Logo
Will Never Say Good Bye
Will Never Say Good Bye

Will Never Say Good Bye

85 Bab
Tamat
Dalam novel modern Will Never Say Good Bye, Yoan kabur demi keselamatan hingga bertemu Kenzo. Saat hubungan dimulai, keraguan diri menguji kepercayaan mereka. Simak kisah romance novel ini tentang perjuangan mempertahankan cinta di tengah trauma masa lalu dalam koleksi fiction books kami.
Bab 1 dari Will Never Say Good Bye

BRAK!

Dobrakan pintu menggema. Barra muncul dari balik pintu dengan ekspresi datarnya. Perlahan, laki-laki setengah baya itu mendekat ke arah Yoan, putri angkatnya.

Yoan yang baru saja terduduk di atas kursi terjengit kaget. Gadis itu baru selesai mengganti kebaya yang ia pakai saat wisudanya.

Sekitar lima belas menit yang lalu, Yoan pulang dari acara wisuda bersama Barra, papa angkatnya. Namun, apa yang terjadi sekarang? Mengapa Barra tiba-tiba masuk ke dalam kamar dengan aura buruk yang menguar?

“Papa?” Yoan memanggil papanya dengan nada heran. Dia juga menetralkan rasa terkejut yang dirasakannya.

“Yoan, ingatkah sejak umur berapa kamu tinggal bersama Papa dan Mama?” Barra bertanya dengan nada sinis.

“Dulu Mama pernah memberi tahu kalau Papa dan Mama menjemputku di panti asuhan saat aku berusia lima tahun,” jawab Yoan. Nada bicara gadis itu memelan. Raut wajahnya tampak sedikit ketakutan.

Barra berjalan mendekat ke arah sang putri sembari menunjukkan seringai kecil.

“Sekarang kamu sudah lulus kuliah. Sudah cukup banyak biaya yang Papa keluarkan untuk memenuhi kehidupanmu,” ujar Barra.

“I-iya, Pa. Aku tidak akan lupa,” lirih Yoan menjawab. Perlahan gadis itu bangkit, lantas berjalan mundur karena papa angkatnya terus berjalan mendekat dengan aura menakutkan.

“Sudah saatnya kamu harus mengganti semua biaya yang Papa keluarkan untukmu,” ujar Barra.

“A-apa? Aku tidak mengerti ucapan Papa. Bu-bukankah Papa dan Mama mengangkatku sebagai anak? Kenapa aku harus mengganti semua biaya hidup?” tanya Yoan tidak mengerti.

“Yoan, kamu sudah dewasa. Seharusnya kamu memahami jika di dunia ini tidak ada yang benar-benar gratis.” Laki-laki renta itu terkekeh di ujung kalimat.

“Baik, aku mengerti. Setelah ini, aku akan bekerja untuk mendapatkan uang dan memberikan semua gajiku untuk Papa,” jawab Yoan.

“Benarkah? Maka kamu akan membutuhkan waktu sangat lama untuk membayarnya, sedangkan Papa membutuhkan uangnya sekarang.” Barra berkata sambil mengganti-ganti raut wajahnya.

“Bagaimana caraku membayar Papa sekarang? Aku bahkan belum mulai bekerja,” jawab Yoan bingung. Nada suaranya masih melirih sama seperti sebelumnya.

Ada apa dengan Barra sebenarnya? Andai Ayara, mama angkat Yoan masih ada, mungkin Yoan masih bisa mengajaknya diskusi.

“Siapa bilang kamu harus mengganti semua biaya? Kamu tidak perlu bekerja untuk mengganti semua biaya itu, Yoan. Manfaatkanlah tubuh indahmu. Itu sudah lebih dari cukup,” ujar Barra. Pandangannya bergerilya, tergerak mengamati Yoan dari puncak kepala hingga ujung kaki.

Yoan kembali berjalan mundur saat melihat papa angkatnya kembali berjalan mendekat. Lagi-lagi dengan raut wajah menakutkan yang membuat tubuh Yoan bergetar hebat.

Melihat perilaku papanya yang tidak biasa, Yoan mulai melempar semua barang yang ada di dekatnya ke arah Barra. Otak kecilnya mulai berpikir mencari celah untuk keluar dari kamarnya sendiri.

“Anak manis, tidak perlu takut! Papa pasti akan memperlakukanmu dengan baik.” Barra berusaha membujuk Yoan.

“Aku mohon, jangan mendekat, Pa!” pekik Yoan ketakutan.

Namun, Barra masih berusaha mendekati Yoan.

Tubuh wanita itu ketakutan. Yoan berakhir menubruk pintu balkon. Kamarnya di lantai dua. Haruskah dia terjun dari sini? Namun, jika Yoan tetap menurut pada papa angkatnya, dia tidak yakin akan mendapat perlakuan yang benar-benar baik.

“Mau lari ke mana?” Barra bertanya. Laki-laki itu lantas tertawa terbahak-bahak melihat Yoan yang kebingungan. Kali ini Barra yakin Yoan akan menyerah sebab jalannya sudah buntu.

“Aku mohon, jangan lakukan ini, Pa!” pinta Yoan. Pipinya sudah mulai basah karena air mata yang mengalir.

“Gadis kecilku, kemarilah!” Barra berkata sambil menepuk-nepuk tempat tidur anak angkatnya itu.

Untuk sesaat Yoan berharap ini hanyalah candaan Barra semata. Namun, sepertinya Barra tidak berniat untuk membalikkan ucapannya.

Tangan kiri Yoan mengarah ke belakang punggungnya untuk membuka pintu balkon. Yoan lantas buru-buru keluar dan menutup pintu balkon. Gadis itu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menahan pintu agar papa angkatnya tidak berhasil menangkapnya. Namun sayang, tenaganya tidak cukup kuat untuk menahan.

Tidak ada waktu lagi! Yoan merasa lebih baik mati daripada harus melayani laki-laki yang bertahun-tahun sudah dianggapnya sebagai orang tua kandung.

BRUK!

“Ouch!” pekik Yoan.

Perlahan Yoan membuka matanya. Gadis itu berpikir akan segera menyusul Ayara atau setidaknya dia harus mengorbankan kakinya. Namun, ternyata tidak … Yoan masih baik-baik saja.

Ah, Yoan rupanya harus berterima kasih pada Bik Umi yang menjemur kasur tepat di bawah kamarnya.

Tidak ada waktu! Barra sudah mengerahkan para penjaga rumahnya untuk mengejar Yoan. Dia harus segera kabur dari rumah ini.

***

Sementara itu di sebuah ruang rapat yang ada di gedung perkantoran yang tampak mewah.

Terdengar suara riuh tepuk tangan diikuti ucapan selamat atas pengangkatan Kenzo menjadi CEO di Pranadipa Corp.

“Waktu dan tempat dipersilakan,” ujar seorang pembawa acara dengan pandangan yang tertuju pada putra tunggal almarhum Ryu Pranadipa dan Rani.

Kenzo lantas maju satu langkah dan membungkuk sedikit untuk memberi hormat.

“Terima kasih untuk kepercayaan yang sudah diberikan. Saya mohon dukungannya,” ucap Kenzo singkat.

Suara tepuk tangan kembali menggema di ruang rapat.

Usai bersalaman, Kenzo bersama Raka berjalan menuju ke ruangan Ryu. Ruangan ini akan menjadi ruang kerjanya sekarang.

Kenzo perlahan mendekati meja kerja Ryu sambil mengedarkan pandang ke seluruh ruangan.

Masih jelas di dalam ingatan saat Ryu sibuk menandatangani dokumen penting. Dengan wibawa penuh, Ryu bertanya kesiapan Kenzo memimpin perusahaan.

“Keinginan Papa sudah terpenuhi. Namun, aku masih membutuhkan Papa untuk membimbingku,” gumam Kenzo lirih. Hatinya masih sangat sedih dan merindukan kedua orang tuanya.

Raka, sang tangan kanan, yang mendengar perkataan Kenzo hanya bisa menghela napas. Tak hanya Kenzo yang sedih, pun Raka turut merasakan kesedihan Kenzo.

Siapa yang tidak sedih kehilangan sosok pemimpin yang begitu bijaksana dan baik hati seperti Ryu? Di mansion, para pekerja tak hanya kehilangan Ryu, tetapi juga Rani, seorang ibu rumah tangga yang berhati lembut.

“Apa saya perlu menata ulang ruangan ini?” tanya Raka menawarkan.

“Tolong ganti semua lampu dengan yang lebih terang,” jawab Kenzo memberi titah.

“Baik, Tuan,” sahut Raka.

Kenzo lantas melangkah keluar dari ruangan menuju lobby, diikuti oleh Raka. Dari luar Kenzo memang terlihat sangat tegar, tetapi hatinya masih merasa sangat kehilangan.

“Tunda semua pekerjaan untukku! Aku ingin ke cafe.” Kenzo kembali berkata.

“Baik, Tuan,” sahut Raka.

Raka segera menghubungi Suparmin untuk menyiapkan kendaraan.

Setibanya di sebuah cafe yang dekat dengan kantor …

“Pesan seperti biasanya, Tuan?” tanya seorang pemilik cafe.

Kenzo mengangguk sebagai respons.

Ukh!

Tiba-tiba seorang gadis dengan penampilan berantakan masuk ke dalam cafe. Gadis itu tidak sengaja menyenggol Kenzo dan langsung duduk tepat di sebelahnya.

“Eee, maaf …,” ucap Yoan. Perlahan dia bergeser ke kursi yang lain.

“Mau pesan apa, Nona?” tanya seorang pemilik cafe.

“Tolong izinkan saya duduk di sini sebentar saja,” jawab Yoan, seorang gadis itu.

“Keluarlah! Tidak ada tempat duduk gratis di sini, Nona,” ledek pemilik cafe itu.

“Aku mohon ….”

“Pesanlah sesuatu! Aku akan membayar untukmu.” Itu suara Kenzo.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bangkit Dari Kematian
Bangkit Dari Kematian
Dalam novel Bangkit Dari Kematian, rumah tangga Rianti terancam saat Monica menagih janji masa lalu Randy. Konflik balas dendam dan rahasia menyelimuti genre romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di webnovel ini sebagai pilihan fiction books terbaik untuk mengungkap misteri pengkhianatan.
Bercinta dengan Playboy
Bercinta dengan Playboy
Dalam web novel Bercinta dengan Playboy, Risa membalas perselingkuhan Alan dengan mengencani Alva, sepupu tunangannya sendiri. Pilihan berisiko ini membawa konsekuensi besar dalam romance stories modern yang penuh intrik. Temukan kelanjutan kisahnya saat membaca online novel ini.
Habis Manis Sepah Dibuang
Habis Manis Sepah Dibuang
Dalam novel romantis miliarder Habis Manis Sepah Dibuang, Jocelyn memilih mengundurkan diri setelah Michael, bosnya, justru membela orang lain saat dirinya dipermalukan oleh klien. Baca novel online modern ini untuk mengikuti perjuangan Jocelyn mempertahankan harga dirinya.
Kebahagiaan Menanti
Kebahagiaan Menanti
Dalam novel romantis miliarder Kebahagiaan Menanti, seorang ibu dipaksa bercerai oleh anak-anaknya demi wanita lain. Saat terpaksa menikah lagi demi ketenangan mereka, ia justru bersuamikan seorang CEO kaya raya. Baca novel web modern ini untuk melihat penyesalan anak-anak yang durhaka.
Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan
Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan
Baca novel online gratis Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan, sebuah novel romantis modern yang penuh misteri. Hidup Arlena hancur setelah video intimnya di hotel bintang lima tersebar di grup kampus. Bisakah dia mengungkap dalang di balik skandal yang mengguncang Universitas Jido ini?
Lepas dari Cintaku yang Pahit
Lepas dari Cintaku yang Pahit
Dalam Lepas dari Cintaku yang Pahit, Clara memutuskan bercerai setelah Daniel mengkhianatinya demi wanita lain. Novel modern ini mengikuti perjuangan Clara menuntut kompensasi 1 triliun rupiah di tengah konflik billionaire romance novels yang penuh intrik dan pengkhianatan emosional.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Kedua, Janji Sejati
Cinta Kedua, Janji Sejati
Ibu tunggal Nisa salah kira Ardi saat kencan, lalu nikah kilat. Lewat salah paham dan ujian, dengan bantuan putrinya mereka rujuk, rahasia anak terungkap, akhirnya bersama.
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Jalinan cinta Jeni bersama Sero, seorang pilot hebat, harus pupus akibat kembalinya cinta lama Sero, Sani. Kesabaran Jeni habis, dan akhirnya dia memilih menikah bersama Yudi, pria yang dijodohkan ibunya sejak dulu. Saat semua kebusukan Sani terbongkar, penyesalan Sero tak lagi berguna. Kini, Jeni dan Yudi menemukan cinta yang lebih sempurna daripada yang pernah ia miliki sebelumnya.
Kebangkitan Gadis Jelek
Kebangkitan Gadis Jelek
Yora Solihin, pewaris kaya raya yang menyamar sebagai ""gadis jelek"" demi menghindari bahaya. Simon Cahyo, pacarnya, menggunakannya sebagai tameng, berkali-kali menyakitinya. Setelah harga diri dan hati hancur, Yora melepas penyamaran, kembali dengan identitas asli, mengejar cinta dan hidup baru.
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Jane Fora si anak magang secara kebetulan bertemu John Truan si CEO. Jane hamil setelah mereka tidur akibat mabuk. John pun memanjakan Jane dan mendukung cita-citanya sebagai perancang perhiasan. Seiring berjalannya waktu, pernikahan yang semula hanyalah kontrak berubah menjadi cinta sejati.
Setelah Bercerai Mantan Suami Memohon Untuk Menikah Kembali
Setelah Bercerai Mantan Suami Memohon Untuk Menikah Kembali
Setelah perceraian dan kehilangan, aku menemukan bahwa ada banyak masa lalu yang indah antara aku dan mantan suamiku. Kenangan indah itu selalu tersimpan di hatiku. Aku tidak bisa menghapus setiap momen dengan mantan suamiku di hatiku, dan Saya tidak bisa melepaskannya.
Rahasia Terbongkar, Semua Milikku
Rahasia Terbongkar, Semua Milikku
Clarissa membayar tagihan listrik rumahnya. Setelah masuk ke nomor pelanggan milik ayahnya, ia tanpa sengaja menemukan bahwa ayahnya ternyata memiliki dua keluarga. Selama lebih dari dua puluh tahun, ibunya telah berbakti kepada keluarga, namun hanya mendapat kekecewaan dan luka hati. Clarissa pun memutuskan untuk menyelamatkan ibunya dan membawanya pergi dari penjara yang telah mengurungnya selama setengah hidup ini.