Bab 4

"Begitu caranya ... ah ... sebentar lagi akan ada susunya ...." Kedua tangannya menopang di leherku dan menekan kepalaku ke dadanya dengan kuat. Aku tidak melawan dan mulutku terus mencari sumber susu tersebut.

Namun pada saat ini, pintu ruangan itu tiba-tiba didobrak hingga terbuka.

"Jordan! Biarkan aku sembunyi di sini!"

Orang yang masuk adalah bosku dengan wajah panik dan ketakutan. Dia berlari ke arahku, mencari tempat untuk bersembunyi di ruangan sempit itu. Sebelum aku sempat bertanya apa yang terjadi, seorang wanita dengan ekspresi serius masuk ke ruangan dan membuntuti George. "George! Dasar pria berengsek, akhirnya aku menangkapmu!"

Kini, di ruangan itu ada empat orang. Aku, George, Mery, dan wanita itu. Kami semua saling berpandangan dengan ekspresi penuh kebingungan. Suasana menjadi sangat canggung.

Wanita itu berjalan mendekati George, lalu menarik rambutnya dengan kasar dan mulai memarahi George sambil menunjuk hidungnya.

Semua minatku langsung hilang setelah mengalami kejadian mendadak ini. Mery juga langsung mengambil tank top yang tergeletak di lantai, lalu mengenakannya dan pergi dari ruangan itu.

Bos menatapku dengan intens, seakan-akan meminta pertolongan padaku. "Jordan, ini kakak iparmu. Panggil saja dia Kak Shely. Dia sepertinya salah paham, tolong bantu aku jelaskan!"

Shely tampak muda, mungkin hanya sekitar 30-an tahun. Sebelumnya, aku hanya pernah mendengar namanya dari bos, tapi belum pernah bertemu dengannya. Tak disangka, ternyata istri bosku semuda ini.

Menghadapi situasi seperti itu, aku terpaksa membela bosku. "Kak Shely, jangan marah dulu. Kak George nggak ngelakuin apa pun, aku yang ingin datang ...."

Awalnya aku mengira Shely yang sedang emosi ini akan berbalik memarahiku. Namun, ternyata sikapnya sangat ramah. "Kamu yang namanya Jordan ya? Aku sering dengar namamu dari George. Lain kali jangan main sama dia lagi, jangan sampai dia membawa pengaruh buruk untukmu!"

Namun, saat wanita itu masih berbicara, bosku tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari genggamannya dan langsung berlari keluar dari ruangan kantor. Wanita itu mencoba mengejarnya. Namun setelah beberapa langkah, dia berhenti dan kembali ke ruangan dengan mata berkaca-kaca.

Dia duduk di sofa dan mulai meluapkan keluh kesahnya padaku. Dia menuduh George mengabaikan keluarga dan malah mencari wanita di luar Saat emosinya memuncak, dia mengambil beberapa botol minuman keras dari lemari kantor dan mengajakku untuk menemaninya minum.

Sejam kemudian, wajah Shely mulai memerah dan mabuk berat hingga terkapar di sofa. Mulutnya terus menggumamkan sesuatu. Melihat hal ini, aku memapahnya keluar dari kantor dan memanggilkan taksi untuk mengantarkannya pulang.

Setibanya di depan pintu rumah Shely, dia mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka pintu. Kemudian, dia berjalan masuk dengan terhuyung-huyung. Aku berbalik dan bersiap untuk pergi. Namun, tiba-tiba dia memelukku dari belakang, memohon agar aku tetap menemaninya untuk sementara waktu.

Bab 5

"Jordan, jangan pergi! Temani aku sebentar lagi. Aku cuma ingin ada seseorang untuk diajak bicara."

Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Meskipun tahu aku seharusnya tidak tinggal lebih lama, aku tidak bisa menolak permohonannya. Dengan enggan, aku memutuskan untuk mengobrol dengannya.

Saat itu, Shely sudah hampir sadar dari mabuknya. Dia menuangkan dua cangkir teh dan duduk di sampingku. "Jordan, jujur saja, apa saja yang dilakukan si berengsek George waktu dia bersamamu?"

Aku tahu seharusnya aku menjaga rahasia bosku. Namun, melihat betapa menyedihkannya Shely, aku memutuskan untuk berterus terang. Bagaimanapun, George yang bisa mengabaikan istri sebaik ini dan malah melakukan hal-hal seperti itu di luar sudah sangat merusak penilaianku terhadapnya.

Aku menceritakan semuanya kepada Shely dengan jujur.

Setelah mendengar ceritaku, Shely mulai menunduk dan mengusap air matanya. Aku segera mencoba menenangkannya. "Kak, jangan marah. Aku juga merasa Bos salah. Nanti kalau dia kembali, aku akan bicara dengannya."

"Jordan, kamu masih muda. Jangan pernah cobain ASI itu!" ujar Kak Hong tiba-tiba sambil mengangkat wajahnya.

"Waktu kecil, ASI memang memberikan kita nutrisi yang cukup. Tapi kalau sekarang kamu meminumnya, itu sama saja seperti merokok. Bukan cuma membuat kecanduan, tapi juga merugikan tubuh!"

Mendengar hal itu, aku merasa bingung. "Tapi, Kak, kondisi tubuh Kak George sekarang tampaknya baik-baik saja."

Shely menoleh padaku sambil terkekeh-kekeh, "Jangan lihat dari penampilan luarnya yang tampak bersemangat, tapi kalau urusan ranjang ... dia nggak pernah memuaskanku."

Aku langsung menjadi canggung setelah mendengar hal itu. Aku menunduk dan tidak berani menatap Shely lagi. Namun, Shely malah bangkit dan berdiri di hadapanku.

"Jordan, menurutmu aku ini gimana?"

Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa Shely yang mengenakan kemeja putih dan rok ketat itu, tubuhnya tidak kalah dari wanita lain di luar sana.

"Kak, apa yang kamu lakukan?"

Shely menarik roknya, lalu mendekatiku perlahan-lahan. "Panggil aku Shely saja ...."

Tangannya yang lembut itu telah bersandar di bahuku.

"Kak, jangan begitu ...." Detak jantungku berpacu kencang dan suaraku gemetaran.

"Kakak sudah lama nggak merasakan sentuhan pria. Anggap saja bantu Kakak, biarkan si berengsek itu tahu rasanya diselingkuhi ...."

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B73874" di Goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B73874
Salin

Tumbal Untuk Bisnis Gelap

Bab 4
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya