Logo
Ya, Sayang?
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

43 Bab
Tamat
Dalam novel Ya, Sayang?, Arjuna menuduh Nismara sebagai penculik anaknya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Nismara menjadi guru TK sang putra. Simak perselisihan mereka dalam romance novel modern ini, salah satu fiction books menarik yang tersedia di platform webnovel.
Bab 1 dari Ya, Sayang?

Kebun Binatang Kota itu banyak dikunjungi orang-orang terutama anak di bawah umur yang masih duduk di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Baik dari dalam dan luar daerah semua datang untuk melihat binatang yang jarang mereka temui.

Di dalam keramaian itu, ada satu orang, lebih tepatnya seorang anak kecil berumur kurang lebih lima tahun sedang berjongkok di bawah papan ensiklopedia raksasa sambil menangis terisak-isak.

Beberapa orang mulai mendatangi anak kecil tersebut, niatnya untuk menenangkan. Mereka pikir, anak kecil tersebut takut dengan kandang hewan yang berada di belakangnya, yakni kandang koala. Tetapi, ketika mereka mencoba menenangkan, anak kecil itu malah menangis histeris dan bersembunyi di balik tiang papan. Mereka pun bingung harus berbuat seperti apa karena anak kecil tersebut sulit untuk didekati. Dengan hati tak tega, mereka dengan terpaksa meninggalkan anak kecil tersebut sendirian.

Anak kecil itu mendongak. Ia menatap lurus ke arah seorang perempuan yang memakai pakaian olahraga dan tengah memegang dua bungkus permen kapas berukuran cukup besar.

"Mama!!!" Anak kecil itu berlari ke arah perempuan itu. Ia langsung memeluk kakinya dan mulai menangis kencang, bahkan seperti menjerit.

"Eh?!!" Jelas saja perempuan itu kaget bukan main ketika ada anak kecil yang tidak dikenal menangis kepadanya.

"Kamu kenapa?" Perempuan itu berjongkok dan menatap wajah anak itu.

Bukannya tenang, anak itu tangisannya malah makin menjadi.

"Jadi anak ini anak Mbak, ya? Aduh, Mbak, kalau punya anak tuh diurus, dong. Dijaga baik-baik, kalau ilang baru tahu rasa. Syukur-syukur anaknya nggak diculik." Seorang ibu-ibu yang tadi menenangkan anak itu malah mencibir si perempuan asing yang tidak tahu apa-apa.

Salah anak kecil itu juga malah memanggil perempuan itu dengan sebutan mama.

"Dasar anak muda jaman sekarang, akibat nikah muda anak malah ditelantarkan gara-gara ngerasa gak bebas. Kalau gak mau punya anak duluan mending pakai program keluarga berencana aja, biar punya persiapan buat jadi orang tua. Atau jangan-jangan Mbak korban hamil di luar nikah, ya? Sekiranya gak mau ngurus anak jangan bikin dulu. Heran. Untung anak-anak saya nggak kayak Mbak."

Aduh, itu mulut si ibu mesinnya belum diservis, makanya filter rem gak berfungsi, jadi blong deh.

Perempuan muda itu meringis. Siapa pun yang mendengar perkataan tajam ibu-ibu itu pasti akan kegerahan seketika. Daripada menyiram api dengan bensin, lebih baik menyiram api dengan air meskipun ibu-ibu menganggap perempuan itu mengaku kalah.

"Jangan nangis, ya? Sini Ibu bawa kamu ke tempat kelinci yang lucu." Perempuan itu menggendong anak kecil tersebut sambil meninggalkan ibu-ibu yang masih belum berhenti mengomel.

"Mbak, omongan ibu-ibu itu jangan didengerin, maklum lah orang tua yang pikirannya kolot emang suka gitu. Ibu-ibu itu tipe mertua jahat yang sering ada di sinetron-sinetron tivi. Kalau ditawarin main sinetron kayaknya ibu itu gak perlu di-casting dulu. Begitu lihat wajahnya sutradara langsung rekrut." Seorang perempuan yang umurnya tidak jauh beda dari perempuan yang tadi dimarahi oleh ibu-ibu itu mengeluarkan unek-uneknya. Tadi ia sempat melihat perempuan tersebut bersama rombongan anak-anak TK, jadi ia tahu kalau anak kecil tersebut bukanlah anak perempuan itu.

"Iya, ya. Dari wajahnya aja keliatan judes," timpal perempuan itu. "Saya permisi dulu, Mbak. Mau cari orang tua anak ini."

Perempuan itu mendudukkan anak kecil itu di kursi panjang dekat dengan kandang kelinci. "Adek yang ganteng, siapa namanya?"

"Pengen itu." Bukannya menjawab, anak kecil itu malah menunjuk permen kapas yang berada di tangan si perempuan.

"Ibu mau ngasih kamu permen kapas ini kalau kamu jawab dulu pertanyaan ibu."

"A...bi...bi...man...yu."

"Hah? Apa? Nggak kedengaran."

Anak kecil itu mengembuskan napas. "Nama aku Abimanyu Nandana. Tapi orang-orang sering panggil aku Nanda."

"Oh... Nanda." Perempuan itu memberikan satu bungkus permen kapasnya. "Kalau nama ibu Nismara Prisa."

"Ibu? Emang Kakak guru, ya?"

Nismara diam sejenak. "Emmm... bisa dibilang begitu. Kamu juga boleh kok panggil kakak dengan sebutan ibu."

"Iya, Bu Nis."

Nismara tersenyum ketika Nanda menyebut nama dengan nama kecilnya.

"Tadi kamu kenapa nangis, Sayang?"

"Aku kabur dari Papa yang nggak mau beliin es krim. Pas aku lari kirain Papa ngejar, tahunya nggak dan aku tersesat. Aku takut sama jerapah yang mau makan rambut aku. Aku lari terus deh sampai di sini. Aku makin takut karena Papa nggak ada dan nggak ada orang yang aku kenal."

"Sekarang Nanda nggak perlu takut. Ada Ibu di sini. Kalau Nanda mau, Nanda boleh, kok, gabung sama anak-anak ibu yang lain. Jadi Nanda ada temennya."

"Gendooong!" Nanda berucap dengan manja sambil merentangkan tangannya.

Saat Nismara akan menggendong Nanda, tiba-tiba ada seorang pria yang menarik Nanda ke dalam gendongannya.

"Kamu mau apa? Mau culik anak saya, ya?"

Nismara bingung. Tetapi kemudian ia tersadar. "Oh... jadi Bapak ini ayahnya Nanda?"

"Abimanyu! Kan udah Papa bilang kamu jangan makan yang manis-manis, nanti gigi kamu sakit lagi. Bandel banget jadi anak!"

Mata Nanda berkaca-kaca, bibirnya bergetar menahan suara tangisan yang hendak meledak.

"Lho, Pak, kalau negur anak jangan dimarahi seperti itu. Kasihan, nanti psikis dia bisa keganggu."

"Kamu penculik tahu apa, hah?! Jangan sok menggurui saya. Dan apa lagi, kamu malah ngasih tahu nama kamu sama orang asing! Dia itu penculik, tahu! Kamu jangan sembarangan makan pemberian dari orang lain." Ayahnya Nanda membuang sembarangan permen kapas yang mulai menciut karena terkena angin.

"Pak, jangan buang sampah sembarang, dong. Lagipula saya bukan penculik."

"Mana ada penculik ngaku! Kamu mau culik anak saya karena butuh uang? Emang kamu butuh uang berapa? Sini, saya kasih."

Nismara mengerutkan kening ketika melihat ayahnya Nanda menyodorkan uang sebesar lima puluh ribu rupiah.

"Saya nggak butuh uang Anda, karena saja juga bekerja tetapi bukan berprofesi sebagai penculik. Dasar otak dengkul! Kalau lihat orang itu jangan pake uang, pake mata biar kelihatan. Kalau kurang jelas pake tetes mata biar nggak rabun." Nismara memungut bungkus permen kapas. Ia berlalu pergi meninggalkan ayah dan anak itu.

Nanda berteriak memanggil Nismara sambil menangis membuat orang-orang yang ada di sana menatap mereka seperti yang sedang bermain sinetron.

"Papa jahat! Papa jahat!" Nanda memukul-mukul bahu ayahnya supaya ia bisa terlepas dan mengejar Nismara.

"Diam! Jangan cengeng! Anak cowok kok nangis. Kamu nggak malu apa diliatin sama orang-orang?"

"Papa jahat!!!"

Karena Nanda makin berontak, pada akhirnya ayahnya membawa Nanda pulang dari kebun binatang itu. Untung saja ayahnya Nanda mengunakan masker, jadi ia tidak terlalu malu orang-orang melihat wajahnya, dan orang-orang tidak akan mengenalinya.

Ayahnya Nanda berjanji tidak akan datang ke tempat kebun binatang itu lagi dan akan mencari kebun binatang yang lain yang lebih aman dari para penculik yang berpura-pura sebagai pengunjung. Selain itu, karena sebenarnya ia malu pada para petugas kebun binatang. Kalau mereka berdua pergi mengunjungi ke sana lagi, para petugas kebun binatang pasti diam-diam akan membicarakan mereka berdua. Image ayahnya Nanda sudah jelek duluan gara-gara ulah dirinya sendiri yang emosian.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Pernikahan Impian
Bukan Pernikahan Impian
Dalam Bukan Pernikahan Impian, Zaura terikat pernikahan tanpa cinta dengan Ezar yang keras kepala akibat tragedi tak terduga. Kisah romance novel ini menguji komitmen mereka di tengah perbedaan sifat yang tajam. Baca buku online ini untuk melihat apakah kebersamaan atau perpisahan yang menanti.
Diantara Larangan dan Perasaan
Diantara Larangan dan Perasaan
Dalam novel romantis Diantara Larangan dan Perasaan, rahasia besar terungkap saat sang paman menemukan diari keponakannya di hari ulang tahun ke-22. Mengetahui cinta terlarang itu, sang paman mengirimnya ke luar negeri dan menikahi cinta pertamanya. Baca novel online ini sekarang.
Dokter, Aku Cinta Kamu
Dokter, Aku Cinta Kamu
Dalam Dokter, Aku Cinta Kamu, hidup tenang dokter Raka terusik oleh Dea yang mengejarnya secara agresif. Saat Dea bertunangan dengan pria lain, Raka baru menyadari kehilangannya. Baca kisah romance novel ini di webnovel untuk melihat perjuangan Raka merebut kembali cinta sejatinya.
Dosen Duda Anak 1
Dosen Duda Anak 1
Dalam web novel Dosen Duda Anak 1, Alva menghadapi pilihan sulit saat takdir mengikatnya dengan anak sang dosen. Kisah modern novel ini mengikuti dilema Alva dalam menerima kehadiran seorang duda di masa depannya. Baca romance stories yang penuh lika-liku perasaan ini sekarang.
JALAN PULANG
JALAN PULANG
Dalam romance novel JALAN PULANG, seorang wanita karier kembali ke desa setelah 20 tahun demi menghadapi trauma masa kecil. Keputusannya bertemu mantan kekasih membawa konsekuensi besar pada masa depannya. Baca cerita lengkapnya di web novel modern ini sekarang.
Jodoh Pengganti
Jodoh Pengganti
Dalam novel Jodoh Pengganti, Shanaya dipaksa menikahi pewaris billionaire yang dikenal kejam demi menggantikan adik tirinya. Di tengah tekanan keluarga, ia harus bertahan dalam takdir baru ini. Baca kisah romance modern ini di webnovel untuk mengungkap rahasia sang pria misterius.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Menjadi Superstar Dimulai dengan Putus Cinta
Menjadi Superstar Dimulai dengan Putus Cinta
Setelah berlutut di hadapan mantan istrinya selama 99 hari, dia tiba-tiba terlahir kembali. Dia yang terlahir kembali bertekad menggunakan bakatnya untuk membuat hubungan yang tegang dengan istrinya, serta teman-teman menjadi baik, bahkan bisa hidup bahagia.
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Nessa, Ratu Serigala rahasia, menyegel serigalanya agar dia bisa melarikan diri dengan jodohnya, Alfa Blaze Ashclaw. Tapi Blaze salah mengira tanda lahir pada putra mereka sebagai tanda Nessa berselingkuh dan menjadikan mereka budaknya. Saat nyawa putra mereka terancam, barulah Blaze menyadari kebenarannya, tapi apakah sudah terlambat?
Cinta Pertama yang Hilang
Cinta Pertama yang Hilang
Mutia kaget saat tahu Rizal, pacarnya yang miskin, diam-diam pakai mobil dan jam tangannya untuk sok kaya, dan malah ngejelekin Mutia sebagai wanita tua yang susah nikah. Mutia cuma tersenyum dingin dan tarik semua bantuannya. Rizal tetap nggak sadar, masih mengandalkan cintanya, padahal sebentar lagi bakal jadi bahan tertawaan.
Tutup Hatimu
Tutup Hatimu
Setelah semua pengorbanan yang dilakukannya, dia masih diabaikan dan sekarang dia memutuskan untuk tidak menjadi orang bodoh lagi.
[Versi suara dubbing] Pada Masa Muda Kita
[Versi suara dubbing] Pada Masa Muda Kita
Dia, yang bangkrut karena pengkhianatan di kehidupan sebelumnya, dilahirkan kembali pada hari pemilihan jurusan kuliah. Dia menolak memberi bunga kepada cantik kelas, malah memberikannya kepada ratu kampus, memanfaatkan gelombang internet untuk menjadi taipan bisnis, dan menikmati harmoni keluarga!
Kembali dari Neraka
Kembali dari Neraka
Dia bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, tapi dia dikhianati oleh istrinya dan dijebak oleh saingannya. Dia tidak hanya dipenjara, juga dijual ke pasar gelap. Saat menghadapi ancaman kematian, dia tiba-tiba menerima warisan misterius...