Logo
Gairah Perempuan Bergaun Merah
Gairah Perempuan Bergaun Merah

Gairah Perempuan Bergaun Merah

63 Bab
Tamat
Dalam Gairah Perempuan Bergaun Merah, Rubby terjebak pilihan sulit saat mengejar cinta tabu yang menjungkirbalikkan logika. Kisah romance novel ini mengikuti ambisinya menghadapi konsekuensi hasrat terlarang. Baca modern novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda hari ini.

Ringkasan Gairah Perempuan Bergaun Merah

Ruby adalah wanita berusia pertengahan tiga puluhan yang memiliki pesona fisik memikat dengan bentuk tubuh yang terjaga sempurna. Meski telah melewati banyak pengalaman asmara dan petualangan ranjang di masa lalunya, kini ia justru terperangkap dalam gairah yang menyesatkan. Ruby terjatuh ke dalam cinta buta yang mengikis kewarasannya secara perlahan. Ironisnya, sosok yang ia kejar adalah pria terlarang yang menciptakan konflik tabu bagi hidupnya yang selama ini penuh gairah.
Selengkapnya

Bab 1 dari Gairah Perempuan Bergaun Merah

If love is blind... I'll find my way with you...Cause I can see myself, not in love with you...

Suara mendayu manja melantunkan lagu dari Tiffany terus saja membelai pendengaran semua orang di ruangan seluas 20 x 30 meter berpenerangan remang-remang. Hanya bagian panggung saja yang terang benderang.

Memang itu di sebuah kafe yang mengusung live music di setiap penghujung minggu. Jum'at, Sabtu, dan Minggu adalah jadwal tetap bagi para penyanyi lokal.

Sabtu malam ini telah tampil biduanita ternama kafe tersebut. Dia biasa mengisi jadwal malam Minggu, momen paling ramai di kafe itu.

"Ruby! Ayo, nyanyikan yang lebih hot!" teriak salah satu pengunjung sembari acungkan gelas bir di tangan kanan ke arah panggung.

Biduan bernama Ruby pun tersenyum usai menuntaskan lagu mellow tadi. "Baiklah, saya akan coba bawakan lagu apik yang saya harap disuka semua di sini."

Ruby berbisik sebentar ke pianis di dekatnya. Sang pianis mengangguk, lalu main mata memberi kode pada pemain drum di belakang, tak jauh darinya.

Tak lama lagu Toxic milik Britney Spears mulai dibawakan mengambil versi jazz. Suara Ruby terdengar manja merayu. Para pria bertepuk dan bersorak senang.

Apalagi ketika tubuh ramping Ruby bergerak menggeliat menawan, terkadang memamerkan paha indah dia di balik gaun terusan warna merah yang berbelahan paha tinggi.

Gadis itu bernama panggung Ruby. Tak ada seorangpun yang mengetahui nama aslinya, pun pemilik kafe atau bahkan para pemain musik yang kerap mengiringi dia di panggung.

Tidak, kalian tidak perlu meliarkan imajinasi kalian membayangkan Ruby adalah gadis muda berumur awal dua puluh, bertubuh sangat sintal dengan payudara memenuhi pakaiannya.

Tidak, jauhkan angan-angan mesum kalian,

Ruby hanyalah gadis di pertengahan tiga puluh tahun. Meski begitu, tubuhnya masih terawat dengan baik. Pinggangnya masih ramping tersambung oleh lengkungan indah pinggul yang tidak berlebihan meski kentara jelas.

Ukuran dada? Dia bukan wanita yang menyimpan melon atau semangka di kantung dadanya. Payudara dia berukuran normal dan tidak berlebihan. Walaupun begitu, takkan ada yang tega dan keji mengatakan payudara Ruby tidak menarik.

Tentu saja masih menarik meski bukan seukuran semangka. Dadanya masih mencuat kencang dan pasti akan terasa pas jika ditangkup oleh telapak tangan.

Urusan kecantikan, kalian bisa membayangkan siapapun yang kalian anggap cantik, karena memang dia rupawan serta mempesona dengan segenap garis wajah yang ia miliki. Tak mungkin ada orang mengatakan dia wanita berwajah buruk kecuali kalian dengki atau buta.

Ruby adalah wanita yang ingin kalian ajak mengobrol akrab sembari berpautan tangan di atas ranjang. Dia menyenangkan, sekaligus menggairahkan dalam aspek yang unik.

Keindahan Ruby menjadikan dia sebagai biduanita paling dinanti-nanti penampilannya di kafe tersebut.

Malam ini pun demikian adanya. Kafe sudah berjejal dipenuhi para pengunjung yang sebagian besar adalah lelaki yang datang dan terkadang rela berdiri hanya untuk menatap Ruby saja, persetan seperti apa suara dia.

Sungguh amat beruntung bahwa disamping penampilan aduhai dari sang biduanita, suara Ruby juga bersaing indah dengan performa dia sendiri.

Ia fasih membawakan lagu-lagu berjenis pop dan jazz. Ia cukup meliukkan sedikit pinggulnya, maka para penonton pria akan mengerang meski itu ada di sudut-sudut gelap kafe yang dipenuhi asap rokok hingga kita akan bergumam, ini kafe atau lembah mistis berkabut?

Semua karena Ruby. Itu gara-gara dia. Anggap saja itu dosa dia jika para pengunjung terancam akan memiliki penyakit paru-paru pada dekade mendatang.

Tak terasa jam sudah hampir menunjuk ke jarum 2. Waktunya pertunjukan disudahi. Pemilik kafe memang tegas agar kafe selesai jam 2 pagi setelah buka dari jam 8 malam.

Ruby sudah merampungkan 10 lagu. Sebelum dia naik panggung, ada band anak muda terlebih dahulu yang mengisi acara. Kemudian sang biduanita naik panggung mulai jam 10.

Di panggung, biasanya Ruby beramah-tamah dengan pengunjung. Mengobrol disela-sela lagu. Hingga terkadang maksimal ada 20 lagu dia dendangkan secara santai diiringi piano, petikan gitar, serta drum yang dimainkan ala jazz pop.

Jam 1 malam biasanya pihak kafe sudah mulai berbenah. Pengunjung paham dan berangsur pulang.

"Ruby, sepertinya kau punya fans baru." Manajer kafe setengah berbisik padanya sambil dagu menunjuk ke sebuah meja. Mereka sedang berkumpul di meja bartender. Lampu kafe juga mulai dinyalakan walau tidak semuanya.

Sang biduan turutkan pandangan ke meja tersebut. Mata besarnya mendapati sesosok pria yang duduk tenang menikmati bir yang hampir habis.

"Jangan beri nomerku lagi, Bos." Ruby menyentuh punggung tangan bosnya. "Yang dulu sudah cukup merepotkan hingga aku musti berganti kontrakan 2 kali."

Si Bos terkekeh. "Iya, maaf. Aku terlalu teledor waktu itu. Baiklah, tenang saja. Identitas dan alamatmu aman."

"Oke, aku pulang dulu, Bos." Ruby menepuk bahu bosnya, dan berpamitan pada musisi pengiringnya. Ia sempatkan melirik lelaki di meja tak jauh dari bartender. Tersenyum sekilas, kemudian melenggang pergi.

Ia keluar dari kafe lewat jalan belakang dimana mobilnya terparkir. Riasan sudah dihapus, sehingga dia bisa sedikit menyamar agar tidak dikuntit penggemar.

Tak perlu terheran akan kebiasaan para penggemar yang terkadang tidak rasional dan berbuat di luar harapan para idolanya.

Dulu, di awal-awal Ruby mulai menjadi biduanita, banyak lelaki yang bertingkah bagaikan anak sekolah baru mengenal cinta. Menguntit, menempel, serba ingin tau, dan bahkan mengintip Ruby dengan berbagai metode yang memalukan.

Namun, itu semua sudah menjadi sejarah yang akan membuat wanita pertengahan tiga puluh itu akan tergelak kecil jika mengingatnya.

Bisa dikatakan, akhir-akhir ini para penggemarnya sudah lebih tertib dan menghargai privasi Ruby jika di luar kafe. Wanita lajang itu sekarang bisa lebih nyaman menjalani hari-hari dibanding tahun lalu.

Sesampai di apartemen sederhana, ia hempaskan tubuh ke sofa sebelum beranjak ke kamar nantinya.

Membuka tas kecil, mengeluarkan dompet, dan menghitung lembaran uang yang menjejali di sana sebagai bayaran hari ini, Ruby tersenyum puas. Bos kafe selalu baik, melebihkan bayarannya jika kafe penuh sesak.

Hampir 2 tahun dia menggantungkan hidup dari kafe tersebut. Tadinya dia menyanyi di kafe lain yang lebih kecil, namun dia merasa seperti sapi perah saja, seminggu 4 kali, namun bayaran minim. Untung saja dia bertemu dengan pemilik kafe yang sekarang yang menawarinya penghasilan lebih banyak dengan jam lebih sedikit.

Setelah memasukkan kembali dompet ke tas kecil, dia teringat pria tampan yang tadi duduk sendiri di meja depan panggung. Dia sadar pria itu mengaguminya meski tak banyak bicara. Tapi dari tatapannya yang lekat memandangi Ruby, ia tau pria itu terpesona.

Tergelak kecil, Ruby pun bangkit dari sofa untuk berjalan ke kamarnya. Ia ingin bermalas-malasan di hari Minggu seperti biasanya.

Bersambung

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Kakak Iparku Ratu Iblis
Kakak Iparku Ratu Iblis
Misi menyelamatkan keponakan yang sakit leukemia membawa sang protagonis pulang dalam kondisi hamil tua di novel modern Kakak Iparku Ratu Iblis. Namun, kesalahpahaman kejam dari sang kakak ipar mengancam janinnya. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap akhir kehancuran sang pelaku.
Ketika Suami Membagi Cinta
Ketika Suami Membagi Cinta
Dalam novel modern Ketika Suami Membagi Cinta, Arunika menghadapi keruntuhan rumah tangga saat Davin jatuh hati pada wanita lain. Meski Mireya mulai menjauh, Arunika memilih diam dalam luka. Temukan kisah pengkhianatan ini di web novel yang menghadirkan romance novel penuh konflik.
Menutup Pintu Masa Lalu
Menutup Pintu Masa Lalu
Dalam novel romantis Menutup Pintu Masa Lalu, pengkhianatan pahit terjadi di hari ulang tahun protagonis saat kekasihnya selama enam tahun justru melamar cinta pertamanya. Kehilangan harapan, ia memilih pergi dan menerima perjodohan keluarga. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah barunya.
Dari Pion Menjadi Ratu: Pelarian Manisku dari Kekasih yang Manipulatif
Dari Pion Menjadi Ratu: Pelarian Manisku dari Kekasih yang Manipulatif
Dalam novel modern Dari Pion Menjadi Ratu: Pelarian Manisku dari Kekasih yang Manipulatif, Melanie nekat melarikan diri dari kendali Greyson. Di tengah intrik billionaire romance novels ini, Melanie berjuang meraih kebebasan saat sang mantan justru berlutut memohon agar tidak ditinggalkan.
Prahara
Prahara
Dalam novel modern Prahara, rumah tangga Beri dan Monica selama 30 tahun terancam oleh kembalinya Soraya, cinta masa lalu yang menuntut pertanggungjawaban. Beri harus memilih antara kesetiaan keluarga atau rahasia masa SMA. Baca kisah lengkapnya di webnovel romance novel ini.
Ternyata Suamiku Miliarder
Ternyata Suamiku Miliarder
Dalam novel romantis miliarder Ternyata Suamiku Miliarder, Celine Maira menikahi pria asing setelah dikhianati tunangannya. Ia tidak menyadari bahwa suami dadakannya adalah Tuan Muda Keluarga Jayadi yang kaya raya. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah cinta penuh rahasia di novel modern ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing]  Darah yang Tidak Dimaafkan
[Versi suara dubbing] Darah yang Tidak Dimaafkan
Dia ditemukan oleh orang tua kandungnya tetapi diperlakukan buruk; dia menanggung kesalahan atas nama saudara angkatnya dan dianiaya di penjara. Setelah dibebaskan, dia memutuskan semua hubungan dengan mereka, memulai bisnis dengan ilmu yang dia pelajari di penjara, akhirnya mengungkapkan wajah sebenarnya saudara angkatnya, membuatnya dijatuhi hukuman pidana, dan membuat orang tuanya penuh dengan penyesalan...
Aku Milik Sang Alpha Kejam
Aku Milik Sang Alpha Kejam
Tujuh tahun setelah malam yang menghancurkan hidupnya, Elisa Hartono mendapatkan kembali wujud serigalanya. Namun, Elisa justru dijual pada Andrew Juanda, si Alpha yang terkenal kejam. Tanpa Elisa sadari, Andrew adalah pasangan hidup keduanya sekaligus ayah kandung putranya.
Luka Tujuh Tahun (Sulih Suara)
Luka Tujuh Tahun (Sulih Suara)
Jerry Andro yang lama mencintai Chika akhirnya jadian, tapi terbangun tujuh tahun kemudian dalam hidup berantakan: pernikahannya retak, istrinya terluka, dan putrinya bisu karena trauma. Menyadari kesalahannya, Jerry bertekad menyingkirkan selingkuhannya, memperbaiki rumah tangganya, dan membantu putrinya kembali berbicara.
Cinta Ini Telah Habis
Cinta Ini Telah Habis
Suaminya mengirimnya ke akademi "kebajikan wanita" ilegal demi selingkuhannya.
Pengorbanan sang Siswi Genius
Pengorbanan sang Siswi Genius
Mandy, siswa genius dari SMA Satu Jipan, mengaku menyontek saat ujian nasional meski sudah diterima di universitas elite. Saat dia ingin membongkar rahasia soal ujian lewat konferensi pers, insiden tak terduga terjadi. Mampukah Mandy mengungkap kebenaran yang tersembunyi?
Sistem dan Cinta
Sistem dan Cinta
Terrence, yang dulu hanya pion di tangan Rosie, si cantik kampus, dikhianati begitu kejam hingga keluarganya hancur. Setelah terlahir kembali sebagai tokoh antagonis tragis dalam sebuah novel, dia kembali ke masa kuliahnya dengan sistem antagonis. Dengan kekuatan yang diberikan sistem itu, dia menghukum semua pengkhianatnya satu per satu. Kali ini, perhatiannya beralih dari Rosie kepada sahabat dekatnya, Violet. Justru cinta ini menyulut api cemburu yang membara di hati Rosie. Pada akhirnya, Terrence berhasil meraih cinta sejatinya.