Logo
Women's Courage
Women's Courage

Women's Courage

92 Bab
Tamat
Dalam novel modern Women's Courage, Elena Jecolyn harus mengungkap fitnah kejam setelah dituduh mencelakai saudara kandungnya. Diusir dari keluarga, ia berjuang membuktikan kebenaran dalam mystery story yang penuh pengkhianatan ini. Baca online novel seru ini sekarang juga.
Bab 1 dari Women's Courage

Di kediaman keluarga Jecolyn terlihat Mirza Jecolyn, sang istri Clarissa Jecolyn dan kelima putra dan putrinya beserta satu putri angkat saat ini berada di ruang tengah. Mereka tengah bersedih atas apa yang menimpa dua anggota keluarga mereka.

Andry Jecolyn selaku putra sulung meninggal dunia akibat pengeroyokan beberapa preman dan Ghina Jecolyn koma di rumah sakit.

Saat mereka tengah dilanda kesedihan, tiba-tiba mereka dikejutkan kedatangan seseorang. Orang itu adalah sibungsu Jecolyn.

"Aku pulang." Elena sedikit berteriak saat memasuki rumahnya.

Mereka semua yang berada di ruang tengah menatap tajam kearahnya. Elena yang melihat anggota keluarganya yang menatap tajam padanya menjadi heran dan juga bingung.

"Ternyata masih punya nyali untuk pulang, hah!" teriak Rafka.

"Kemana saja kau selama 1 minggu ini?" Afnan menatap penuh amarah kearah Elena.

"Apa kau sedang merencanakan sesuatu untuk membunuh Kami semua, hah?!" bentak Farraz.

"Dasar pembunuh!" bentak Farah dan Naura.

Elena yang mendengar penuturan dari para kakak-kakaknya terkejut. Hatinya benar-benar sakit saat dirinya dikatakan pembunuh. Dirinya baru pulang ke rumahnya setelah satu minggu dirawat dirumah sakit. Bahkan dirinya tidak sadarkan diri selama 3 hari. Tapi saat sampai di rumah, anggota keluarganya berteriak dan menuduhnya sebagai pembunuh.

"Apa maksud kalian? Kenapa kalian bicara seperti itu padaku?" tanya Elena bingung sembari menatap satu persatu wajah kakak-kakaknya.

Rafka, Afnan, Farraz, Farah dan Naura menghampiri Elena.

PLAK!

Rafka menampar keras wajah Elena sehingga membuat sudut bibirnya terluka dan berdarah.

"Kau benar-benar menjijikkan, Elena! Kau tega mencelakai kakak Andry dan Ghina!" bentak Rafka.

Elena menggelengkan kepalanya sembari air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya saat mendengar penuturan dari Rafka, kakak keduanya itu.

"Gara-gara perbuatanmu, kakak Andry meninggal dan Ghina koma di rumah sakit!" bentak Afnan.

DEG!

Elena terkejut saat mendengar ucapan dari Afnan.

"Apa? Kakak Andry meninggal? Kak Ghina koma?" gumam Elena.

"Kakak Afnan," lirih Elena.

"Jangan panggil aku kakak. Mulai detik ini kau bukan lagi adikku. Kau adalah seorang pembunuh!" bentak Afnan.

"Dasar pembunuh!" teriak Naura.

"Tidak. Aku tidak melakukan apapun." Elena menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sudahlah, Elena. Kamu jangan berbohong lagi. Ngaku saja kenapa. Mereka sudah mengetahui perbuatanmu itu," ucap Izza.

PLAK!

Elena menampar keras wajah Izza sehingga membuat sudut bibir Izza berdarah.

"Jaga ucapanmu itu, brengsek! Kau pikir aku ini udah gila, hah! Mereka itu adalah kakak-kakakku. Kakak yang paling aku sayangi diantara kakak-kakakku yang lainnya. Jadi bagaimana bisa kau menuduhku telah membunuh kakak Andry dan membuat kak Ghina koma. Kau hanya anak pungut dikeluarga ini, jadi diamlah dan jangan ikut campur!" bentak Elena.  

"Elena!" teriak Naura.

PLAK!

Naura memukul kuat wajah Elena. Elena mengusap darah di sudut bibirnya. Dan menatap tajam wajah Naura.

"Kau berani memukulku demi anak pungut itu, Naura Jecolyn." Elena berucap dengan nada dingin dan dengan tatapan matanya yang tajam.

"Iya, kenapa? Tidak terima? Apa kau ingin membalasnya, hah?" ucap dan tantang Naura.

Elena makin menatap tajam wajah Naura lalu tangannya menarik kuat kerah baju Naura.

"Aku tidak peduli kau membela anak yang tidak tahu diri ini. Aku Elena tidak akan pernah melupakan tamparanmu ini. Aku akan mengingatnya sampai aku mati. Tunggu saja pembalasanku, Naura Jecolyn!" bentak Elena dengan wajah dinginnya.

Setelah mengatakan hal itu, Elena mendorong kasar tubuh Naura sehingga tubuh Naura terjatuh di lantai.

Naura yang mendengar penuturan dari Elena sedikit terkejut. Dirinya tidak menyangka jika adiknya mengatakan hal itu padanya. Naura berpikir dengan memukul adiknya itu, sang adik akan menyadari kesalahannya. Tapi apa yang terjadi. Adiknya mengatakan hal diluar pemikirannya.

"Naura." Rafka dan Afnan menolong Naura untuk berdiri.

Elena melangkah menghampiri kedua orang tuanya lalu menatap wajah keduanya.

"Papa, Mama. Percayalah! Aku tidak melakukan hal itu. Aku tidak mungkin menyakiti kakak Andry dan kak Ghina. Aku menyayangi mereka. Aku menyayangi semua kakak-kakakku." Elena menatap wajah kedua orang tuanya. Dirinya berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya.

PLAK!

"Aakkhhh." ringis Elena.

Clarissa menampar putri bungsunya. Dan menatap tajam wajah putri bungsunya itu.

"Kau telah menyakiti putraku Andry dan putriku Ghina. Dan sekarang kau berani memukul putri bungsuku, Naura Jecolyn. Mulai hari ini kau bukan lagi putriku. Aku benar-benar menyesal telah melahirkanmu. Jangan pernah menyebutku dengan sebutan Mama karena aku tidak sudi memiliki putri pembunuh sepertimu!" bentak Clarissa.

Elena benar-benar hancur saat mendengar penuturan dari ibunya. Dirinya tidak menyangka bahwa ibunya dengan kejinya mengatakan hal itu padanya.

"Apa yang dikatakan istriku benar. Kau bukan lagi putri kami. Kau hanya seorang pembunuh, tidak lebih. Kau telah berani menyakiti kedua anak-anakku. Lebih baik kau pergi dari rumah ini. Aku tidak ingin kau tinggal disini lagi. Kalau kau masih tinggal disini, bisa-bisa kau akan membunuh putra dan putriku yang lainnya!" bentak Mirza.

Elena menghapus kasar air matanya. Dan kemudian menatap tajam wajah kedua orang tuanya itu lalu beralih menatap tajam wajah Rafka, Afnan, Farraz, Farah, dan Naura. Terakhir, Elena menatap tajam wajah putri angkat kedua orang tuanya itu.

"Hahaha." Elena tertawa bak iblis.

"Kalian semua benar-benar menjijikkan. Kelakuan kalian sudah seperti binatang. Harimau saja yang kejam tidak akan tega menyakiti putrinya sendiri. Tapi kalian sebagai manusia bahkan sebagai orang tua dengan bangganya mengatakan hal sekeji itu pada putri kalian sendiri. Demi anak angkat yang tidak tahu diri itu, kalian menyakiti darah daging kalian sendiri. Kalau itu mau kalian. Baiklah!! Aku akan pergi dari rumah ini. Asal kalian tidak akan menyesali perbuatan kalian padaku. Jika saja hal itu terjadi. Maka semuanya sudah terlambat karena aku tidak akan sudi memaafkan kesalahan kalian dan tidak akan sudi mau mengakui kalian lagi!" bentak Elena.

"Kami tidak akan pernah menyesal atas apa yang kami lakukan hari ini!" teriak Rafka, Afnan, Farraz dan Farah.

Elena mengalihkan pandangannya melihat kearah Rafka, Afnan, Farraz dan Farah dengan tatapan tajamnya.

"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi setelah kejadian ini. Tuhan maha melihat dan mengetahui segalanya," ucap Elena.

Setelah mengatakan hal itu, Elena pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju kamarnya dilantai dua.

^^^

Di dalam kamarnya, Elena mengemasi semua pakaiannya lalu memasukkannya ke dalam koper. Dan tidak lupa seluruh uang tabungannya yang selama ini ditabung. Ditambah uang dari hasil lukisannya. Dengan uang itu Elena bisa membeli sebuah MANSION MEWAH. Bahkan lebih Mewah dibandingkan Mansion milik orang tuanya. Serta Elena juga bisa membeli apapun yang dia mau.

Keluarganya menganggap dirinya hanya anak manja yang tidak bisa apa-apa. Tanpa mereka ketahui selama ini, justru si anak manja ini sudah menghasilkan uang banyak dari bakat-bakat dan juga kepintaran yang dimilikinya. Bahkan si anak manja ini juga sudah mendirikan sebuah Perusahaan besar. Bahkan lebih besar di bandingkan Perusahaan sang Ayah. Perusahaannya sudah terkenal sampai mancanegara.

Setelah selesai mengemasi semua pakaian dan barang-barang pribadi miliknya. Elena langsung bergegas keluar dari kamarnya.

Saat ini Elena sudah berada di ruang tengah. Kini tatapannya tertuju pada sebuah pisau yang tergeletak di atas meja, lalu Elena melangkah untuk mengambil pisau itu. Mirza, Clarissa, Rafka, Afnan, Farraz, Farah, dan Naura sedikit terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Elena.

"Kalian lihatlah ini!" teriak Elena sembari meletakkan pisau itu dilengan kirinya. "Buka mata kalian dan liatlah baik-baik," ucap Elena penuh penekanan.

Elena melukai lengannya sehingga darah begitu banyak keluar dari lengannya itu. Elena tidak merasakan sakit sedikit pun. Yang dirasakan Elena saat ini adalah perkataan dan tuduhan orang tuanya dan para kakak-kakaknya untuknya.

Mirza, Clarissa, Rafka, Afnan, Farraz, Farah, dan Naura merasakan kesedihan dan juga sesak di dada mereka saat melihat darah yang keluar begitu banyak dari tangan Elena.

Mereka tidak menyangka jika Elena berani melukai dirinya sendiri.

"Darah ini menandakan bahwa aku bukan lagi bagian keluarga Jecolyn. Dan mulai detik ini namaku Elena. Darah ini menandakan bahwa tidak ada lagi hubungan darah antara aku dengan kalian. Darah ini menandakan putusnya hubungan persaudaraan aku dengan kalian. Darah ini menandakan bahwa kalian bukan lagi orang tuaku dan aku bukan lagi putri kalian. Saat aku keluar dari rumah ini. Secara resmi, kita menjadi musuh. Dan untuk luka di lenganku ini. Aku tidak akan pernah menghilangkan bekasnya karena dengan adanya bekas luka ini, aku akan selalu mengingat kejadian hari ini. Kejadian dimana kalian semua menorehkan luka di hatiku!" bentak Elena sembari menunjuk satu persatu wajah anggota keluarganya sembari masih memegang pisau.

"Aku Elena tidak akan pernah memaafkan kesalahan kalian, walaupun kalian semua sudah mengetahui kebenarannya. Camkan itu Tuan Mirza, Nyonya Clarissa dan juga kalian!!" bentak Elena.

Setelah mengatakan hal itu, Elena membuang pisau tersebut dan kemudian menarik dua kopernya. Elena pergi dengan membawa rasa kekecewaan dan kebenciannya terhadap keluarga Jecolyn.

Setelah kepergian Elena, Clarissa jatuh terduduk lemah di lantai. Dada begitu sesak saat mendengar setiap perkataan yang dilontarkan oleh putri bungsunya itu. Apalagi saat melihat putrinya yang melukai lengannya sendiri. Clarissa dapat melihat dari manik putri bungsunya itu, tidak ada rasa sakit sama sekali saat putrinya itu melukai lengannya. Yang Clarissa lihat adalah kekecewaan, kemarahan dan kebencian.

"Apa aku salah telah berkata seperti itu pada putriku sendiri?" batin Clarissa.

***

Elena saat ini sedang di dalam taksi. Dirinya saat ini ingin ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengobati lukanya tersebut. Dan kebetulan rumah sakit yang akan dikunjungi olehnya itu adalah rumah sakit milik keluarga salah satu sahabatnya yaitu Melvin.

Saat ini usia Elena baru 17 tahun dan Elena saat ini masih duduk dibangku SMA kelas 2.

Saat Elena sampai di rumah sakit, ketika hendak melangkah masuk ke dalam, seseorang mengagetkannya.

"Elena."

Elena membalikkan badannya untuk melihat kearah orang tersebut.

"Kakak Kevin!"

Orang yang memanggil Elena itu adalah Kevin Ardian yang tak lain adalah kandung kandung Melvin Ardian.

Kevin mendekati Elena. Dan ketika telah dekat dengan Elena, dirinya dibuat terkejut saat melihat luka di lengan kiri Elena.

"Astaga, Elena! Lenganmu kenapa? Siapa yang melakukan ini padamu?" Kevin benar-benar panik saat melihat luka yang begitu dalam dilengan Elena.

Kevin langsung menarik tangan kanan Elena untuk menuju ke ruangannya.

"Aish, kakak Kevin. Aku ini bukan anak kambing yang ditarik-tarik seperti ini," protes Elena.

"Diam. Jangan berisik," ucap Kevin. Seketika Elena langsung mengatup bibirnya.

Kevin melirik sekilas ke belakang lalu kemudian tersenyum gemas melihat wajah cantik dan imut Elena.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Affair With My Boyfriend's Lover
Affair With My Boyfriend's Lover
Dalam romance novel Affair With My Boyfriend's Lover, Jessica terjebak hubungan gelap dengan Jason, kekasih sahabatnya sendiri. Menghadapi rencana pernikahan mereka, Jessica harus memilih antara menjaga rahasia atau merebut kembali masa depannya dalam modern novel penuh pengkhianatan ini.
Cabe-cabean Kekasih Vice President
Cabe-cabean Kekasih Vice President
Dalam romance novel Cabe-cabean Kekasih Vice President, Alexander Richard terjebak hubungan tak terduga dengan Soraya yang 18 tahun lebih muda. Di balik kepolosan Soraya, tersimpan rahasia masa lalu yang memicu trauma lama sang billionaire. Baca kisah mereka di web novel ini sekarang.
Damn! Dia Bosku
Damn! Dia Bosku
Dalam novel Damn! Dia Bosku, Alexandre Geraldo berjuang mengejar cinta Dara setelah kembali dari Amerika. Di tengah tekanan perjodohan orang tua, Alex harus mengungkap rahasia besar di balik penolakan Dara. Baca romance novel penuh misteri ini dalam koleksi online novel terbaik kami.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Membaca novel modern Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan di platform webnovel gratis. Jessica mengetahui perselingkuhan suaminya, Rio, tepat saat divonis kanker ovarium stadium akhir. Di tengah pengkhianatan ini, ia bertekad pergi demi kedamaiannya sendiri.
Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
Dalam Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku, Kirana terjebak kebohongan amnesia Bima demi wanita lain. Romance novel ini mengisahkan misi Kirana membalas pengkhianatan dan mencari kebebasan. Baca online novel penuh intrik ini sekarang di platform web novel.
Menikahi Taipan Misterius
Menikahi Taipan Misterius
Dalam Menikahi Taipan Misterius, Amelia mengakhiri pengabdian sia-sianya pada Jako demi harga diri. Melalui billionaire romance novels ini, ia memilih bersatu dengan miliarder kuat untuk memulai hidup baru. Sebuah romance novel modern tentang ambisi, kehormatan, dan pembalasan yang elegan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Penyesalan di Balik Akta Cerai Palsu
Penyesalan di Balik Akta Cerai Palsu
Setelah sebuah kecelakaan mobil, Kay divonis mengalami afasia. Sementara, demi menyenangkan hati kekasih barunya, suaminya justru mengajaknya bercerai dengan alasan palsu. Dia sama sekali tak sadar bahwa perasaan Kay padanya telah lama membeku. Begitu mendengar kabar itu, Nathan, sang pewaris tunggal keluarga Ford, langsung terbang pulang dan melamar Kay. Ketika mantan suaminya Kay akhirnya menyadari kebenaran, semuanya sudah terlambat, dan Kay juga telah pergi untuk selamanya.
Kebahagiaan Di Titik Selanjutnya
Kebahagiaan Di Titik Selanjutnya
Eva Washington adalah putri keluarga kaya raya yang menyembunyikan identitasnya untuk membantu suaminya, Kevin untuk menaikkan statusnya. Tapi saat dia akan menanda tangani kontrak besar, Kevin selingkuh dengan seorang cewek dan mencampakkan Eva. Karena kesedihannya, Eva menikah dengan Ryan Jones yang membutuhkan istri kontrak. Tapi tidak disangka, Ryan ternyata adalah orang kaya raya juga. Semua orang yang pernah menyiksa Ryan akan dapat balasan atas kebodohan mereka.
Dihancurkan Cinta, Diakui Dunia
Dihancurkan Cinta, Diakui Dunia
Setelah enam tahun menikah, Lexi terkejut mengetahui bahwa suaminya, Jake, selama ini diam-diam menghidupi mantan pacarnya di luar negeri. Hancur hati Lexi saat Jake tak berada di sisi putri mereka yang tengah sakit kritis, dia pun dengan mantap menggugat cerai. Lexi kemudian bangkit dan membangun kariernya, dari seorang ibu rumah tangga berubah menjadi tokoh terkemuka di dunia sains. Risetnya dimuat di jurnal internasional bergengsi, bahkan meraih penghargaan dunia. Namun, saat dia hendak menyambut babak baru kehidupannya, Jake yang dulu acuh tak acuh itu kini justru mati-matian memohon agar Lexi kembali.
Cinta Setelah Kebohongan
Cinta Setelah Kebohongan
Pernikahan penuh tipu daya menyulut obsesi berbahaya. Terjebak dalam pengabdian buta dan kebohongan manis yang menyayat, ia akhirnya pergi, dan barulah pria itu sadar akan kebenarannya. Saat wanita pujaan hatinya masih bisa ia raih, bisakah kepercayaan yang hancur pulih kembali?
Malaikat Kecil Ayah
Malaikat Kecil Ayah
Isabelle, CEO Grup Weston, mau membawa ayahnya, Jerry, dari kampung halamannya ke kota agar dia bisa menjaganya. Jerry pun akhirnya melakukan perjalanan ke kota, tapi tidak disangka, perjalanan ini akhirnya menjadi mimpi buruk mereka. Tidak ada orang yang tahu bahwa Jerry adalah ayahnya Isabelle. Mereka mengira bahwa dia hanyalah gelandangan yang genit. Jerry pun akhirnya dibuli dan disiksa oleh staf Grup Weston dan mitra bisnisnya. Kemudian, Isabelle tiba...
Kehidupan Miliarder Saya yang Dicuri
Kehidupan Miliarder Saya yang Dicuri
Tertukar saat lahir, Elis nggak tahu siapa dia sebenarnya hingga dia jatuh cinta pada Simon Mahendra. Itu saat dia mendapatkan hasil DNAnya. Sekarang, dia bimbang antara beri tahu siapa ayahnya sebenarnya pada Simon dan mengambil risiko kehilangan dia atau merahasiakan kebohongan dari pria yang dicintainya.