Logo
The Antagonist Motive
The Antagonist Motive

The Antagonist Motive

37 Bab
Tamat
Dalam The Antagonist Motive, Yvonne sang penyihir abadi harus mengungkap misteri kristal merah yang melahirkan dua bayi kembar misterius. Petualangan penuh intrik ini merupakan fiction fantasy romance books yang menyajikan kisah cinta tragis dan rahasia besar di sebuah mansion megah.
Bab 1 dari The Antagonist Motive

Seorang gadis dewasa, sedang sibuk mengerjakan bertumpuk-tumpuk dokumen di meja kerjanya. Mata itu tak lepas dari kertas laporan yang sedang ditulisnya.

Gadis itu tampaknya seorang bangsawan. Itu terlihat dari gaun dan perhiasan mewah yang ia kenakan. Dengan rok yang mengembang terlalu berlebihan di bagian bawah. Gadis itu mengenakan gaun mewah berwarna ungu abad ke 19. Kalung dan anting permata berwarna biru safir yang sangat mewah, jelas gadis itu adalah seorang bangsawan yang posisinya di

masyarakat sangat tinggi dan kaya raya.

Penampilan gadis ini agak aneh ....

Ia tinggi dan kurus seperti pohon cemara

tanpa daun. Ia terlihat seperti seorang vampire. Warna kulitnya sewarna dengan zaitun dan pucat pasi. Dan berdasarkan kulit pucatnya, jelas terlihat bahwa gadis ini  tidak pernah terkena sinar matahari secara langsung. Seolah-olah gadis ini selalu saja bermain petak umpet dengan matahari selama seluruh hidupnya yang mungkin menjemukan. Dan jelas, petak umpet ini di menangkan oleh sang gadis.

Jari-jari tangannya yang melentik terlihat menari-nari di antara kertas-kertas, pena bulu yang dipegangnya agak terlalu membengkok menyesuaikan cengkraman tangan sang gadis. Dan kuku-kukunya memang sudah jelas sekali di rawat dengan telaten. Dimanikur dengan sempurna, serta di cat dengan kuteks berwarna merah terang.

Rambut dan mata gadis ini aneh, seperti bukan manusia normal saja. Rambutnya berwarna merah darah, seolah-olah rambutnya seperti ketumpahan berton-ton darah. Darah itu melumuri dan mewarnai rambutnya yang memanjang hingga sampai ke paha. Warna matanya seperti emas yang dilelehkan, dengan pupil mata hitamnya yang menyempit seperti kucing jika terkena sinar secara langsung.

Gadis itu sedang asyik dengan pekerjaannya, berkali-kali ia menggoreskan pena di atas kertas, merapikan dokumen-dokumen yang baru saja ia selesai tanda tangani, dan meletakkannya ke atas beberapa tumpukan kerta-kertas tebal. Gadis itu tampak sangat tidak peduli akan keadaan di sekitarnya. Meski suara langkah kaki yang terdengar agak tergesa-gesa terdengar mengentak dan keras sekali di luar pintu ruangan. Suara itu makin lama makin mendekat hingga berhenti tepat di depan pintu kayu ek hitam itu.

Meski lagaknya acuh dan tak acuh. Sang gadis tampaknya menantikan suara langkah kaki itu datang dari tadi. Gadis itu tersenyum miring, mata emasnya yang bercahaya langsung menyempit saat sinar matahari pagi yang merembes di luar jendela mengenai matanya. Hal itu membuat si gadis terlihat seperti kucing dalam bentuk manusia.

Gadis itu melirik sekilas ke arah pintu ek kantornya. Meski tadi ekspresi wajahnya agak dingin dan kelihatan kaku, wajah sang gadis tampaknya mencair. Senyum di bibirnya bukan senyum manis yang biasa di tampilkan oleh seorang gadis bangsawan seusianya, itu adalah senyum miring dan sinis yang di luar dugaan ternyata cocok untuk wajah cantiknya yang seperti vampir.

Dari luar pintu, terdengar ketukan pelan

sebanyak 3 kali ....

“Your Majesty?” panggil seorang pria dari

luar pintu.

Suara pria itu bernada lembut dan terasa hangat. Rasanya seperti kue yang baru di panggang dan di olesi dengan madu segar. Dan suara itu jelas sekali suara seorang pria muda. Malah terdengar

belia seperti seorang pria yang baru beranjak dewasa. Dan yang terpenting, suara manis dan lembut itu rasa-rasanya terdengar khawatir serta ragu-ragu.

Yang dipanggil hanya melirik ke arah pintu. Gadis yang sedang bekerja itu kemudian meletakkan pena bulunya di botol tinta, dan menutup kertas-kertas yang tadi ia kerjakan. Sang gadis bersandar sambil bersedekap.

Wajahnya dingin dan tanpa ekspresi. Gadis yang di panggil Yvonne itu kemudian berdeham, kedengarannya seperti seseorang yang batuk secara tidak sengaja. Yang berada di luar pintu, tampaknya mengerti akan dehaman sang gadis.

Hal ini bisa di lihat dari ketukannya yang berhenti.

Tidak lama kemudian, pria yang ada di balik pintu langsung mengetuk pintu lagi satu kali. Kali ini ketukannya mantap tapi tidak keras. Dan suaranya yang awalnya tadi ragu dan pelan, kini lebih lembut.

“Saya masuk, Your Majesty!” ucap sang pria saat kenop pintu terlihat berputar dan mengeluarkan bunyi.

Pintu berkerit, cahaya merembes masuk melalui pintu yang dibuka secelah demi secelah oleh seorang pria muda yang terlihat berumur kira-kira 20 tahun lebih.

Sang pria berwajah muda dan belia. Rahangnya keras dan persegi kotak ala orang inggris. Dengan bibir yang tipis serta sempit, dan dagunya menyempit tetapi lumayan tegas.

Hidungnya besar dan mancung, terlihat bengkok di sekitar bagian batang hidung dan di sekitar lubang hidung. Mata sang pria berwarna coklat muda yang hangat, warnanya seperti tanah tua berumur ratusan tahun. Dengan bentuk mata yang cukup besar dan berkelopak ganda dan cukup tebal. Bulu matanya tidak lebat, hanya tumbuh pendek dan jarang-jarang.

Alis sang pria tebal dan kaku. Keningnya seperti trapesium yang terbalik. Dengan batas rambut yang tebal dan lebat. Serta tidak ada bulu halus di wajahnya sama sekali. Sang pria mengenakan seragam seorang pelayan. Rambutnya yang berwarna coklat tua, seperti warna pasir tanah yang basah dan subur, tidak disisir dengan benar.

Kesannya seperti pria ini baru bangun tidur dan hampir terlambat bekerja, ia langsung buru-buru bersiap-siap tanpa sarapan dan tanpa sempat menyisir rambutnya. Sedangkan matanya tampak  kuyu serta berkantong. Seperti mata panda saja.

Wajah sang pria tampak kusut dan terlihat lelah sekali. Berkali-kali ia menguap pertanda mengantuk yang teramat sangat. Sedangkan jas, keliman kerah kemejanya, dan ujung lengan jasnya terlihat digulung serampangan dan tidak dirapikan sama sekali sebelum ke sini.

“Oh, kau Edmund” jawab Yvonne pendek tanpa melirik sedikit pun ke arah sang pelayan yang bernama Edmund itu.

Mata Yvonne langsung kembali ke kertas yang tengah ia kerjakan. Yvonne lalu kembali mengambil pena bulu yang diletakkan di dalam botol tinta hitam. Tangannya mulai kembali membuka kertas-kertas yang tadi ia tutup, Yvonne mulai kembali menulis. Setelah beberapa detik kemudian, Yvonne sepertinya sudah selesai menulis, kemudian menyingkirkan

kertas itu ke arah lain. Sekarang mata Yvonne mengarah ke kertas selanjutnya.

Ia pun mulai memegang kertas satunya lagi dan ia terlihat membanding kedua kertas tersebut.

Edmund yang terbiasa dengan tidak-pedulian Yvonne pada orang-orang yang ada di sekitarnya, hanya menghela nafas lelah. Edmund lalu berjalan ke arah meja kerja Yvonne. Setelah berdiri di sana, tangan Edmund langsung meletakkan serta menyerahkan setumpuk dokumen yang dari tadi dikepitnya di lengan.

Yvonne yang dari tadi tidak melirik sedikit pun

kea rah Edmund, pelayan yang selama hampir 300 tahun ini melayaninya, seketika itu langsung

menghentikan tangannya yang sibuk bekerja. Yvonne berhenti dan mematung kaku.

Mata emasnya menatap kertas dan tumpukan itu dengan tatapan mata rakus, sekaligus menggebu-gebu dan bersemangat. Dan selama Edmund melayani Yvonne, tampak baru kali ini

Edmund melihat sang Your Majesty yang ia layani tertarik dengan setumpuk dokumen yang

dibawakan olehnya. Tanpa basa-basi lagi, Yvonne langsung meletakkan kertas-kertas yang ada di kedua tangannya dan ia mengambil dokumen yang dibawa oleh Edmund. Jemari lentik Yvonne dengan cepat membuka-buka lembaran-lembaran kertas itu. Mata emasnya bergerak-gerak dengan cermat membaca seluruh isi dan berbaris-baris kalimat yang ada di dokumen itu.

Yvonne menoleh ke arah Edmund dengan wajah yang mengerut dan terlihat penuh dengan selidik serta rasa senang. “Jadi .…. kristal itu sudah

ditemukan?” tanya Yvonne pada Edmund setelah dia menutup bagian lembaran terakhir.

Edmund terlihat ragu-ragu. Ia hanya mengangguk dan gerak-geriknya terlihat gelisah. Matanya sesekali melirik ke bawah dan kemudian menatap Yvonne. Sebelum akhirnya Edmund kembali mengarahkan matanya ke bawah.

“Sudah Your Majesty” jawab Edmund pendek dengan nada suara yang sedikit kaku dan formal. Seolah-olah Yvonne adalah tuan dan majikan tiran yang akan memotong leher Edmund jika pria itu berbuat salah satu kali saja.

“Tapi Your Majesty .... kenapa selama 200 tahun

terakhir ini Your Majesty mencari Kristal itu? sebegitu pentingnyakah Kristal itu Your Majesty? Sampai seluruh dunia atas membicarakan Kristal itu?” tanya Edmund harap-harap cemas.

Edmund tahu bagaimana perangai sang Your Majesty yang dilayaninya. Selama 300 tahun terakhir ini, Edmund sudah banyak melihat kemarahan sang Your Majesty pada sesuatu yang menurutnya sangat kecil dan remeh.

Edmund sudah menebak bagaimana sang Your

Majesty akan bereaksi .....

Edmund sudah mempersiapkan telinganya untuk mendengar makian dan gerutuan Your Majestynya jika dia menanyakan sesuatu yang bukan urusannya. Edmund menarik nafas dalam-dalam, mempersiapkan hatinya yang mungkin akan menciut lagi seperti lintah yang dikasih garam. Dan mungkin, ia harus bekerja lembur lagi untuk beberapa saat.

Namun, berbeda dengan prediksi Edmund,

diluar dugannya, sembari melempar kertas terakhir yang ia baca ke meja hingga banyak sekali helaian kertas-kertas yang berserakan, sang Your Majesty tersenyum. Sebuah senyum dengan mata emasnya yang berkilat kesenangan yang dipenuhi dengan eskpresi dan sorot mata yang saking terlihat abstraknya, kabur! Belum pernah Edmund lihat di dalam diri Yvonne.

Hal yang belum di ketahui oleh Edmund

selama lebih dari 300 tahun ini ....

Namun, itu bukan senyum yang manis ataupun baik hati. Bibir tebal yang cantik dan sensual itu melengkung penuh seperti bulan sabit ke atas, dan senyum itu lebih terlihat seperti mencibir. Jelas sekali kalau itu adalah sebuah senyum dingin dan mengejek.

“Kristal itu, pecahan jiwa Si Kembar Putih dan Hitam yang terkenal.”ucap Yvonne enteng dan dingin. Nada suaranya terdengar santai dan tanpa beban. Juga menyusup rasa tajam dan menusuk. Serta rasa pahit dan juga nada yang terdengar geram seperti menahan amarah yang sudah lama tersimpan di dalam tenggorokan.

Mata Edmund melotot. Ia sudah tidak asing dengan nama itu. Nama yang ada di dalam buku dongeng anak-anak. Kisah tentang Si Kembar Identik yang berperang antara satu sama lain.

”Maksud Your Majesty, Luc…”

”Lucifer dan Lucien!” mata Yvonne mengkilat dan pupil matanya menyempit hingga mirip dengan mata ular saat disiang hari yang tenang. Yvonne mengetuk-ngetuk mejanya hingga ketukan jarinya menghasilkan suara yang kedengarannya mengancam. Hingga Edmund yang mendengarnya menjadi tidak terlalu nyaman.

“Kedua Mantan Pemimpin kubu malaikat!”

Sembari mengucapkan hal itu Yvonne langsung berdiri hingga terdengar derak kursi yang terdorong ke belakang. Alhasil membuat Edmund yang mendengarnya mengernyit.

“Pembawa cahaya dan kegelapan yang berperang memperebutkan sesuatu yang sangat kuat.”

Kemudian Yvonne berjalan ke belakang. Tepat ke arah jendelanya yang terbuka dan balkonnya yang memuat banyak sekali pot-pot bunga hias yang hari ini bermekaran dengan cantiknya. Yvonne lalu menempelkan telapak tangan kirinya pada kaca jendela. Melalui bayangan pantulan jendela yang bisa dilihat, Edmund bisa mengetahui dan melihat betapa dingin dan kelamnya mata emas yang seperti membeku itu. Seperti mayat.

“Satunya mati karena dibunuh oleh saudara kembarnya. Dan yang satunya lagi tidak sempat menikmati kemenangan, dia ....” Yvonne berhenti sebentar. Membiarkan kata-katanya menggantung di udara dan hampir jatuh. “Dieksekusi oleh Michael. Ya Edmund! Memang mereka berdua!”

“Tapi Your Majesty …. “ sejenak, Edmund terdengar ragu-ragu. Ia bisa merasakan hawa dingin menyusup masuk di tenggorokan dan belakang lehernya. “Untuk apa Anda mencari kristal itu? Ada sesuatu yang penting kah?”

Mendengar hal itu, Yvonne hanya tertawa pendek. Hingga Edmund hanya menunduk malu dengan hati yang tertohok dan pipi serta telinga yang memerah. Ia jadi bertanya-tanya, apa pertanyaannya salah ya? Hal lucu apa hingga pertanyaan yang menurut Edmund normal itu menjadi sesuatu yang lucu bagi Yvonne?

“Edmund ....” Yvonne kemudian menoleh ke arah Edmund dengan senyum tipis dan kecut terlihat di bibirnya yang dipulas lipstik merah terang. “Mahkluk seperti malaikat, iblis dan lain-lain yang memang sudah ada sebelum penciptaan .....”Yvonne  lalu berbalik dan kemudian berjalan mantap ke arah kursinya. Yvonne lalu kembali duduk di kursinya, lalu ia langsung menyandar santai di kursinya yang nyaman.

“Kalau makhluk seperti mereka mati, mereka tidak sepenuhnya mati. Mereka sebenarnya abadi!” Yvonne membuang mukanya saat mengucapkan kata-kata terakhir.

“Mereka cuma bisa mati saja dan melayang-layang di kehampaan tanpa tujuan. Berbeda dengan manusia yang jiwanya langsung menuju ke Surga ataupun Neraka. Makhluk-makhluk seperti mereka hanya akan menghilang sebentar, wujudnya terhapuskan. Tapi eksistensi dan jiwa mereka masih ada!” kening Yvonne berkerut sembari mata emasnya mengawang-ngawang ke atas. ”Mereka yang mati seperti itu paling hanya akan terlahir kembali menjadi sesuatu yang lain. Tapi intinya ....” Yvonne terdiam sejenak.

“Mereka masih ada” mata Yvonne berkilat. ”Kau mengertikan, Edmund?” Yvonne tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke meja dan ia meletakkan kedua sikunya di atas meja. Sedangkan ke sepuluh jarinya saling merapat dan keningnya ia dekatkan ke arah kedua jempol yang setengah mendekat. Mata emas Yvonne menyempit dan berkilat menatap Edmund yang langsung gelisah. Edmund bertanya-tanya, kenapa Yvonne terlihat seperti orang yang melihat permata yang baru beredar di pasar.

Lapar, rakus, dan menggebu-gebu ingin mengambil apa yang ia inginkan itu ....

“Saya mengerti! Your Majesty!” ucap Edmund pendek sambil menelan ludah. Ia sama sekali tidak tahu apa yang dimaksud oleh Yvonne. Sangat susah baginya untuk menebak apa kemauan dan apa yang ada di dalam pikiran Nonanya ini.

Sebagai seorang pelayan pribadi utama, Edmund dituntut oleh pekerjaannya untuk mengerti dan peka dengan keinginan sang Nona yang ia layani. Hanya saja, bagi Edmund dan semua pelayan yang bekerja di mansion ini, Your Majesty sama seperti lukisan abstrak yang warnanya cenderung abu-abu dan kelabu. Dengan bentuk yang bahkan tidak jelas apa maknanya.

Hanya saja, sama seperti seni, setiap orang melihat lukisan itu dengan pandangan yang berbeda-beda. Sedangkan lukisan itu, memiliki kesan seolah-olah ia  saja bahkan tidak tahu goresan dan maknasebenarnya yang tertuang di atas tubuhnya yang berupa kanvas datar.

Pembicaraan tentang Lucifer dan Lucien ini benar-benar membuat Edmund tidak nyaman, tengkuknya sudah dingin. Ia merasa membicarakan kedua nama yang bahkan tidak banyak orang tahu itu disebut-sebut di sini, agaknya terdengar seperti perbuatan ilegal. Seperti sedang membicarakan suatu rahasia negara di depan taman istana. Sama seperti hendak mengantar nyawanya sendiri.

Kedua nama itu sudah ia dengar. Yang Edmund tahu, tidak banyak orang yang mengetahui kisah asli mereka berdua. Yang Edmund tahu adalah kedua malaikat kembar itu, Lucifer si hitam dan adiknya Lucien si putih berperang dan memperebutkan sesuatu. Yang disebut-sebut memiliki kekuatan yang besar. Dan tampaknya mereka berdua gelap mata hingga berperang satu sama lain hanya untuk mendapatkannya.

Meskipun begitu, mau tak mau Edmund merasa

serba salah karena hal ini rasanya salah saja. Itu sudah menjadi legenda dan sejarah, legenda dan sejarah yang konon dikutuk!

Edmund tidak tahu kutukan apa yang ada di dalam cerita itu. Hanya saja, sebagai penyihir, Edmund tahu jika beberapa cerita lama seharusnya tidak usah diungkit-ungkit lagi!

Namun, Edmund mau tidak mau merasa penasaran juga meskipun ia merasa takut. Ia tidak bisa mengendalikan sifat penasarannya yang tengah menggelora.

Alis Edmund bertaut sempurna “Tapi .… kenapa Your Majesty yang ditugaskan oleh tuan Michael untuk mencarinya?” Edmund jadi gagap sedikit. “Kris ... Krital merah itu!”

Yvonne terdiam selama beberapa saat. Gadis itu

tampak berpikir sejenak. Jarinya diketuk-ketukan di meja. Wajahnya mendadak kelam.

Setelah hening selama beberapa saat, Yvonne langsung menegakkan tubuhnya lagi. ”Aku ditugaskan untuk menghancurkannya, Edmund!” ucap Yvonne dengan nada yang dingin. Penuh dengan nada kebencian dan rasa muak yang tidak disembunyikan lagi.

Edmund tersedak ludahnya sendiri. Tetapi meski

terasa sakit, Edmund menahan dirinya agar tidak batuk-batuk. Karena ia sama sekali tidak mau membuat Yvonne merasa kesal.

Dan saat mengucapkan kalau dirinya mencari kristal itu karena disuruh oleh Michael, Yvonne terlihat marah sekali. Seolah-olah ia tidak terima jika Kristal merah yang Edmund asumsikan sangat diinginkan oleh

Yvonne itu jatuh ke tangan Michael dengan begitu mudahnya.

Yvonne menyeringai. mata emasnya berkilat-kilat. “Aku tidak sabar untuk melihat pecahan jiwa Lucifer dan Lucien yang membuat Michael kalang-kabut itu” dan kemudian, Yvonne terkekeh sedikit.

Edmund mengelus tengkuknya yang sudah seperti es. Edmund tahu Your Majestynya sedang merencanakan sesuatu terkait dengan eksistensi kuno yang sudah ada sejak awal dunia ini terbentuk. Sebuah kristal yang keberadaannya cukup membuat kolektor penyihir seperti Yvonne betul-betul lapar dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan relik berharga yang punya sejarah panjang itu.

“Berapa lama lagi Kristal itu akan sampai ke sini?” tanya Yvonne bersemangat. Matanya yang tadinya berkilat berbahaya, kini berbinar ceria dan tidak sabaran. Seperti anak kecil bangsawan

yang sedang menunggu boneka cantik pesanannya diantar oleh kurir toko boneka

terkenal.

Bukannya pecahan jiwa yang kedengarannya sangat asing dan misterius, serta terdengar berbahaya!

“Besok, Your Majesty!” jawab Edmund. Tenggorokannya seperti dijejali oleh pasir.

Yvonne tersenyum, yang terlihat seperti menyeringai ketimbang tersenyum manis. ”Aku tidak sabar untuk menantikan hari esok!” ucapnya manis semanis madu.

Sangat tidak cocok dengan pembicaraan mereka terkait relik yang berbahaya itu!

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO LEBAY
CEO LEBAY
Dalam novel fantasy modern CEO LEBAY, Richard bangkit dari kematian dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Ia memulai adventure story untuk mengumpulkan harta tersembunyi demi memenangkan hati Claudia. Temukan kisah seru ini di web novel yang penuh keajaiban dan keterampilan unik.
Dewa Perang Terbaik
Dewa Perang Terbaik
Dalam Dewa Perang Terbaik, Daniel kembali ke kota untuk membalas budi masa lalu. Sang Dewa Perang harus melindungi seorang gadis dari berbagai ancaman besar. Nikmati kisah action dan adventure penuh intrik ini dalam web novel terbaru bagi Anda yang suka read novels online secara gratis.
Matahari di Atas Benua
Matahari di Atas Benua
Dalam Matahari di Atas Benua, Bella mengejar mimpi penulisnya ke Swiss dan bertemu Alex. Di tengah genre adventure dan modern novel ini, mereka harus memilih antara tekanan keluarga dan masa lalu kelam demi cinta sejati. Baca romance stories ini untuk melihat perjuangan mereka di Alpen.
Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
Dalam novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun, Axel Narendra sang billionaire harus menghadapi pengkhianatan saat mencari cinta masa kecilnya di Indonesia. Simak kisah adventure yang penuh rintangan ini di webnovel dan nikmati salah satu romance novel terbaik tahun ini.
Misteri Masalembo (Crash Landing)
Misteri Masalembo (Crash Landing)
Dalam Misteri Masalembo (Crash Landing), Adam dan Ingrid berjuang bertahan hidup saat pesawat mereka menembus portal dimensi beracun. Petualangan penuh misteri story dan elemen sci fi novels ini memaksa mereka memecahkan teka-teki kuno demi melakukan pendaratan darurat yang mempertaruhkan nyawa.
Not A Perfect Marriage
Not A Perfect Marriage
Dalam Not A Perfect Marriage, Ivy Marionet harus menyembunyikan identitas aslinya saat terjebak pernikahan rumit dengan ksatria kerajaan. Menghadapi ancaman eksekusi dari suaminya demi putra mahkota, ia berjuang bertahan hidup dalam fantasy novel penuh misteri dan adventure story ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Putri Jillian, Stella, meninggal dalam insiden runtuhnya taman kanak-kanak. Suaminya, Nicholas, bergegas menyelamatkan, tetapi sibuk menyelamatkan putri Irene, wanita yang dicintainya. Sebelum meninggal, Stella bertanya kepada Jillian mengapa ayahnya tidak datang untuk menyelamatkannya, membuat Jillian putus asa. Nicholas tidak muncul di pemakaman Stella, karena dia sibuk merawat Irene dan putrinya di rumah sakit. Dia baru mengetahui kematian putrinya ketika saudaranya menemukannya. Kesal dengan ketidakhadiran Nicholas di pemakaman, Jillian menuntut cerai. Setelah diselidiki oleh Aydan, Jillian mendapati Nicholas membeli properti untuk Irene, mendorong keputusannya untuk membalas dendam.
Tanda Panggil: Penerus
Tanda Panggil: Penerus
Cole Summers diam-diam menembus Simulasi Penerbangan Angkatan Laut dan menyelesaikan misi mustahil yang gagal diselesaikan siapa pun. Sejak saat itu, satu fakta jelas: dialah harapan terakhir untuk menghentikan Perang Dunia III. Namun sebelum menyelamatkan dunia, Cole harus menghadapi politisi korup, miliarder teknologi berbahaya, dan masa lalu keluarganya yang kelam.
[Versi Dub] Bercerai dan Diinginkan! Trio Pelamar Elit Saya
[Versi Dub] Bercerai dan Diinginkan! Trio Pelamar Elit Saya
Seorang gadis kaya merahasiakan identitas aslinya dan menikah dengan seorang pria yang tidak sekaya dirinya. Namun, keluarganya tidak menghargainya karena dia menjual ikan untuk mencari nafkah. Dengan tenang dia setuju untuk bercerai, tetapi sekarang, tiga pria brilian bergegas mendekatinya, masing-masing mengklaimnya sebagai tunangan mereka!
[Versi suara dubbing] Sage Buta: Warisan Naga
[Versi suara dubbing] Sage Buta: Warisan Naga
Seorang juara umum ujian masuk perguruan tinggi menjadi buta dan murung, mendapatkan warisan dan keterampilan medis untuk melakukan kontra-serangan. Ia menemukan cinta dan konspirasi saat menyembuhkan orang lain; lihat bagaimana ia mendominasi desa dan menjadi legenda!
Sepuluh Tahun yang Tertunda
Sepuluh Tahun yang Tertunda
Audrey, sang peneliti utama sebuah eksperimen kriogenik, harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa proyeknya gagal merekrut cukup relawan. Setelah empat tahun berjuang dan menahan sakit hati atas pengkhianatan suaminya, dengan putus asa dia memilih dirinya sendiri sebagai subjek penelitian. Dia membekukan tubuhnya selama sepuluh tahun, sekaligus meninggalkan surat kematian palsu untuk suaminya. Pria itu pun hancur hati ketika mengetahui kematian istrinya. Namun sepuluh tahun kemudian, saat dia berhasil menemukan Audrey, wanita itu ternyata masih hidup dan telah menemukan kebahagiaan baru di pelukan orang yang tulus mencintainya.
Aku Bukanlah Dewa
Aku Bukanlah Dewa
Kata Guru aku adalah orang biasa yang sangat bodoh dan tidak berbakat, Beliau mengusirku dari gunung karena merasa aku sangat lemah, setelah turun dari gunung, ada rumor mengatakan bahwa Guruku mengatakan bahwa aku adalah kultivator yang sangat hebat dan bahkan sangat kuat hingga melampaui kekuatan para leluhur, itu yang menyebabkan aku selalu diganggu dan diremehkan di dunia kultivasi, namun anehnya apa yang terjadi padaku juga bisa membuktikan rumor tersebut memiliki kemungkinan fakta.