Logo
Arimbi
Arimbi

Arimbi

71 Bab
Tamat
Dalam novel Arimbi, Hanna terjebak pernikahan paksa dengan Sultan dan terkurung di rumah misterius. Menghadapi obsesi gelap suaminya yang menganggapnya sebagai Arimbi, Hanna harus bertahan dalam kisah romance modern berbalut misteri. Baca webnovel horor ini untuk mengungkap rahasia kelam Sultan.
Bab 1 dari Arimbi

Dengan langkah berat Hanna masuk ke dalam rumah megah yang suram. Bangunannya kokoh dan kuat, cantik, dan terawat. Akan tetapi Hanna bisa merasakan kengerian yang tersembunyi di balik mewahnya istana Sultan Bhayangkari. Seorang lelaki dewasa yang telah menjadi suaminya akibat terjebak hujan di pondok. Hanna menyusuri ruangan dengan kedua mata cokelatnya, dari sudut ke sudut. Hingga pandangannya terhenti pada sebuah foto sepasang pengantin yang tersenyum bahagia. Deg! Aliran darah Hanna berdesir saat mengetahui jika Sultan telah memiliki istri, bukan seorang lajang seperti dugaannya.

"Ayo! Akan aku tunjukkan kamarmu." Sultan berjalan di depannya dengan gagah, melewati beberapa ruangan.

Tidak ada yang bisa Hanna lakukan selain mengikutinya, meskipun rasanya dia ingin sekali melarikan diri. Namun, Hanna tidak memiliki kemampuan. Di saat Sultan berhenti tiba-tiba wanita berkerudung putih itu menabrak dadanya, Hanna langsung menunduk. Dengan perasaan takut Hanna berjengit ketika Sultan memegang kedua pundaknya yang bergetar.

"Kenapa kamu seperti orang ketakutan?" tanya Sultan, mata gelapnya menyala.

Hanna menggeleng lambat. Dia tidak kuasa menahan tangisnya di hadapan Sultan yang tampak mengerikan. Melihat Hanna menangis Sultan jadi naik darah, tanpa berkata apapun ditariknya wanita itu dengan kasar. Lalu, mengempaskannya di sebuah kamar yang bernuansa gelap. Tidak ada cahaya matahari yang masuk, karena semua jendela tertutup rapat.

"Mulai hari ini nama kamu Arimbi." Sultan berkata tegas. Sama sekali tidak ada rasa kasihan terhadap Hanna.

"Arimbi?" tanya Hanna bergetar.

"Ya, Arimbi, istriku satu-satunya. Bukankah sekarang kamu istriku?

"Tapi namaku Hanna, bukan Arimbi."

"Jangan membantah!" bentaknya.

Spontan Hanna terdiam. Sekarang Sultan Bhayangkari adalah suaminya yang wajib dia patuhi. Sekalipun itu permintaan yang di luar nalarnya, Hanna tetap tidak bisa menolak. Di sini Hanna hanya mengikuti apapun yang Sultan inginkan, termasuk mengganti namanya menjadi Arimbi.

"Kita baru saja sampai dari perjalanan yang cukup melelahkan. Tidurlah, aku akan kembali begitu kamu bangun."

Sepeninggal Sultan dengan cepat Hanna bangkit dan berjalan ke arah jendela. Hanna dapat melihat bangunan-bangunan tinggi yang tersusun. Biasanya setiap pagi Hanna sudah berada di sawah, menanam sayur mayur, umbi-umbian, dan padi. Akan tetapi kini Hanna berdiri di suatu kamar asing yang akan menjadi tempat tinggalnya sampai menua nanti.

"Paman ..." lirihnya sedih. Hanna menyeka sudut matanya, saat teringat sang paman yang tinggal di desa.

Tap! Tap! Ketukan sepatu terdengar nyaring. Untuk mendengarkan lebih Hanna pun menempel pada jendela, dan melihat seorang perempuan berambut panjang dengan gaun bewarna merah. Wanita itu berjalan sambil menunduk sehingga Hanna tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Ketika Hanna mulai menebak-nebak siapa wanita itu seseorang muncul mengejarnya dengan napas tersenggal. Mungkin pelayan.

"Nyonya Arimbi, tunggu!"

Arimbi? Batin Hanna berteriak. Sultan mengganti namanya dengan nama itu. Sudah Hanna pastikan wanita bergaun merah itu pemilik nama Arimbi. Lalu, kenapa Sultan memberi namanya pada Hanna? Masih bertanya-tanya Hanna berusaha membuka jendela kamarnya yang sepertinya telah terkunci mati.

***

Setelah membersihkan dirinya Sultan membuka kamar ibunda tercinta. Sudah seminggu lebih Sultan tidak mengunjunginya, tentu saja dia rindu. Keadaan Ningsih masih sama seperti kemarin, saat Sultan berpamitan dengannya. Lemah dan tidak berdaya. Peluang untuk sembuh memang tidak ada lagi, tapi Sultan ingin sang bunda hidup lebih lama. Sambil membelai rambut putihnya Sultan bercerita, meski ibunda masih tertidur nyenyak.

"Sultan, apa itu kamu?" tanyanya saat tersentak. Matanya mengerjap cepat.

"Iya, Bunda, ini Sultan."

"Oh, Sayang. Bunda sangat merindukan dirimu. Apa kamu juga membawa Arimbi pulang?" Ningsih bertanya lagi.

Sultan tersenyum miris. Sejak Arimbi kehilangan akalnya, Sultan memang tidak mempertemukan mereka lagi. Ningsih yang sakit-sakitan, lumpuh dan tidak dapat melihat membuat Sultan enggan menghadapi masalah baru. Cukup sudah melihat Arimbi yang gila, dan Sultan tidak ingin kehilangan bundanya. Memberitahu keadaan Arimbi yang sebenarnya tentu akan membuat Ningsih serangan jantung.

"Iya, Bunda, Sultan juga membawa Arimbi pulang," jawabnya mantap.

Sultan membayangkan wajah Hanna. Menikahi wanita itu bukan tanpa tujuan yang jelas. Dialah yang akan menjadi Arimbi. Istri satu-satunya dan menantu kesayangan bundanya.

"Syukurlah! Akhirnya Arimbi kembali. Bunda juga sangat merindukannya. Di mana Arimbi? Kenapa dia tidak datang menjenguk, Bunda?" Ningsih tampak heran. Wajahnya juga berubah sedih.

Sultan pun memakluminya. Istrinya itu memang sangat dekat dengan sang bunda. Bahkan, mereka tidak seperti mertua dan menantu, tetapi bagaikan ibu dan anak kandung. Maka dari itu hingga sekarang Arimbi mempunyai tempat di hati Sultan. Istrinya Arimbi paling bisa membuat bunda bahagia.

"Dia sedang tidur, Bun. Kita baru saja sampai, jadi Arimbi sangat lelah."

"Katakan pada Arimbi setelah bangun nanti Bunda ingin bertemu. Bunda tidak mau makan jika bukan Arimbi yang menyuapi Bunda," katanya tegas.

Untuk jawaban dari permintaan yang terakhir Sultan menahannya, karena mereka belum berbicara. Sultan tidak akan mengiyakan permintaan bunda sekarang. Sultan perlu membuat kesepakatan terlebih dulu pada Arimbi yang baru, walau kemungkinan ada penolakan dia akan tetap memaksa. Tentu saja butuh waktu yang tidak sebentar, dan Sultan berharap Hanna bukan termasuk wanita pembangkang.

"Sultan tinggal dulu ya, Bun." Sultan pun mengecup kening ibundanya. Dia ingin menemui Arimbi yang pertama.

Senyum Sultan mengembang begitu melihat Arimbi di taman belakang. Wanita cantik itu sedang menikmati senja dan langit yang mendung. Mata indahnya menengadah ke atas, dengan senyuman yang selalu tampak mempesona bagi Sultan. Melihat kedatangannya Ratih bangkit, dan sedikit membungkuk. Selama ini Sultan mempercayakan Ratih yang merawat dan mengurus Arimbi.

"Sore, Tuan." Dia menyapa ramah.

Sultan mengangguk, lalu bertanya. "Bagaimana keadaan Arimbi?"

"Seperti yang Tuan lihat, nyonya Arimbi tampak baik-baik saja, bahkan sekarang dia bertambah aktif."

Seakan mengerti Ratih menyingkir, mempersilakan Sultan duduk di sebelah Arimbi. Cukup lama Sultan tidak mendapat respons apapun. Arimbi hanya fokus memandang ke atas, tidak memedulikannya sama sekali. Dengan lembut Sultan menggenggam tangannya, mengambil perhatian Arimbi seutuhnya. Seperti biasa wanita itu tidak pernah menolak saat Sultan menyentuhnya, bahkan dia malah menatapnya dalam.

"Kamu sudah makan?" tanya Sultan sambil mengusap rambut Arimbi.

Tidak ada jawaban. Semenjak sakit jiwa Arimbi memang jadi banyak diam. Bahkan, Sultan pikir Arimbi tidak mengerti dengan pertanyaannya, tapi sebagai suami dia selalu berusaha mengajak berbicara. Sebenarnya Sultan bisa saja membawa Arimbi ke RSJ untuk perawatan ekstra, yang menjadi masalah dia tidak bisa jauh dari cintanya itu, apalagi harus bolak balik menjenguk. Itu sangat merepotkan.

"Sayang, kamu terlihat sangat cantik hari ini." Masih dengan kata-kata yang sama Sultan menangguhkannya, kemudian mengecup pipi Arimbi mesra.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Hilang Di Bunian
Hilang Di Bunian
Dalam Hilang Di Bunian, petualangan lima sekawan di pulau tak bertuan berubah menjadi teror nyata. Menghadapi ancaman misterius, mereka harus bertahan hidup di tengah misteri kelam. Baca adventure story dan mystery story ini di platform online novel untuk mengikuti perjuangan mereka.
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku
Dalam novel Jauhkan kain putih itu Dariku, Alana harus menyingkirkan teror kain putih yang memicu kejadian luar nalar. Sebagai horror novel penuh misteri, ia berjuang bertahan hidup dari ancaman supranatural. Baca mystery story mencekam ini untuk mengungkap rahasia di balik mimpi buruknya.
Lawon Abang (Kafan Merah)
Lawon Abang (Kafan Merah)
Dalam Lawon Abang (Kafan Merah), Mbah Karso membangkitkan Nyai Larapati demi membalas dendam atas kematian cucunya. Horror novel penuh aksi ini mengikuti perjalanan mistis di Ledokombo untuk menuntaskan kesumat. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Living With The Devil
Living With The Devil
Dalam Living With The Devil, Alicia dijual pamannya kepada Lucius Denovan, seorang pria bermata merah. Genre vampire romance novel ini mengikuti perjuangan Alicia menghadapi permainan kejam Lucius demi mengungkap rahasia besar. Temukan kisah modern novel gelap ini di webnovel gratis.
Masa lalu Marni (Wewe gombel)
Masa lalu Marni (Wewe gombel)
Dalam Masa lalu Marni (Wewe gombel), Marni menghadapi fitnah keji dan penolakan keluarga hingga ia tewas mengenaskan. Kini, arwahnya menuntut balas atas ketidakadilan warga. Simak horror novel penuh misteri ini di platform online novel kami untuk mengungkap takdir tragisnya.
Misteri Bangku Kosong
Misteri Bangku Kosong
Di hari pertamanya di SMA elite, seorang murid baru menghadapi keanehan dalam novel remaja Misteri Bangku Kosong. Seluruh kelas berinteraksi dengan kursi merah tua yang kosong seolah ada seseorang di sana. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap rahasia novel horor misterius tersebut.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dihantam Ratu Kampus, Bangkit Jadi Dewa Kekayaan Tembus Pandang
Dihantam Ratu Kampus, Bangkit Jadi Dewa Kekayaan Tembus Pandang
Sam, murid miskin yang ditabrak Yara, tiba-tiba mendapat mata tembus pandang. Kemampuannya menarik perhatian banyak orang, termasuk putri keluarga kaya, Vivi, Tisa, Anne, dan Yara. Mereka pun mulai tertarik padanya yang dianggap Dewa Rezeki itu.
Istri Magang Pak Rio
Istri Magang Pak Rio
Orang palsu sepertimu berani menyombongkan diri dengan begitu arogan. Tunggu saja sampai aku menemukan buktinya; akan kupastikan kamu mendapatkan apa yang pantas kamu dapatkan!
Kalian Penjahat, Aku Si Gila Sejati!
Kalian Penjahat, Aku Si Gila Sejati!
Yuni Liem yang memiliki gangguan kepribadian dan kecenderungan antisosial, mengetahui adiknya, Yuli Liem, bunuh diri dengan melompat dari gedung. Dengan segala kekuatan grup usahanya, ia merekrut detektif-detektif terbaik di dunia untuk menyelidiki kematian Yuli Liem. Sekembalinya dalam negara, Yuni Liem baru mengetahui bahwa iparnya, Andi Kangean, tidak setia kepada adiknya. Yuni Liem pun mulai menjalankan rencananya.
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Serly Zofi adalah seorang mahasiswi dari desa yang berhasil menjadi CEO perusahaan go public setelah berjuang selama 7 tahun. Setelah kembali ke Suraya, dia pun kembali ke desa untuk menjenguk ibunya. Menghadapi rumor di desa dan ketidakadilan keluarga, Serly maju dengan berani untuk membela ibunya. Dia juga membantu warga desa menjadi kaya. Kisah Serly menyampaikan nilai-nilai kerja keras untuk mencapai kesuksesan, serta kesetaraan dan kemandirian yang sangat menginspirasi.
Putri dan Ratu Neraka
Putri dan Ratu Neraka
Vania adalah satu-satunya Ratu Neraka. Demi balas dendam atas keluarganya di kehidupan lalu, dia kembali ke alam manusia dan meminjam tubuh orang lain. Begitu bangun, dia menikah dengan teman masa kecilnya di alam manusia, Kevin. Kevin yang juga memendam dendam mendalam, melihat istrinya yang bangkit dari peti mati merasa takut namun dekat. Mereka melewati kesulitan bersama, melanjutkan hubungan mereka, dan membongkar kejadian yang menggemparkan.
Lahir Kembali: Merobek Topengnya
Lahir Kembali: Merobek Topengnya
Pada 1980-an, Milo diam-diam mengagumi putri direktur pabrik, Hailey. Ia mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkannya dari malam petaka, tapi malah difitnah melakukan penyerangan hingga hidupnya hancur. Kini, terlahir kembali pada hari pembalasan itu, Milo mencari keadilan. Siapa lagi yang akan menyesal telah macam-macam dengannya kali ini?