Logo
TULPA (Permainan Cinta)
TULPA (Permainan Cinta)

TULPA (Permainan Cinta)

94 Bab
Tamat
Dalam TULPA (Permainan Cinta), imajinasi seorang gadis yang dianggap gila menjadi nyata saat sosok Kelabu muncul. Ikuti kisah fantasy ini dalam webnovel yang menyajikan perpaduan unik young adult fiction romance books dan misteri tentang manifestasi pikiran yang mengubah hidupnya.
Bab 1 dari TULPA (Permainan Cinta)

TULPA

1. Lilin 

Aku tersenyum tipis, terharu akan kejutan dari sang mama yang kini berdiri di depanku seraya membawa sebuah roti ulang tahun. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-lima belas tahun. 

"Ayo tiup lilinnya, sebelum itu mintalah permohonan," ujar mamaku. 

Kupejamkan kedua mataku. Menyatukan kedua tangan, terkepal kuat di depan dada. Hanya satu yang kuinginkan. Aku hanya ingin sosok pangeran untuk hadir di kehidupanku. Setelahnya, membuka mata dan meniup lilin berbentuk angka itu. Aku tersenyum, melihat mama yang bertepuk tangan senang. Bukan seperti ulang tahun pada anak-anak lainnya yang ramai akan kehadiran sosok teman, kado, lalu perhiasan di mana-mana. Ulang tahunku sederhana, hanya satu buah roti ulang tahun dan lilin. Selebihnya tidak ada. Teman? Ya, aku memang tidak memiliki seorang teman. Ditambah lagi dengan sifatku yang tidak peduli sekaligus pendiam, membuatku susah mendapatkan seorang teman. Dan malam ini, aku meminta seseorang datang dalam kehidupanku. Seperti pada ulang tahun yang sebelum-sebelumnya. 

***

"Kejora, sepertinya nanti malam mama akan pulang terlambat. Kamu di rumah, jaga diri baik-baik." 

Aku menghela napas. Lagi-lagi, mamaku harus bekerja lembur untuk menafkahi hidup kami. Setelah lima tahun ditinggal pergi almarhum ayah, mama begitu sibuk mengurusi perusahaan mendiang sang ayah. Pagi hari sudah berangkat, pulang malam hari. Jujur saja, aku mencemaskan kesehatan mama. 

"Jangan lupa istirahat, Ma," ucapku. Mama hanya tersenyum. Lalu, kembali sibuk mengolesi roti lapis dengan selai kacang untukku. 

Setelahnya keheningan melanda. Kami sama-sama sibuk menikmati menu sarapan kami. Beberapa menit kemudian, mama bangkit dari tempat duduknya disusul olehku. 

"Ayo, mama antar ke sekolah." Aku hanya mengangguk dan mulai memakai tas sekolahku. 

Sembari menunggu mama yang tengah memanggil Bi Sum–pembantu rumah kami, aku memilih masuk terlebih dahulu ke dalam mobil seraya mendengarkan musik menggunakan earphones. Suara pintu mobil yang ditutup, menyadarkanku dari larutan melodi indah yang tengah kudengarkan. Menoleh, mendapati mama yang mulai menyalakan mesin mobil. Tidak ada obrolan yang kami lakukan. Aku sendiiri, tidak tahu harus memulai obrolan dari mana. Sehingga akhirnya, aku memilih menatap keluar jendela, masih dengan mendengarkan musik dari earphones. Mobil kami mulai memelan, hingga akhirnya berhenti tepat di depan gerbang sekolahku. Menghela napas pelan, sebelum akhirnya melepaskan tali pengaman. Mencium punggung tangan mama. 

"Hati-hati di jalan, Ma." 

Setelahnya, mobil mama melenggang pergi. Menyisakan diriku yang masih berdiri di depan gerbang sekolah dengan wajah kusut. Bukan tanpa alasan, jika diberi pilihan antara sekolah dan rumah, lebih baik aku berada di rumah. Membaca novel atau bahkan menonton film. Daripada harus meladeni beribu tatapan yang selalu dia dapatkan. Dan yah, semua itu kini mulai terjadi. Saat langkahku baru saja menginjak di halaman sekolah, semua mata menatapku takut, mengejek, kasihan, dan masih banyak lagi. Menghela napas kasar. Ini belum apa-apa, karena .... 

"Hei lihat! Gadis gila itu masih saja berani menginjakkan kaki di sini. Kenapa pihak sekolah tidak membawanya ke rumah sakit jiwa saja sih?" 

Hah, baru saja akan dibicarakan, gunjingan itu meluncur bebas dari mulut Diana yang notabenenya adalah teman sekelasku. Aku hanya memasang wajah datar, mencengkeram erat tali tasku, mencoba untuk bersabar. 

Duk! 

Memejamkan kedua mata, lalu menghela napas lagi. Dahiku berdenyut hebat. Bahkan, bisa kupastikan benjolan besar akan bertengger di sana. Suara tawa seketika menggema ketika melihat tubuhku terjerembab mencium lantai koridor kelas. Rendy–kekasih Diana baru saja menjulurkan kakinya saat diriku akan melewatinya. Oh bagus, sepasang kekasih itu sepertinya senang membullyku. 

"Sorry sengaja," ucapnya tanpa merasa bersalah.

Aku bangkit dalam diam. Melirik ke arah Diana yang kini mulai bergelayut manja di lengan kekar Rendy. Mendesis pelan. Ingin sekali aku membalas perbuatan kalian, tetapi mengingat bahwa catatanku di dalam buku BK sudah banyak, aku memilih melenggang pergi tanpa memperdulikan ejekan mereka. Jangan sampai, mama yang merasakan dampaknya lagi hanya gara-gara perbuatanku. 

Sesampainya di dalam kelas pun, sama. Kelas yang semula ramai, kini hening saat aku berdiri di ambang pintu. Mereka menatapku sinis. Memutar bola mata jengah, melangkah menuju ke bangku. Terdiam sejenak, mencoba menelisik bangkuku. Aku tidak mau kejadian beberapa hari yang lalu, di mana aku terjatuh dengan mengenaskah karena ulah teman-teman sekelasku yang dengan biadabnya membuat bangkuku rusak. Setelah dirasa aman, aku mulai mendudukinya dengan tenang. Berpuluh mata tajam di kelasku, masih bisa kurasakan menghunus ke arahku. 

"Mata kalian mau gue colok?" tanyaku dengan nada pelan tetapi tegas. Membuat mereka mendengus lalu kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Aku tidak peduli, kupilih mengambil buku bersampul hitam lalu mulai menuangkan tinta hitam berupa kalimat ke dalamnya. 

Imajinasiku mulai berkeliaran liar. Dengan semangat aku menuliskan sebuah kisah berisikan bajak laut dengan monster gurita. Terdengar mengerikan, tetapi itu memang cukup seru bagiku. Ketenanganku hilang, saat salah satu teman sekelasku menyerobot paksa bukuku. Dia memicingkan matanya, sebelum akhirnya berteriak. 

"Hei kawan! Lihat, gadis gila ini mulai berhalusinasi lagi!" Sambil mengangkat tinggi-tinggi bukuku. Selanjutnya, dia berlari menuju ke gerombolan anak-anak. Disusul dengan tawa mengejek. 

"Memangnya ada monster laut heh?"

"Apa-apaan ini, masa bajak laut memiliki kekuatan? Pengendali air lagi? Hahaha!"

"Wah makin hari, makin menjadi aja tuh!"

Dan ejekan lainnya. Hei! Itu kan imajinasiku, kenapa mereka harus repot-repot menilainya? Dengan kesal, aku merebut kembali bukuku lalu duduk dengan kasar. Tidak memperdulikan tawa dan ejekan teman-temanku. Aku memilih memasang earphones kembali dan menyetel musik sekeras yang kubisa agar suara ejekan dan tawa menyebalkan itu tidak lagi terdengar di gendang telingaku. 

Hei, aku tidak salah bukan? Aku bebas berimajinasi yang kumau. Memangnya salah? Awas saja jika suatu hari nanti aku menjadi penulis terkenal, kubungkam bibir kalian. Tunggu saja nanti! 

Bersambung .... 

"Aku tidak peduli dengan omongan mereka. Ini tentang aku, bukan mereka. Ini tentang takdir yang ingin kupijak."

_Kejora Amara_

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Saingan Ibu Mertuaku
Aku Saingan Ibu Mertuaku
Dalam novel misteri "Aku Saingan Ibu Mertuaku", seorang menantu menghadapi obsesi aneh ibu mertuanya yang meniru penampilannya hingga memicu tragedi maut. Setelah didorong hingga tewas, ia terbangun di masa lalu. Baca novel online menegangkan ini di platform novel web favorit Anda.
Alpha Eden
Alpha Eden
Dalam Alpha Eden, Megan terlempar ke tahun 1945 saat menyelidiki kematian kakaknya. Di tengah hutan Jazmore, ia bertemu Alpha Eden, penguasa werewolf yang terikat takdir dengannya. Simak kisah fantasy dan adventure ini dalam web novel seru yang penuh misteri serta kutukan kuno.
Kenangan Obsidian
Kenangan Obsidian
Dalam fantasy novel Kenangan Obsidian, Asha harus menguasai kekuatan abu demi melawan manipulasi Penjaga kuno. Bersama Kael yang membatu, mereka menghadapi pengkhianatan di tengah pemberontakan besar. Baca adventure story penuh aksi ini dan temukan rahasia di balik perang antar ras.
MAGIC CARD
MAGIC CARD
Dalam novel fantasy MAGIC CARD, Isamu Kenichi berubah menjadi Weredragon demi membasmi mantan krunya yang menjadi Werewolf haus darah. Gunakan kekuatan kartu sihir dalam adventure ini untuk menaklukkan Samudra Hitam. Baca fiction fantasy novels seru ini sekarang di web novel kami.
MAGIC OF OMEGA
MAGIC OF OMEGA
Dalam MAGIC OF OMEGA, lima pemburu hadiah memburu Azeeva, putri walikota. Namun, penyihir itu justru menjerat sang Omega, Carl Justin, dalam jebakan cinta. Ikuti petualangan penuh intrik ini di web novel fantasy romance terbaik dengan kisah werewolf yang mendebarkan.
Penguasa Dewa Naga
Penguasa Dewa Naga
Dalam Penguasa Dewa Naga, Akara bertekad menjadi master aura terkuat meski dianggap gagal. Tanpa bakat, ia menantang takdir dan para jenius lewat kerja keras. Petualangan fantasy novel ini mengungkap identitas aslinya yang ditakuti dewa dalam adventure story penuh aksi dan strategi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Perang Seorang Ibu
Perang Seorang Ibu
Eva dengan sengaja hidup sederhana agar putrinya, Kathy, dapat tumbuh layaknya anak biasa. Namun, Kathy justru menjadi korban perundungan di sekolah karena dianggap berasal dari keluarga tak mampu. Situasi makin rumit ketika Kay, ibu salah satu murid, mengaku sebagai istri CEO dengan mencuri identitas Eva, lalu menghasut orang tua dan guru untuk terus menyakiti Kathy. Sampai akhirnya Eva tak lagi bisa diam. Dengan segala kekuatan dan pengaruhnya sebagai istri CEO sejati, dia memberikan balasan setimpal kepada para pelaku. Saat Kay menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat, dan dia harus menanggung konsekuensi atas perbuatannya. Melalui pengalaman pahit ini, Kathy tidak hanya menemukan kekaguman baru pada ibunya, tetapi juga belajar arti ketangguhan dan cara membela diri.
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
Un malentendu de dix ans a mis fin à leur amour. Elle revient muette, avec un enfant malade ; quand la vérité émerge, il est noyé dans le regret mais ne peut pas s'excuser.
Ditakdirkan untuk Alpha
Ditakdirkan untuk Alpha
Diintimidasi dan dianiaya, seorang gadis SMA dijauhi dari kelompok sebelumnya karena tidak memiliki serigala. Saat memasuki kelompok baru, dia bertemu dengan seorang pria gagah yang jatuh cinta padanya – kecuali pria ini adalah atasannya Alpha dan keponakan dari pria yang menginginkan kematiannya.
Cinta yang Terpaksa
Cinta yang Terpaksa
Karena kakaknya menolong Martin, Martin menikahi Okta yang diam-diam menyukainya untuk balas budi. Tiga tahun menikah, Okta tak merasakan cinta dari Martin dan hidupnya seperti janda. Ia sadar Martin hanya mencintai Hana, cinta pertamanya. Demi tak membebani Martin, Okta pura-pura mati dan mengejar mimpinya. Saat Okta hilang, Martin baru sadar ia tak bisa melepaskan Okta.
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Selama tiga tahun, pengacara top Bella mengorbankan kariernya untuk suaminya, Felix. Kesetiaan buta Felix pada mantan kekasihnya, Elissa, akhirnya menyadarkannya. Bella pun kembali dengan penuh kemenangan ke dunia hukum. Di ruang pengadilan, dia menghadapi Felix dan meraih kemenangan mutlak yang menghancurkannya. Sejak itu, setiap bertemu di pengadilan, Bella telah menjadi lawan tangguh Felix, bukan lagi sang pendiam di balik layar.
Cinta Menemukannya Usai Bercerai
Cinta Menemukannya Usai Bercerai
Dunia Sienna hancur saat pertemuan tak sengaja mengungkap bahwa Paxon, suaminya yang ia kira hidup susah, ternyata seorang miliarder. Ketika Paxon hanya meminta maaf basa-basi karena memberi perhiasan pada wanita lain, Sienna memilih pergi. Kini setelah bercerai, Paxon berharap Sienna akan kembali. Namun, Sienna mengejutkan semua orang dengan menerima kontrak nikah dari seorang taipan misterius.