Logo
The Queen Of Fantasia
The Queen Of Fantasia

The Queen Of Fantasia

87 Bab
Tamat
Dalam The Queen Of Fantasia, Lisa terbangun sebagai Permaisuri Aerin setelah sebuah ritual terlarang. Di genre fantasy romance ini, ia harus menghadapi Kaisar Lee yang tirani. Ikuti adventure penuh misteri ini dalam web novel seru tentang pertukaran jiwa dan upaya mengubah takdir maut.
Bab 1 dari The Queen Of Fantasia

Akankah tubuh ini akan mengalami kematian yang sama?

Lisa tidak akan membiarkannya.

"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah! Aku tidak pernah membunuh siapa pun!"

"DIAMLAH PERMAISURI! Atau hukuman anda akan semakin berat!"

Lisa berdecih. Jadi seperti ini sikap para manusia biadab yang menusuknya dari belakang. Tiba-tiba kedua Jenderal yang menggiringnya dengan kasar itu melepaskan cekalannya. Sontak saja, tanda tanya besar berkeliaran di kepala Lisa.

Bukankah Permaisuri Aerin dulu dieksekusi di hadapan rakyat?

Kenapa dirinya masih di istana?

Kebingungannya tak bertahan lama saat satu per-satu dayang-dayang istana datang membawa nampan berisi semangkuk cairan berwarna hitam pekat dengan bau menyengat. Tak perlu bertanya lagi, kini ia tahu hukuman apa yang akan ditimpakan atasnya.

"Dia menyuruhku minum racun, heh?" gumam Lisa terkekeh sinis. Senyum miring tercetak jelas di wajahnya. Membuat beberapa pejabat dan orang yang hadir dalam eksekusinya dibuat terheran.

Manik yang biasanya menatap lembut itu kini berkilat tajam penuh amarah. Dunia memang sangat keras. Kebenaran yang diperjuangkannya selama ini, haruskah berakhir sama dengan Permaisuri Aerin?

"Kaisar Lee Han Kyul telah tiba!"

Atensi Lisa bertemu dengan mata elang milik orang nomor satu di Kerajaan Fantasia, tempat di mana menyimpan sejuta keajaiban yang sempat membuat Lisa terpesona hingga terjatuh. Tak ada aura kesedihan lewat tatapan pria dingin yang dulu juga telah mengeksekusi Permaisuri Aerin di kehidupan sebelumnya. Entah apa yang ada di pikiran pria di hadapannya, padahal seharusnya pria ini tahu kalau dia tidak bersalah.

Namun mengapa hukuman ini masih tetap dijatuhkan padanya?

Sebenci itukah Kaisar Lee terhadap dirinya?

"Cepat minumlah Permaisuri, dan anda akan tertidur nyenyak tanpa penurunan tahta Anda sebagai permaisuri Kerajaan Fantasia."

Lisa terkekeh karena ucapan Kaisar di hadapannya. Jujur, ia kecewa. Lisa diam. Namun matanya dengan berani membalas tatapan dingin Kaisar dengan tatapan tajam.

Satu mangkuk diberikan, tapi langsung ia tepis dengan kasar sehingga jatuh di tanah.

Semua orang dibuat terkejut dengan kelakuan brutal permaisuri mereka. Di antara keterkejutan itu, tersembunyi senyum kelicikan yang tercipta jelas di antara wajah selir-selir penghianat.

Mangkuk-mangkuk yang berdatangan itu ditepis Lisa tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari manik sang kaisar. Hingga tinggal beberapa mangkuk, Lisa baru mau menerimanya.

Namun, sekali lagi ia tidak meminumnya, melainkan membuangnya dengan kasar ke arah Kaisar sehingga membuat baju kebesaran kerajaannya basah dengan cairan racun.

"Aku sangat membencimu!!" teriak Lisa frustasi. Kedua matanya berkaca-kaca dan bibirnya bergetar menahan isak tangis.

Sontak saja, sikapnya itu malah membuat puluhan tombak dilayangkan ke arahnya sebagai peringatan waspada.

Air mata Lisa akhirnya luruh gadis itu menunduk, terisak sampai membuat tubuhnya bergetar. Kini ia menatap penuh kebencian pada Kaisar.

"Kupikir ... aku mampu merubah nasib menyedihkan wanita ini. Ternyata aku salah. Aku tidak sehebat itu. Aku ...!" Gadis itu terisak sampai tidak bisa berkata apa-apa.

Lisa menundukkan wajahnya, tak kuasa lagi menatap Kaisar Lee yang tetap beku seperti es. Dan sebuah mangkuk berisi cairan itu kembali disodorkan. Kali ini oleh Kaisar sendiri.

Kepala Lisa mendongak, menatap penuh kebencian. Dengan tangan bergetar, Lisa menerima mangkuk itu. "Semoga anda tidak menyesal, Baginda."

Pada akhirnya gadis itu menyerah, ia meminum cairan itu dengan sekali teguk.

Salah satu sudut bibir Lisa terangkat, menciptakan senyuman sinis tanpa empati.

"Tentu, aku tidak akan menyesal, Permaisuriku."

***

Di sebuah gua dengan pencahayaan temaram, tampak altar yang berbentuk lingkaran dengan gambar rumit perpaduan antara bentuk geometri dan abstrak dan sebuah peti mati berwarna putih dengan ukiran berwarna emas menghiasi sisinya diletakkan dengan posisi tepat di pusat altar.

Dua sosok berjubah hitam dengan tinggi tidak seimbang itu mendekati  altar. Salah seorang tampak tinggi menjulang dengan bahu lebar terus berjalan mendekat ketika seorang lagi di sisinya menghentikan langkah. Berbeda dari pria jakung yang tampak kekar di balik jubah hitamnya, sosok berjubah yang satu memiliki tubuh lebih kecil dan mungil. Dari perbedaan fisik keduanya, maka bisa ditebak bahwa mereka adalah sepasang pria dan wanita.

Si pria berhenti di sisi peti, lalu membuka pintu peti itu. Begitu ia melihat sosok yang tampak pulas di dalamnya, kedua matanya nampak terbelalak. Memar kemerahan tampak melingkari leher dari sosok wanita yang tertidur pulas di dalam peti mati. Bukan hanya pulas, tetapi tidur untuk selamanya.

Setelah beberapa saat mengamati sosok jasad yang telah bersemayam lebih dari sepuluh tahun itu, rahang pria itu sedikit mendongak sebelum akhirnya kembali menutup peti.

"Lakukan!" perintah si pria yang langsung ditanggapi oleh sosok si wanita berjubah.

Tanpa instruksi, wanita itu menfeluarkan belati lalu menggores pergelangan tangannya sendiri. Darah segar menetes ke lantai altar, di mana motif gambar bentuk altar itu memiliki sedikit cekungan. Cairan merah itu menetes dan mengalir, mengisi setiap cekungan hingga membuat darah itu bertemu dari arah satu sama lain.

Tak hanya si wanita, si pria berjubah juga rupanya menggores tangannya sendiri. Setelah darah kedua orang berjubah itu menyatu, si pria kembali membuka peti mati, lalu ikut menggores tangan si jasad. Mengambil setetes darah yang secara ajaibnya masih terlihat segar, si pria langsung mencampurkan tiga darah dari tiga orang yang berbeda menjadi lebur dalam satu aliran.

Mulut si wanita berjubah mulai komat-kamit merapalkan mantra dengan tangan membentuk pistol di depan dada. Gerakannya itu diikuti si pria berjubah hitam. Mereka berdua sama-sama merapalkan mantra yang secara perlahan mulai muncul sebuah cahaya samar dari aliran darah mereka. Perlahan tapi pasti, cahaya berwarna merah itu tampak kian menyilaukan hingga ke langit-langit hingga seketika muncul sebuah pintu portal berwarna hitam di atas kepala mereka.

"Sudah siap."

***

Suara gemuruh musik yang bercampur baur menjadi satu dengan teriakan histeris penuh pujaan. Sayangnya, perpisahan telah tiba, dan idola yang selalu mereka elu-elukan namanya itu telah turun dari panggung setelah sebelumnya melambaikan tangan perpisahan yang langsung disambut suara kekecewaan dari para fans-nya.

Sepulang dari konsernya yang digelar dengan sukses, Lisa langsung menjatuhkan diri di atas kasur. Tangannya meraba-raba permukaan kasur mencari remote tv yang tergeletak di sana. Segera ia menyalakan tv dan menonton berita.

"Breaking news, kini sudah hari ke tiga kasus meninggalnya idola Korea, Song Hani dikabarkan meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang. Diduga, Song Hani merasa depresi karena komentar-komentar jahat dari haters yang belakangan ini menyerangnya karena isu bahwa dirinya menjadi kekasih gelap seorang pejabat pemerintah-"

Tiba-tiba layar televisi berubah menjadi hitam. Lisa tak bereaksi, ia sudah bisa menebak sosok yang bisa keluar masuk apartemen miliknya kecuali dirinya.

"Sudah kubilang jangan menonton televisi dulu." Suara bass yang amat familiar itu membuat dada Lisa sesak seketika.

"Aku ... hanya ingin mendengar bagaimana keadaan sahabatku. Apa salahnya? Aku tidak diizinkan manajer melihat pemakamannya, kau sudah menyita ponselku tiga hari ini dan sekarang ..." Lisa menggigit bibirnya kuat-kuat, memgalihkan rasa sesak di dadanya yang kian tak tertahan dan sekarang malah berujung pada jatuhnya bulir bening dari ujung matanya begitu saja. "Aku ... hanya ingin mengucapkan salam perpisahan untuk sahabatku ... hiks!"

Ditenggelamkannya wajah yang mulai sembab karena air mata itu ke dalam bantal. Berharap isakan tangisnya tidak akan didengar sosok pemuda yang kini telah duduk di sisi ranjang sambil menepuk pelan punggungnya.

"Aku hanya tidak ingin kau tambah bersedih, Lisa. Kau tahu sendiri, kan? Posisimu sekarang pun masih belum aman. Surat ancaman pembunuhan yang datang kemarin tentu akan membuatmu makin frustasi. Dan para fans-mu akan sedih saat melihat idolanya bersedih."

"Tapi kau malah membuatku makin bersedih!"

"Lisa, aku-"

"Pergilah! Aku ingin menenangkan diri."

"Lisa, aku tidak ber-"

"PERGI!"

***

Ya, Lisa hanya menenangkan diri. Di balkon apartemennya ini, ia menatap ke bawah. Pemandangan kota Seoul yang tampak begitu cantik dan gemerlap. Namun sayang, keindahan itu tak berarti apa-apa bagi Lisa.

Matanya masih fokus melihat ke bawah, tepatnya pada parkiran apartemen yang tampak sunyi. Sungguh, ia tak mau berbohong. Ia benar-benar ingin menenangkan diri. Benar-benar tenang menuju tempat paling damai yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kedua kelopak matanya mengantup, perlahan tapi pasti, semilir angin malam ikut mengantarkan tubuhnya melayang bebas ke dunia yang luas.

"LISA!!!"

***

"Permaisuri! Tolong Jenderal, jangan bawa Permaisuri kami! Permaisuri tidak bersalah! Kami mohon ...."

Suara tangis pilu dan permohonan para dayang dan pelayan di istana permaisuri menjadi pengiring langkah terseok-seok sosok wanita berpakaian serba putih itu. Tak ada rasa hormat dan kasihan sedikit pun ketika para prajurit kerajaan itu menarik paksa wanita yang pernah menjadi wanita nomor satu di kerajaan.

Tak mampu menahan, tangis yang sejak tadi disembunyikan pun tumpah ruah saat semua orang menyambutnya dengan cacian dan makian. Semua orang yang dulu di pihaknya, kini beralih menyerangnya. Permaisuri Aerin telah ditipu. Karena kecerobohan itulah, kini ia yang harus menghadapi kematian bersama rasa kebencian dari seluruh rakyat dan anggota kerajaan.

Dadanya makin sesak tatkala ia digiring ke luar kerajaan, tempat di mana ia akan dieksekusi gantung di depan para rakyat.

"Hukum mati Permaisuri!"

"Hukum mati Permaisuri!"

"Hukum mati Permaisuri!"

Wajah-wajah bengis penuh kemenangan turut mengantar detik-detik kepergiannya. Kini ia tengah sempurna berdiri di atas panggung eksekusi. Gadis lugu itu tak mampu berkata apalagi menolak ketika tali tambang yang kasar itu melingkar di lehernya.

"YANG MULIA KAISAR DATANG!"

Tangisnya makin pecah lagi, begitu menyadari kedatangan orang yang menentukan nasibnya sekarang. Kaisar Lee, suami yang begitu ia cintai namun tak pernah sekali pun membalas cintanya meski Permaisuri Aerin telah berkorban banyak untuknya. Suami paling kejam yang kini mempertegas kekejamannya karena kini ia pulalah yang menjadi malaikat maut bagi Aerin.

Pembacaan surat eksekusi pun berlangsung. Kaisar berada di atas panggung berseberangan dengannya. Menatapnya tajam dan jijik. Rahangnya mengeras tatkala seorang hakim datang dan memberinya tuntunan untuk memulai eksekusi.

Tak ada lagi keajaiban yang bisa Aerin harapkan kedatangannya. Tak ada lagi harapan untuk menunjukkan kebenaran pada dunia. Ia kalah. Kebaikan yang selama ini ia perjuangkan berakhir sia-sia.

"Karena telah melakukan banyak kejahatan dan pembohongan publik. Maka dengan kuasa saya, Kaisar Lee Han Kyul, penguasa tertinggi Kekaisaran Fantasia, menarik gelar Permaisuri secara tidak hormat. Dan atas segala kejahatannya, maka hari ini, hukuman eksekusi mati berupa hukum gantung akan segera dilaksanakan."

"K-kaisar ...."

Tes.

Air matanya sudah tak berguna begitu tubuhnya didorong. Seketika itu tali yang melingkari lehernya menjerat begitu erat hingga membuatnya kesulitan bernapas. Kini tubuh ringkih itu melayang di udara, kakinya berusaha bergerak mencari daratan. Namun naas, perbuatannya itu justru membuat lehernya makin kuat terjerat.

Di sisa napas hidupnya itulah, wajah dingin Kaisar Lee yang mengantarkan Aerin menuju tempat paling sunyi, kematian yang abadi. Namun di saat detik-detik terakhir hidupnya itu, ia ingin menyampaikan salam perpisahan pada sosok yang amat dicintainya itu.

"K-Kai ... sar ... aku mencintaimu."

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Escape
Escape
Dalam novel Escape, Emily Watson harus melarikan diri dari ancaman maut setelah kematian tragis ayahnya. Ethan Davis, ahli keamanan di London, ditugaskan melindunginya. Ikuti petualangan penuh misteri dan aksi dalam romance novel ini saat rahasia gelap masa lalu mereka terungkap.
Ghost At School
Ghost At School
Dalam Ghost At School, Yui harus membebaskan arwah penasaran setelah melihat kematian sahabatnya di mimpi. Mystery story ini mengungkap pengkhianatan keluarga dan ketidakadilan masa lalu. Baca horror novel ini untuk mengikuti misi penyelamatan mereka dalam petualangan penuh risiko.
Hot Love - George & Regina
Hot Love - George & Regina
Dalam Hot Love - George & Regina, agen CIA dan KGB ini menjadi buruan setelah gagal dalam misi pembunuhan presiden. Terjebak dalam pelarian berbahaya, mereka harus bertahan hidup dari kejaran pembunuh bayaran. Baca romance novel penuh aksi dan sci-fi ini di webnovel sekarang.
PANGERAN AGUNG
PANGERAN AGUNG
Dalam PANGERAN AGUNG, seorang raja bijaksana di Kerajaan Mandala harus memimpin rakyatnya menghadapi tantangan besar. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini melalui web novel yang menyajikan petualangan epik tentang keberanian dan keadilan. Baca adventure story terbaik ini hanya di platform kami.
Pendekar Sembilan Matahari
Pendekar Sembilan Matahari
Dalam Pendekar Sembilan Matahari, Chen Long berguru pada koki misterius untuk menguasai ilmu tingkat tinggi. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti perjuangan Chen Long menghadapi rintangan selama 15 tahun demi cintanya pada Xiao Liong Li dalam sebuah adventure story yang epik.
Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
Dalam romance novel ini, Fernanda yang diremehkan sebagai gadis kampung membuktikan kekuatannya. Saat identitasnya sebagai desainer dan raja bisnis terungkap, Cristian melindunginya dari fitnah. Simak kisah billionaire romance books ini tentang pembuktian diri dan cinta yang tak terduga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Dari Penjual ke Raja Bisnis: Janji yang Dibrokolkan
[Versi suara dubbing] Dari Penjual ke Raja Bisnis: Janji yang Dibrokolkan
Seorang putri keluarga kaya menyembunyikan identitasnya untuk mencintai seorang mahasiswa, yang kemudian mengkhianatinya setelah belajar di luar negeri; dia bangkit dan menyerang kembali dengan latar belakang keluarga dan kekuatannya!
Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Setelah sepuluh tahun jadi tawanan politik di Crando, Putra Mahkota Pleka, Arthur, pulang hanya untuk ditolak ayahnya, George, dan dijebak saudaranya, Richard, hingga diasingkan. Bangkit kembali, dia lepas gelar dan kabur ke Ratu Diana dari Crando, tapi Richard terus memburunya. Arthur pun membalas dendam, memimpin pasukan bersenjata ciptaannya sendiri untuk menaklukkan kota-kota Pleka. Dia rebut ibu kota, ungkap fakta bahwa Richard meracuni ibunya, cela George di depan umum, dan hancurkan koalisi enam negara, lalu tangkap para penguasa untuk kuasai segalanya.
Matahari di Antara Dua Dunia
Matahari di Antara Dua Dunia
Meski harus menjalani karir di tiga tempat sekaligus selama hamil, Allison tetap tak mampu membiayai pengobatan pacarnya, Henry. Ibunya baru muncul setelah Henry diusir dari rumah sakit, dan mengungkapkan bahwa putranya adalah seorang ahli waris yang sangat berpengaruh. Demi menjamin perawatan Henry, Allison pergi meninggalkannya. Namun Henry menolak menerima perpisahan mereka dan memburunya ke mana-mana, hanya untuk menyaksikan kematian palsu Allison yang membuatnya jatuh pingsan. Tujuh tahun kemudian, Allison yang sakit dan buta berjuang keras membesarkan putri mereka, Elena. Henry bertemu Elena tanpa tahu itu anaknya, yang memicu kesalahpahaman. Tunangannya Henry yang cemburu, Adeline, juga berkomplot melawan Allison dan berusaha menculik Elena, sementara Henry mengumpulkan bukti untuk membongkar kejahatan keluarga Adeline...
Pilot Cilik di Ambang Maut
Pilot Cilik di Ambang Maut
Rayen tiba-tiba terbangun di dalam pesawat yang akan jatuh bersama ayahnya. Di ketinggian 9000 meter, dia harus ambil alih kemudi dan berjuang melawan maut dengan tubuh mungilnya untuk selamatkan ratusan nyawa.
Pertarungan Hati Dua Saudara
Pertarungan Hati Dua Saudara
Mina dan Ethan tumbuh besar bersama dan berniat menikah sepulang Ethan dari medan perang. Namun, Mina dipaksa oleh ibu Ethan untuk menikahi adiknya Ethan. Tanpa mengetahui kebenaran, Ethan menculik Mina di hari pernikahannya. Ternyata, adiknya juga mencintai Mina begitu dalam, hingga persaingan mereka membuat kedua bersaudara itu saling melukai. Baru setelah Mina menyelamatkan nyawa Ethan dengan pengorbanan besar, perasaan mereka akhirnya terbuka. Mereka pun melepaskan segala kebencian dan menemukan kedamaian bersama.
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Demi membalas budi, Neil menandatangani kontrak dengan ayahnya Keira untuk menikahi Keira dan membantunya pulih dari perpisahan dengan cinta pertamanya, Simon. Namun Keira yang masih tak mampu melepaskan bayang-bayang Simon hanya menganggap Neil sekedar pengganti. Setelah kontrak berakhir, Neil bercerai dan mengejar cita-citanya sebagai astronaut, sementara Keira yang akhirnya menyadari ketergantungan dirinya pada Neil bertekad merebut hatinya dan kembali menikah dengannya.