Logo
WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU
WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU

WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU

40 Bab
Tamat
Dalam WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU, Suti terjebak pernikahan paksa dengan Jodi, pewaris Cartwright Corporation yang dingin. Billionaire romance ini mengungkap rahasia siluman ular saat dendam membara. Baca kisah selengkapnya di webnovel fantasi penuh intrik masa lalu ini.
Bab 1 dari WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU

“Suti…bangun, cepat sudah siang. Apakah kamu tidak sholat subuh? Ayo segera bangun!”

Aku tersentak dan duduk linglung, menoleh kiri kanan dalam kegelapan kamar yang tak berujung. Sebelum akhirnya sudut netraku menangkap pergerakan orang lain dalam selimut lurik di atas tempat tidurku.

“Ouch! Brengsek” aku mengumpat dalam hati. Ternyata hari masih terlalu larut untuk menjalankan rutinitas pagiku.

Aku yang melihat banjir besar dengan air kotor bergulung-gulung disekitarku serta tanpa sengaja netraku menatap begitu banyak ikan yang sebentar bermunculan ke permukaan dan tak lama kemudian tenggelam lagi. Aku yang semula merasa di tepian tiba-tiba ikut terseret, timbul tenggelam dalam arus deras sungai kotor dan berombak besar itu.

“Bagaimana bisa?” batinku bertanya-tanya. Ketika aku sudah tak mampu bernafas dengan baik dalam kubangan itu, ada dua ikan hitam besar menyelusup dari bawah air dan menyodorkan siripnya untuk kujadikan pegangan serta membimbingku ke pinggiran dengan selamat.

Tanpa sengaja ku melihat ikan-ikan tadi yang terseret arus, berlompatan menyelamatkan dirinya keluar dari air. Ada yang hidup pun banyak yang mati diterjang arus air deras itu.

“Hei!” aku menjerit. Ketika kesadaranku mencapai sempurna. Bukankah sinar mata mereka mirip seseorang. Ya….seseorang yang mencuri hati dan perasaanku beberapa hari ini.

Dan “heeemfh” bukankah yang membangunkanku dari mimpi tak bertepi tadi mas Mujib, teman satu kelasku. “Bagaimana bisa?” Jeritku dalam hati. “Itu sangat-sangat tidak mungkin?”

Di kampus.

“Pagi Suti!” sapaan dari Padmi nyaring terdengar.

“Pagi”.

“Bagaimana, sudah ada judul yang akan kamu ajukan ke pak Fadli?”

Aku hanya mengerjap kebingungan dengan pertanyaan itu. Situasi yang sama dengan minggu kemarin.

“What the hell situation?” bagaimana bisa aku menjawabnya sedangkan aku tak punya gambaran apapun di otak kecilku ini. Betul-betul buntu.

Kulihat sebelah Padmi ada kak Ester yang telah siap dengan berkas-berkas proposal dan siap untuk diajukan. Betapa nelangsanya perasaan ini.

Tergesa kudekati mereka yang menunggu giliran untuk konsultasi di depan pintu kantor. Gumaman tidak jelas kulontarkan seiring dengan hembusan napas besar, sekedar pelepas rasa gusar atas ketidak mampuanku dalam menentukan judul yang sederhana pun.

“Ouh dunia yang kejam”, batinku bersuara lagi. Berkali-kali kugelengkan kepala seolah mengusir penat dan lelah yang berhari-hari ini kurasakan, semenjak aku mengalami mimpi yang aneh kemarin.

Hari ini sama dengan berlalunya alur cerita yang tak usai, ku lalui dengan berbagai macam perjalanan yang berbeda, tapi aku masih tetap disini berdiri di sisi ketidak berdayaanku atas kesulitan seperti hari-hari kemarin.

Ketika kudengar celetukan dari kak Ester yang seolah mengerti dengan kebingunganku.

“Meskipun bingung, aku tetap mengajukan judul penelitian ini. Dan aku berusaha untuk merealisasikannya dalam sebuah tesis”.

Aku tersentak, sebelum akhirnya menjawab, “punya rekomendasi judul buatku, tidak?” tanyaku penuh antusias.

“Ada, tapi keluarkan idemu dulu, kamu mau meneliti apa?”

“Eehhmmmm, apa ya?” sekilas pikiranku melayang ke berbagai macam permasalahan yang selama ini kuhadapi ketika menjalani praktek kerja lapangan.

Dan “bingo!” ide itu melintas begitu saja di otak ku.

“Bagaimana dengan The Difference achievement between the student with the English background and those who don’t have any background?”

“Oke, tampaknya bagus. Tapi jangan hanya mengajukan satu, kuatirnya nanti ditolak. Coba buat judul yang lain juga”.

“Hadeeww, keluhku. “Aku nyerah deh kak, mana mungkin otak minimalisku ini punya alternative judul yang lain. Bagaimana kalau kak Ester saja yang buatkan?”

“Kamu itu, Suti…..Suti. Tetap saja dari dulu”, ditoyornya kepalaku pelan.

Sedangkan aku hanya cengengesan. Meskipun dengan berat hati kak Ester tetap membuatkanku dua judul yang bagus sambil menjelaskannya panjang lebar.

Aku hanya manggut-manggut seolah mengerti padahal tidak sama sekali. Karena semenjak mimpi itu, kepalaku selalu terasa berat seolah ribuan karung goni bersarang di atasnya. Sungguh muak aku dengan rasa ini.

***

Dengan langkah mantab ku menuju ruang sidang, ada tiga dosen yang siap membabat habis thesis ku. Gemetar rasa tubuh ini, “ketakutan? Tentu saja”.

Aku merasa seperti anak kucing yang tersiram air, ringkih dan lemah. Namun semuanya berjalan dengan lancar, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji, kujawab dengan argumen-argumen yang mengena. Hingga desahan napas lega keluar dari bibir mungilku. Saat dosen pengujiku berkata,

“Baiklah kamu boleh meninggalkan tempat ini, tunggu hasilnya di depan ruangan!”

“Terima kasih pak”, angguk ku sopan.

Tepat jam lima sore pengumuman itu kuterima dengan suka cita, begitu juga dengan teman-teman yang kebetulan satu sesi denganku. Gurat-gurat kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Tuntas sudah tugas kami, usai sudah beban berat yang kami rasakan selama ini. Tertebus dengan satu kata “lulus”.

Saat ku melompat-lompat kegirangan di sudut lantai dua dekat ruang sidang. Dia lewat, pria yang selama ini mengisi hari-hari serta mimpiku. Aku terhenyak ketika secara tidak sengaja netraku bersirobok dengannya. Pun saat dia melengos kesamping dan menghembuskan napasnya keras, serta rahangnya mengetat sempurna.

“Apakah dia masih marah?” batinku. Aku pun menunduk ketika dia lewat di depanku bagai angin lalu. Seolah tak menganggap aku tak ada. “Mengapa apa salahku?”

(satu bulan yang lalu)

“Suti, ada tamu tuh”, anak ibu kos ku memanggil dari balik kelambu kamar.

“Siapa, mbak?”

“Gak tahu, katanya sih teman satu kelas mu”.

“Sudah mbak tanya, namanya siapa?” jawabku dengan mengerjap-ngerjapkan mata jenaka.

“Mana tahu lah, kayaknya sih bukan teman satu kelasmu deh. Kalau iya kan aku tahu dan kenal semua”.

“Laki-laki apa perempuan”, tanyaku lagi dengan rasa malas.

“Laki-laki, cepat temui sana. Kayaknya dia sudah tidak sabar. Tuh lihat saja ekspresinya. Kebingungan dan gelisah”.

“Hah! Perasaan aku tidak janjian dengan seseorang. Apalagi teman satu kampus. Jangan-jangan seperti kemarin?” perasaanku kebat-kebit tak karuan membayangkan kejadian kemarin.

Ketika ada sesorang yang mengaku kenal denganku bahkan meng-klaim dirinya kekasihku. Serta edannya lagi dia berkata “kekasih dari masa laluku”.

“Gawat!” di saat hubunganku dengan mas Hendri tidak berjalan dengan mulus. Karena hadirnya ‘Selly’ gadis ganjen dari kelas pagi. Yang terus merangsek dan memporak-porandakan hubungan kami. Apalagi saat netraku secara tidak sengaja melihat gadis itu bermanja-manja di lengan Hendri seusai jam kuliah berlangsung. Sangat mesra.

Sementara dia yang mengaku sebagai kekasihku membalasnya dengan tersenyum manis, seolah memberi si ganjen itu sejuta harapan.

“Dasar pelakor tak tahu malu!” hardik ku dalam hati.

Mataku memerah, tanganku mengepal. Ingin saat itu juga ku cakar-cakar wajah cantiknya itu. Ku tendang dengan jurus silat ku. Sehingga dia tersungkur dan berdarah-darah. Tapi apalah dayaku. Ini lingkungan kampus dan aku tidak boleh bertindak sembrono. Atau nama baik Hendri tercoreng dari mahasiswa terbaik dan instansi tempat dia bekerja.

“Yaah…dia ambil kuliah sore karena paginya harus bekerja sebagai seorang teknisi mesin di perusahaan penerbangan. Pernah sedikit dia mengungkap jati dirinya, jika kuliah yang saat ini dijalaninya hanya sebagai prasayarat untuk menuju ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Aku maklum”.

Kutemui Hendri di ruang tamu kos. Dia tampak gelisah berkali-kali melihat jam tangannya. Aku yang tidak nyaman dengan perilakunya mendengkus kasar dan bertanya,

“Ada apa Hend?”

“Bisa kah kamu menemuiku nanti malam di hotel Horizon?”

“Untuk apa, bukannya kita ada mata kuliah nanti malam?”

“Eem ini penting bagiku. Kantor mengadakan acara family gathering dan yang masih bujangan diminta untuk membawa calon istrinya”.

“Apakah itu wajib?”

“Harus Suti aku tidak mau dipermalukan dengan kesendirianku ini”, pintanya penuh harap.

“Baiklah”.

“Aku akan menjemputmu, okay”.

“Tidak perlu, katakan saja dimana nanti acaranya akan diselenggarakan”.

“Di aula Anggrek, lantai dua”.

“Heem”.

***

Sebulan kemudian, semenjak peristiwa itu.

Hinggar binggar malam pentas seni wisuda, masuk ke telinga. Ika, sahabatku, sudah manggut-manggut goyang kiri kanan mengikuti irama lagu kegemarannya, seandainya saja tak ku ikat pinggangnya dengan selendang tari yang kubawa dari tempat kos siang tadi, mungkin dia sudah jingkrak-jingkrak seperti orang kesetanan.

Netraku melirik setiap pergerakan bestie ku ini.

“Wow”, sungguh tak punya lara sedikitpun dalam hidupnya. Bahagia terus sampai tua! Padahal baru sebulan yang lalu dia putus dengan sang pujaan hati yang arema itu. Tapi anehnya tak sedikit pun rasa sedih tercetak di wajah semi Arabnya nan cantik menawan.

Kutoleh kan pandangan ke penjuru aula serta kesetiap sudut ruangan nan remang-remang, tapi tak kutangkap siluet “Hendri, dimana dia?” batinku. Ketika rasa lelah merasuk ke dalam raga dan jiwaku, aku hanya mampu menunduk dan menyimpan tangis dalam hati.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
Dalam Bukan Menantu Idaman Mama, seorang pewaris billionaire harus memilih antara loyalitas keluarga atau cintanya pada Alya. Konflik pecah saat ia menentang rencana bisnis ibunya demi pernikahan impian. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka di platform web novel kami.
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
Dalam romance novel DINIKAHI KONGLOMERAT, Sinta menghadapi teror dan hinaan kasta setelah menerima lamaran Tuan Muda Ashraf. Di tengah tekanan keluarga, ia berjuang membuktikan martabatnya. Baca kisah billionaire romance books ini untuk melihat perjuangan Sinta meraih takdirnya.
Gairah Nakal Sang Billionaire
Gairah Nakal Sang Billionaire
Dalam novel Gairah Nakal Sang Billionaire, Raisa terjebak rencana jahat hingga berakhir di kamar Raka, seorang CEO player. Skandal ini memaksa keduanya menghadapi konsekuensi tak terduga. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kelanjutan takdir mereka di platform webnovel.
Istri Kesayangan Tuan Muda!
Istri Kesayangan Tuan Muda!
Dalam novel Istri Kesayangan Tuan Muda!, Anna terjebak pernikahan paksa demi menggantikan kakaknya. Ia harus menghadapi Zain, billionaire dingin berkursi roda. Ikuti kisah romance modern ini dalam web novel seru tentang pengabdian dan rahasia keluarga yang bisa Anda baca di webnovel.
Istri Kontrak Mr Billionaire
Istri Kontrak Mr Billionaire
Demi pengobatan ibunya, Claudya terjebak dalam Istri Kontrak Mr Billionaire. Dalam genre romance modern ini, ia harus bertahan menjadi pelampiasan sang suami kaya. Baca kisah pengorbanannya di web novel ini sebelum ia memutuskan pergi membawa luka di hati.
Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
Dalam Jaring Kebohongan Suami Miliarderku, seorang wanita dikhianati oleh suaminya yang licik. Setelah mengetahui pernikahan mereka palsu, ia berambisi menghancurkan kerajaan bisnis sang miliarder. Baca kisah romance modern penuh balas dendam ini di web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Berlabuh ke Musuh Hati
Berlabuh ke Musuh Hati
Demi menyelamatkan Sam, kaki Sella patah. Namun, ia malah disalahpahami dan disakiti oleh Sam. Dengan bantuan Gian, Sella bangkit membalas. Saat Sam sadar, segalanya sudah terlambat. Sella memilih Gian, dan Sam hidup sendiri dalam penyesalan. Kisah ini sarat cinta, luka, dan balas denda.
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
Mantan Suami Meragukan Identitas Pewarisku?
Mantan Suami Meragukan Identitas Pewarisku?
Setelah perceraian, mantan suaminya melihatnya sebagai Cinderella biasa tanpa mengetahui kekayaannya. Di rumah, saudara-saudara kaya raya miliardernya merangkumnya. Mantan suaminya bahkan salah mengira bahwa dia memiliki "sugar daddy". Ketika kebenaran terungkap, dia membuat semua orang merasa menyesal mengurangkan perhatiannya.
Istri Sah Hidup Kembali
Istri Sah Hidup Kembali
Ami dan adiknya Dian menikah di hari yang sama, tapi ditukar dan salah menikah. Setelah mati tragis, ia terlahir kembali, bertekad membalas dendam, melindungi keluarganya, merebut kembali kehormatan, dan akhirnya menemukan cinta sejati.
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Setelah Wendy bersama putri kaya, dia langsung membunuh Nia! Jadi begitu Nia terlahir kembali, dia langsung mengejar kakaknya si putri kaya, Bino! Bino punya Penyakit Racun Dingin. Selain mandul, dia bahkan divonis tidak akan bisa hidup lebih dari sebulan setelah nikah. Tapi di saat ini, Nia malah muntah. Dokter berkata, Pak Bino, Bu Nia hamil!
Pengantin yang Bangkit
Pengantin yang Bangkit
Kaylee, putri tunggal orang terkaya, terlahir kembali di malam pernikahannya, persis saat dipermalukan oleh sang mempelai pria dan wanita yang benar-benar dicintainya. Kali ini, dia menolak pernikahan itu dan bersumpah untuk merebut kembali segalanya. Dalam proses ini, dia menemukan pengertian dan dukungan tak tergoyahkan dari Pangeran Leo. Pada akhirnya, dia menghancurkan keluarga musuh-musuhnya hingga ke akarnya, menikah masuk keluarga kerajaan, dan berbagi kehidupan penuh kebahagiaan bersama Leo.