Logo
Cinta Kusut yang Ditakdirkan
Cinta Kusut yang Ditakdirkan

Cinta Kusut yang Ditakdirkan

84 Bab
Tamat
Dalam Cinta Kusut yang Ditakdirkan, Fransiska kembali untuk mengakhiri pernikahan tanpa cinta dengan William demi wanita lain. Namun, saat surat cerai siap ditandatangani, keraguan William menghambat segalanya. Ikuti kisah modern novel ini dalam romance novel yang penuh dilema dan pilihan sulit.
Bab 1 dari Cinta Kusut yang Ditakdirkan

Sudut pandang Fransiska:

Aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur tipis dan berenda, yang memperlihatkan seluruh punggungku. Gaun itu juga memperlihatkan hampir keseluruhan dari tubuhku dan benar-benar pendek, sampai hanya menutupi sebagian dari bokongku.

William Lusman yang berdiri di dekat jendela besar setinggi langit-langit langsung berbalik begitu mendengar kehadiranku. Dia mengenakan jubah mandi bergaris hitam dengan sabuk pinggang yang dililitkan di sekitar pinggangnya. Bagian atas jubahnya sedikit terbuka, memperlihatkan dadanya yang kuat dan tegap.

Begitu tatapannya jatuh padaku, matanya langsung berbinar.

Saat itu, aku tahu bahwa penampilanku ini berhasil membangkitkan minatnya.

Aku telah menikah dengan William selama tiga tahun, tapi selama itu juga kami tidak pernah saling menyentuh satu sama lain.

Aku tahu bahwa dia jatuh cinta dengan orang lain, jadi aku memutuskan untuk terbang ke Prancis tak lama setelah upacara pernikahan kami.

Namun beberapa hari yang lalu, Nenek William meneleponku dan memberi tahu bahwa sudah waktunya bagi Keluarga Lusman untuk menyambut kehadiran seorang anggota baru.

Tentu saja, aku tahu apa maksud ucapannya itu. Sejujurnya, aku tidak membenci gagasan memiliki anak dengan William. Bahkan sebenarnya, aku senang mendengar hal itu.

Inilah sebabnya mengapa aku memilih untuk kembali ke William setelah sekian lama. Aku selalu merindukannya selama tiga tahun terakhir.

Sambil meletakkan tangan di belakang, aku berjalan perlahan ke arah William. Kubiarkan pria itu menatapku begitu lekat dari kejauhan.

Perasaan terkejut yang terlihat di matanya sulit untuk diabaikan.

"Kemarilah," ucap William dengan suara serak.

Aku menggigit bibir bawahku, mendekatinya, lalu melingkarkan tanganku di lehernya.

Sementara William melingkarkan tangannya di pinggangku dan berbisik di telingaku, "Kamu sedang merayuku?"

Napas hangatnya yang berembus di telingaku membuatku merinding dan menggelitik kulit kepalaku.

"Apa berhasil?"

William menyipitkan mata ke arahku dan tiba-tiba tersenyum, "Apa ini yang kamu pelajari di Prancis selama beberapa tahun ini?"

"Kamu menyukainya?" Aku menatapnya penuh harap, dengan jantung yang mulai berpacu.

"Fransiska, kamu cantik," ucapnya dengan suara yang sangat ringan.

Kalimat pujiannya benar-benar mengejutkanku. Apa itu artinya dia juga memikirkanku selama aku pergi?

"William, ayo ..."

"Tapi aku menginginkan perceraian."

Kami berbicara pada saat yang bersamaan.

Saat itu juga, pikiranku menjadi kosong dan aku segera menelan sisa kalimatku.

Kalimat yang sudah berada di ujung lidahku, 'William, ayo kita punya anak ....'

Hanya ada satu hal dalam pikiranku sekarang: William ingin bercerai.

William lalu melepaskanku dan mundur dua langkah, sengaja menjaga jarak dariku, "Kesehatan Fera jauh lebih buruk dibanding sebelumnya. Aku takut dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Jadi, aku ingin menikahinya."

Ternyata rumor mengenai dirinya dan Fera yang akan segera bertunangan itu benar.

Hanya angan-anganku bahwa media mengarang cerita.

"Setelah proses perceraian kita selesai, aku akan memberimu satu triliun rupiah sebagai kompensasi sesuai dengan kontrak kita." Nada suara William terdengar ringan, tapi begitu tegas. Sepertinya keputusannya sudah bulat dan sudah tidak ada kesempatan bagiku untuk bernegosiasi.

Air mata yang panas dan pahit mulai mengalir dari mataku. Aku segera menundukkan kepala. Aku tidak ingin William melihat diriku yang selemah ini.

"Kamu baik-baik saja?"

Sambil menyeka wajah dengan tergesa-gesa, aku lalu menjawab, "Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya sangat bahagia."

William bertanya dengan curiga, "Apa maksudmu?"

"Akhirnya aku punya alasan yang bagus untuk meninggalkanmu. Bukankah seharusnya aku bahagia?" ucapku bercanda. Karena khawatir dia tidak akan memercayaiku, aku segera memasang senyum lebar di wajahku yang berlinangan air mata.

Tiba-tiba wajah William menggelap, dan dia tersenyum dingin, "Wow! Aku tidak menyangka kamu akan bereaksi sesantai ini."

Aku pun tersenyum semakin lebar, "Kurasa itu adalah keputusan yang bagus."

Embusan angin dingin bertiup melalui jendela, mengangkat sedikit ujung gaunku.

Baru saat itulah aku menyadari bahwa aku masih mengenakan gaun tidur yang begitu terbuka dan terlihat sangat konyol.

Ironi itu terasa begitu pahit di mulutku.

Aku mengambil sebuah jubah mandi, memakainya, dan mengikatkan sabuk pinggang jubah itu dengan erat ke pinggangku. Aku menutup bagian atas tubuhku dan melipat tanganku di dada, berharap tindakan ini akan menghangatkan hatiku dari ucapan William yang begitu dingin.

"Jika kita bercerai, kamu bisa menikahi Fera dan aku bisa mengejar pria yang kucintai. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui."

Mendengar ucapanku, William mengerutkan kening dan bertanya, "Sejak kapan kamu jatuh cinta dengan orang lain?"

Pertanyaan itu membuatku harus menelan gelombang rasa sakit yang baru. Aku menarik napas dan berusaha membuat nada suaraku terdengar santai, "Bertahun-tahun yang lalu."

Namun, hatiku berteriak pada William bahwa dialah satu-satunya pria yang pernah kucintai.

"Beri tahu aku siapa namanya."

Aku merasa aneh dengan keingintahuan William terhadap kekasih misteriusku, padahal dia baru saja memintaku untuk bercerai dengannya. Selain perasaan aneh itu, tentu saja aku juga panik karena tidak tahu harus menjawab apa padanya, dan otakku menolak untuk memikirkan satu nama palsu untuk kuberikan saat ini juga.

Namun, tiba-tiba ponselnya berdering, menyelamatkanku dari keingintahuannya atas pernyataan palsuku.

"Fera, ada apa?" jawab William sambil berjalan ke arah ruang ganti.

Ketika keluar, dia sudah mengenakan celana dan kemeja. Dia lalu mengambil jaket dan memakainya di depan cermin.

"Aku harus pergi. Fera membutuhkanku. Kita bicara lagi saat aku kembali."

Setelah mengatakan itu, dia pergi tanpa melihat ke belakang.

Jika sudah berhubungan dengan Fera, dia akan selalu siap siaga untuk datang kapan saja demi wanita itu.

Setelah beberapa saat William pergi, ponselku juga berdering. Aku menatap ke layar dan melihat sebuah nomor yang tidak dikenal.

"Halo, apa William bersamamu sekarang?" ucap sebuah suara manis di ujung panggilan, tapi suara itu justru membuatku merasa tidak nyaman. Aku bahkan bisa membayangkan senyum puas di wajah sang penelepon.

Meski kami tidak saling menghubungi selama bertahun-tahun, tapi aku masih tahu bahwa itu adalah suara Fera.

Aku mengatupkan bibirku dan tidak mengatakan apa pun.

"Di mana William? Dia sudah berjanji untuk datang dan menemaniku malam ini," desak Fera meski tak ada jawaban dariku. Suaranya begitu lembut, tapi terdengar tajam di telingaku. Begitu tajam seolah-olah seratus jarum sedang menusuk ke jantungku.

"Bukankah kamu baru saja meneleponnya?" bentakku, membiarkan suaraku mengungkapkan perasaan kesal.

"Ups, aku lupa."

Kemudian Fera tertawa terbahak-bahak, suara itu bagiku terdengar seperti suara jari-jari kuku yang sedang menggaruk papan tulis.

"Aku benar-benar minta maaf karena meminta suamimu untuk datang dan menemuiku di malam selarut ini."

"Ya, terserah. Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"

"Yah, aku hanya ingin mengobrol denganmu dan bertanya apakah William sudah membicarakan soal perceraian."

Saat itu juga, aku mendengar suara William di ujung sambungan, "Fera, aku sudah di sini. Apa kamu baik-baik saja?"

Aku tidak pernah mendengar William berbicara padaku dengan suara yang begitu lembut. Mendengarnya berbicara seperti itu pada Fera membuat mataku pedih dengan air mata.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Fera menutup telepon.

Sementara, aku hanya bisa berguling-guling dengan gelisah di ranjang sepanjang malam.

Fera jelas-jelas meneleponku hanya untuk memprovokasi, tapi yang membuatku tidak bisa tidur bukanlah sikapnya yang angkuh dan busuk, melainkan ketidakpedulian William terhadapku.

Pria itu bahkan tidak meneleponku satu kali pun sepanjang malam.

Namun, aku paham apa alasannya. William sedang bersama Fera sekarang. Seharusnya aku tidak berharap dia akan memberikan perhatian padaku.

Karena hal itu, aku menghabiskan sepanjang malam dengan meratapi perasaan sakit di hatiku. Keesokan harinya, matahari segera menggantikan malam yang gelap.

Pagi itu, ada suara ketukan di pintuku.

Ketika membukanya, aku menemukan William yang sedang berdiri di luar. Dia tidak pulang tadi malam.

"Ayo kita temui Fera hari ini," ucapnya tegas.

Aku melihat ada lingkaran hitam di bawah matanya. Apa dia terjaga sepanjang malam karena bercinta dengan Fera-nya yang tersayang?

"Memangnya kamu ingin aku berbuat apa?" tanyaku datar.

"Jangan buat dia merasa bersalah. Katakan padanya bahwa kamu jatuh cinta dengan orang lain agar dia bisa tenang," jawabnya sambil berjalan mendekatiku dan menatapku dengan saksama.

"Oke."

William tampak terkejut. Sepertinya dia tidak menyangka bahwa aku akan setuju begitu saja.

"Oke. Kalau begitu bersiap-siaplah, aku akan menunggumu di bawah." Setelah mengatakan itu, William pergi.

Beberapa saat kemudian, ponselku berdering. Telepon itu berasal dari sahabatku, Susanna.

"Halo, Susanna."

"Gadis nakal, selamat datang kembali!"

"Terima kasih."

"Jadi, kali ini kamu akan tinggal atau kamu akan segera pergi lagi begitu ada kesempatan?"

"Untuk saat ini, aku akan tinggal."

"Sempurna! Datang dan bekerjalah di stasiun TV kami. Kamu adalah seorang profesional dalam bidang media, suaramu enak didengar, dan kamu juga enak dipandang. Itu adalah pekerjaan yang sangat cocok untukmu."

"Oke, aku akan mempertimbangkannya."

"Omong-omong, apa kamu sudah berbicara dengan William?" tanya Susanna ragu-ragu, suaranya tiba-tiba mengecil.

"Ya, sudah."

"Apa dia sudah memberitahumu mengenai pelacur yang dibawanya untuk menggantikanmu?"

"Ya, dia sudah memberitahuku."

"Cih! Si brengsek itu benar-benar tidak tahu malu! Dia memberitahumu begitu saja? Seolah-olah tidak terjadi apa-apa?"

"Ya. Dia juga memintaku untuk menemui wanita itu hari ini."

"Apa? Kamu akan menemui wanita jalang yang mencuri suamimu itu? Aku yakin dia pasti mendesak William untuk menceraikanmu dan segera menikahinya. Sejujurnya, aku tidak habis pikir mengapa wanita itu masih berusaha keras, padahal Keluarga Lusman sudah menolaknya tiga tahun lalu. Apa yang membuatnya berpikir bahwa mereka akan berubah pikiran sekarang?" Susanna meraung geram dari ujung telepon.

"Semuanya sudah berakhir, Susanna," ucapku sambil memaksakan senyum.

"Apa yang kamu bicarakan? Bukankah kamu masih mencintainya?"

Aku tidak menjawab. Tentu saja aku masih mencintai William. Aku selalu mencintainya selama bertahun-tahun.

"Fransiska?"

Suara khawatir Susanna menyadarkanku kembali, "Aku harus pergi. Aku akan berbicara denganmu nanti, oke?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya
Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya
Dalam Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya, seorang istri menyusun rencana matang untuk menuntut keadilan setelah pengkhianatan rumah tangga. Temukan kisah perjuangan dan keteguhan hati dalam romance novel ini, salah satu fiction books pilihan untuk pembaca setia web novel.
Bidadari di dalam Rumahku
Bidadari di dalam Rumahku
Dalam Bidadari di dalam Rumahku, Kinan menghadapi dilema saat suaminya memutuskan berpoligami demi mencari istri shalehah. Novel modern ini mengeksplorasi perjuangan istri dalam mempertahankan rumah tangga. Baca kisah lengkapnya di web novel romance stories pilihan pembaca ini.
Cinta Palsu, Luka Nyata
Cinta Palsu, Luka Nyata
Dalam novel romantis Cinta Palsu, Luka Nyata, keputusan nekat mendekati wanita yang mencintai pria lain berujung tragedi. Di hari pertunangan mereka, sang kekasih pergi demi teman masa kecilnya, memicu kecelakaan fatal yang merenggut nyawa sang nenek. Baca buku online gratis di webnovel modern ini.
Di Ujung Lelah
Di Ujung Lelah
Dalam novel modern Di Ujung Lelah, Mirna berjuang mengakhiri rumah tangga toksik bersama Farid setelah lima tahun penuh tekanan. Baca romance novel ini untuk melihat keberaniannya menghadapi konflik demi kedamaian hidup. Temukan kisah lengkapnya di platform read novels online ini.
FORBIDDEN INLAWS
FORBIDDEN INLAWS
Dalam modern novel FORBIDDEN INLAWS, Alexys menghadapi dilema saat kakak iparnya menyimpan perasaan terlarang padanya. Ikuti kisah pengkhianatan dan hasrat dalam romance novel ini. Baca selengkapnya di web novel yang penuh ketegangan dan pilihan sulit antara keluarga atau cinta.
Si Cantik Dengan Berbagai Topeng
Si Cantik Dengan Berbagai Topeng
Dalam Si Cantik Dengan Berbagai Topeng, seorang wanita misterius menyamar demi menyelidiki kematian ibunya. Meski dianggap remeh, ia justru melindungi suaminya yang berkuasa. Ikuti romance novel penuh intrik ini di platform webnovel kami dan ungkap rahasianya dalam mystery story yang mendebarkan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kala Perpisahan Mekar
Kala Perpisahan Mekar
Tidak ada air mata yang layak jatuh untuk pria yang mendua hati. Renata tahu betul hal ini setelah mengetahui dirinya bukan istri sah Frans sama sekali. Posisi itu diambil oleh Viona, wanita yang dijadikan pelampiasan oleh Frans selama Renata kuliah di luar negeri, karena wajah mereka sangat mirip. Dikhianati, disakiti, dipermainkan, bahkan hingga nyawanya terancam, Renata akhirnya pergi. Kepergiannya sebagai awal dari perjalanan untuk menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Raih Puncak Kehidupan
Raih Puncak Kehidupan
Edi, yang awalnya adalah sopir pribadi Grup Soekotjo Airani, dipromosikan menjadi sekretaris direktur setelah terlibat hubungan intim di dalam mobil usai menyelamatkan nyawa Airani. Ia kemudian terseret dalam sengketa kemitraan antara perusahaannya dengan Grup Kusuma. Saat menemukan alat pelacak dan berusaha mengungkap dalang di baliknya, Edi terus melindungi Airani meski menghadapi keraguan dan ujian dari sekitar. Nasib malang menghampiri saat pacarnya, Citra, menghina dan meninggalkannya akibat ketidakmampuannya memenuhi mas kawin. Di titik terendah ini, Airani hadir membelanya.
Terlahir Kembali: Menemukan Hatinya
Terlahir Kembali: Menemukan Hatinya
Pada hari Raegan menghembuskan nafas terakhirnya, Nate mengikat janji suci. Nate, putra sopir keluarga Fuller, telah menjadi objek belas kasihan Raegan karena latar belakangnya yang miskin. Dia telah mengikutsertakan Nate dalam perjalanan Maybach sehari-hari ke sekolah, membayar kebutuhannya dengan kartunya sendiri, menghadiahkan kemewahan kelas atas, dan bahkan memberikan perusahaan yang ditinggalkan ayahnya. Sementara dia menikmati kekayaan yang diberikannya dan menjalin hubungan romantis dengan orang lain, menyayangi pacarnya seperti ratu, dia memperlakukan Raegan hanya sebagai pelayan... Ketika Raegan, yang terserang penyakit parah, meminta untuk meminjam sejumlah uang darinya untuk pengobatan, dia menjawab tanpa ampun, "Bertahun-tahun aku terjerat denganmu telah menjadi mimpi burukku! Raegan, cepatlah mati." Dia benar-benar mati! Dan hanya pada saat kematiannya, dia baru mengetahui bahwa putra mahkota ibu kota, yang pernah dia tolak, telah menunggunya selama ini ...
Romansa di Rumah Mewah
Romansa di Rumah Mewah
Yunta Cahya sadar kalau Joko Sidjaja, cowok dingin yang dia pelihara, diam-diam punya pacar. Maka Yunta langsung ambil keputusan, di pinggir jalan dia cari cowok lain buat jadi kekasih baru. Cowok itu nggak cuma nurut dan pengertian, tapi juga profesional, sering bikin Yunta senang. Tapi ternyata cowok manis dan pengertian itu adalah pewaris Grup Solihin, Yohan Solihin. Saat itu Yohan pakai nama Surya, kabur dari rumah demi mengejar impian di dunia hiburan. Yunta sejak kecil melihat kakaknya disakiti pacarnya, jadi dia nggak ngerti cinta, takut jatuh cinta, cuma berani dekat dengan orang yang dia suka lewat cara peliharaan. Dua orang yang masing-masing punya beban hati, setelah lama bersama akhirnya berani hadapi perasaan sendiri, nyelesain salah paham, dan hidup bahagia.
Ayah Rumah Tangga Jadi Triliuner
Ayah Rumah Tangga Jadi Triliuner
Drama ini menceritakan kisah Jack Parker, seorang yatim piatu miskin yang sangat setia pada istri dan putranya. Sayangnya, keluarga istrinya tidak menyukainya dan secara aktif berusaha menyabotase hubungan mereka. Semua itu berubah ketika Jack menjadi pewaris salah satu perusahaan terkaya di dunia. Kini Jack harus meyakinkan mereka bahwa dia benar-benar seorang triliuner, sebelum mereka menyabotase pernikahannya, mengambil putrinya, atau bahkan membunuhnya.
Suami yang Serupa Tapi Tak Sama
Suami yang Serupa Tapi Tak Sama
Putri Eliya dari Darsa dibunuh oleh Kaisar di dalam istana karena prestasi militernya yang luar biasa sudah mengancam Kaisar. Suaminya, Erik tewas bersamanya dalam pengepungan ini untuk melindungi Eliya. Ketika Eliya membuka matanya lagi, dia berpakaian seperti wanita kaya modern. Dia tidak hanya memiliki suami yang tampak sama seperti suaminya tetapi memiliki temperamen dingin, dia juga memiliki selir yang ingin menindasnya. Sebagai Putri Pertama Priya tidak bisa menahan amarah itu. Jadi dia memulai jalan hidup modern untuk membereskan keluarga kaya ini, berusaha menghasilkan uang, dan menjalani hidup dengan suaminya.