Logo
Tiga Puluh Nasi Bungkus
Tiga Puluh Nasi Bungkus

Tiga Puluh Nasi Bungkus

97 Bab
Tamat
Dalam mystery story Tiga Puluh Nasi Bungkus, seorang istri curiga pada suaminya yang membawa uang jutaan setiap hari sebagai ojek online. Selain kejanggalan harta, ia dipaksa menyiapkan puluhan nasi bungkus misterius. Baca modern novel ini untuk mengungkap rahasia gelap di balik setiap pesanan.
Bab 1 dari Tiga Puluh Nasi Bungkus

"Hari ini masak apa, Dek?” tanya Mas Edi ketika pulang kerja.

“Masak sayur sop,” jawabku.

Baru saja pintu utama rumah aku buka ketika Mas Edi pulang kerja dan belum pula aku mencium punggung tangan kanannya, eh, malah Mas Edi sudah mempertanyakan tentang menu makan malam.

Dengan cepat Mas Edi melangkah ke dalam rumah lalu duduk di ruang tengah rumah. Aku segera mencium punggung tangan kanannya lalu dengan segera pula kulepaskan jaket yang membalut tubuhnya. “Mandi dulu, Mas. Baru nanti kita makan bersama,” ucapku.

“Anak-anak mana, Dek?” tanya Mas Edi.

“Mereka lagi menonton televisi, Mas,” jawabku.

Aku segera berjalan ke dapur, aku mempersiapkan menu makan malam pada atas meja makan dengan menaruh jaket kotor Mas Edi ke keranjang khusus pakaian kotor agar besok bisa aku cuci.

Sementara itu, Mas Edi telah membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Anak-anak masih asyik menonton televisi.

______________

“Wah, masakan Ibu enak sekali,” puji anak sulungku. Delia.

“Iya, masakan Ibu enak sekali,” sahut si bungsu. Nurmi.

“Masakan Ibu kalian ini selalu enak,” puji Mas Edi pula padaku.

Aku hanya tersenyum lebar.

“Lagi?” tanyaku sembari mengambilkan sepotong ayam di dalam kuah sayur sop untuk Mas Edi.

“Tidak usah karena perutku sudah kenyang,” jawab Mas Edi sembari menghirup segelas kopi hangat buatanku tadi.

Setelah selesai makan malam, Delia dam Nurmi masuk ke kamar mereka masing-masing. Aku menyuruh mereka untuk segera tidur agar besok tidak kesiangan jika berangkat ke sekolah.

“Dek, ini uang.” Mas Edi memberikan sejumlah uang padaku ketika selesai makan malam.

“Banyak sekali, Mas?” tanyaku dengan kedua bola mata yang membulat.

“Itulah rezeki yang Allah beri untuk kita hari ini,” jawab Mas Edi.

Aku bersyukur karena selama beberapa minggu ini, Mas Edi selalu membawa uang banyak ke rumah. Namun, aku juga sangat heran rasanya pada Mas Edi. Tidak mungkin jika uang yang diberi oleh Mas Edi itu padaku adalah uang dari hasil ojol alias ojek online.

Satu juta rupiah per harinya. Penghasilan yang fantastis menurutku. Penghasilan segitu jika dijumlah selama satu bulan penuh mencapai hingga tiga puluh juta. Ya, terkadang bisa pula kurang atau bisa pula lebih. Enggak menentu, sih. Hasil segitu sudah bersih. Berarti sudah dipakai Mas Edi untuk membeli bensin dan rokok. Bahkan, sudah dipakai juga oleh Mas Edi untuk minum di warung Mbak Mila. Perawan tua yang punya warung di pojokkan gang ini. Bukan hanya Mas Edi saja yang sering minum di warung Mbak Mila, tetapi juga banyak kok sopir pick up, sopir truk, sopir angkot, dan ojek online yang mampir di warung Mbak Mila.

Mas Edi selalu pulang pada malam hari. Jika berangkat kerja Mas Edi selalu pagi sekali. Setelah Azan subuh Mas Edi sudah keluar rumah dan pulangnya selalu pada malam hari. Selambat-lambatnya pada jam sebelas malam.

Selama beberapa minggu ini aku tidak pernah mempertanyakan tentang penghasilan dari Mas Edi. Aku berpikir jika semua uang yang Mas Edi beri adalah rezeki dari Allah untuk keluarga kecil kami.

“Besok mau dimasakkan apa lagi, Mas?” tanyaku.

“Terserah kamu saja. Lagi pula aku selalu menyukai setiap masakanmu karena masakan istri itu lebih lezat ketimbang masakan yang lain,” jawab Mas Edi.

“Kalau masakan istri lebih enak, kenapa Mas sering nongkrong di warungnya Mbak Mila?” tanyaku. Perasaan cemburu mengelilingi pikiranku.

“Hanya minum saja di sana. Lagi pula juga banyak yang minum di sana. Bukan hanya para Bapak-Bapak saja, tetapi para Ibu-Ibu juga ada. Enggak usah cemburu seperti itu. Aku hanya milikmu seorang, Dek,” jawab Mas Edi. Bujuk rayu Mas Edi membuat aku terbuai lagi.

Aku tersenyum lebar sembari memulai ucapanku lagi. “Besok aku membuat rawon saja, ya.”

“Iya, tapi jangan lupa membuatkan nasi bungkus seperti biasanya,” jawab Mas Edi.

“Tiga Puluh bungkus?” tanyaku dengan kedua mata yang membulat.

“Iya. Kamu tidak keberatan kan, Dek?” tanya Mas Edi.

Aku menggelengkan kepala.

Setiap hari Mas Edi selalu memintaku untuk membuat tiga puluh nasi bungkus dengan menu yang berbeda-beda. Pernah aku mencoba menanyakan tentang nasi bungkus itu, tetapi Mas Edi tidak menjawab dan tatapan matanya aneh terhadapku. Akhirnya aku tidak pernah menanyakannya lagi pada Mas Edi. Aku tidak mau jika hanya karena nasi bungkus, aku dan Mas Edi menjadi bertengkar. Apa lagi kami tinggal di rumah kontrakan yang padat akan penduduk. Tentu saja tetangga akan mendengar pertengkaran kami. Aku juga tidak mau jika anak-anakku yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu mendengar pertengkaran kami. Lebih baik aku memilih untuk diam.

Lagi pula Mas Edi selama ini selalu baik padaku dan anak-anak juga pada orang tuaku. Namun, terkadang semakin lama aku semakin penasaran saja tentang perubahan sikap Mas Edi.

“Oh, ya, satu lagi belanjakan saja uang itu sesuai dengan keinginanmu dan sisanya kamu tabung untuk membeli rumah. Jadi, kita tidak harus tinggal di rumah kontrakan yang sempit seperti ini terus,” kata Mas Edi.

Aku menganggukkan kepala.

“Jika besok kamu mau masak rawon, maka nasi bungkusnya juga harus rawon. Antara nasi dan rawonnya dipisah. Sayur rawon itu dimasukkan saja ke dalam kantong plastik lalu dibuat ke dalam bungkus nasi. Apa kamu paham dengan apa yang kumaksud?” tanya Mas Edi.

Sekali lagi aku hanya bisa menganggukkan kepala.

“Jangan lupa seperti biasa, sebelum azan subuh sudah harus selesai. Jadi, sekalian aku berangkat kerja, aku bawa stiga puluh bungkus nasi itu. Jangan lupa sertakan juga setiap bungkus nasi itu dengan satu botol kecil air mineral,” kata Mas Edi.

Kali ini pula, aku juga menganggukkan kepala.

“Jika kamu sudah mengerti, maka aku akan istirahat. Aku lelah.”

“Aku pijatin ya, Mas?” tanyaku.

“Tidak perlu. Kamu juga pasti lelah karena seharian mengurus rumah dan anak. Namun, jangan lupa untuk mengurus dirimu sendiri juga jangan sampai kayak tetangga sebelah yang selalu mengurus rumah, suami, dan anak-anak, tetapi diri sendiri tak terurus.”

“Iya,” jawabku.

Jika tiga puluh bungkus nasi itu diminta oleh Mas Edi untuk aku membuatkan setiap harinya, maka setiap seminggu sekali Mas Edi juga memintaku untuk membungkus setengah gula pasir, sekotak teh celup, dan empat bungkus mie instan. Semua itu dibuat dalam tiga puluh bungkus pula.

Aku juga tidak pernah tahu semua itu akan dibawa ke mana? Diberi untuk siapa? Aku hanya diam dan menuruti semua keinginan Mas Edi.

__________

“Bu Sari sekarang banyak ya belanjanya,” ucap salah satu tetanggaku yang biasa langganan sayur dengan Mang Didin.

“Iya, nih setiap hari loh,” sahut Bu Retno.

“Ehm ... rezekinya lagi melimpah aja, Bu. Rezeki anak-anak,” jawabku.

“Kemarin itu aku melihat Pak Edi lagi mampir di warungnya Si Mila itu dengan membawa bungkusan terus bungkusan itu diberikan sama Mbak Mila. Perawan tua di ujung gang ini loh, Bu,” ucap Bu Retno.

“Masa sih Pak Edi seperti itu? Padahal Pak Edi itu kan tipe suami idaman, loh. Pak Edi pekerja keras, sayang istri, sayang anak, dan tidak banyak bicara,” sahut Bu Naila.

“Benar, Bu. Waktu itu kan hari minggu, aku ditemani oleh suamiku lari pagi biar segar jika pada pagi hari olahraga. Nah, kemudian mataku itu enggak sengaja melihat Pak Edi mampir ke warungnya Mbak Mila. Sekitar jam enam pagi.”

“Jam segitu warung Mbak Mila baru buka, Bu,” sahut Bu Naila.

Aku hanya diam saja disertai dengan mengerutkan kening.

“Ah, sudah. Membicarakan orang saja. Mana sayurnya biar aku total harganya,” ucap Mang Didin dengan segera meraih kalkulatornya.

Setelah belanjaanku dihitung jumlahnya oleh Mang Didin, aku segera melangkah masuk ke rumah dengan pikiran yang tak karuan. Perkataan Bu Retno tadi itu sama dengan perkataan anak sulungku tempo hari. Delia.

Dulu aku memang sempat tidak mempercayainya karena mungkin saja Delia salah lihat. Namun, kini ucapan Bu Retno seolah telah meyakinkanku. Coba aku tanyakan lagi kebenarannya pada Delia setelah ia pulang dari sekolah nanti.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
Dalam Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu, Maya terjebak di antara kesetiaan pada Dito dan pesona Rian. Romance novel modern ini mengupas konsekuensi pengkhianatan saat Maya harus memilih antara masa lalu atau memulai hidup baru. Baca online novel ini untuk mengikuti kisah cinta yang rumit.
Bukan Aku Yang Menjebakmu
Bukan Aku Yang Menjebakmu
Dalam novel Bukan Aku Yang Menjebakmu, Nadira dituduh menjebak CEO Elvano demi harta. Dipecat secara hina, sekretaris ini ternyata mengandung pewaris Mahardika Corp. Temukan kisah billionaire romance ini di webnovel yang penuh perjuangan melindungi buah hati dari ketidakadilan.
(Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
(Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
Dalam (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten, Liam Benjamin sang billionaire menyembunyikan rahasia besar di balik kondisi fisiknya. Demi menutupi kutukan masa lalu, ia menikahi Sheeta. Ikuti perjalanan takdir mereka dalam romance novel ini yang tersedia di platform web novel terpopuler.
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
Dalam novel modern Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan, Kiana dikhianati suaminya, Yovan, setelah tahu pernikahan mereka palsu. Untuk membalas dendam, ia menikahi tuan muda kaya raya demi merebut kembali haknya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah romantis Kiana.
Pewaris Yang Disingkirkan
Pewaris Yang Disingkirkan
Dalam Pewaris Yang Disingkirkan, Jack berjuang hidup di kota kejam sebelum mengungkap identitas aslinya. Bersama Laura, ia memulai adventure untuk merebut kembali haknya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan Jack mendapatkan kekuasaannya di web novel ini.
Satu Shaf Di Belakangmu
Satu Shaf Di Belakangmu
Dalam Satu Shaf Di Belakangmu, Eira melarikan diri dari pernikahan tanpa cinta demi melindungi rahasia besar. Novel modern ini mengikuti perjuangannya mengasingkan diri dari Athar. Temukan kisah haru mereka di web novel ini sebagai salah satu romance stories pilihan bagi pembaca setia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Tuhan, Balikkan Kecantikanku
Tuhan, Balikkan Kecantikanku
Saat Wendy tersadar dari ledakan gas itu, dia baru sadar telah melintasi waktu. Wendy menjadi wanita gemuk yang baru saja menikahi seorang pria bernama Yoga. Pernikahan yang didasari dengan perjanjian membuat mereka hidup Bersama. Yoga sedari kecil dirawat oleh Pak Liam. Putra dan menantu Pak Liam yang bernama Siti, tidak pernah senang jika melihat Yoga dan Wendy hidup dengan baik. Selalu ada cara yang Siti lakukan agar bias mendapatkan hidup yang sama baiknya. Tapi Siti yang selalu merebut milik orang lain itu, tidak pernah berhasil. Yoga adalah seorang Pangeran yang sedang menyamar menjadi pemburu. Demi membongkar kelicikan Ratu, Yoga hidup dengan identitas palsunya. Wendy juga melakukan hal yang sama. Dia tidak memberi tahu suaminya tentang identitas aslinya yang merupakan seorang koki hebat. Mereka hidup damai bersama dengan saling menyembunyikan identitas aslinya. Time-traveled back, I went from a beautiful chef to a 220-pound fat girl, facing humiliation and bullies. But don't forget, I still have my memories and my skills! I decided to lose weight, and open a hotpot restaurant! On my way to success, I discover that my husband, who appears to be a disfigured hunter, has a mysterious identity...
Adipati Dengan Manfaat
Adipati Dengan Manfaat
Gadis kota kecil, Taylor, menunda mimpinya untuk mengikuti sahabatnya dan kekasih lamanya ke perguruan tinggi, yakin dia akhirnya akan mengajaknya kencan… hanya agar dia bisa berhubungan dengan teman sekamarnya! Tanpa teman dan tempat tinggal, Taylor mengira hidupnya sudah berakhir – sampai bangsawan Inggris Lord Travis Harrington datang dan memindahkannya ke rumahnya. Taylor bersumpah untuk tetap “hanya berteman”, tetapi dengan seorang playboy Inggris yang seksi sebagai teman sekamarnya, hal itu mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan…
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Selama tiga tahun jadi istri sempurna, Callie gagal mencairkan hati Andrew yang dingin. Saat cinta pertama Andrew memfitnahnya, ia bahkan dipaksa mendonorkan ginjalnya sebagai "ganti rugi" untuk wanita itu! Menyadari pernikahannya sudah tidak ada harapan lagi, Callie pun menyerahkan surat cerai. Andrew yakin ia tak bisa hidup tanpanya. Tapi keesokan harinya, Callie menggemparkan media sebagai pewaris keluarga Jon yang terpandang! Ketika bertemu kembali setelah perpisahan, Andrew terpaku melihat Callie yang kini bersinar dengan percaya diri. Barulah ia menyadari sebuah kebenaran pahit: ia ternyata telah jatuh cinta pada mantan istrinya itu. Tapi ... apakah masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Callie kembali?
Jadikan Suamimu Milikku
Jadikan Suamimu Milikku
Seorang karyawan magang di perusahaan yang terkenal bosnya gampang marah, tetapi sangat cakap dan seksi. Tapi dia segera mengetahui bahwa orang itu pernah menindasnya di masa lalu. Jadi dia bertekad untuk membalas dendam.
Isi Hati Istriku Terbuka untukku!
Isi Hati Istriku Terbuka untukku!
Tasya, jenius dari Institut Masa Depan, meninggal dan terbangun sebagai tunangan Ardian, sang antagonis di era republik. Ia berniat hidup damai dan mundur saat selir kesembilan naik. Tapi di malam pertama, Ardian malah bisa dengar suara hatinya… tentang selir kesembilan yang tak pernah ada!
Permainan Naik Pangkat
Permainan Naik Pangkat
Setelah sembuh, Nina pura-pura buta ingin melamar, tapi pacarnya selingkuh dengan sahabatnya. Dengan marah, ia malah mencium sahabat sang pacar, tidak sangka pria itu diam-diam mencintainya.