Logo
You Make Me High
You Make Me High

You Make Me High

31 Bab
Tamat
Dalam novel You Make Me High, Bianca harus menghadapi kegigihan Ravindra, seorang pemuda kaya yang mengejarnya. Meski sempat menolak, tawaran Black Card dan kemewahan dalam billionaire romance novels ini menguji prinsipnya untuk tetap hidup mandiri atau menerima tawaran yang menguntungkan.
Bab 1 dari You Make Me High

Bianca meraih ponsel dari atas nakas, melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Matanya melirik pria yang masih tidur di sebelahnya. Lalu tanpa membuang waktu lebih lama dengan tubuh telanjang Bianca beranjak.

Masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian membungkus dirinya kembali dengan pakaian ketat yang semalam ia kenakan. Tangannya meraih cek yang terletak di sebelah ponsel lalu memasukkan keduanya ke dalam tas.

"Udah mau pergi?"

Suara serak dari pria yang masih terpejam itu membuat Bianca menoleh. Menjawab hanya dengan gumaman.

"Kapan-kapan lagi, ya?"

"Siapin aja uangnya," jawab Bianca sebelum membuka pintu hotel.

Wanita berparas cantik dengan tubuh sexy itu berjalan santai di lorong menuju lift. Suara sepatu hak yang dia pakai terdengar nyaring karena suasana yang sepi.

Bianca yang semula menunduk mengangkat wajah. Mata tajamnya langsung bertabrakan dengan seseorang yang berjalan dari arah berlawanan. Keduanya sama-sama berhenti di depan lift.

Pria itu yang menekan tombol lift, lalu tak lama pintu lift terbuka. Bianca berdiri di sudut dengan si pria yang berada di sudut berlawanan.

"Alone?"

Bianca melirik, menemukan tatapan pria itu yang memandangnya secara terang-terangan.

"Hm," jawabnya.

"Mau diantar?"

"No, thanks."

Jelas saja Bianca menolak. Mereka baru pertama kali bertemu. Ia memang sudah terbiasa pergi berdua dengan pria asing, namun, tidak pernah dengan pria yang tidak memberikan uang. Semuanya dalam hidup Bianca memang tentang uang.

Karena ia tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang lain selain lembar kertas berharga itu.

Si pria yang awalnya berada di sudut itu mendekat, membuat Bianca menegakkan tubuh. Was-was.

"Ravindra," kata pria itu.

Bianca menaikkan sebelah alis. Menatap pria yang memperkenalkan diri itu dengan penuh tanya.

"What's your name?"

Orang bilang, sepertiga malam terakhir memang waktu yang magis. Mungkin karena itu kedua insan berbeda gender bisa mengobrol tanpa ragu. Meski sangat ketus tapi Bianca tetap menyebutkan nama.

"Bianca."

"Oke, Bianca." Ravindra menjilat bibir bawahnya. "Bye the way, partner sex mu liar juga."

Bianca tidak menunda untuk menoleh. Sedikit mendongak karena perbedaan tingginya dengan Ravindra.

Ravindra yang ditatap tajam seperti itu menunjuk leher dan pundak Bianca yang terekspos. "Itu merah semua."

Dan Bianca hanya memutar bola matanya. Ternyata hanya karena kissmark Ravindra tahu kalau dirinya telah bercinta. Tadinya wanita itu pikir, Ravindra tahu karena ada kamera yang dipasang dikamar tempatnya tadi.

Bukan tanpa alasan Bianca berpikir seperti itu karena dirinya pernah mendapat customer yang diam-diam menaruh kamera untuk merekam sesi bercinta mereka.

"Jeli juga penglihatan lo," balas Bianca sewot.

Setelah mengatakan itu, pintu lift terbuka. Bianca langsung keluar tanpa mengatakan apapun lagi. Tapi baru dua langkah, tangannya dicekal. Ia menoleh, melihat Ravindra yang juga menatapnya.

"Elo mau apa megang tangan gue?" tanya Bianca ketus.

Sikapnya memang tidak akan pernah ramah pada siapapun. Ia selalu menunjukkan cakar dan taringnya. Tidak peduli seberapa penting pria yang ia layani. Bahkan dengan Sarah, mami di club tempatnya bekerja saja Bianca tidak pernah sopan.

"Minta nomor," kata Ravindra. Pria itu menyerahkan ponsel. "Kali aja aku mau makek kamu."

Semua pria memang sama saja. Mendekati wanita sexy hanya untuk kepuasan nafsu.

"Gue mahal."

Ravindra mengangguk. Uang bukan masalah. Ia bisa memberikan berapa pun yang wanita itu minta.

"Mahalnya seberapa? Mau ditransfer sekarang? Berapa? Seratus juta? Eh, kemahalan ya segitu?"

Bianca mendengus kasar. Sudah biasa diremehkan seperti ini. Ia tidak merasa harga dirinya diinjak-injak. Tapi hatinya tetap merasa kesal karena tubuhnya yang sudah lelah dan mau tidur secepatnya, harus terkendala oleh pria asing yang hanya mampu menyebutkan angka seratus juta untuk dirinya.

Harganya jauh lebih mahal dari itu asal tahu saja. Dia adalah wanita penghibur VVIP yang tidak pernah mengecewakan. Dirinya hanya melayani pria kaya dan juga tampan.

Oke. Ia akui Ravindra memang tampan. Tapi apa pria itu juga kaya? Bianca memindai penampilan si pria. Kemeja merah maroon dan juga celana bahan hitam yang dipakai memang dari brand ternama. Jam tangan seharga ratusan juta dan juga bau parfum yang sangat langka.

Bianca mengangguk. Pria didepannya memang kaya. Maka, wanita itu langsung menyahut benda pipih berwarna hitam. Mengetikkan nomor dan langsung menyimpannya di ponsel Ravindra.

"Seratus juta mah cuma buat jajan cilok." Bianca mengembalikan ponsel milik si kaya. "Buat elo harga gue sepuluh miliar. Boleh chat kalau ada uang, kalau gak ada skip."

Setelah mengatakan itu, Bianca langsung berjalan pergi. Tanpa pamit dan tanpa menoleh. Pria dibelakang memang sayang kalau diabaikan tapi dirinya sudah sangat lelah untuk melakukan flirting.

Ravindra yang memperhatikan Bianca dari belakang tersenyum tipis. Mencium bau ponselnya yang ada sisa parfum Bianca. Dia boleh dibilang gila karena bisa-bisanya dirinya tersenyum dengan hati berdebar karena seorang pelacur.

***

Pukul enam sore Bianca sudah selesai dengan make up dan tatanan rambutnya yang ponytail. Wanita berusia dua puluh delapan tahun itu berdiri dari kursi, mematut dirinya sekali lagi di depan cermin sebelum keluar dan mulai mencari pria kaya.

"Bi, ada yang nyari elo, tuh."

Bianca menoleh. Melihat Sarah yang berdiri di ambang pintu. "Siapa?"

"Katanya sih Ravindra."

Si cantik dengan rambut hitam itu mengernyit. Seperti pernah mendengar nama itu tapi lupa dimana. Bianca memang tidak memiliki ingatan yang bagus. Jadi, sebaiknya ia langsung menemui saja.

Siapa tahu pria yang bernama Ravindra itu kaya tujuh turuan dan sangat loyal.

"Dimana dia?"

"Di depan meja bartender."

Bianca langsung berjalan cantik melewati Sarah begitu saja. Tanpa ada ucapan terima kasih atau yang lainnya. Sarah biasa saja, hanya diam tanpa menegur lagi. Sudah hapal dengan sikap Bianca yang memang kurang ajar.

Malam itu Bianca memakai dress merah yang ketat tanpa lengan. Ia sengaja memamerkan lengan putih dan juga kaki sexy miliknya. Begitu keluar dari lorong gelap semua mata langsung memandangnya. Siulan nakal dan juga namanya yang dipanggil tidak membuat Bianca berhenti untuk menoleh atau tersenyum.

Dia memang sedingin itu. Tapi itulah daya tariknya.

Bianca langsung menuju meja bartender. Mata kucingnya yang tajam bisa melihat seorang pria duduk di kursi tinggi, membelakangi dirinya. Bianca benar-benar tidak ingat siapa pria itu meski rasanya pernah mendengar namanya.

"Ravindra?"

Pria yang dipanggil menoleh. Bianca membelalakkan mata, langsung ingat dengan wajah tampan di depannya.

"Gue kira siapa," kata Bianca lalu duduk di sebelah Ravindra.

"Kamu lupa sama aku?" tanya Ravindra tak percaya. "Baru dua hari lho ini."

Bianca mengedikkan bahu. Jangankan dengan pria dua hari yang lalu, dengan siapa dirinya kemarin bercinta saja Bianca tidak ingat.

"Engga harus kan ya gue inget sama wajah tengil kayak elo," balas Bianca cuek. "Jadi, mau apa nyari gue?"

Ravindra melengos. "Nomor yang kamu kasih itu salah. Makanya aku nyari kesini."

Bianca bergumam, nomor yang ia berikan waktu itu hanya asal. Dia memang tidak pernah memberikan nomor hape pada pria secara langsung. Semua lelaki yang menginginkan dirinya harus melewati Sarah lebih dulu.

"Kok tau gue ada disini?" tanya Bianca heran. "Elo pelanggan club sini?"

Ravindra menggeleng. "Bukan."

Bianca berharap ada kalimat lanjutan dari Ravindra sebagai penjelasan. Karena sekarang Bianca sangat ingin tahu. Tapi sepertinya si pria tidak berniat menjawab lebih banyak. Maka, ya sudah. Bianca bisa apa memangnya?

Ia terlalu malas untuk sekedar memaksa Ravindra menjawab lebih banyak.

"Jadi kesini mau minta nomor asli?"

Ravindra mengangguk. Tujuannya memang itu. Percaya atau tidak, Ravindra merasa stress sejak mencoba menghubungi Bianca tapi nomornya malah tertuju pada abang-abang tukang bakso.

"Engga bakalan gue kasih."

Ravindra mengernyit. Menopang kepalanya dengan tangan di atas meja.

"Kalau dikasih sepuluh miliar masih engga mau ngasih?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Bonekamu Lagi
Bukan Bonekamu Lagi
Dalam novel romantis miliarder Bukan Bonekamu Lagi, Vivian dikhianati oleh Adriel, bos mafia Mahendra yang baru. Setelah menyerahkan segalanya, Vivian sadar ia hanya dijadikan mainan. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangan Vivian melepaskan diri dari jerat sang pewaris kejam.
Cinta Dan Benci
Cinta Dan Benci
Dalam Cinta Dan Benci, Viona Anatasya bangkit untuk balas dendam setelah dikhianati secara tragis. Di tengah misinya, ia terjerat obsesi Randy Logan, seorang CEO dingin. Simak kisah billionaire romance novels ini dalam web novel penuh intrik dan pengkhianatan di dunia modern.
Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
Dalam Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati, Ana harus bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Louis, miliarder arogan yang pelit. Novel modern ini mengikuti perjuangan Ana menghadapi duka dan sikap semena-mena suaminya. Baca kisah lengkapnya di romance novel populer ini sekarang.
Gejolak Hati dan Logika
Gejolak Hati dan Logika
Dalam novel romance modern Gejolak Hati dan Logika, Olivia bimbang antara menikahi Rendra, bosnya yang mapan, atau menjomblo demi menghindari trauma KDRT keluarganya. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Olivia mengatasi ketakutan akan pengkhianatan di web novel ini.
Janda Dua Anak Untuk Arjuna
Janda Dua Anak Untuk Arjuna
Dalam Janda Dua Anak Untuk Arjuna, Raisa berjuang membesarkan anak kembarnya sebagai sekretaris mandiri. Kisah romance modern ini membawa Raisa terjebak di antara dua pewaris billionaire, Samuel dan Arjuna, demi menghadapi masa lalu pahit bersama Lidya. Temukan kisah seru di web novel ini.
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
Dalam novel modern MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN, Hani terjerat obsesi Yuan Andersson. Sebagai sekretaris, ia harus menghadapi dominasi sang billionaire yang mengancam rahasia keluarga. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara pilihan fiction books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ayah Nakal, Kau Ketahuan!
Ayah Nakal, Kau Ketahuan!
Raja mafia, Eddie memilih untuk jalani hidup dengan tenang. Empat tahun kemudian, Nora Olsen, sang CEO cantik, kembali dengan membawa seorang anak, lalu menerobos masuk hidup Eddie yang tenang. "Dia anakmu, menikahlah denganku dan jadi ayahnya!" Ini kisah tentang nikah kilat, pengkhianatan keluarga, dan perang bisnis. Tepat ketika dia butuh bantuan, pria terkaya di dunia malah menyebut suaminya, Eddie sebagai anaknya?!
Di Cintamu Hanya Ada Dusta (Sulih Suara)
Di Cintamu Hanya Ada Dusta (Sulih Suara)
Setelah sekian lamanya menikah, Charlotte menyadari kalau suaminya August, diam-diam mencintai adik tirinya Tessa, dan pernikahan mereka hanyalah kedok. Sakit hati atas perlakuan August yang membela Tessa walaupun telah melukainya, Charlotte memutuskan bercerai dan pergi meninggalkannya. Saat menyadari sifat Tessa, August yang meyakini Charlotte masih mencintainya berusaha merebut kembali hatinya dengan segala cara.
Gila!  Berani Menantang Tabib Dewa?
Gila! Berani Menantang Tabib Dewa?
Rafi Verhan adalah Tabib Legenda terkenal di seluruh negeri, direkrut oleh Fredo Huda dengan gaji tinggi untuk bekerja di Departemen Pengobatan Tradisional di rumah sakit. Namun, putri Fredo yang baru menjabat sebagai pemimpin baru langsung mengambil tindakan tegas. Langkah pertamanya justru menargetkan Rafi. Dengan alasan pengobatan tradisional tidak berguna dan merugikan, dia memecat Rafi dan membubarkan departemen tersebut. Rafi mengundurkan diri, tetapi ada orang yang sengaja memprovokasi. Pada akhirnya, Rafi memanfaatkan koneksi dan kemampuannya sebagai Tabib Legenda Nomor Satu untuk mempermalukan mereka semua.
Dunia Berikan Dirimu
Dunia Berikan Dirimu
Intan yang dulu diboikot industri sudah berkorban semua demi pacarnya, namun menjelang menikah malah memergoki dia selingkuh dengan sahabatnya. Setelah sadar ditipu, Intan menikah kilat dengan Presdir Hario Dedi dan bertekad merebut kembali semuanya.
Fasad Persahabatan
Fasad Persahabatan
Dikhianati oleh sahabat dan suaminya, dia mengalami keguguran lagi. Bertekad untuk membuat mereka membayar, dia memutuskan untuk membuat mereka kehilangan segalanya.
Dulu Diremehkan, Kini Berjaya
Dulu Diremehkan, Kini Berjaya
Sejak kecil Zac hidup miskin dan diremehkan teman-temannya. Suatu hari dia bangkit, mendirikan pabrik pakaian, menjadi pengusaha paling sukses di kabupaten dan menarik perhatian cinta pertamanya, Dea. Namun, kebangkitannya baru saja dimulai.