Logo
Tarian Aksara
Tarian Aksara

Tarian Aksara

73 Bab
Tamat
Dalam novel romance Tarian Aksara, Ara berjuang menerima kenyataan hidup di atas kursi roda. Bersama Aksa, ia menghadapi konflik takdir dan emosi masa muda. Temukan kisah perjuangan mereka dalam young adult fiction romance books ini, sebuah web novel yang menyentuh tentang loyalitas.
Bab 1 dari Tarian Aksara

[Hallo, iya kenapa, Ma?]

Dari arah seberang telepon tersebut, terdengar suara jawaban. [Kamu sekarang ada dimana, Kiara?]

Kiara yang masih berkutat dengan pekerjaannya juga beberapa kertas dokumen dalam genggaman tangannya, menyempatkan waktu untuk menjawab telepon dari ibunya itu. Ia selalu mengutamakan apa pun yang berasal dari keluarganya, meski saat ini bisa dibilang tengah sibuk.

Kiara mengangkat tangan kirinya yang terpasang jam tangan magnet tersebut. [Kiara masih di kantor Ma, memangnya ada hal yang mau dititipkan, kah?]

Anindita dari seberang panggilan telpon hanya menghembuskan napasnya kasar, dan tak berucap sepatah kata pun. Kiara bahkan sangat memahami apa maksud dari hal tersebut, dan terkekeh pelan.

[Mama ada perlu sesuatu yah? Bilang aja apa, nanti Kiara usahakan kok,] ucap Kiara dengan mata yang tak teralih sama sekali pada berkas yang berserakan di atas meja tersebut.

Anindita tersenyum cerah. [Beneran yah kamu, jangan bohong loh ini. Mama sebenernya lagi pengen banget tas yang branded dan itu ... udah lama sekali diincar, dan sekarang kesempatan itu akhirnya Mama dapat.]

Kiara menganggukkan kepala dan menjawab dengan deheman, untuk terus mendengar ucapan dari Anindita tersebut.

[Jadi, Kiara harus apa, Mamaku sayang,] ucap Kiara disertai napas lelah.

[Kamu bisa gak tolong ambilkan tas tersebut di salah satu toko dan letaknya itu lantai ke dua Mall City, bisa?] tanya Anindita merasa was-was.

"Sudah biasa Kiara," batin Kiara saat mendengar ucapan dari Anindita yang menyuruhnya untuk pergi dan mengambil barang pesanan tersebut, disaat pekerjaan sangat menumpuk dan banyak sekali yang harus ia lakukan kali ini.

Kiara menghela napas, untuk kemudian ia menjawab, [Habis pulang kerja aja gimana? Kalau sekarang Kiara lagi sibuk banget dan gak mungkin bisa untuk ke sana.]

[Dasar anak kurang ajar! Mama mau kamu ke sana sekarang juga, gak ada alasan lain! Itu impian Mama untuk punya barang tersebut, kamu ini gimana sih? Gak pengertian sekali dengan orangtua.]

Sambungan telepon akhirnya terputus dan Kiara tertegun dengan ucapan yang terlontar dari Anindita barusan. Apa ia salah sekarang? Ah, mungkin benar ini adalah kesalahannya, lagi pula semua pekerjaan ini akan ia selesaikan setelah selesai mengambil barang tersebut.

Kiara mengetikkan sesuatu pada layar ponsel tersebut, dan dengan cepat ia mengirimkannya. Setelah itu dengan segera ia kembali membereskan semua berkas yang ada di atas meja untuk kemudian diletakkan pada laci.

"Huh! Semoga terkejar dengan deadline besok nanti," gumam Kiara dengan napas lelahnya.

Kiara sebenarnya sedikit bingung dengan keinginan Anindita yang selalu saja tidak pernah melihat betapa sibuknya ia dengan semua pekerjaan tersebut, dan kenapa harus dan mesti untuk dilakukan setiap kali meminta sesuatu tanpa pernah ingin mengerti situasi dan kondisinya.

Kiara membuka knop pintu, dan berpapasan dengan Aksa yang hendak saja masuk ke dalam ruangannya.

"Ara, lo kenapa deh muka lemes gitu?" tanya Aksa dengan kening berkerut karena merasa aneh pada Kiara yang tumben sekali cemberut dan lesu seperti itu.

Kiara menatap malas ke ara Aksa yang tengah berhadapan dengan dirinya saat ini, dan kembali melangkahkan kaki dengan tangan kanan memegang ponsel sekaligus kunci mobil.

"Gue tuh capek banget, Aksa! Kerjaan lagi banyak dan sekarang ... Mama maksa aku untuk pergi ke toko untuk ambil tas impiannya," keluh Kiara dengan berjalan lunglai.

Aksa yang mengikuti Kiara berjalan dari sampingnya, hanya menggelengkan kepala saja. Tidak habis pikir, dan ia juga tidak mengeluarkan komentar sama sekali.

"Sabar yah," ucap Aksa dengan tangan yang menyentuh bahu Kiara dan mengelus lembut. "Atau gini aja, Ra! Lo masuk ke dalam dan kerja, untuk masalah tas itu biar gue yang ambil, gimana?"

Kiara menatap selintas Aksa yang tengah memberikan penawaran sangat menarik untuk dirinya saat ini, akan tetapi dengan cepat ia tolak karena ini adalah tanggung jawabnya sebagai anak yang harus berbakti pada orangtua.

"Makasih Aksa, udah nawarin ini sama gue. Tapi keknya gak deh, biar gue aja yang ambil," tolak Kiara dengan halus agar Aksa bisa paham dengan maksudnya.

Aksa hanya mengangguk pelan dan mengerti, ia juga tak akan memaksa apa pun yang sudah menjadi keputusan dari Kiara.

"Apa kata lo aja, Ra! Hati-hati di jalannya, dan jangan ngebut itu bawa mobil, gue tunggu di ruangan lo," ucap Aksa dengan senyum dan tangan yang mengusap puncak kepala dari Kiara.

Kiara menatap Aksa dengan lesu dan anggukan pelan. "Okey, tunggu aja di ruangan gue, pasti gue akan pulang secepatnya setelah ambil barang tersebut."

"Okey." Aksa melihat tubuh Kiara yang kini mulai menjauh dari pandangannya saat ini.

Kiara berjalan dengan cepat untuk menuju parkiran kendaraan yang ada di kantornya, memencet tombol yang ada di kunci dan terdengar suara bel dari mobilnya.

"Huh, semoga gak telat gue ke sana," gumam Kiara sembari tubuh yang menunduk dan mulai masuk ke dalam mobil, dan duduk di tempa kemudi.

Kiara mulai menyalakan mesin mobilnya itu, dan dengan perlahan tapi pasti akhirnya bergerak untuk menuju ke jalan raya.

Kiara dengan fokus dan kecepatan yang ia tinggikan agar bisa cepat sampai di tempat yang saat ini hendak ia tuju. Hati yang berdebar was-was karena dua hal yang tengah menanti dan harus ia dapatkan kini, pertama pekerjaan yang belum juga kelar, dan kedua Anindita yang menyuruhnya untuk pergi ke salah satu mall dan jarak tempuhnya cukup jauh dari kantor.

"Tuhan, semoga lancar kali ini!" Kiara dengan tatapan mata yang lurus ke depan, dan juga laju yang kini sudah di atas rata-rata.

Lampu merah mulai telihat di mata Kiara, dan anehnya ia tidak bisa sama sekali untuk menurunkan kecepatan laju kendaraannya saat ini, dan dengan panik ia menekan kuat pedal rem yang ada di bawah kakinya saat ini. Namun, tetap tak ada reaksi sama sekali, dan ia menangis di tengah kekalutan saat ini.

"Ya Tuhan! Mobil Ara kenapa ini? Kenapa tidak bisa dihentikan sama sekali?"

"Tuhan, Ara takut kalau gini ceritanya."

Beruntungnya jalanan nampak lenggang karena di jam seperti ini hanya ada beberapa orang yang ada di luar, dan selebihnya tengah sibuk bekerja.

Lampu merah sudah terpasang dengan jelas dan Kiara melihatnya dengan sangat baik. Air mata, keringat dingin, bahkan sudah keluar dan bercampur aduk seiring matanya menangkap truk yang sedang melaju dari arah yang berlawanan, dan dengan cepat ia membanting stir ke kiri untuk menghindar. Naasnya badan mobil terdorong kuat dan membuatnya terpelanting jauh hingga berguling di atas aspal.

"Tuhan! Kenapa ini?" tanya Kiara sebelum matanya berakhir tertutup dan tidak sadarkan diri.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
Dalam romance novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal, seorang wanita memilih mengakhiri hubungan delapan tahun dengan Jake Burton demi ketenangan di sisa hidupnya. Di balik konflik ini, ia menyimpan rahasia medis yang memaksanya meninggalkan kenyataan pahit dalam modern novel ini.
Love for Haphephobia
Love for Haphephobia
Dalam Love for Haphephobia, Lintang terjebak drama rumit saat mencoba menggagalkan pernikahan ibunya. Demi membuktikan cintanya pada Bintang di depan mantan kekasihnya, ia harus menghadapi trauma fisik dalam romance novel ini. Sebuah modern novel penuh pilihan sulit dan pembuktian diri.
MAWAR EMAS SANG PEWARIS
MAWAR EMAS SANG PEWARIS
Dalam MAWAR EMAS SANG PEWARIS, Lily menghadapi dilema antara perjodohan bisnis global atau cintanya pada asisten pribadi yang sederhana. Ikuti kisah billionaire romance ini di platform webnovel kami untuk membaca berbagai romance stories dan modern novel terbaik secara mendalam.
Pernikahan Si Mungil
Pernikahan Si Mungil
Dalam romance novel Pernikahan Si Mungil, Rachel harus menghadapi kontrak nikah sebulan dengan Hiram, seorang CEO muda. Di tengah kutukan nasib buruk Rachel bagi pasangannya, billionaire ini justru menemukan ketertarikan tak terduga. Temukan kelanjutan hubungan mereka di webnovel ini.
Pesona Wanita Pilihan CEO
Pesona Wanita Pilihan CEO
Dalam Pesona Wanita Pilihan CEO, William terancam kehilangan jabatan di Johnson Corporation demi menolak perjodohan ayahnya. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah ini mengikuti perjuangan William mempertahankan cintanya dalam web novel penuh konflik keluarga dan kekuasaan.
Puncak Nafsu Ayah Mertua
Puncak Nafsu Ayah Mertua
Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sang Legenda: Dewi Penjaga Jiwa
Sang Legenda: Dewi Penjaga Jiwa
Selama ribuan tahun, Sarah Liman memimpin Paviliun Seribu Jiwa, mengabulkan keinginan dengan harga paling berharga. Setelah tugasnya usai, ia menjadi pengembara. Setahun lalu, Keluarga Larna memohon perlindungan dengan nyawa sebagai janji, tetapi Sarah justru dianggap sebagai beban. Kini, kepala Keluarga Malik sakit parah, kemudian anggota keluarganya bersujud dan memohon bantuan dari Sarah.
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
Menantu Terkuat Keluarga Milyarder
Menantu Terkuat Keluarga Milyarder
Sebuah insiden tak terduga membuat Liam mengetahui pengkhianatan istrinya, bersamaan dengan berakhirnya masa percobaan tiga tahunnya. Sejak saat itu, ia resmi memutus hubungan dengan keluarga Lambert dan memulai petualangan bisnisnya sendiri.
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal yang pulang setelah memenangkan perang mengira akan menikah dengan tunangannya yang baik itu, tak disangka tunangannya ternyata orang yang serakah akan kekuasaan dan memilih menikah dengan wanita yang menyamar menjadi adik jenderal. Di saat itu, semua orang mengira wanita yang hanya bisa seni bela diri ini akan menjadi lajang tua, tak disangka dia malah menikah dengan orang yang sangat sederhana, mereka bahkan melewati banyak rintangan dan hidup senang.
Istriku Mendaftarkanku ke Bagian Andrologi
Istriku Mendaftarkanku ke Bagian Andrologi
Ini tindakan ini, sama seperti saat dia tanpa pertanda menikahi keluarga Gu, sekali lagi membersihkan teman-teman di lingkaran sosialnya. Setelah putus, dia mengungkapkan bahwa mantan suaminya mengalami ketidaksuburan, apakah dia merasa hidupnya terlalu panjang? Siapa itu Gu Jingyan? Seorang penguasa tegas yang mampu menggugat media yang menyebarkan fitnah hingga bangkrut.
Cinta dari Ibuku
Cinta dari Ibuku
Tua, miskin, dan bisu. Tiga kata ini sangat melekat pada Feni Dawin, seorang ibu yang membesarkan dua anaknya sendirian. Walau menjalani kehidupan yang sulit, Feni tidak menyerah dan tetap merasa bahagia asalkan hidup bersama kedua putranya. Suatu hari, anak bungsunya tiba-tiba menghilang. Dunia Feni seakan runtuh, dia sangat bersedih atas kematian anak bungsunya. Namun, tanpa dia sadari, anak bungsunya yang menghilang kembali ke pangkuannya. Bagaimana kisah mereka? Akankah mereka bisa berkumpul kembali?