Logo
WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?
WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?

WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?

40 Bab
Tamat
Dalam romance novel WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?, Arini menghadapi pengkhianatan Ken hingga kehilangan anaknya. Setelah pergi menjauh, Ken justru memintanya kembali di tengah kehadiran anak dari selingkuhannya. Ikuti kisah modern novel ini dan baca buku online free sekarang.
Bab 1 dari WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?

Aku tidak tau dorongan dari mana yang menyuruhku untuk datang ke kantor suamiku. Mungkin, instingku benar-benar meyakinkan diriku kali ini. 

Aku datang.

Tetapi, aku tak pernah masuk ke dalam kantor suamiku. Aku hanya berdiam diri di dalam mobil dalam diam. Memperhatikan pria yang seharusnya suamiku sedang menciumi wanita yang selalu membuatku merasa tak aman. 

Aku bahkan tidak tahu apa yang kurasakan saat melihat semesra apa mereka di lahan parkir yang sepi, seolah tak perduli jika ada mata manusia yang melihat.

Pelukan, pagutan, ciuman yang membuatku sakit.

Namun, aku tak mampu mengalihkan pandanganku! 

Rasanya ... aku bahkan tak berkedip meski aku bernafas karena itu hal wajar untuk kulakukan.

Bernafas! 

Brukk!! 

Aku bahkan baru sadar jika sudah berdiri di salah satu lobi hotel saat tubuhku menabrak sesuatu atau mungkin seseorang, entahlah.

Aku seperti di sini tapi otakku melayang entah kemana. Bahkan, suara ramai kesibukan terasa samar di telingaku. 

Udara dingin yang terasa menusuk berkat pendingin ruangan tak berpengaruh apapun padaku yang diam terpaku, menatapi lobi tanpa perduli saat berpasang-pasang mata menatapiku heran.

Mungkin mereka berpikir aku orang tersesat. Tapi, tak ada yang mendekat sekedar untuk bertanya. Mereka hanya menatapiku yang berdiri masih mencerna apa yang sedang aku lakukan.

'Mariot Hotel?'

Ah, aku berada di salah satu hotel mewah yang membuatku merasa salah tempat, karena bukan hotel yang ingin kutuju tapi kantor suamiku. 

'Sedang apa aku di sini?'

Tubuhku langsung kaku saat kesadaranku kembali. Mungkin, wajahku sudah seperti lembaran kertas putih yang pucat sampai seseorang menyapaku.

Aku yang menoleh, bahkan tak jelas mendengar apa yang ia tanyakan sampai ia mengajakku duduk di sofa empuk yang rasanya membuat tubuhku menjerit dalam bisu.

Detik berganti.

Waktu berputar begitu lama dan mataku selalu memandangi lift yang berbunyi, berharap suamiku ada di antara lift yang terbuka.

Namun, suamiku tak ada di sana begitupun wanita yang datang bersamanya.

Wanita yang sejak pertama kali aku melihat potretnya di dalam kediaman suamiku, membuat diri merasakan perasaan tidak enak.

Wanita dengan kecantikan yang akan membuat semua mata menoleh dengan rasa iri dan kagum.

Wanita yang bisa memiliki segalanya hanya dengan menunjuk apa yang ia mau. 

Aku terus menunggu, tidak perduli pada tatapan resepsionis yang sesekali bertukar pandang dengan satpam.

Mungkin, di hotel ini aku bukan wanita pertama yang menunggu suaminya turun setelah selesai dengan apa yang mereka lakukan.

Mungkin dua orang yang saling melirik itu juga menungguku menyerah, atau mungkin mereka menunggu waktu yang tepat untuk mengusirku sebelum aku melakukan hal yang akan membuat hotel mewah ini malu. 

Tapi, aku tak peduli dengan apa yang mereka pikirkan karena aku bahkan tidak tahu apa yang sedang kurasakan kini. Kecuali tanganku bergetar dalam pangkuan. 

"Minumlah." 

Suara itu membuatku menoleh. Tapi, aku bahkan tak melihat wajah orang yang meletakan sebotol air mineral di tanganku.  Yang kutahu, tangannya besar dan terlihat bisa diandalkan. 

'Apa aku mengucapkan terima kasih?'

Kurasa iya, karena ia mengangguk dengan senyum yang membuatku bisa melihat baris giginya yang rapi saat ia tersenyum lalu berdiri. 

Manusia yang wajahnya jadi tak jelas mondar-mandir silih berganti. Tapi, orang yang kutunggu tetap tidak keluar dari dalam lift yang berkali-kali terbuka dengan bunyi yang sudah kuhafal. 

Ding!

Namun, aku terus menunggu, bahkan saat langit cerah menggelap. Aku tetap duduk di tempat sama. Memegangi botol air mineral yang masih tersegel. 

PING! 

Suara ponselku terdengar, dengan mata tak yakin aku membaca sebaris pesan yang dikirim suamiku.

Yang, aku tidak pulang malam ini. Maaf ya ibuk mendadak minta aku pulang. Have a sweet dream. Love you.

Tanganku bergetar, tapi jemariku tetap memenceti layar ponsel karena aku tahu suamiku masih memegangi ponselnya. Ia tahu aku sudah membaca pesannya. 

Send.

Apa yang kukirim padanya membuatku merasa kalah seketika. Mataku perih dan panas, penglihatanku jadi berbayang, bibirku bergetar dan aku tak lagi bisa menahan tangisku. 

Meski, aku masih tidak paham dengan apa yang sedang kurasakan kecuali rasa sakit yang rasanya begitu menyesakkan, aku menangis tanpa perduli sedang di mana diriku.

Aku terisak memegangi ponselku karena balasan "terimakasih ,Sayang."  Yang rasanya begitu tak berjiwa.

Di lobi hotel bintang lima, tidak perduli apa yang di pikirkan orang tentangku, aku tersedu sendirian, aku terisak sendirian, aku menangis sendirian. 

Aku hanya terus menangis.

Tapi, tidak ada yang berani mendekatiku. Begitupun satpam juga resepsionis yang sudah berganti. Mereka hanya saling menatap, berkata dalam bisu dan aku hanya terus menangis sampai airmataku tidak lagi keluar. 

Apa yang sudah kukirim pada suamiku adalah satu kata singkat yang membuatku merasa aku mengizinkannya melukaiku.

Apa yang kukirim pada suamiku adalah satu kata yang membuatku merasa aku mengizinkannya melakukan apa yang sedang ia lakukan dengan wanita yang potretnya selalu membuatku merasa kecil. 

Apa yang kutangisi adalah karena aku mengirimkan balasan 'ya' untuk suamiku yang kini sedang bersama wanita itu. 

Yang kutangisi adalah karena Aku seorang istri yang memberi izin suaminya untuk berselingkuh. 

'Aku bodoh, bukan? aku bodoh sekali, bukan?'

Tapi, apa yang harus kulakukan? saat yang kumiliki hanya suamiku.

Aku adalah anak yang dibuang di tempat sampah saat bayi.

Aku adalah anak yang tumbuh di dalam panti asuhan sampai besar karena tak seorangpun ingin mengadopsiku.

Aku adalah wanita yang tidak diinginkan keluarga suaminya karena statusku tidak jelas.

Aku adalah wanita yang tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain.

Aku adalah wanita yang tumbuh dengan berbagi segala hal bersama anak lain yang tinggal bersamaku. 

'Tapi, membagi suamiku?'

Aku tak pernah berpikir harus menjalani hidup seperti itu. Tak sekalipun. Karena itu, aku hanya bisa menangis sendiri di lobi hotel yang dinginnya menusuki kulit.

Sementara pandangan dan tatapan baik dari mereka yang hidup ataupun benda mati menilaiku, 'sungguh-sungguh menilai diriku.'

Kupikir, setelah menangis rasaku akan menjadi ringan. Rasa burukku akan menghilang. Tapi, saat tangisku berhenti aku malah seperti orang yang kehilangan tujuan. Meski, setelah sadar suamiku tidak akan pernah kulihat di dalam pintu lift yang terbuka, aku memilih keluar lalu pulang ke rumah. Rumah kami. 

Aku masuk ke dalam rumah sepi yang kupandangi dalam bisu.

Tiap sisi yang sudutnya kuhafal terasa asing seketika.

Dan potret itu, potret pernikahan kami seolah mengejekku.

Senyum lelaki yang merangkulku mesra jadi terlihat palsu. 

Tanganku yang meraba potret kami rasanya ingin membanting potret yang kupegangi.

Namun, tanganku yang sudah terangkat tinggi turun dengan sendirinya. Dan, aku berjalan masuk ke dalam kamar yang penuh dengan aroma suamiku. 

Kuharap saat esok hari datang, apa yang kurasakan ini hanya mimpi buruk yang akan kutertawakan saat bangun.

Namun, aku tak bisa memejamkan mataku sama sekali sampai kuambil obat tidur yang kutelan tanpa rasa.

Tidak butuh waktu lama, aku jatuh dalam buaian mimpi buruk yang membuatku gelisah. Tapi, aku tak bisa bangun.

'Aku tak pernah bangun lagi dari mimpi burukku lalu hidup di dalamnya.'***

Hari masih begitu gelap saat lelaki yang terbangun dengan tangan melingkar di tubuh seorang wanita tanpa busana memilih turun dari ranjang.

Pakaiannya yang tergeletak di sofa ia pakai cepat, tanpa menyadari wanita yang bangun tanpa sehelai benang pun memperhatikan. 

"Apa kamu harus pulang secepat ini?"

Suara yang terdengar manja itu membuat lelaki yang sedang mengancingkan kemejanya menoleh. 

"Ya." 

Jawaban singkat itu membuat wajah cantik nan menggoda sang wanita berubah, "apa kamu akan terus seperti ini. Pergi setelah kamu puas memakaiku lalu meninggalkanku sendiri?" 

"Jangan berkata seperti itu, Nggit, aku sudah merasa cukup bersalah karena tak bisa berhenti menginginkanmu dan kita berakhir seperti ini."

"Kalau begitu ceraikan istrimu. Semua orang tau kau mencintaiku, Ken." 

"Tapi istriku tidak tau, dan akan selamanya seperti itu."

"Selamanya!? kau bilang selamanya kita akan terjebak seperti ini? jika kau berpikir aku mau, maka kau sudah kehilangan akal sehatmu, Ken!"

"Kau yang memulai semua ini Anggita dan aku yang kalah dengan nafsuku." 

"Apa kau menyesal?"

Ken tidak menjawab, ia menarik nafasnya dalam lalu mendekat pada Anggita yang wajahnya siap menangis. 

"Jika rasa bersalahku lebih besar dari nafsuku. Aku tak akan berahir di sini semalaman menyentuhmu, Nggit."

"Kau curang, Ken, curang sekali," ucap Anggita memeluk tubuh Ken. 

"Ken, katakan padaku dengan jujur, apa kau pernah mencintai istrimu?"

Ken diam beberapa lama lalu memeluk erat wanita yang tubuhnya dipenuhi dengan kissmark yang ia tinggalkan, "aku selalu berusaha mencintainya, Nggit. Setiap hari. Setiap waktu. Aku selalu berusaha."

Anggita menatap wajah Ken, tidak ada kebohongan di sana, "kalau begitu tetaplah seperti itu, karena hatimu hanya boleh untukku. Hanya untuk aku."

Ding! 

Lelaki yang akhirnya muncul saat lift terbuka itu menatap sofa di lobi ketika ia melakukan check out. Aroma parfum yang rasanya samar tercium di hidung, membuat manik hitamnya berkeliling. Matanya mengawasi tiap sudut ruangan dengan dada berdetak kencang. 

"Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?"

Ramah resepsionis bertanya pada Ken yang akhirnya fokus kembali. Mulutnya yang terbuka tertutup lagi, ia menelan tanya pada wajah terlatih yang meski terjadi sesuatu akan bersikap tenang. 

"Tidak mungkin."

"Maaf, Pak?"

Ken menatap resepsionis yang heran, "bukan apa-apa, tolong kirim paket breakfast untuk kamar saya. Tidak perlu mengetuk pintu, teman saya pasti masih tidur." 

"Baik, Pak." Jawab resepsionis yang menunduk saat Ken berjalan meninggalkan lobi, lelaki yang meninggalkan temannya dalam keadaan telanjang dan di penuhi kissmark. Sedang di jari manisnya sendiri melingkar cincin pernikahan yang berkilau setiap terkena cahaya lampu. 

Pintu lobi yang terbuka, tidak hanya untuk Ken.

Di saat yang sama, lelaki berperawakan tinggi dengan barisan gigi rapi memberinya senyum ramah juga anggukan. Sementara Ken hanya mengangguk tanpa senyum. 

"Apa kau kira lelaki itu yang ditangisi wanita tadi?"

"Yang mana?"

"Huh, jangan pura-pura lupa. Kau ingatkan, wanita yang di gosipkan anak-anak sejak siang tadi."

"Aku hanya bersyukur wanita itu keluar tanpa membuat masalah untuk kita."

"Kau juga berpikir ia akan mengamuk dan mencari suaminya?"

"Siapa yang tidak? Ia selalu melihat pintu lift yang berbunyi, tapi ujung-ujungnya menangis lalu pergi dengan wajah kalah."

"Hush!"

"Apa sih?"

"Saya tidak tahu kalian terlihat begitu hidup saat bergosip ria. Tapi, bisakah lakukan itu setelah jam kerja kalian usai?"

"Pa--Pak Arga!?"

"Ma--maaf, Pak." 

Yang di panggil pak hanya mengangkat tangan dengan senyum yang menunjukan barisan gigi rapi.

Sementara Arga tidak perduli pada pipi-pipi bersemu setelah melihat pesonanya. Dan, ditatapnya sofa dingin yang membisu. 

"Apa gadis itu sudah pulang?" ucap Arga begitu pelan lalu berjalan memasuki lift yang tertutup rapat di dini hari yang melelahkan.*

Bab awal, lanjut ya ❤️

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bunga yang Terinjak
Bunga yang Terinjak
Dalam novel misteri "Bunga yang Terinjak", seorang ayah mencari keadilan setelah pemerkosa putrinya dibebaskan dengan kekuatan uang. Baca novel online aksi modern ini yang mengupas batas hukum, dendam membara, dan perjuangan melawan ketidakadilan demi membalaskan kehormatan keluarga.
Diamnya Istriku
Diamnya Istriku
Dalam romance novel Diamnya Istriku, Ayu menghadapi pengkhianatan besar dalam rumah tangga modern miliknya. Alih-alih menyerah, ia memilih jalur spiritual demi menyadarkan suaminya. Temukan kisah perjuangan batin yang mendalam ini saat Anda read novels online secara gratis.
Hello Love Sign
Hello Love Sign
Dalam Hello Love Sign, Sheina menjalankan misi rahasia demi membalas dendam pada keluarga Levanchois. Namun, takdir menjebaknya dalam kontrak dengan Samuel, sang miliarder berkuasa. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat persaingan dominasi dan intrik dalam modern novel yang seru.
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Dalam novel modern Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat, Elara dicampakkan Deon saat hamil. Baca novel online gratis ini yang mengisahkan perjuangan Elara bangkit menjadi wanita karier kaya sebelum menuntut cerai mantan suaminya yang kini terobsesi mengejarnya kembali.
Kain Basahan Basah di Kamar Mandi
Kain Basahan Basah di Kamar Mandi
Dalam romance novel Kain Basahan Basah di Kamar Mandi, pengkhianatan Rusly yang membawa selingkuhan ke rumah memicu rencana pembalasan sang istri. Baca kisah modern novel ini untuk melihat bagaimana ia memberi perhitungan demi harga diri dalam bahtera rumah tangga yang hancur.
Kau Curangi Aku
Kau Curangi Aku
Dalam novel Kau Curangi Aku, Maya menghadapi pengkhianatan kekasihnya dengan Miya. Namun, romance novel ini berubah menjadi mystery story saat Maya mengungkap konspirasi penjahat yang mengincar harta keluarganya. Baca kisah penuh intrik ini di platform web novel kami sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bukan Bidakmu
Bukan Bidakmu
Kirana telah lama mencintai Fajar dengan sepenuh hati dan selalu diperlakukan dengan baik. Namun, tak disangka, Fajar menyuruhnya mendekati Nararya, putra Adipati, hanya untuk menggagalkan pernikahan sang pujaan hati dengan Nararya. Kecewa dengan kenyataan itu, Kirana dan Nararya yang awalnya berpura-pura jatuh cinta justru benar-benar menjalin hubungan dan akhirnya menikah. Fajar pun menyesal, tetapi semuanya sudah terlambat.
Cinta di Waktu yang Tepat
Cinta di Waktu yang Tepat
Demi mencari ibunya, Lisa dijebak oleh adik tirinya, Linda. Dia tidak sengaja tidur dengan Hendy dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, Lisa kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam. Dia pun kembali bertemu dengan Hendy tetapi saling tidak mengenal. Setelah pertemuan kedua, akankah mereka kembali bersama? Apakah dia akan berhasil balaskan dendamnya?
CEO Dingin Menyesal Setelah Bercerai
CEO Dingin Menyesal Setelah Bercerai
Juan Ladera dan Wina Susana bertemu saat kuliah dan jatuh cinta satu sama lain. Ada seorang gadis bernama Kiran Sophia yang sangat suka dengan Juan, tapi dia meninggalkan Juan begitu saja. Saat bisnis Juan sudah berkembang, dia kembali. Dia mendorong Wina yang sedang hamil hingga keguguran. Mertua Wina yang tidak suka padanya, memaksanya untuk cerai. Setelah itu, Juan dan Wina berpisah walau masih terlihat saling sayang. Pada akhirnya, semua masalah terselesaikan dan mereka kembali bersama.
Terpenjara di Pelukan Mantan
Terpenjara di Pelukan Mantan
Setelah kecelakaan mobil yang hampir menghancurkan tubuh dan hatinya, jurnalis perjalanan, Emily, melarikan diri ke Itala yang terpencil, kemudian terjerat dalam Penjara Ekstasi yang misterius, di mana penculiknya, yang sangat mirip dengan mantan suaminya yang telah lama ditinggalkan, memaksanya menjalani cobaan berbahaya dan sensual yang membangkitkan kenangan terlarang dan cinta yang tak pernah dia duga akan menyembuhkannya.
Rahasia Suamiku
Rahasia Suamiku
Seorang wanita yang baru melahirkan mulai curiga suaminya, Darco, berselingkuh setelah menemukan barang-barang mencurigakan di rumah. Meski Darco berusaha meyakinkannya bahwa itu hanya kesalahpahaman, kecurigaan terus menghantui. Ketegangan meningkat saat dia mendapat telepon misterius yang mengungkap rahasia suaminya. Apakah Darco benar-benar berselingkuh, ataukah ini hanya bayang-bayang kecemasannya pasca melahirkan?
Putri Raja Judi
Putri Raja Judi
Putri Raja Judi, Clara, menikah ke Keluarga Prabowo, namun malah dijebak oleh suami dan ipar-iparnya hingga kehilangan tiga properti. Dengan keahlian judi luar biasanya, ia membalas dan merebut kembali segalanya. Kini, setelah menghancurkan suaminya dan memaksanya keluar dari keluarga, Clara berhasil menghadapi Dewa Judi yang datang membalas dendam, dan pada akhirnya membuat Keluarga Prabowo menuai hasil perbuatan mereka sendiri.