Logo
TULANG RUSUK
TULANG RUSUK

TULANG RUSUK

64 Bab
Tamat
Dalam novel TULANG RUSUK, lima pria mapan memulai misi pencarian pasangan hidup di tengah dinamika kota. Ikuti perjuangan mereka menghadapi komitmen dan realita hubungan dalam romance novel ini. Temukan kisah lengkapnya saat mereka membaca online novel modern yang penuh pilihan hidup ini.
Bab 1 dari TULANG RUSUK

Dina dan Jimmy saling berpandangan dan melempar senyum.

“Beneran kalian sudah jadian?” tanya Dina kepada Neil dan Anita.

Neil menganggukkan kepalanya sedangkan Anita menggeleng disaat bersamaan.

“Oh, jadi masih ragu-ragu rupanya? Awas lho nanti Neil kecantol ciwi syantek,” goda Simon kepada Anita yang sekarang sudah mendelik kepada Simon.

Anita sudah tidak canggung lagi berinteraksi dengan keluarga Neil yang memang humoris dan yang pasti sangat suka menggodanya.

“Jangan!” Isyarat Anita dengan raut wajah memelasnya.

“Wah, untung kalian masih di sini. Dedek cantik apa kabar?” Suara Alex menyapa dari belakang punggung Neil.

Serentak semua mata menoleh ke asal suara. Di sana tampak Alex meringis memamerkan deretan gigi putihnya bersandingan dengan Hilya beserta kedua anak kecil berumur tujuh dan empat tahun. Alex sedikit canggung ditatap sedemikian rupa oleh para sahabatnya itu.

“Mau piknik keluarga ini rupanya?” goda Neil dengan satu alisnya yang terangkat ke arah Alex dan Hilya. Hilya adalah sekretaris pribadi Neil di perusahaan pria tersebut.

“Bukan begitu Pak Neil. Ini Pak Alex ngajakin jalan sama anak-anak saja.” Hilya gugup memberikan alasan. Ini merupakan kali pertama sepupu bosnya itu mengajak dirinya bertemu dan juga kedua anaknya di luar urusan kantor. Hilya adalah seorang janda dengan dua orang anak.

“Ya, itu namanya piknik,” timpal Jimmy tiba-tiba, dengan kedua alisnya yang naik turun kemudian mengerling menggoda ke arah Alex, yang dibalas olehnya dengan memutar kedua matanya malas sedangkan Dina menatap Jimmy dalam-dalam seraya tersenyum tipis. Banyak pemikiran bersarang dibenaknya saat ini. Terutama tentang keberadaan pria di sebelahnya ini, yang kadang bisa sangat menjadi seorang pemaksa dan bisa terlihat biasa saja jika bersama dengan teman-temannya.

'Ternyata pria kaku ini bisa bercanda juga selain 'hot' tentu saja.' Batin Dina.

Ponsel Alex bergetar ia kemudian segera mengangkat panggilan yang ternyata dari saudaranya Marco.

“Halo Bang.”

“Aku sudah temukan sepupu kita yang tersayang.”

“Oh ya, lalu?”

“Dan dia tidak mau ikut kembali karena ternyata dia sudah menikah.” Tampak sekali jika Marco sedang menggeram kesal. Memang Marco kadang tampak tidak sabaran menghadapi tingkah polah satu-satunya sepupu perempuan mereka. Maka dari itu Catty sangat dicintai oleh keduanya.

“Menikah? Lalu bagaimana sekarang, bagaimana dengan tante Tari?”

“Dia bungkam dan hanya mau bicara padamu.”

“Astaga! Gadis itu memang!” seru Alex tidak habis pikir seraya menggelengkan kepala dan mendengkus. Selalu saja begitu sedari mereka kecil, Catty selalu sembunyi di belakang punggungnya guna mencari dukungan jika wanita itu melakukan kesalahan. Catty yang berusia dua tahun lebih muda dari Alex memang lebih dekat dengan pemuda periang itu.

“Abang, tolong Dedek! Abang Marco galak, mana bawa cewek lagi ke sini,” rengek Catty dengan nada merajuk nan manja, sangat jelas terdengar di seberang sana dan itu hanya berlaku untuk Alex saja.

Di seberang sana Juli yang memang datang bersama dengan Marco dan juga Johan saling berpandangan melihat adegan saling mengadu di depan mereka.

Marco mendengus seraya berkacak pinggang ia tahu kali ini Alex tidak akan mudah luluh dengan bujuk rayu Catty.

Enam bulan sebelumnya

Anita segera mengemasi pakaiannya dan segera keluar dari rumahnya padahal waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Suasana jalanan depan rumahnya masih sangat sepi. Setelah Anita menaruh kunci di tempat biasa, lalu ia segera bergegas menuju jalan raya seraya mendekap tas jinjingnya menghalau rasa gugup, takut dan dinginnya udara pagi hari ini. Beberapa kali pandangannya mengawasi sekitar. Anita pergi dari rumah, kabur tepatnya.

Kini Anita berdiri di depan gerbang rumah mewah yang menjulang tinggi di hadapannya saat ini. Ia sempat ragu apakah Tarsih benar tinggal di sini, jika benar sangat keren sekali pikirnya. Anita membuka tas bulat kecil yang menggantung di bahu kirinya. Ia segera mengeluarkan kertas yang terlipat rapi dalam dompet kecil souvenir pembelian perhiasan. Nomor rumah dan alamat di depannya saat ini sama persis dengan yang tertulis dalam secarik kertas itu.

Ia melihat dua buah tombol yang menempel pada tembok pagar namun saat ia akan menekan tiba-tiba pintu gerbang di depannya terbuka dengan sendirinya. Anita cepat-cepat menyingkir ke samping dan bersandar pada tembok batas pagar karena ada mobil mewah yang mau keluar.

Hari sang penjaga rumah, melihat Anita dan tersenyum. Ia tahu siapa gadis itu karena Tarsih sudah berpesan padanya sebelumnya. Hari mendekat ke arah Anita dan berdiri tak jauh dari gadis itu, sesaat setelah mobil sang majikan berlalu.

Mobil mewah itu sempat berhenti dan menurunkan kaca samping kemudi, sang pengemudi adalah seorang pria yang sangat tampan dan modis menatap penampakan Anita kemudian tersenyum tipis. Sementara Anita tak bisa melihat mata pria tersebut karena pria itu memakai kacamata hitam yang pastinya tak kalah mahal dengan penampilannya. Anita terpaku dan terpana ditatap sedemikian rupa oleh pengemudi tersebut. Andai saja Anita bisa bersuara pasti ia akan menyapa dengan santun.

Terbersit kecemasan di benaknya bagaimana jika pria itu nantinya akan berpikir jika dirinya tidak sopan? Ah, semoga saja pria itu hanya tamu di rumah mewah ini. Anita melirik mencuri pandang ke halaman depan rumah tersebut.

“Sini Neng, ayo Akang antar ke dalam,” sambut Hari ramah.

Anita mendekat ke arah Hari dengan tersenyum lembut kemudian mengikutinya ke dalam lewat pintu samping yang dikhususkan untuk para pekerja di rumah yang megah bagai istana.

“Eh iya Neng, si Eneng teh udah lulus sekolah?” tanya Hari.

Anita mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Hari yang mendapatkan senyum ramah sampai menelan salivanya kasar. 'Aduh senyum si Eneng mah bikin dada aing jedak jeduk. Kalau jaman enow bilang termehek-mehek, jiwa muda meronta.'

Hari yang memang masih berusia muda sekitar dua puluh dua tahun, bersih dan tampan kini merasa geli dengan pemikirannya sendiri.

'Ternyata tetangga Bi Tarsih cantik sekali walaupun tuna wicara tak apalah asal bisa masak, beberes rumah. Semoga teh, Neng Anita mau dengan aing.'

Walaupun jelas Anita memiliki kekurangan, tetapi dengan tubuhnya yang tinggi dengan bentuk tubuhnya semampai dengan ukuran dada yang diatas rata-rata, serta pinggul ramping bagaikan biola. Kulit yang putih bagaikan porselen dan memiliki pori-pori wajah yang tak terlihat. Laki-laki yang sehat pasti akan terpesona kepadanya. Oh ya, tidak lupa juga rambutnya yang panjang terurai sepanjang tulang belakangnya, tergerai indah dan harum. Matanya yang sedikit sipit, tulang pipi tinggi yang masih sedikit tertutup bulatnya pipi sisa-sisa penampakan masa kanak-kanaknya dan bibir sedikit mungil tetapi penuh dengan warna merah muda alami tanpa polesan.

Bahu Hari yang sedang melamun menikmati pemandangan indah di depannya itu, ditepuk oleh Tarsih dari belakang. Anita yang memang sudah melihatnya hanya tersenyum geli menatap keduanya. Serta kekagetan Hari merupakan hiburan bagi Anita. Hari saja tidak sadar jika sampai air liurnya hampir menetes, memalukan bukan?

“Hayo, bengong aja,” tegur Tarsih.

Hari hanya meringis karena kekagumannya. “Tau nggak Bi, tadi teh aing kira ketemu bidadari waktu membuka gerbang eh ternyata beneran. Bidadari bumi mendarat mulus di tempat kerja aing yang megah ini. Duh tambah betah kerjanya kalau begini.” Setelah berkata demikian, Hari kemudian kembali lagi ke pos jaganya.

“Da ... da .... Eneng cantik, sampai jumpa lagi!” pamitnya sambil berlari kecil ke depan membukakan gerbang saat bersamaan ada suara klakson mobil.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Belang si Janda Kembang
Belang si Janda Kembang
Dalam romance novel Belang si Janda Kembang, Amy berjuang mempertahankan rumah tangga modern miliknya di tengah tekanan mertua karena belum memiliki anak. Ia harus memilih antara bercerai atau dimadu dengan janda bernama Arem. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
Dalam novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL, Naura terjebak ambisi untuk memikat Gilbert, duda yang ia panggil Daddy sejak kecil. Romance novel modern ini mengisahkan pilihan sulit Naura saat perasaan berubah menjadi obsesi. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
I Hate You With Love
I Hate You With Love
Dalam I Hate You With Love, Aletta terpaksa menikahi Bian Dirgantara setelah calon suaminya kabur. Kini ia harus bertahan menghadapi kekejaman Bian sambil mengungkap rahasia besar yang mengancam hubungan mereka. Baca romance novel modern ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Istri Dadakan
Istri Dadakan
Terjebak one night stand, Dave terpaksa menikahi Rachel dalam Istri Dadakan. Di tengah kebencian Dave dan rahasia Rachel tentang kekasihnya, pernikahan modern novel ini menguji kesetiaan. Simak kelanjutan romance stories ini di webnovel untuk melihat konsekuensi dari pilihan mereka.
Membunuh Masa Lalu
Membunuh Masa Lalu
Dalam novel Membunuh Masa Lalu, Jaya terjebak misteri kehilangan seseorang yang dicintainya tanpa kepastian. Menghadapi dilema antara merindu atau melepaskan, ia harus menata jiwanya kembali. Baca romance novel ini sebagai pilihan fiction books penuh teka-teki tentang cinta yang pergi.
Om Duda I Love You
Om Duda I Love You
Dalam Om Duda I Love You, Baby berusaha mengejar cinta Rega meski terhalang perbedaan usia dan status sekolah. Novel modern ini menyajikan romance stories yang penuh ambisi remaja. Ikuti perjalanan Baby meyakinkan Rega dalam romance novel yang menantang batas kedewasaan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kegilaan Pernikahan Kilat Sang CEO
Kegilaan Pernikahan Kilat Sang CEO
Dikhianati oleh pacar dan sahabatnya, gadis ini akhirnya menikah secara kilat dengan seorang pedagang kaki lima. Siapa sangka pedagang kaki lima tersebut ternyata adalah seorang CEO yang kaya dan tampan!
Cinta di Hari yang Penuh Harapan
Cinta di Hari yang Penuh Harapan
Sejak kecil, Jeandra tertekan oleh keluarganya sendiri. Tanpa biaya kuliah dan menghadapi tekanan untuk menikah, dia memutuskan untuk melarikan diri. Dalam pelariannya, dia secara tidak sengaja menaiki mobil mewah milik Azkara, seorang CEO kaya raya. Dari situ, mereka bertemu karena "pertolongan". Kemudian, Jeandra dan Azkara secara tidak sengaja menghabiskan satu malam bersama, dan roda kehidupan kembali menyatukan mereka.
Hadiah Hera untuk Hati yang Terluka
Hadiah Hera untuk Hati yang Terluka
Hedda terbangun di rumah sakit setelah kecelakaan mobil, hanya untuk mendapati suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Hatinya yang hancur membuat dewi Hera, pelindung semua wanita, memberkati Hedda dengan 750 miliar. Hedda kembali ke kehidupannya, bertekad untuk membuat mantan suaminya yang curang dan selingkuhannya membayar, di samping itu ia juga jatuh cinta pada pria sempurna yang diberkati Hera untuknya.
[Versi Dub] Terjebak di Dalam Novel: Bangkitnya Istri Jahat
[Versi Dub] Terjebak di Dalam Novel: Bangkitnya Istri Jahat
Mahasiswi modern, Yesi Bara, tiba-tiba terbangun dalam tubuh mantan istri jahat tokoh utama pria di sebuah novel era lama. Demi jadi istri pejabat, dia pernah mengkhianati suami dan menggugurkan kandungannya. Akhirnya, hidupnya berakhir tragis bersama pria kasar.
Jujur Saja, Akulah Ibu Naga!
Jujur Saja, Akulah Ibu Naga!
Dua puluh tahun lalu, Julia Loren, yaitu Ibu Naga tanpa sengaja menyelamatkan Yanto Govan dan keluarganya. Lama-kelamaan, mereka pun jatuh cinta. Akhirnya Julia memutuskan untuk tinggal bersama Yanto dan mengasuh tiga anak tirinya. Dua puluh tahun kemudian, mantan istri Yanto, Maria Winoto tiba-tiba muncul. Ketiga anak itu malah lebih memihak ibu kandung mereka dan mengusir Julia, satu-satunya orang asing di keluarga itu. Sadar dikhianati, Julia memilih melepaskan ikatan ini. Tak lama kemudian, bisnis Keluarga Govan mulai bermasalah dan Maria ternyata cuma mencari kemewahan. Barulah Keluarga Govan teringat akan kebaikan Julia dan berusaha memohonnya kembali. Tapi sudah telat, Julia sudah mati rasa dan memulai hidup baru.
Kamu Beri Cahaya, Kubalas dengan Debu
Kamu Beri Cahaya, Kubalas dengan Debu
Mahasiswi yang lugu dan kurang mampu itu melepaskan kartu emas dari genggaman si anak konglomerat, ""Jangan hinakan aku dengan uang kotormu!""Aku yang bahkan lebih miskin darinya, memungut kartu emas yang jatuh di dekat kakiku, lalu menyerahkannya kembali dengan hati-hati kepada Asep Loekito.Asep Loekito memandangiku sejenak, lalu berkata, ""Bujuk Laila terima kartu ini, akan kubantu kamu juga.