Logo
Unexpected Feeling
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

48 Bab
Tamat
Dalam Unexpected Feeling, Indira terpaksa menjadi pacar Fajar demi menjalani hukuman senioritas. Hubungan modern novel ini menguji apakah Fajar serius atau sekadar menjadikan Indira obat trauma. Simak kisah romance novel mereka yang penuh kedewasaan dalam web novel yang menyentuh ini.
Bab 1 dari Unexpected Feeling

“Dik, nanti istirahat ketemu saya di ruang kesehatan.”

Indira menatap bingung dengan apa yang dilakukan pria itu, pria yang tidak lain seniornya. Mengalihkan kembali pandangan ke depan dan mencoba fokus tapi tetap saja memikirkan perkataan senior tadi, menatap Mita yang berada disampingnya dengan tatapan bingung.

“Tadi siapa?” bisik Indira.

“Kayaknya senior deh, kamu nanti jangan lupa kesana.” Mita mengatakan tanpa menatap Indira.

Materi yang disampaikan berjalan cukup lama, Indira mulai mencatat apa saja yang penting. Mendengarkan semuanya tanpa ada yang terlewatkan, menjelang istirahat tugas diberikan dengan membentuk kelompok berdasarkan absen.

“Jangan lupa ke ruang kesehatan,” ucap Mita mengingatkan.

“Hampir aja lupa,” ucap Indira sambil memukul keningnya pelan.

“Kalian ke kantin?” tanya Lia, salah satu mahasiswi baru sama seperti Indira dan Mira.

“Aku yang ke kantin,” jawab Mita.

“Kamu?” Lia menatap Indira.

“Dipanggil sama senior, kalian ke kantin aja. Aku nitip minum sama roti ya.” Indira memberikan uang pada Mita.

Mereka bertiga keluar dari ruangan, langkah Indira berhenti di salah satu pintu sedangkan kedua temannya melanjutkan langkahnya menuju kantin. Indira menatap pintu bingung, tidak tahu siapa nama senior yang memanggilnya tadi.

“Cari siapa?” tanya salah satu senior wanita.

“Gue panggil dia,” sahut senior pria yang tadi memanggil Indira sebelum membuka mulut “Ayo ikut.”

Indira memilih mengikuti langkah senior yang memanggilnya, memasuki ruangan yang tampak sepi. Menutup pintu dengan pikirannya masih bertanya-tanya tentang apa kesalahan yang baru saja dirinya lakukan sampai-sampai harus dipanggil oleh senior, tidak berani menatap senior pria yang bersandar di meja dengan Indira dihadapannya.

“Indira Pradipta, kamu tahu letak kesalahan kamu kenapa saya panggil?” Indira langsung menggelengkan kepalanya “Kamu tidak menghargai senior yang berbicara di depan sampai-sampai melamun?”

Indira menatap senior pria dihadapannya dengan tatapan terkejut, seketika dirinya ingat berada dimana sekarang. Fakultas psikologi, orang-orang yang berada disini pastinya belajar membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah jadi tahu apa yang ada didalam isi kepala atau dipikirkan oleh orang tersebut.

“Kenapa diam? Benar kata-kata saya? Apa senior kamu terlalu membosankan sampai-sampai kamu tidak mau mendengarkan?”

“Bukan begitu, kak.” Indira langsung membantahnya.

“Lalu?”

“Tiba-tiba aja blank.” Indira memberikan alasan yang sangat masuk akal.

Senior dihadapannya hanya menggelengkan kepalanya “Kamu beruntung karena saya yang tahu coba kalau senior lain pasti habis.”

“Maaf, kak.” Indira menundukkan kepalanya merasa tidak enak dan bersalah.

“Kamu tahu siapa saya?” Indira langsung menggelengkan kepalanya “Fajar Putra Mardani panggilannya Fajar, ingat nama ini baik-baik.”

“Baik, kak.” Indira menganggukkan kepalanya masih tidak berani menatap seniornya, Fajar.

“Saya mau kasih hukuman buat kamu.”

Indira mengangkat kepalanya terkejut dengan kata-kata Fajar, tidak menyangka akan mendapatkan hukuman di hari pertamanya masuk perguruan tinggi. Menatap Fajar dengan harapan yang di dengarnya tidak benar, bisa dikatakan salah mendengar apa yang dikatakan Fajar.

“Kamu mau tahu hukumannya?” tanya Fajar.

Indira menganggukkan kepalanya ragu tanpa melepaskan tatapan pada Fajar, senyum kecil terlihat di bibir Fajar membuat Indira menatap terkejut. Menggelengkan kepalanya cepat, tidak boleh terpesona dengan senior yang baru dikenalnya ini.

“Bagaimana mau tahu hukumannya?” Fajar bertanya lagi yang diangguki Indira “Saya nggak tahu kamu mau tahu atau tidak, memang kamu mau dihukum?”

“Nggak mau dihukum, kak.” Indira menjawab cepat.

Indira melihat Fajar memberikan kantong plastik yang tadi dibawanya, menatap bingung atas kantong plastik yang diberikan Fajar. Tatapan mereka bertemu, Fajar seakan memberitahukan Indira untuk mengambil kantong plastik, sedikit ragu Indira mengambilnya dengan tatapan bingung.

“Kamu makan dulu,” ucap Fajar dengan menunjukkan kantong plastik yang ada di tangan Indira “Saya nggak tahu kamu suka atau tidak.”

“Terima kasih, kak. Pasti aku makan setelah ini.” Indira langsung menjawabnya.

Fajar menganggukkan kepalanya “Lebih baik kamu istirahat dulu masalah hukuman saya pikirkan terlebih dahulu.”

“Baik, kak.” Indira menanggapi dengan sopan.

Keluar dari ruangan dengan bertanya-tanya, seharusnya bukan hanya dirinya saja yang tidak memperhatikan orang berbicara didepan tapi kenapa hanya dirinya saja yang dipanggil. Menggelengkan kepalanya untuk tidak berpikir aneh-aneh, bisa saja memang dirinya yang sedang apes.

Melangkahkan kakinya menuju musholla untuk melakukan ibadah, langkah Indira terhenti saat melihat Fajar berada didepan dan mereka akan melakukan jamaah. Melihat itu membuat Indira langsung menggunakan mukena dan bergabung bersama, setelah selesai Indira kembali ke ruangan dan teringat kantong plastik yang diberikan Fajar dengan segera dibuka dan dimakannya.

“Ini pesanan kamu,” ucap Lia yang mengambil tempat duduk disamping Indira “Kamu satu kelompok sama siapa?”

“Makasih, aku belum ketemu anak-anaknya yang mana. Mita kemana?”

“Mita di musholla, memang siapa saja anak-anaknya?” Indira langsung mengambil catatan dan memperlihatkan pada Lia “Shinta, tadi duduk disampingku kalau yang lain nggak tahu aku.”

“Nanti aku cari,” ucap Indira langsung menerima bukunya.

Memilih tidak banyak bicara dengan menikmati pesananannya, Indira sudah makan dua bungkus roti. Lia sendiri masih setia duduk disamping Indira dengan memainkan ponselnya, mencoba untuk tidak peduli dengan menikmati makanannya.

“Aku tadi lihat ada senior cakep banget.” Lia membuka suara membuat Indira menatap kearahnya “Tadi memang kamu kemana? Habis melakukan kesalahan apa?”

“Dipanggil ke ruang kesehatan, nggak tahu salahnya apa mungkin lagi apes aja.” Indira mengangkat bahunya saat menjawab.

Indira juga tidak bertanya tentang senior yang dimaksud, bagi dirinya senior semua sama. Tampan atau tidak bukan utama dirinya mencari pasangan, Indira lebih menyukai pria dewasa dengan ibadahnya yang bagus.

“Indira ya?” suara seseorang membuat Indira menatap kearahnya “Tio, kita satu kelompok. Nanti selesai acara ngerjain tugasnya ya.”

“Ok, yang lain udah tahu siapa saja?” Indira langsung menanggapi Tio.

“Sudah, tapi ada beberapa yang belum. Kita ketemu di gazebo ya nanti.” Tio menjawab yang diangguki Indira.

Menatap Tio yang berjalan menjauh dari mereka, tampaknya memang Indira harus mengenal banyak anak disini. Menatap sekitar dan ruangan terisi penuh, tampaknya yang keterima di tahunnya sangat banyak dan tidak mungkin mengenal mereka satu per satu dengan cepat.

“Mas Wahyu tadi bilang kalau angkatan kita paling banyak dibanding tahun sebelumnya,” ucap Lia seakan paham dengan yang dilakukan Indira dan membuat Indira menatap kearahnya.

“Gimana bisa kenal sama mereka cepat?”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Kedua
Cinta Kedua
Dalam romance novel Cinta Kedua, Anton berusaha bangkit dari masa lalu setelah bertemu Luna. Meski terhalang restu Renata yang menjodohkannya dengan Raisa demi status, mereka berjuang melewati konflik perbedaan usia. Baca kisah modern novel ini tentang perjuangan cinta sejati secara online.
Cinta Kusut yang Ditakdirkan
Cinta Kusut yang Ditakdirkan
Dalam Cinta Kusut yang Ditakdirkan, Fransiska kembali untuk mengakhiri pernikahan tanpa cinta dengan William demi wanita lain. Namun, saat surat cerai siap ditandatangani, keraguan William menghambat segalanya. Ikuti kisah modern novel ini dalam romance novel yang penuh dilema dan pilihan sulit.
CINTA LINA
CINTA LINA
Dalam novel modern CINTA LINA, Lina harus menghadapi dilema perjodohan yang menguji prinsip hidupnya. Ikuti perjuangan dan pilihannya dalam romance novel ini, sebuah pilihan tepat bagi Anda yang ingin read novels online dengan konflik komitmen yang realistis dan mendalam.
Direktur Iblis Takut Kehilangan
Direktur Iblis Takut Kehilangan
Dalam Direktur Iblis Takut Kehilangan, Lia harus menghidupi dua anaknya setelah menjadi janda. Meski diskriminasi menghalangi, ia menjadi asisten Bagas, direktur dingin di modern novel ini. Akankah prinsipnya goyah? Baca kisah perjuangannya di billionaire romance novels ini.
Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3
Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3
Dalam Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3, sekretaris cerdas Dina berjuang menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan pandemi. Menghadapi dilema moral dan syarat sulit investor, romance modern ini mengisahkan keteguhan hati Dina memimpin bisnis. Baca online novel inspiratif ini sekarang.
Kutukar Hidupku untuk Kalian
Kutukar Hidupku untuk Kalian
Dalam novel romantis Kutukar Hidupku untuk Kalian, seorang istri dengan gagal ginjal memilih menyerah setelah suaminya memberikan donor ginjal kepada adiknya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya merelakan segalanya demi keluarga sebelum penyesalan terlambat datang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Istri CEO Bekerja Sebagai Pembersih
Istri CEO Bekerja Sebagai Pembersih
Dia secara keliru menikahi seorang pria asing karena mengira pria itu adalah kencan butanya. Tanpa dia sadari, pemulung yang ditemuinya sebelumnya sebenarnya adalah neneknya.
Pahlawan vs Naga: Giliranku Bersinar!
Pahlawan vs Naga: Giliranku Bersinar!
Dua puluh tahun lalu, naga jahat bersemena-mena di dunia manusia, untungnya ada Pak Boby selaku master taoisme yang hebat menolong dunia manusia, bahkan menolong sepasang anak kecil dan menjadi mereka sebagai murid. Murid pria diwarisi kultivasi, sedangkan murid wanita diberi Fisik Jasa Teratai. Semua ini demi kedamaian dunia manusia. Tapi menuju kedamaian bukanlah hal mudah, harus melewati banyak rintangan. Apa muridnya bisa melakukannya atau menyerah?
Hidup Kedua, Cinta Sejati Menanti
Hidup Kedua, Cinta Sejati Menanti
Di kehidupan sebelumnya, Nadya Lestari menikah dengan Raka Wirawan, pria yang paling ia cintai. Tapi demi wanita pujaan hatinya, Raka justru menguras habis harta keluarga Nadya dan membiarkan keluarganya hancur. Takdir memberinya kesempatan kedua. Kali ini, Nadya kembali ke titik hidupnya saat harus memilih pasangan hidup. Tanpa ragu, ia memilih Dimas Pranata, pria yang tulus dan bermoral. Saat Raka sadar Nadya tak lagi memilihnya, penyesalan pun datang... tapi semuanya sudah terlambat.
Saya adalah istri sejati CEO
Saya adalah istri sejati CEO
Istri presiden mengirim putrinya ke sekolah dengan tenang, tetapi anak itu diintimidasi karena "miskin".
Apakah Dia Gadis Baik?
Apakah Dia Gadis Baik?
Orang bilang dia gadis baik, tapi dia minta one night stand dan meninggalkannya
Mantan Istriku Sudah Bahagia
Mantan Istriku Sudah Bahagia
Silvie dinikahi Yudi setelah dirayu dengan 99 surat cinta, tapi di tahun kelima pernikahan, Yudi menjalin hubungan dekat dengan seorang mahasiswi miskin yang berprinsip dan menolak menjadi simpanan. Tergila-gila pada ketegasan gadis itu, Yudi lupa pada istrinya di rumah. Silvie, alih-alih marah, diam-diam membakar satu per satu surat cinta dari suaminya setiap kali merasa disakiti. Hari ketika semua 99 surat itu habis terbakar akan menjadi hari ia meninggalkan Yudi selamanya.