Maid ( Indonesia )
Crazy Maid ( Indonesia )
Dalam Crazy Maid, Feli menyamar jadi Cia demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya. Namun, billionaire Jerrald Nataniel Mendez geram dengan ketidakbecusan maid barunya ini. Simak kisah seru mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books yang penuh kejutan dan intrik modern.
Diamnya Istriku
Diamnya Istriku
Dalam romance novel Diamnya Istriku, Ayu menghadapi pengkhianatan besar dalam rumah tangga modern miliknya. Alih-alih menyerah, ia memilih jalur spiritual demi menyadarkan suaminya. Temukan kisah perjuangan batin yang mendalam ini saat Anda read novels online secara gratis.
I Hate You With Love
I Hate You With Love
Dalam I Hate You With Love, Aletta terpaksa menikahi Bian Dirgantara setelah calon suaminya kabur. Kini ia harus bertahan menghadapi kekejaman Bian sambil mengungkap rahasia besar yang mengancam hubungan mereka. Baca romance novel modern ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Kehidupan Edo yang Menakjubkan
Kehidupan Edo yang Menakjubkan
Dalam novel romantis modern Kehidupan Edo yang Menakjubkan, Edo menghadapi dilema besar saat ingin membantu kakak iparnya yang kesulitan hamil. Baca novel online gratis ini di webnovel untuk mengikuti konflik keluarga dan romansa yang penuh pilihan sulit ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Amarah di Balik Duka
Amarah di Balik Duka
Seorang penulis, Sandra, tiba-tiba masuk ke dunia novel yang dia tulis sendiri. Untuk bertahan hidup, dia harus menyelesaikan misi dari sistem. Awalnya dia mengira, sebagai seorang penulis, menyelesaikan misi itu akan mudah. Tapi ternyata, sang tokoh utama pria, Jason, justru bisa mendengar suara hatinya. Sandra yang mau bertahan hidup dan Jason yang mau membongkar kebenaran pun menjalani kehidupan rumah tangga dengan saling adu cerdik.
[Versi suara dubbing] Kenaikan Status Ibu Tiri
[Versi suara dubbing] Kenaikan Status Ibu Tiri
Dia, yang melakukan perjalanan waktu untuk menjadi ibu tiri kejam, ditangkap setelah menggunakan uang hasil penjualan anak perempuannya untuk mengunjungi rumah bordil. Dengan pengetahuan modern, dia menjadi kaya, menyelamatkan orang, menyelesaikan kasus, membersihkan namanya, menerima gelar "Nyonya Kekaisaran" dan akhirnya bersatu dengan dia!
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Lima tahun lalu, mereka berhubungan seks satu malam di sebuah hotel dan akhirnya memiliki empat orang anak. Kini, lima tahun kemudian, dia kembali dengan keempat anaknya. Sementara itu, pria itu telah mencarinya sangat lama. Takdir telah mempertemukan mereka kembali.
Memulai Hidup Baru, Lupakan Masa Lalu
Memulai Hidup Baru, Lupakan Masa Lalu
Setelah menjalani hubungan selama tujuh tahun, pasangan itu akhirnya putus karena berbagai kesalahpahaman dan pengkhianatan. Kemudian, salah satu pasangan sepenuhnya kehilangan yang lain karena cinta yang diidealkan, yang mengarah pada kesadaran mendalam. Bertekad untuk memperbaiki keadaan, dia berusaha memenangkan hatinya kembali melalui berbagai cara.
Pemburu Kejahatan
Pemburu Kejahatan
Lima tahun lalu, Ferry Lingga dikhianati oleh istrinya hingga orang tuanya tewas dan kakaknya diculik. Setelah lolos dari maut, ia belajar ilmu bela diri dan kembali untuk membalas dendam. Ferry menerobos Geng Naga Bungkas dan menjadi ketua cabang yang disegani. Berjanji akan menciptakan dunia tanpa kejahatan, ia menyapu bersih para musuh lamanya. Saat dalang utama terungkap, Ferry menggunakan caranya sendiri untuk memulihkan kedamaian di Kota Hantara.
Si Kecil Pembawa Hoki Sang Jenderal
Si Kecil Pembawa Hoki Sang Jenderal
Setelah kematian ibunya, Mila Tanadi yang dianggap pembawa sial diusir dari desa. Berbekal tanda pengenal, ia pergi ke kota untuk mencari ayahnya, seorang Jenderal Pengawas. Dengan keahlian metafisika, ramalan, dan keberuntungan luar biasa, Mila berhasil membantu Kediaman Jenderal mengatasi banyak krisis, bahkan mengubah nasib buruk keluarga tersebut. Pada akhirnya, Mila diakui, dianggap sebagai harta berharga, dan dimanjakan dengan penuh kasih oleh seluruh keluarga Jenderal.