Logo
Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur
Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur

Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur

74 Bab
Tamat
Dalam Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur, Arina menghadapi kenyataan pahit saat Rafael memilih menceraikannya demi kekasih lama. Arina harus menentukan pilihan dalam modern novel ini untuk bertahan atau melepaskan pernikahan tanpa cinta demi memulai hidup baru di webnovel.

Ringkasan Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur

Tiga tahun Arina bertahan dalam pernikahan hambar sebagai sosok pengganti, namun hatinya tetap gagal meluluhkan Rafael. Kehancuran Arina memuncak saat ia mendengar rencana suaminya untuk menceraikannya demi Nadira. Rafael memilih kembali pada mantan kekasihnya yang dulu menghilang meski telah ditinggal selama bertahun-tahun. Kini, Arina harus menentukan pilihan sulit: terus berjuang tanpa cinta atau merelakan Rafael kembali ke pelukan wanita masa lalunya itu.
Selengkapnya

Bab 1 dari Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur

Hujan turun dengan derasnya sore itu, membasahi jalanan di depan rumah besar yang berdiri megah di kawasan elit kota. Dari balik jendela kaca yang tinggi menjulang, Arina menatap ke luar dengan tatapan kosong. Tetesan air menuruni kaca seperti meniru perasaan yang selama ini ia sembunyikan - pelan, dingin, dan tak bersuara.

Sudah tiga tahun berlalu sejak hari ketika ia dipaksa menikah dengan Rafael. Ia masih ingat betul, hari itu seharusnya menjadi hari pernikahan antara Rafael dan kekasih sejatinya, Nadira. Namun Nadira memilih melarikan diri, meninggalkan Rafael yang berdiri di pelaminan dengan wajah kelam penuh amarah.

Dan Arina-seorang gadis biasa, anak dari rekan bisnis ayah Rafael-mendadak dijadikan pengganti. Pernikahan mereka bukan karena cinta, bukan pula karena saling memilih. Pernikahan mereka hanyalah penyelamat harga diri keluarga Rafael di hadapan tamu dan media.

Tiga tahun berjalan, rumah besar itu tetap sunyi, dingin, dan asing baginya.

"Bu, mau saya bawakan teh hangat?" tanya Sari, asisten rumah tangga yang setia menemaninya sejak awal pernikahan.

Arina menoleh dan mengangguk pelan. "Iya, Sar. Terima kasih."

Sari menghilang ke arah dapur, meninggalkan Arina seorang diri lagi di ruang tamu. Jam dinding berdetak pelan, sementara hujan di luar terus turun seolah tak mengenal lelah. Arina merapatkan cardigan tipis di bahunya. Entah mengapa, rumah itu selalu terasa dingin meski semua penghangat menyala.

Dari atas meja, ponsel Arina bergetar pelan. Ia melirik layar, dan hatinya tercekat. Nama Rafael tertera di sana. Suaminya. Seseorang yang tinggal serumah dengannya tapi terasa sejauh langit dan bumi.

Jarang sekali Rafael menghubunginya. Biasanya hanya pesan singkat untuk memberi tahu bahwa ia pulang terlambat atau ada urusan bisnis keluar kota. Tak pernah ada pertanyaan tentang kabar Arina, tak pernah ada percakapan ringan tentang hal remeh sehari-hari. Mereka hidup berdampingan seperti dua orang asing yang kebetulan berbagi alamat.

Dengan hati-hati, Arina menggeser layar ponselnya.

"Jangan tunggu aku makan malam. Ada rapat mendadak."

-Rafael

Pesan singkat, dingin, tanpa tanda baca berlebihan. Begitulah Rafael. Selalu formal. Selalu menjaga jarak.

Arina menatap pesan itu lama, sebelum akhirnya meletakkan ponselnya lagi. Napasnya keluar perlahan, nyaris seperti desah lelah yang tertahan terlalu lama.

Malamnya, rumah itu tetap sepi. Jam menunjukkan pukul sebelas malam saat suara mobil akhirnya terdengar di halaman. Arina yang sedang membaca buku di ruang tamu menoleh spontan. Pintu utama terbuka, dan Rafael muncul, mengenakan setelan jas abu-abu yang masih tampak rapi. Wajahnya lelah, tapi matanya tajam, seperti biasa.

"Sudah makan?" tanya Arina pelan, mencoba mencairkan udara yang membeku di antara mereka.

Rafael hanya mengangguk tanpa menatapnya. "Sudah," jawabnya singkat, lalu melangkah menaiki tangga menuju kamar utama.

Arina memandang punggung lelaki itu hingga menghilang di tikungan tangga. Ia menunduk, menatap buku di tangannya yang kini terasa berat dan tak berarti. Setiap hari seperti ini. Sunyi, hampa, tanpa warna.

Dulu, sebelum menikah, Arina pernah membayangkan pernikahan sebagai tempat yang hangat. Tempat ia bisa pulang dan disambut pelukan, tempat ia bisa bercerita panjang tentang hari-harinya dan ditanggapi dengan senyum hangat. Tapi kenyataannya, ia tinggal di rumah megah yang lebih mirip istana beku.

Dan ia hanyalah seorang ratu tanpa kerajaan, tanpa cinta.

Keesokan harinya, saat Arina turun ke ruang makan, Rafael sudah duduk di sana, memandangi layar tabletnya sambil sesekali menyeruput kopi hitam. Pagi jarang-jarang mereka bertemu. Biasanya Rafael berangkat kerja sebelum Arina bangun. Tapi pagi ini tampaknya ia memilih sarapan di rumah.

"Pagi," sapa Arina pelan.

"Pagi." Jawaban itu datar, tanpa menoleh sedikit pun.

Arina duduk di seberangnya. Sari datang membawakan roti panggang dan selai, lalu mundur pelan. Keheningan menggantung di udara, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan cangkir.

Arina memberanikan diri berbicara, "Aku dengar galeri seni tempatmu berinvestasi akan buka cabang baru?"

Rafael berhenti mengetik sejenak, lalu menoleh dengan tatapan datar. "Dari mana kau tahu?"

"Aku baca di berita," jawab Arina, mencoba tersenyum.

Rafael tidak membalas senyum itu. Ia hanya mengangguk singkat, lalu kembali pada tabletnya. "Ya. Minggu depan."

Dan selesai. Percakapan itu berhenti di sana, seperti semua percakapan mereka selama tiga tahun ini-singkat, fungsional, hambar.

Sore harinya, Arina memutuskan keluar rumah untuk sekadar menghirup udara segar. Ia mengunjungi taman kota, duduk di bangku kayu di bawah pohon flamboyan yang sedang berbunga merah terang. Ia menatap anak-anak kecil berlarian di rumput, tawa mereka pecah memenuhi udara.

Sudah lama sekali ia tidak tertawa seperti itu.

Seorang wanita lanjut usia duduk di bangku sebelahnya, menatap Arina sekilas lalu tersenyum. "Kau terlihat sedih, Nak."

Arina tertegun, lalu memaksakan senyum. "Tidak, Bu. Saya hanya lelah."

Wanita itu mengangguk bijak. "Lelah dan sedih sering berjalan berdampingan. Tapi ingat, rumah seharusnya tempatmu pulang dan sembuh, bukan tempat yang membuatmu semakin rapuh."

Ucapan itu menancap di dada Arina. Ia hanya mengangguk pelan, tidak berani berkata apa-apa. Setelah beberapa menit, wanita itu berdiri dan pergi, meninggalkan Arina seorang diri lagi dengan pikirannya yang berantakan.

Malam itu, Arina tak bisa tidur. Ia duduk di balkon kamarnya, memandangi langit yang kelabu tanpa bintang. Pikirannya melayang pada pernikahannya. Ia tak pernah benar-benar dicintai Rafael, dan mungkin tak akan pernah. Ia bahkan tidak yakin Rafael tahu warna kesukaan atau makanan favoritnya.

Ia menoleh ke dalam kamar. Ranjang besar itu kosong di sisinya. Rafael masih belum pulang.

Ponselnya bergetar di meja kecil. Arina mengulurkan tangan malas, tapi tangannya membeku begitu membaca nama pengirim pesan.

"Dimas."

Sahabat masa kecilnya, yang dulu selalu ada untuknya sebelum ia menikah. Dimas yang menjauh setelah Arina menikah karena tahu dirinya menyimpan rasa yang lebih dari sekadar sahabat.

Pesan itu pendek.

"Kau baik-baik saja?"

Mata Arina panas. Sudah lama tak ada yang menanyakan kabarnya seperti itu. Ia ingin membalas, ingin bercerita, tapi ia tahu itu akan jadi awal dari sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Jadi ia hanya menutup ponselnya lagi, menatap kosong ke langit.

Dua hari kemudian, Arina tanpa sengaja mendengar pembicaraan yang mengubah segalanya.

Pagi itu, ia sedang melewati ruang kerja Rafael untuk mengambil dokumen yang tertinggal di ruang tamu. Pintu ruang kerja itu sedikit terbuka. Suara Rafael terdengar jelas, dalam nada yang jarang sekali Arina dengar: hangat, lembut, nyaris penuh harap.

"...aku masih mencintainya, Dan. Tiga tahun pun tidak menghapus apa pun," suara Rafael terdengar rendah.

Arina berhenti melangkah. Napasnya memburu.

"Dia kembali, Dan. Nadira kembali. Setelah semua ini... aku pikir aku akhirnya bisa bahagia."

Hening sejenak, lalu suara sahabat Rafael, Daniel, terdengar. "Lalu bagaimana dengan Arina?"

"Aku akan menceraikannya."

Kalimat itu jatuh seperti petir dalam dada Arina. Tangannya yang menggenggam map bergetar hebat. Ia melangkah mundur pelan, lalu berbalik dan berlari kecil menuju kamarnya. Dadanya sesak, pandangannya kabur.

Jadi benar. Semua selama ini hanya menunggu waktu. Ia hanyalah pengganti sementara. Dan kini, saat wanita itu kembali, tugasnya selesai.

Arina duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke lantai. Rasanya seperti seluruh dunia runtuh menimpanya.

Hari-hari berikutnya, Arina hidup seperti bayangan. Ia menjalani rutinitas seperti biasa, tapi jiwanya kosong. Setiap kali Rafael bicara dengannya, Arina hanya mengangguk atau menjawab singkat. Ia tak punya tenaga lagi untuk pura-pura.

Suatu malam, saat Rafael pulang larut, Arina memberanikan diri bertanya.

"Kau... masih mencintainya?" suaranya nyaris tak terdengar.

Rafael yang baru melepas jasnya menoleh tajam. "Siapa?"

"Nadira."

Tatapan Rafael mengeras. Untuk beberapa detik, ia hanya diam, lalu berkata pelan, "Itu bukan urusanmu."

Arina tertawa getir, air matanya nyaris tumpah. "Bagaimana bisa bukan urusanku? Aku istrimu, Rafael."

"Kau hanya istri karena keadaan," balas Rafael dingin. "Kita berdua tahu itu."

Kalimat itu menghantam Arina lebih keras daripada yang ia duga. Ia mengangguk pelan, bibirnya bergetar menahan tangis, lalu berjalan melewati Rafael tanpa menoleh lagi.

Malam itu, untuk pertama kalinya, Arina menangis hingga tertidur.

Beberapa hari kemudian, Rafael mengabarkan bahwa ia akan pergi keluar kota selama seminggu. Arina hanya mengangguk tanpa bertanya apa pun. Tapi dalam hati, ia tahu: Rafael akan menemui Nadira.

Saat pintu rumah menutup di belakang Rafael, Arina berdiri lama di ruang tamu yang sunyi. Ia menarik napas panjang, lalu menatap dirinya di cermin dinding. Wajah yang dulu cerah kini tampak pucat dan lelah. Matanya sayu, bibirnya nyaris tak pernah tersenyum.

"Apa aku harus terus seperti ini?" bisiknya lirih.

Ia tidak tahu jawabannya. Tapi untuk pertama kalinya, ia mulai bertanya-apakah masih ada arti dari mempertahankan pernikahan yang hanya menyisakan luka?

Malam harinya, ia duduk di balkon lagi, menatap lampu-lampu kota dari kejauhan. Di dadanya ada sesuatu yang berubah-bukan keberanian, bukan pula harapan, tapi sebuah keinginan kecil untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Mungkin... sudah waktunya ia berhenti menunggu cinta dari seseorang yang tak pernah benar-benar menoleh padanya.

Dan entah kenapa, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Arina merasa sedikit... lega.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

18 Kali Gagal Nikah
18 Kali Gagal Nikah
Dalam novel romantis modern 18 Kali Gagal Nikah, seorang istri memutuskan pergi setelah suaminya yang pilot membatalkan pendaftaran pernikahan mereka sebanyak 18 kali demi murid perempuannya. Baca buku online gratis ini saat sang suami nekat mengejarnya hingga ke Doma.
Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu
Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu
Dalam novel romantis Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu, Talia Lewis mengira hubungannya dengan Tristan Howard selama dua dekade akan berakhir di pelaminan. Namun, impian itu hancur saat Tristan membawa pulang wanita lain sebagai kakak ipar Talia. Baca Novel Online ini sekarang.
Cinta Dibalik Dusta
Cinta Dibalik Dusta
Dalam romance novel Cinta Dibalik Dusta, Nia menghadapi kenyataan pahit sebagai istri kedua Arvan selama delapan tahun. Saat perceraian di depan mata, terungkap alasan Arvan berkhianat karena masa lalu kelam Ayu. Baca kisah modern novel ini untuk melihat pilihan sulit Nia.
DON'T PLAY GAMES WITH ME
DON'T PLAY GAMES WITH ME
Dalam novel DON'T PLAY GAMES WITH ME, Adiba menghadapi teror mengerikan di rumah barunya di Rusia. Kisah romance modern ini berubah menjadi horror saat Adiba keguguran secara misterius. Kini ia menuntut balas dalam adventure penuh misteri. Baca web novel menegangkan ini sekarang.
Kembalinya Marsha yang Tercinta
Kembalinya Marsha yang Tercinta
Dalam Kembalinya Marsha yang Tercinta, Marsha diusir setelah identitas aslinya terungkap. Ternyata ia putri billionaire terkaya dengan bisnis rahasia yang sukses. Simak kisah romance modern ini di webnovel kami, sebuah online novel tentang pembuktian diri dan cinta sejati yang tak terduga.
Mantan Suamiku
Mantan Suamiku
Dalam romance novel Mantan Suamiku, Aurora terjebak rencana licik Henry yang bertekad memilikinya kembali. Pertemuan setelah dua tahun perceraian ini memicu gairah dan konflik baru. Baca kisah modern novel ini untuk melihat bagaimana mereka meniti gairah dalam web novel penuh intrik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tinggalkan Suami Jahat, Jadi Mama Kece
Tinggalkan Suami Jahat, Jadi Mama Kece
Kehidupan seorang ibu rumah tangga yang diam-diam berdedikasi hancur ketika dia mewarisi kekayaan $1 miliar, hanya untuk menemukan pengkhianatan suaminya: dia diam-diam telah menikah secara sah dengan wanita lain selama bertahun-tahun. Saat dia menghadapi kehancuran emosional, perjalanan IVF yang melelahkan membawanya menjadi ibu — pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan mereka. Dengan dukungan kuat dari sahabatnya Zhao Ying, dia menghancurkan sangkar emas kebohongan, merebut kembali martabatnya, dan menemukan kembali identitasnya dalam kelahiran kembali yang penuh kemenangan. Kini dipersenjatai dengan kekayaan dan kebijaksanaan yang diperoleh dengan susah payah, dia merancang jalur baru yang berani — menulis ulang takdirnya dengan caranya sendiri.
Istri Misterius, Suami Polos
Istri Misterius, Suami Polos
Elina dibesarkan oleh sebuah organisasi misterius sejak kecil setelah dirinya dijual ke luar negeri. Di sana, dirinya belajar seni bela diri dan keterampilan luar biasa lainnya yang membentuk kepribadiannya yang teguh dan cuek. Demi menyelidiki misteri pembunuhan ayah angkatnya, Elina pun kembali ke negara asal dan menikah dengan tunangan adik tirinya yang bernama Vincent. Walau terlahir di keluarga dengan latar belakang yang rumit, Vincent dibesarkan menjadi seorang tuan muda yang polos. Meski awalnya menolak, Vincent perlahan jatuh cinta pada wanita dingin yang penuh misteri itu. Di balik pernikahan mereka, tersembunyi intrik keluarga, rahasia kelam, dan janji balas dendam yang membara.
Senyum Manis yang Menjebak
Senyum Manis yang Menjebak
Nadia rela memberi segalanya kepada Kai hingga menjadi bahan tertawaan di seluruh kota. Saat semua orang mengira Nadia tidak akan menikah dengan siapa pun selain Kai, ternyata dia hanya menjadikan Kai sebagai pengganti. Dia tidak mencintai siapa pun bahkan ingin melarikan diri. Namun, Kai yang awalnya seorang yang tidak tahu arti cinta, akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Nadia, hingga pada akhirnya dia seperti kehilangan akal dan mengikatnya di sisinya, memohon agar Nadia mencintainya.
Misi Cinta Dokter Forensik
Misi Cinta Dokter Forensik
Yuna, dokter forensik modern, melintas sebagai istri Raka, pangeran ketujuh Dinasti Daksa yang kejam dan terkutuk. Berbekal sistem inventori, dia harus meningkatkan kedekatan dengan Raka dan mengungkap ketidakadilan masa lalu untuk kembali ke dunia modern.
Pengawal Titipan Dunia
Pengawal Titipan Dunia
Titipan Terhebat di Kolong Langit menerima tugas berbahaya: mengawal penjahat besar Rizal Surya ke ibu kota untuk dipenggal. Karena Geng Aditya mengancam akan merampas titipan, perjalanan ini sangat mematikan. Para pengawal titipan bersumpah dengan nyawa untuk melindungi titipan, bertekad menegakkan keadilan. Kepala pengawal Rudianto Utami mengetahui rahasia Ismail - penyuruh yang ternyata adalah Pendekar Pedang yang sudah pensiun. Ia pun mendorong Ismail melindungi perjalanan secara diam-diam. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Geng Aditya.
Pelarian Pengantin Putri
Pelarian Pengantin Putri
Rina yang terpaksa harus menikahi rentenir karena utang judi orang tuanya untuk melunasi utang mereka akhirnya memutuskan untuk kabur dari pernikahan itu. Dia bertemu dengan Yogi penyelamatnya. Namun Rina nggak mengetahui bahya Yogi adalah pangeran yang datang mencarinya karena orang tua Rina adalah bangsawan. Rina yang dibesarkan seperti pencuri perlahan menguak fakta yang mengagetkannya. Di samping itu saudara Yogi, Leo sebagai putra mahkota ternyata menyimpan banyak rahasia gelap padanya. Rina dan Yogi akhirnya bergandengan tangan untuk mengalahkan Leo.