Logo
Antara Cinta Dan Trauma
Antara Cinta Dan Trauma

Antara Cinta Dan Trauma

53 Bab
Tamat
Dalam novel Antara Cinta Dan Trauma, Adel berjuang sembuh dari kekerasan masa lalu. Sebagai romance modern, kisah ini mengikuti usahanya menata hidup di Surabaya demi masa depan. Di tengah konflik persahabatan dan pilihan sulit tentang kekasihnya, temukan perjalanan emosional ini di web novel kami.
Bab 1 dari Antara Cinta Dan Trauma

Awal kelas dua SMA jadi masa yang nggak terduga buat Adel dan Dara. Mereka baru saja sekelas, duduk nggak jauh dan langsung jadi dekat karena punya banyak kesamaan. Mulai dari kebiasaan suka bercanda, sampai kegemaran mereka nongkrong bareng setelah pulang sekolah. Nggak butuh waktu lama buat mereka saling merasa nyaman. Mereka suka sharing cerita-cerita ringan, mulai dari gosip di sekolah sampai curhatan pribadi yang lebih mendalam.

Di tengah semester pertama kelas dua...

"Eh, Del, menurut lu, cinta itu perlu dikejar-kejar nggak sih?" Dara tiba-tiba nyeletuk di sela-sela makan siang mereka di kantin.

Adel ngelirik penasaran sambil ketawa kecil. "Apaan sih, Dar? Lu lagi naksir siapa?"

Dara malah senyum-senyum sendiri, sambil ngelepas handphone dari tasnya. "Enggak, gue cuma iseng doang. Coba-coba aplikasi kencan, kali aja nemu yang cocok," jawab Dara sambil nunjukin aplikasi kencan di layar handphone-nya.

Adel agak terkejut, tapi akhirnya malah ikut ketawa. "Gile, ya lu. Nggak takut apa? Bukannya kita pernah bahas kalo aplikasi kencan tuh agak menakutkan?"

Dara menunduk, masih senyum, tapi kali ini dengan sedikit ekspresi serius. "Iya, tapi... gue penasaran aja, Del. Kadang gue merasa kesepian, pengen aja coba ngobrol sama orang baru."

Adel diam sejenak, tatapannya melunak. Dia tahu, Dara sering ngerasa sendirian walaupun mereka punya banyak teman di sekolah. Adel akhirnya tersenyum dan angguk, nyoba dukung keputusan Dara. "Ya udah, asal hati-hati aja, ya. Jangan sampe ketemu yang aneh-aneh."

Dara nyengir sambil angkat bahu. "Tenang aja, gue nggak sembarangan, kok."

---

Waktu berlalu, dan Dara cerita kalau dia kenal cowok dari aplikasi itu-namanya Farhan. Awalnya cuma ngobrol ringan, tapi makin lama mereka jadi rutin chat. Dara sering banget cerita soal Farhan ke Adel, mulai dari gaya bicaranya yang lucu sampai perhatian-perhatian kecil yang Farhan kasih. Dalam beberapa minggu, Dara udah mulai deket banget sama Farhan, bahkan kadang terlihat lebih antusias saat ngomongin cowok itu.

Di sekolah, saat istirahat...

"Del, tau nggak? Farhan tuh lucu banget, dia tuh bener-bener bikin gue ketawa tiap kali chat," cerita Dara dengan mata berbinar-binar.

Adel cuma bisa senyum sambil dengerin. Dia seneng ngeliat Dara bahagia, tapi ada perasaan cemas yang nggak bisa dia abaikan. "Tapi, lu beneran yakin sama dia, Dar? Lu belum ketemu langsung kan?"

Dara menatap Adel dengan senyum yakin. "Ya, kan gue nggak buru-buru, Del. Gue cuma ngobrol-ngobrol aja. Lagian dia keliatan jujur kok."

Adel angguk-angguk pelan, tapi dalam hatinya, dia tetap merasa ragu. "Oke deh, asal lu hati-hati aja. Gue cuma nggak mau lu terluka."

Dara mengangguk, senyum penuh keyakinan. "Iya, gue ngerti kok. Tenang aja."

---

Sementara Dara makin intens dengan Farhan, Adel pun ikut penasaran dan coba aplikasi kencan yang sama. Dia kenalan dengan seorang cowok bernama Vero, yang dalam waktu singkat langsung nyambung dengan cara pikir dan gaya bicaranya. Selama beberapa minggu, mereka sering chat setiap malam, dan suatu malam, Vero akhirnya ngajak ketemuan langsung di Bukit Bintang.

Adel masih ragu untuk datang sendirian, dan akhirnya minta Dara buat nemenin dia. Mereka berdua sepakat untuk bertemu Vero, yang nantinya jadi pengalaman baru bagi Adel.

Malam di Bukit Bintang...

"Del, lu beneran yakin aman?" tanya Dara sambil ngebetulin jaketnya karena angin malam yang cukup dingin.

Nggak lama kemudian, Vero datang-berpenampilan sederhana, pakai jaket hitam dan rambutnya sedikit gondrong. Dia senyum hangat sambil melambai ke arah mereka, dan Adel merasa lebih tenang melihat sikap ramah Vero.Adel dan Vero bertemu di malam yang cukup dingin. Vero terlihat cukup tampan, namun ada sesuatu yang tidak nyaman bagi Adel. Saat mereka berbicara, Vero seringkali melontarkan candaan yang sedikit menyinggung, atau terlalu serius menanggapi hal-hal kecil yang seharusnya tidak diperhatikan begitu intens.

"Gue sih nggak masalah, kalau lo lebih nyaman sama gue, Del," kata Vero dengan nada sedikit menggoda, saat mereka sedang duduk di sebuah kafe di Bukit Bintang.

Adel merasa aneh, "Gue nggak ngerti, Ver. Kita baru kenal, lo nggak harus kayak gitu, kan?"

Dara yang duduk di meja sebelah ikut diam. Melihat sikap Vero yang agak berlebihan, dia mulai merasa cemas, namun berusaha untuk tidak ikut campur.

Tapi, saat pertemuan itu selesai, Adel merasa ada yang kurang. Vero memang menarik, tapi entah kenapa, dia merasa seperti ada jarak antara mereka. Mungkin itu perasaan pertamanya yang membuatnya bingung, tapi dia berusaha memberi kesempatan lagi. Vero tetap menghubungi Adel setelah itu, dan mereka mulai sering berkomunikasi.

---

Adel terbangun di pagi hari dengan perasaan campur aduk. Setelah semalam bertemu dengan Vero, dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya. Meskipun Vero tampak menyenangkan, ada sisi dirinya yang membuat Adel merasa tidak nyaman. Tapi, dia tidak bisa menepis perasaan yang mulai muncul-perasaan bahwa Vero mungkin adalah seseorang yang bisa memberikan sesuatu yang baru dalam hidupnya.

Dara yang selalu menjadi pendengar setia bagi Adel, tentu saja tahu apa yang terjadi. Di kelas, mereka berdua masih saling berbicara seperti biasa, meskipun ada jarak kecil yang mulai muncul antara mereka.

"Lo lagi mikirin Vero nih?" tanya Dara sambil menggoda saat mereka duduk di kantin.

Adel hanya tersenyum, meski hatinya sedikit berdebar. "Nggak juga, cuma... dia beda aja dari yang lain."

Dara mengerutkan dahi. "Beda gimana?"

"Kayak, dia tuh... nggak mau nyerah kalau dia pengen sesuatu. Bahkan kalau gue bilang nggak, dia bakal terus coba." Adel menggelengkan kepala, mencoba menjelaskan perasaannya yang sebenarnya agak rumit.

"Dia kok kayak gitu?" Dara mulai terlihat khawatir. "Gue ngerti sih kalau lo pengen mencoba hal baru, tapi hati-hati aja, Del."

Adel hanya mengangguk. "Gue tahu, Dar. Gue cuma nggak ngerti perasaan gue sendiri."

Hari-hari berlalu, dan meskipun mereka berdua saling berbicara seperti biasa, ada ketegangan yang mulai muncul di antara mereka. Tidak hanya karena Vero, tetapi juga karena kesenjangan yang terasa antara Adel dan Dara. Dara yang semakin dekat dengan Farhan, dan Adel yang semakin sering menghabiskan waktu dengan Vero, seolah-olah ada dua dunia yang terpisah.

---

Sementara itu, hubungan Adel dengan Vero semakin intens. Mereka mulai sering berbicara di chat, dan setiap percakapan terasa penuh dengan ketegangan emosional. Vero selalu tahu bagaimana caranya membuat Adel merasa spesial, meskipun kadang-kadang dia terlalu menguasai percakapan, membuat Adel merasa kurang nyaman.

Suatu malam, setelah sebulan lebih mereka berkenalan, Vero mengirim pesan yang cukup panjang.

Vero: "Gue nggak tahu kenapa, tapi rasanya kayak kita udah kenal lama. Kayak lo tuh udah bagian dari hidup gue aja."

Adel merasa sedikit bingung membaca pesan itu. Mereka baru kenal beberapa minggu, dan Vero sudah mengatakan hal seperti itu. Tapi, entah kenapa, hatinya terasa hangat membaca kata-kata itu.

Adel: "Lo... serius? Kita baru kenal, Ver."

Vero: "Gue nggak pernah ngomong gini ke cewek lain, Del. Lo beda."

Adel terdiam membaca pesan itu. Bagaimana bisa seseorang yang baru dikenal bisa mengatakan hal seperti itu? Perasaan itu membuatnya merasa terhanyut, tapi juga ragu.

Namun, semakin sering mereka berbicara, semakin sering Vero mengungkapkan rasa suka dan ketertarikannya kepada Adel. Suatu hari, dia mengajak Adel untuk pergi keluar lagi, kali ini untuk makan malam bersama di restoran yang agak mewah.

"Del, lo mau nggak kita coba ngelakuin sesuatu bareng lagi? Gue pikir, kalau lo mau, kita bisa lebih deket lagi," kata Vero, mengajak dengan nada serius.

Adel bingung, tetapi juga merasa sedikit tertarik. "Iya sih, kayaknya seru juga. Tapi, gue beneran butuh waktu buat ngeresapi semua ini, Ver."

Vero hanya tertawa kecil. "Gue ngerti, kok. Tapi gue yakin kita bisa saling ngerti lebih dalam."

Pada malam itu, mereka bertemu di restoran tersebut. Vero mengenakan jaket hitam yang membuatnya terlihat lebih dewasa dan misterius. Wajahnya yang tampan membuatnya semakin menarik di mata Adel. Mereka berbicara banyak hal, mulai dari cerita masa kecil, impian masing-masing hingga rasa trauma yang di sebebkan oleh masa lalu mereka masing-masing. Meski ada perasaan hangat, ada juga rasa ragu yang menghinggapi hati Adel.

Setelah makan malam, mereka berjalan keluar menuju mobil Vero. Sebelum berpisah, Vero menatap Adel dengan penuh perhatian. "Lo tahu, kan, gue serius sama lo, Del?"

Adel hanya mengangguk pelan, meskipun dalam hatinya, ada suara kecil yang bertanya-tanya, apakah ini benar-benar yang dia inginkan?

---

Hari-hari berjalan cepat, dan hubungan Adel dengan Vero semakin mendalam. Mereka semakin sering menghabiskan waktu bersama, berbicara melalui chat, bahkan kadang-kadang bertemu di luar sekolah. Vero makin menunjukkan sisi perhatian yang membuat Adel merasa dihargai, meskipun ada bagian dari dirinya yang masih merasa ragu.

Vero yang selalu percaya diri, kali ini berbicara dengan serius saat mereka duduk di salah satu kafe yang cukup tenang. "Gue suka banget sama lo, Del. Gue serius, lo tuh beda dari cewek-cewek lain yang pernah gue kenal."

Adel terdiam, menatap Vero yang sedang berbicara dengan penuh keyakinan. "Gue nggak tahu... gue bingung, Ver. Semua ini terlalu cepat."

Vero tersenyum, mencoba meyakinkan Adel. "Gue ngerti. Tapi gue percaya, kita bisa ngelewatin ini bareng. Lo nggak perlu ragu, Del."

Adel mencoba memberi respons, tapi pikirannya mulai kacau. Ada perasaan senang, ada juga ketidakpastian yang datang begitu saja. Di satu sisi, Vero memberikan perhatian yang selama ini Adel rasa hilang dari hubungan-hubungan sebelumnya. Namun, hati Adel masih merasa ada yang kurang. Dia merasa seperti sedang berada di persimpangan jalan yang sulit untuk dipilih.

Setiap hari seakan penuh dengan pesan-pesan dari Vero yang selalu membuatnya tersenyum, tapi juga penuh dengan kebingungannya. Vero yang selalu tahu bagaimana

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
Dalam novel romantis miliarder Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan, baca novel online ini tentang pengkhianatan tunangan yang memilih menikahi cinta pertamanya demi bakti. Sang protagonis memutuskan membatalkan pernikahan triliunan tersebut dan mencari calon suami baru melalui keluarganya.
Dosa Dalam Pelukan Brondong
Dosa Dalam Pelukan Brondong
Dalam novel modern Dosa Dalam Pelukan Brondong, Sheana terjebak pernikahan dingin dengan billionaire sebelum bertemu Ellandra. Pertaruhan besar dimulai saat gairah terlarang mengancam rahasia suaminya. Baca kisah romance stories ini untuk mengungkap pilihan sulit Sheana.
Gairah Perempuan Bergaun Merah
Gairah Perempuan Bergaun Merah
Dalam Gairah Perempuan Bergaun Merah, Rubby terjebak pilihan sulit saat mengejar cinta tabu yang menjungkirbalikkan logika. Kisah romance novel ini mengikuti ambisinya menghadapi konsekuensi hasrat terlarang. Baca modern novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda hari ini.
Godaan Maut Ipar dan Mertua
Godaan Maut Ipar dan Mertua
Nikmati Godaan Maut Ipar dan Mertua, sebuah modern romance novel yang menghibur. Ikuti kisah penuh intrik hubungan keluarga sebagai teman istirahat tanpa konflik rumit. Pilihan tepat bagi pembaca yang ingin read books online free dan mencari hiburan segar di sela kesibukan harian.
Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
Dalam Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi, Lena meninggalkan billionaire dingin demi karier desain. Namun, saat ia sukses, sang mantan suami kembali menuntut pembuktian. Baca romance novel ini untuk melihat konsekuensi pengkhianatan dalam web novel modern yang penuh intrik.
PERAWAN RASA JANDA
PERAWAN RASA JANDA
Dalam romance novel PERAWAN RASA JANDA, Mala harus menghadapi stigma status janda demi mengasuh keponakannya. Di tengah tekanan atasan arogan dan kejaran teman lama, ia terjebak dalam pilihan sulit. Baca modern novel ini untuk mengikuti perjuangan Mala mencari cinta sejati di webnovel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kecanduan oleh Kecantikannya
Kecanduan oleh Kecantikannya
Setelah dipaksa menikah menggantikan kakak perempuannya, Noemi secara tidak sengaja dikirim ke kamar tidur suami nominalnya, Niko. Niko menderita insomnia tetapi mengalami tidur malam yang damai dengan keberadaan Noemi. Penasaran dengan hasil yang tidak terduga ini, Niko menyewa Noemi untuk membantunya mengatasi insomnianya. Ketika mereka menghabiskan waktu bersama, Niko mengembangkan perasaan untuk Noemi, tidak menyadari identitas aslinya sebagai istrinya, dan tidak menyadari masa lalu mereka bersama.
Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Emir Feris tinggal bersama ibunya di kawasan kumuh selama 22 tahun. Lantaran tidak mampu memenuhi gaya hidup mewah pacarnya, Emir pun diputuskan secara sepihak.Namun, siapa sangka, di malam yang sama, kakek Emir yang merupakan orang terkaya di daerah tersebut datang mencari Emir?
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Seorang gadis Amerika polos pergi ke Rusia demi mencari suaminya dan bertemu dengan berandal kejam. Terjebak dan terancam, dia diselamatkan seorang jenderal Rusia. Rasa takut berubah jadi sayang, hingga dia tahu jenderal itu ayah dari mantan suaminya yang culas. Mampukah cinta terlarang ini bertahan?
Keluar dari Penjara, Jadi Kesayangan
Keluar dari Penjara, Jadi Kesayangan
Naura Sabila dipenjara 3 tahun demi menanggung kesalahan pacarnya. Di penjara, ia ditemukan Kakek Jufri dan diminta mendonorkan darah untuk Ilham Fikry agar bisa bebas. Setelah pulang, ia justru memergoki pacarnya berselingkuh dengan atasannya. Putus asa, Naura menikah dengan Ilham. Sejak itu, ia dimanjakan suaminya, membalas perlakuan mantan dan selingkuhannya, lalu hidup bahagia hingga dikaruniai seorang putri.
Kuberikan Jantungku untuknya
Kuberikan Jantungku untuknya
Selama tujuh tahun, Alec setia mencintai Lexi. Sayangnya, kakak laki-laki Lexi berhasil meracuni pikirannya, meyakinkannya bahwa Alec telah mengkhianatinya. Lexi pun menuntut cerai, menggugurkan anak mereka, yang memicu kambuhnya penyakit jantungnya. Dengan rela, Alec mengorbankan jantungnya sendiri untuk menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya. Tanpa menyadari pengorbanan itu, Lexi justru mengira pria itu pergi karena dendam. Di tengah penyesalan yang menyiksa, dia baru tersadar bahwa cintanya pada Alec selalu ada dan mulai memburu bayangannya dalam keputusasaan. Kebenaran akhirnya terungkap. Saat mengetahui jantung yang berdetak di dadanya adalah milik Alec, Lexi pun hancur hati. Keputusasaan akhirnya menguburnya hidup-hidup, bersama kenyataan pahit bahwa orang terkasihnya telah wafat untuk selamanya demi keselamatannya.
Panglima Begitu Menawan
Panglima Begitu Menawan
Pada awal era Republik, Jaya Guhara, putra perdana menteri, menikah di usia 10 tahun dengan Luvia Loekito yang seusia. Dalam didikan Luvia, Jaya pelan-pelan menaruh perasaan padanya. Setelah itu mereka berpisah. Saat bertemu lagi, Jaya sudah menjadi Panglima Daerah Bejara yang namanya disegani, sementara Luvia justru menjadi ketua musuh besar Pasukan Bejara, yaitu Geng Naga Biru. Begitu Jaya tahu identitas Luvia, hal pertama yang dia lakukan adalah datang sebagai mantan suami yang lagi jatuh, lalu masuk sebagai menantu cowok numpang dan minta pertanggungjawaban.