Logo
Terpaksa Jadi Ibu Surogasi
Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

96 Bab
Tamat
Dalam novel romance Terpaksa Jadi Ibu Surogasi, Karina mengandung anak Adrian, sang bos billionaire, akibat kesalahan medis. Di tengah pengkhianatan tunangan dan tuntutan warisan, keduanya terjebak rahasia besar. Baca web novel ini untuk mengikuti intrik cinta dan takdir yang rumit.
Bab 1 dari Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

"Daniel, aku pulang ..." bisik Karina, tersenyum kecil penuh harapan. Berdiri di depan pintu apartemen tunangannya, ia meremas buket bunga dan hadiah kecil di tangannya. Perasaan gugup dan bahagia bercampur, membayangkan wajah terkejut Daniel, pelukan hangat yang akan menyambutnya setelah setahun terpisah.

Namun, begitu pintu terbuka, bukan kebahagiaan yang ia temukan.

Di ambang pintu, Daniel berdiri dengan ekspresi yang tak pernah Karina bayangkan. Di sampingnya, seorang wanita berdiri terlalu dekat. Vera. Sahabat yang ia percayai seperti saudara, kini berada di samping Daniel, dalam keintiman yang tak bisa diabaikan.

"Aku ... aku bisa jelaskan ...." Daniel mencoba bicara, tapi kata-katanya menggantung di udara. Vera hanya menatap Karina dengan senyum tipis yang lebih terasa seperti ejekan daripada permintaan maaf.

Karina memandang mereka dengan perasaan campur aduk-kecewa, marah, sakit hati. Rasanya seperti ada yang mencengkeram kuat jantungnya, mematahkan semua harapan yang ia bawa pulang.

"Karina..." Daniel memanggil, suaranya bergetar. Namun, Karina tak ingin mendengarnya. Tak ada lagi yang ingin ia dengar dari pria yang telah menghancurkan kepercayaannya.

"Jelaskan?" Karina tertawa pendek, getir. "Apa yang mau kau jelaskan, Daniel? Bahwa kau berkhianat di belakangku? Bahwa semua janji dan kata-katamu itu hanya omong kosong?"

Vera mengangkat alis, sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah. "Karina, ini adalah risiko dari hubungan jarak jauh. Kau yang memilih pergi dan meninggalkan Daniel. Apa kau pikir dia akan menunggu selamanya?"

"Jadi ini salahku?" Karina menelan ludah, tangannya bergetar menahan marah. "Salahku karena percaya pada kalian? Salahku karena berpikir kalian, orang-orang yang paling aku percayai, tidak akan menusukku dari belakang?"

Daniel mencoba melangkah mendekat, wajahnya panik. "Karina, ini... ini bukan seperti yang kau pikirkan..."

"Tidak seperti yang kupikirkan?" Karina mendekat, matanya penuh kemarahan. "Kau tidak tahu bagaimana menghargai perasaan orang lain, Daniel. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri."

Daniel terdiam, tak bisa membela diri. Sementara itu, Vera tersenyum sinis, senyum yang membuat Karina ingin berteriak.

"Daniel, kau tak pernah pantas untukku," bisik Karina, suaranya bergetar. "Dan Vera ... kau lebih hina dari yang pernah kubayangkan."

Vera hanya tersenyum angkuh. "Kau boleh berkata apa saja, tapi kenyataannya, kaulah yang ditinggalkan."

Tanpa menunggu jawaban, Karina berbalik dan berjalan menjauh. Tangannya masih gemetar saat menutup pintu, seperti menutup babak hidup yang paling kelam. Begitu keluar dari gedung, hujan mulai turun, menambah kesunyian hatinya. Langkahnya berat, membawa beban rasa sakit yang tak tertahankan.

Hujan membasahi tubuhnya, tapi ia tak peduli. Dingin hujan tak seberapa dibanding dinginnya perasaan yang menghujam di dalam dada. Setiap kali melangkah, bayangan Daniel dan Vera muncul, menghantui benaknya. Karina ingin berlari, namun setiap langkah terasa semakin lambat, seakan rasa sakit itu tak pernah ingin pergi.

Di tepi jalan, ia berhenti. Napasnya terengah, berusaha menahan emosi yang memuncak. Tanpa sadar, ia bergumam, "Kenapa?" suaranya tenggelam dalam hujan. Tapi tak ada jawaban. Hanya gemuruh hujan yang semakin deras, membuat tubuhnya semakin dingin.

Di tengah lamunannya, sebuah cahaya terang mendekat dari arah yang tak ia sadari. Suara klakson memecah keheningan, dan sebelum ia sempat bereaksi, tubuhnya terpental, jatuh menghantam kerasnya aspal yang basah.

Dunia seketika gelap.

---

Kecelakaan itu terjadi begitu cepat, dan dampaknya cukup parah. Berhari-hari setelah itu, Karina merasakan nyeri di tubuhnya. Ia menghabiskan beberapa waktu di rumah sakit sebelum diizinkan pulang, dengan berbagai obat pereda nyeri yang harus diminumnya secara teratur.

Tapi seminggu setelahnya, ia mulai merasa mual setiap pagi. Awalnya, ia berpikir itu efek dari kecelakaan dan obat-obatan yang harus ia konsumsi. Namun, rasa mual itu semakin sering datang, tak hanya di pagi hari, dan bahkan sering kali disertai pusing yang hebat.

Karina kembali ke rumah sakit, kali ini untuk memeriksakan kondisinya yang semakin lemah. Dokter menanyakan beberapa hal tentang keluhannya dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk beberapa tes laboratorium.

Setelah beberapa waktu menunggu, seorang perawat datang dan meminta Karina untuk menemui dokter di ruangan konsultasi. Karina masuk dengan raut wajah lelah, masih merasa lemas setelah beberapa hari mual dan muntah yang tak kunjung reda.

Dokter menatapnya dengan sorot mata serius. "Nona Karina, kami sudah mendapatkan hasil pemeriksaan."

Karina hanya mengangguk, menunggu dengan hati yang cemas.

"Dari hasil tes, kondisi Anda ternyata lebih dari sekadar efek samping kecelakaan. Anda ... sedang mengandung."

Kata-kata itu menghantamnya seperti badai. Karina membeku, sulit percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Maaf, apa ... apa Anda bilang saya hamil?"

Dokter mengangguk pelan, wajahnya menunjukkan pemahaman terhadap keterkejutan Karina. "Kami memastikan hasilnya dengan pemeriksaan lanjutan. Kondisi Anda stabil, tapi kami sarankan untuk mulai menjaga kesehatan Anda lebih intensif."

Karina hanya bisa terdiam. Pikirannya kalut. Mengandung? Dari siapa? Kapan? Bagaimana mungkin? Tubuhnya terasa lemas, dan ia hanya bisa memandang kosong ke arah dokter, mencoba memproses kenyataan yang baru saja dilemparkan padanya.

Dokter itu melanjutkan, "Kami akan memberikan panduan lebih lanjut untuk menjaga kehamilan Anda. Jika Anda butuh konseling atau ingin berkonsultasi tentang pilihan-pilihan yang Anda miliki, kami juga siap membantu."

Karina mencoba menguatkan diri, mengumpulkan setiap sisa energi yang ia punya. "Terima kasih, Dok. Saya ... saya butuh waktu untuk memikirkan semuanya."

Sang dokter tersenyum lembut, "Tentu, Nona Karina. Kami akan selalu ada untuk membantu Anda."

---

Namun, tubuh Karina ternyata belum cukup kuat untuk menanggung semuanya. Beberapa hari setelah pemeriksaan tersebut, tubuhnya kembali melemah. Mual yang tak tertahankan, rasa pusing yang semakin parah, serta nyeri dari sisa-sisa kecelakaan membuatnya harus kembali ke rumah sakit. Kondisinya belum stabil, dan sekarang, dengan kehamilan yang baru ia ketahui, pihak rumah sakit memutuskan untuk menahannya lebih lama demi pemulihan yang lebih terjaga.

Di ruangan putih itu, Karina terbaring lemah. Selang infus terpasang di tangannya, wajahnya pucat, matanya menerawang, menatap langit-langit. Pikiran dan perasaannya berkecamuk, mencoba mencerna perubahan besar dalam hidupnya. Setiap hembusan napas terasa berat, bukan hanya karena tubuhnya yang lemah, tapi juga beban mental yang kini harus ia pikul sendirian.

Seorang perawat masuk ke kamarnya, meletakkan tangan lembut di bahu Karina, mencoba memberinya ketenangan. "Nona Karina, jika Anda membutuhkan seseorang untuk mendengar, kami semua ada di sini. Tidak mudah memang, tapi kesehatan Anda sangat penting sekarang."

Karina tersenyum lemah, mencoba menguatkan diri meski tubuh dan pikirannya terasa begitu rapuh. "Terima kasih. Saya akan berusaha untuk bertahan."

Perawat itu mengangguk, meninggalkan ruangan, membiarkan Karina dalam kesendiriannya. Karina memejamkan mata, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya mengalir. Semua perasaan sakit, kecewa, marah, dan putus asa ia biarkan meluap.

Namun di balik semua itu, ada janji yang ia buat dalam hatinya sendiri. Janji untuk bertahan, untuk tetap kuat, untuk bayi yang kini tumbuh di dalam dirinya. Perlahan ia menyentuh perutnya yang masih datar, berusaha menerima kenyataan bahwa hidupnya telah berubah. Meski terasa menakutkan dan penuh ketidakpastian, ia tahu, ia tak lagi sendirian.

Dalam keheningan malam itu, dengan tubuh yang lemah dan hati yang penuh luka, Karina berbisik pada dirinya sendiri, "Aku akan melewati ini semua. Aku akan bertahan."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anak Kembar Milik Hot CEO
Anak Kembar Milik Hot CEO
Dalam Anak Kembar Milik Hot CEO, Amber kehilangan segalanya hingga salah masuk kamar Julian Kingston. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukannya kembali dengan sang billionaire dalam situasi rumit. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Amber melindungi rahasia anak kembarnya.
Bukan Gadis Simpanan
Bukan Gadis Simpanan
Dalam romance modern Bukan Gadis Simpanan, Samantha Walker terjebak obsesi masa kecil milyuner Carl Davidson. Berusaha lepas dari stigma negatif, ia berjuang mengubah statusnya dari sekadar simpanan menjadi istri sah. Baca kisah lengkapnya di billionaire romance novels ini.
Cinta Balas Dendam
Cinta Balas Dendam
Dalam novel Cinta Balas Dendam, Alena terjebak pernikahan paksa dengan Azam, seorang CEO kejam. Alena harus bertahan sebagai alat balas dendam di tengah pengkhianatan keluarga. Temukan kisah billionaire romance novels ini dalam koleksi romance stories kami di platform web novel terbaik.
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Novel romantis miliarder "Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku" mengisahkan pengkhianatan Ezra yang mengganti pengantinnya dengan Naila di hari pernikahan, hingga memicu kematian ibu protagonis. Temukan perjuangan melepas masa lalu dalam Novel Web emosional ini untuk baca buku online gratis.
Kecanduan Ciumanmu
Kecanduan Ciumanmu
Dalam Kecanduan Ciumanmu, Midori tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe, pewaris kaya yang sudah dijodohkan. Romance novel ini mengikuti perjuangan mereka melawan tradisi dan jarak Tokyo-Perth. Baca billionaire romance books ini untuk melihat takdir cinta yang penuh tantangan.
Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
Dalam novel romantis miliarder Kencan Buta Setelah Pulang Kampung, Nadya Luandra dikhianati oleh Daniel Liman setelah tujuh tahun hubungan rahasia mereka. Daniel justru memilih cinta pertamanya, Yuna Fadian, dan menganggap Nadya hanya pengganti. Baca novel online gratis ini di Novel Web kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Demi balas budi Lukas Lamja, Susi Yurojo sang genius bisnis Kota Japura, berjanji membantu tunangannya si Lukas membangun usaha dari nol dan memberi dia 10 kesempatan berbuat salah. Berkat usaha Susi, Grup Lamja dengan cepat berdiri kokoh di Kota Japura, tapi belum bisa melantai di bursa efek. Tunangannya yang dulu begitu penyayang kini justru terus menyudutkannya. Di bawah hasutan adik sepupunya, Tina Sanjaya, Lukas berkali-kali menyakiti hati Susi hingga sedalam-dalamnya. Begitu 10 kesempatan berbuat salah habis terpakai, Susi langsung mengkahiri pertunangan. Sejak hari Susi pergi, Grup Lamja mulai mengalami krisis.
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
[Versi suara dubbing] Ketika Masa Lalu Berdenting Lagi
Setelah lima tahun menjadi janda, dia mengetahui bahwa suaminya berpura-pura mati untuk menyembunyikan cinta sejatinya. Dia menikah lagi dengan pengagumnya, memiliki anak-anak, dan kehidupannya membaik — ketika mantan suaminya tiba-tiba kembali...
Mencintaimu adalah Kebahagianku
Mencintaimu adalah Kebahagianku
Emma kabur dari keluarga yang mau kesuksesan dengan cara menjual anak sebelum dia tunangan, tapi dia malah bermalaman dengan pria kaya yang bernama Gevan, bahkan menghamili anaknya. Yang lebih mengejutkan tempat kerja Emma juga dibeli oleh Gevan, awalnya Emma hanya ingin bekerja keras untuk membuktikan kemampuan dirinya, dia memang berhasil membuktikan kemampuannya. Hanya saja, Emma juga terus diganggu oleh Gevan, akhirnya Emma luluh dan jatuh cinta pada Gevan.
Tak Pernah Berpaling Darinya
Tak Pernah Berpaling Darinya
Sejak kecil, Bailee dijodohkan dengan Dante yang kaya raya. Namun, Dante tak mencintainya dan pergi ke luar negeri di malam pernikahan mereka selama tiga tahun. Untuk balas dendam, Bailee menjalin hubungan dengan kekasih yang ia anggap biasa saja. Saat Dante kembali, ia berencana mengakhiri perselingkuhannya. Di saat yang sama, Bailee mengetahui marsekal negara itu kembali dari luar negeri tepat tiga tahun lalu. Mungkinkah sang marsekal adalah kekasih gelap yang selama ini ia biayai?
[Versi Dub] 190 Menit Terakhir
[Versi Dub] 190 Menit Terakhir
Dokter Hadi Pranoto, seorang dokter ternama dari Seston, ditugaskan oleh keluarga Wijaya, keluarga paling berpengaruh di Xonos, untuk mengantarkan ginjal penyelamat dari Rumah Sakit Bandar Medika ke Xonos dalam waktu tiga jam untuk menyelamatkan Chandra Wijaya. Di dalam pesawat, ia tak sengaja bertemu dengan Siska Darmawan, calon menantu keluarga Wijaya. Ketegangan memuncak ketika Siska dan ibunya menyalahgunakan pengaruh keluarga Wijaya—membahayakan nyawa Chandra.
Sejak Itu, Kita Terpisah Jauh
Sejak Itu, Kita Terpisah Jauh
Tujuh tahun lalu, adik Kevin Tanjaya, Alexander Tanjaya, menabrak seseorang hingga tewas. Tunangannya, Sarah, dan orang tuanya malah memaksanya untuk mengakui kesalahan adiknya. Kevin pun akhirnya ditangkap dan dipenjarai. Setelah bebas, Kevin sadar gak ada satu pun anggota keluarganya yang peduli dengannya. Karena sudah berkali-kali mengalami pengkhianatan, dia pun memutuskan untuk pergi.