Logo
The Deadly Love
The Deadly Love

The Deadly Love

33 Bab
Tamat
Dalam novel The Deadly Love, ketenangan Betty hancur setelah peristiwa berdarah membawanya pada Aldric, sang pembunuh bayaran. Di tengah ancaman musuh masa lalu, mereka harus bertahan dalam petualangan berbahaya. Baca romance stories penuh aksi ini di platform online novel sekarang.
Bab 1 dari The Deadly Love

Raut wajah polos tanpa polesan make-up itu terlihat cemberut saat mendengar ucapan pria di hadapannya. Lagi-lagi Max akan pulang lebih awal dan meninggalkannya menata buku sendiri. Bukan itu yang membuat Betty kesal, dia hanya takut pulang sendiri, itu saja.

"Ayo lah, jangan memasang wajah seperti itu. Aku berjanji, setelah anakku lahir aku tidak akan merepotkanmu lagi."

"Bukan itu, Max. Kau tahu aku takut pulang malam," sahut Betty mulai mengurutkan buku yang akan dia tata.

"Sudah ku bilang, naiklah taksi."

Betty menatap Max aneh, "Aku hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan berjalan kaki. Kenapa harus memakai taksi?”

"Kalau begitu berhenti mengeluh. Aku sudah memberikan saran yang baik." Max mengedikkan bahunya acuh dan mulai meraih tasnya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 lebih dan sebentar lagi perpustakaan akan tutup.

"Aku pulang, Beth."

Betty mengangguk pasrah. "Ya, berikan salamku pada Wanda.”

Sudah dua jam Betty berkutat dengan kegiatannya menata buku. Entah kenapa banyak sekali buku yang dikembalikan hari ini, sehingga dia harus menatanya sebelum perpustakaan kembali dibuka besok.

Entah berapa lama Betty berkutat dengan buku-bukunya. Waktu berputar begitu cepat sampai jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tidak terlalu larut untuk Betty, setidaknya dia masih menemukan satu atau dua manusia di jalan nanti.

Betty mulai meninggalkan perpustakaan dengan mantel yang terpasang erat di tubuhnya. Musim dingin akan segera datang dan dia bimbang akan itu. Betty sangat menyukai musim dingin, tapi tidak dengan tubuhnya. Entah kenapa tubuhnya begitu sensitif dengan hawa dingin yang dapat membuatnya flu seketika.

Betty memilih untuk melewati jalan pintas. Dia memilih jalan ini untuk mempersingkat waktu. Keadaan jalan yang gelap sudah menjadi hal yang baisa untuk Betty. Namun entah kenapa kali ini berbeda. Langkahnya terhenti saat mendengar suara rintihan seseorang yang membuat bulu kuduknya berdiri. Mata indah itu menatap ke segala arah dengan penasaran, mencoba mencari tahu asal suara mengerikan itu.

Betty terus berjalan sampai akhirnya suara rintihan itu semakin jelas terdengar. Semakin penasaran, Betty tidak ragu lagi untuk mencari tahu. Matanya membulat begitu melihat ada jejak darah di depannya.

"Aku mohon, Tuhan. Jangan korban pembunuhan lagi," gumam Betty mengikuti jejak darah itu.

Langkah Betty terhenti saat melihat seorang pria tengah terbaring lemah di balik tempat sampah. Matanya mengedar ke segala arah untuk mencari bantuan. Pria itu masih hidup! Betty sangat yakin, karena tangan pria itu melambai padanya seolah meminta bantuan.

"Astaga! Apa yang terjadi? Kita harus ke rumah sakit sekarang!" Betty mendekat dan menatap ngeri pada luka menganga di perut pria itu.

"Ja—ngan." Pria itu meraih tangan Betty dan meletakkan sebuah kotak kecil di tangannya

"Apa ini?" tanya Betty bingung.

"Tol—ong berikan benda ini pada Al."

Betty terdiam dan menatap kotak itu penasaran, "Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang."

"Tidak! Biarkan aku mati di sini. Sekarang kau pergi dan berikan benda itu pada Al."

"Aku tidak mengerti!" Betty berteriak histeris. Tentu saja dia bingung karena pria di hadapannya memilih untuk mati malam ini.

"Zoo bar & club. Al ada di sana, cepat pergi atau kau akan berakhir mengenaskan sepertiku."

Takut, itu yang Betty rasakan. Matanya sudah memerah menahan tangis karena bingung harus melakukan apa. Dia hanya ingin pulang sekarang. Gadis itu tidak menyangka jika akan bertemu dengan pria sekarat malam ini.

"Ak—ku mohon, pergi sekarang."

"Bagaimana denganmu? Kau akan mati!" teriak Betty menangis.

Tanpa disangka pria itu tersenyum. "Ini sudah jalan yang aku pilih."

"Aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini.” Betty masih ragu untuk pergi.

"Sial! Bisakah kau menurut?! Aku tidak punya banyak waktu. Kau hanya perlu pergi menemui Al dan berikan benda itu. Ingat satu hal, namaku Gordon." Gordon berbicara dengan lemah. Rasa sakit di tubuhnya benar-benar tidak bisa ditolong. Hanya satu misi lagi dan semua akan berakhir. Dia belum bisa pergi dengan tenang jika kotak itu belum berada di tangan yang tepat.

"Tidak! Buka matamu! Jangan mati, setidaknya jangan mati sekarang! Astaga, bagaimana ini?!" Betty berteriak frustrasi. Tangannya bergetar berusaha untuk membangunkan Gordon yang mulai terpejam. Namun, sepertinya sia-sia karena pria itu tetap menutup matanya.

Kaki Betty terasa lemas melihat pemandangan itu. Tangannya dengan gemetar mencengkeram erat kotak pemberian Gordon. Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang? Menghubungi polisi atau bagaimana?

Akhirnya Betty memutuskan untuk kembali ke jalan utama dengan langkah berat. Tubuhnya masih lemas melihat bagaimana Gordon mati di hadapannya. Ini pertama kalinya Betty melihat betapa kejamnya dunia malam.

Betty tidak akan memanggil polisi. Dia tidak mau terlibat dengan masalah Gordon. Lebih baik dia menyerahkan semua ini ke pada pria yang bernama Al. Betty yakin jika pria itu akan melakukan sesuatu nantinya.

***

Suasana bar yang ramai membuat Aldric mendengus tidak suka. Dia memang tidak suka keramaian tapi hanya Zoo Bar & Club yang menjadi tempat teraman untuknya saat ini, setidaknya untuk pria sepertinya.

Asap rokok kembali keluar dari bibir merah itu. Sudah 3 batang rokok yang Aldric habiskan dan Gordon belum juga datang. Apa pria itu lupa jalan kembali? Seharusnya Mr. X memberikan misi Gordon padanya. Target Gordon kali ini bukanlah main-main. Banyak tameng berlapis yang melindungi target dan hanya otak licik Aldric yang dapat menembusnya.

Tepukan pada bahunya membuat Aldric menoleh. “Ada seseorang yang mencarimu."

Alis Aldric bertaut, "Siapa?"

"Aku tidak tahu, dia bertanya pada semua orang di mana pria yang bernama Al. Tentu saja tidak ada yang tahu!"

Aldric terdiam. Tidak ada yang mengetahui namanya selama ini. Hanya orang-orang yang berkecimpung di dunia gelap yang mengetahui namanya. Jadi siapa orang yang mencarinya?

"Di mana dia?"

"Di sana," tunjuk Roy pada gadis yang tengah berdiri dengan gelisah, "Apa kau menghamilinya?" Lanjut Roy dengan bodoh.

Aldric memilih untuk mengabaikan Roy dan berjalan ke arah gadis yang terlihat mencolok dengan pakaian tertutupnya. Dari kejauhan, Aldric dapat melihat raut wajah ketakutan yang tidak dapat disembunyikan.

"Kau mencariku?" tanya Aldric dengan pelan, berusaha untuk tidak menarik perhatian banyak orang.

"Kau pria yang bernama Al?" tanya Betty bodoh. Matanya menatap pria di hadapannya dengan teliti. Kaos putih dengan balutan jaket kulit serta celana jeans membuat tampilan Aldric terlihat normal. Namun Betty meyakinkan diri jika pria di hadapannya sama bahayanya seperti Gordon.

"Jika kau pria yang bernama Al, ini untukmu." Betty meraih tangan Aldric dan meletakkan kotak pemberian Gordon dengan cepat.

Aldric terdiam dengan mata yang tertuju pada tangan Betty. Tangan kecil itu terasa hangat menggenggamnya.

"Apa ini?"

Pertanyaan bodoh! Tentu saja Aldric tahu apa isi kotak itu. Bukti fisik yang menunjukkan jika Gordon sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Entah mata, lidah, gigi, atau bahkan jantung dari target.

"Aku tidak tahu, Gordon memintaku untuk memberikannya padamu."

"Di mana dia?" tanya Aldric dengan dingin. Wajahnya begitu kaku saat sadar jika Gordon sedang tidak baik-baik saja sekarang. Jika keadaan Gordon baik, maka pria itu sendiri yang akan menemuinya.

"Dia—" Betty menelan ludahnya gugup, "Dia sudah meninggal, di sekitar Curzon st."

Aldric memejamkan matanya sebentar dan mengangguk. Benar dugaannya, Gordon sedang tidak baik-baik saja. Mungkin pria itu kewalahan dengan anak buah Richard yang terus mengejarnya karena berhasil membunuh tuannya.

"Kau harus mengambil jasadnya," ucap Betty dengan suara serak menahan tangis. Dia kembali teringat dengan Gordon yang mati secara mengenaskan.

"Tidak perlu," kata Aldric singkat dan berbalik meninggalkan Betty.

"Hei! Kau tidak bisa pergi begitu saja! Dia temanmu bukan?" Betty mengejar Aldric dan menarik lengannya. Lagi-lagi sengatan itu kembali Aldric rasakan.

"Jika kukatakan dia bukan temanku, apa kau akan menyerah?"

Betty menggaruk lehernya gugup. "Setidaknya kau mengenalnya. Demi Tuhan! Pria itu sudah mati dan sendirian di gang sempit itu!"

"Pelankan suaramu!" Mata Aldric menajam.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia bisa mati? Dan kenapa kau bisa sesantai ini?!" Betty berbicara dengan frustrasi. Dia tidak pernah berurusan dengan hal seperti ini. Bahkan untuk masuk ke dalam bar pun ini pertama kali untuknya. Sebut saja Betty kutu buku, karena itu benar adanya.

Aldric berjalan mendekat membuat Betty mundur dengan gugup, "Aku tekankan padamu. Semua ini bukan urusanmu."

"Jika kau tidak mau mengurus mayat Gordon, aku akan memanggil polisi." Ancam Betty yang justru membuat Aldric tersenyum manis. Senyum yang merupakan pertanda buruk.

"Menghubungi polisi, eh? Coba saja, mari kita lihat seberapa beraninya dirimu."

Betty memejamkan matanya menahan emosi. Pria di hadapannya benar-benar misterius dan menyebalkan. Jika memang itu maunya, Betty akan lakukan. Dia akan menghubungi polisi untuk mengatasi mayat Gordon. Biar bagaimanapun juga dia adalah manusia yang mempunyai hati. Dia tidak akan tega melihat mayat Gordon membusuk begitu saja.

"Baik jika itu yang kau inginkan. Tahu akan seperti ini lebih baik aku ke kantor polisi dari pada menemuimu." Betty berbalik untuk pergi. Dia sudah tidak nyaman berada di tempat ini. Bagaimana bisa Rubby bertahan bekerja di sini?

Sebuah cengkeraman erat berhasil membuat Betty meringis. Gadis itu berbalik dan menatap mata Aldric yang begitu menakutkan.

"Hati-hati dengan apa yang kau lakukan."

"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Jika kau tidak ma—"

"Sial!" Aldric mengumpat membuat ucapan Betty terhenti. Dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang, "Urus mayat Gordon, hilangkan jejak sampai bersih."

Aldric memutuskan panggilannya secara sepihak. "Kau puas, Nona?" tanyanya pada Betty.

"Ya aku puas, terima kasih,” ucap Betty tersenyum manis.

Lagi-lagi tubuh Aldric terpaku. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sentuhan dan senyum gadis itu begitu berefek padanya?

"Aku harap kau menutup mulutmu tentang semua ini. Jika tidak, jangan menyesal jika kita akan bertemu lagi." Aldric tersenyum manis dan membuat tubuh Betty merinding. Pria itu mengancamnya.

"Pergilah," usir Aldric dan berjalan menjauh. Namun dia kembali berbalik dan tersenyum manis, "Lain kali jangan sentuh orang asing seperti itu, kau tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka."

Betty terdiam dan menatap tangannya kesal. Benar, dia begitu lancang menyentuh Aldric, tapi dia tidak bisa mencegahnya. Mungkin pria itu tidak suka jika ada orang asing yang menyentuhnya.

Namun pikiran Betty salah besar, justru sentuhan itu menimbulkan efek berbahaya untuk tubuh Aldric.

***

TBC

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Because of Mistake
Because of Mistake
Dalam Because of Mistake, Eudora menjadi tawanan Legolas akibat salah paham yang kejam. Saat kebenaran terungkap, ia harus memilih antara dendam atau rekonsiliasi. Baca romance novel penuh aksi ini sebagai salah satu fiction books pilihan di platform web novel kami sekarang.
Cantika : DESTINY OF LOVE
Cantika : DESTINY OF LOVE
Dalam novel modern Cantika : DESTINY OF LOVE, Cantika terjebak ultimatum obsesif Jaden yang membelenggunya dalam bahaya. Ia harus memilih antara melarikan diri atau menghadapi rahasia kelam Jaden. Baca romance novel penuh ketegangan ini di platform web novel kami sekarang.
Gairah Liar sang Mafia
Gairah Liar sang Mafia
Dalam mafia novel Gairah Liar sang Mafia, Arnius Nagendra menyamar demi membalas dendam pada sindikat perdagangan manusia. Dibantu seorang guru TK, ia mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini. Baca kisah penuh aksi ini di webnovel kami sekarang.
Jiwa Pengganti
Jiwa Pengganti
Dalam novel Jiwa Pengganti, Amelia bereinkarnasi menjadi putri antagonis setelah kecelakaan tragis. Di dunia fantasy ini, ia harus menghadapi suami berhati dingin dan ambisi gelap. Simak petualangan serunya dalam web novel yang memadukan elemen romance fiction books dan adventure story ini.
Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
Dalam novel modern penuh intrik, Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai, jurnalis Eva Anindita memburu keadilan atas kematian putranya. Menghadapi konspirasi hukum dan pengkhianatan suaminya, ia memulai aksi balas dendam. Baca mystery story menegangkan ini di platform web novel kami.
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
Dalam LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian, Lintang menyamar demi mengungkap teror di Benua Swarna Dwipa. Petualangan penuh aksi dalam fantasy novel ini membawa timnya ke Tanah Kematian untuk menghentikan konspirasi global. Baca adventure story ini di web novel sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Jenzo Loekito diam-diam melindungi Kiana Solihin selama tujuh tahun karena wasiat terakhir Vivi Solihin. Semua pengorbanannya dianggap Kiana sebagai bantuan Yuno Kusumo. Kiana melihat Jenzo sebagai budak bucin yang mengganggu, terus menyakiti dan mempermalukannya, sampai Jenzo pura-pura meninggal dan pergi...
[Versi suara dubbing] Aku, Orang Besar!
[Versi suara dubbing] Aku, Orang Besar!
Ditinggalkan oleh keluarganya, dia dikhianati oleh istri cinta uang, sementara cinta pertamanya tinggal bersamanya selama ini. Dia kembali ke klannya, mewarisi kekayaan, menikah cinta pertamanya, meninggalkan mantan istrinya penuh dengan penyesalan!
Pembalasan Dendam Sang Pengantin
Pembalasan Dendam Sang Pengantin
Setelah menyelamatkan tunangannya, Wyatt, dengan konsekuensi berat badannya melonjak drastis akibat efek samping hormon, nasib Thea berubah. Didukung diam-diam oleh ayah Thea yang berkuasa, Wyatt yang kini sukses justru merasa jijik dengan perubahan fisik sang tunangan. Pengkhianatan pun terjadi: Wyatt menjalin hubungan gelap dengan calon istri saudaranya sendiri, lalu memalsukan kematian dirinya dan mencuri identitas sang saudara untuk menikahi wanita itu. Mengetahui kebenaran pahit itu, Thea menyimpan dendam. Kesempatan emas tiba saat dia menyelamatkan CEO Samuel, dan mereka sepakat untuk segera menikah. Berkat pil pelangsing ampuh karya saudaranya, Thea berhasil mendapatkan kembali kecantikannya. Kini, dengan tekad membara, dia melangkah ke pesta pernikahan yang seharusnya menjadi miliknya, siap menuntut balas atas semua pengkhianatan.
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Tujuh Tahun Jadi Pengganti
Semua orang mengira Bella mencintai Alec dengan tulus karena dia sering melindunginya dari bahaya dan rela menjadi sekretaris setianya. Namun, Bella hanya mendekatinya dengan menganggapnya sebagai pengganti Dean, kekasihnya yang telah tiada, dan untuk menepati wasiat terakhir Dean: merawat Alec selama tujuh tahun. Selama bertahun-tahun itu, Alec hanya diam saat Emma tanpa henti mempermalukan dan menyakiti Bella. Bella berulang kali mempertaruhkan nyawanya demi Alec dari balapan maut hingga lompatan parasut. Namun, saat Alec akhirnya menyadari perasaannya, Bella sudah lama lelah karena kecewa dan bertekad untuk pergi.
Mahkota Tersembunyi (Sulih Suara)
Mahkota Tersembunyi (Sulih Suara)
Vera yang baru lahir ditukar oleh pengasuhnya dan harus mengalami hidup susah di pedesaan. Dua puluh tahun kemudian, dia kembali ke kediaman Basuki dan langsung diperingatkan untuk tidak bersaing dengan putri angkat dalam mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Hanya saja, karena Vera sudah hidup keras sejak kecil, dia tidak lagi mengharapkan cinta dan belas kasihan. Yang dia inginkan hanyalah posisi pewaris Keluarga Basuki...
Sang Suami dari Desa
Sang Suami dari Desa
Ivy tak pernah menyangka bahwa sebuah pertemuan tak terduga akan membuatnya hamil. Dengan tekad bulat, dia bersumpah menemukan pria itu. Lima tahun kemudian, Ivy yang kini terkenal justru sibuk mencari suami di kota. Sementara, putrinya Lexi menemukan ayah kandungnya, Jake, di sebuah desa terpencil. Meski tahu pria masa lalunya hanyalah petani, Ivy memutuskan menikah dan menjadi tulang punggung keluarga. Namun setelah pernikahan, barulah kebenaran mengejutkan terungkap: pria sederhana itu ternyata menyimpan status dan kekuasaan yang luar biasa.