Logo
Tamu Selepas Subuh
Tamu Selepas Subuh

Tamu Selepas Subuh

60 Bab
Tamat
Dalam mystery story Tamu Selepas Subuh, Dewi menerima bayi dari wanita asing yang menghilang misterius. Saat mayat wanita ditemukan tak jauh dari rumahnya, Dewi terjebak teka-teki mematikan. Baca horror novel ini untuk mengungkap kebenaran dalam salah satu fiction books paling mencekam.
Bab 1 dari Tamu Selepas Subuh

Tokk tokk tokk

Suara ketukan pintu depan, terdengar nyaring. Aku yang baru saja selesai melaksanakan salat subuh, langsung menuju ke depan, tanpa menyahut.

Tokk tokk tokk

"Mbak..."

Suara ketukan dan panggilan dari seorang wanita. Tanpa menyahut lagi, aku pun mengintip dari balik korden jendela, memastikan siapa yang mengetuk pintu rumahku di pagi buta seperti ini.

"Mbak, tolong bukakan pintunya!" ucap suara di depan lagi.

Seorang wanita muda dengan rambut dicepol, memakai hem kotak-kotak biru, dipadu dengan celana jeans hitam, tengah berdiri tepat di depan pintu rumahku.

Wanita cantik itu, menggendong seorang bayi, sambil membawa sebuah tas besar.

Tok tok tokk

"Mbak!"

Kali ini, segera kubuka pintu rumah, setelah yakin, jika yang mengetuk pintuku ini, adalah manusia tulen.

"Cari siapa ya, Mbak?" ucapku lembut, membuka obrolan, saat pintu telah kubuka.

Gerbang rumah, memang sengaja tak kukunci sejak semalam, karena suamiku bilang akan pulang. Tapi, sampai sekarang dia belum sampai juga.

"Ini Mbak Dewi, ya?!" tanyanya lirih.

Meski masing gelap, aku bisa melihat dari sorot lampu, jika gadis ini amat caantik, dengan rambut warna merah yang diponi.

Tampak bulir-bulir keringat, yang membuat poninya itu basah.

Kenapa di pagi buta yang dingin ini, dia malah berkeringat? Apa mungkin dia tadi habis berlari-lari?

"Iya, benar, saya Dewi. Mbak ini siapa ya? Kok sepertinya, saya belum pernah bertemu sebelumnya," ucapku sambil tersenyum.

"Mbak Dewi nggak perlu tahu siapa aku...aku ke sini, hanya ingin menitipkan anakku ini, Mbak. Tolong rawat dia dengan baik, sayangi dia seperti anakmu sendiri. Demi Allah, tolong jaga dia baik-baik."

Wanita itu, kemudian menyerahkan bayi mungil dalam gendongannya padaku. Kudengar dia mulai menangis terisak.

"Tapi, Mbak, ini anak siapa? Aku nggak mau nanti ada polisi yang datang, dan menuduhku mengambil bayi ini," ucapku yang akan kembali menyerahkan bayi mungil ini.

"Tolong, Mbak...ini anakku sendiri kok. Usianya masih seminggu, Mbak. Aku tak punya banyak waktu. Jadi, untuk terakhir kalinya, aku mohon, jadilah ibu selamanya untuk putraku," ucapnya sembari makin menangis.

Melihat nya seperti itu, aku jadi tak tega. Sepertinya, dia sedang tidak berbohong. Dan aku bisa melihat, jika dia meminta dengan sungguh-sungguh.

"Memangnya kamu mau kemana, Mbak?"

"Ke suatu tempat, Mbak. Terima kasih, ini ada sedikit perlengkapan dan susu," ucapnya lagi, sambil menaruh tas bayi di samping kakiku.

Dia kemudian menciumi bayi mungil yang ada di gendonganku, sambil menangis dan berucap, "maafin mama ya, Nak. Mama nggak bisa jagain kamu untuk selamanya. Mama sayang Lio."

"Mbaknya ini sebenarnya siapa? Kok tahu rumahku, dan tahu namaku?!" Aku tentunya masih sangat penasaran dengannya.

"Suatu hari, pasti Mbak Dewi akan tahu semuanya. Terima kasih, Mbak...aku pamit dulu!"

Tanpa menunggu persetujuannku, dia langsung lari secepat mungkin, tanpa menoleh lagi. Sebenarnya, aku ingin berteriak menanyakan namanya dan agar dia tidak pergi , namun aku tak ingin membuat tetangga terbangun.

Bayi mungil yang terbungkus selimut tebal itu, matanya terbuka. Tampan dan sempurna, namun raut wajahnya, mengingatkan pada seseorang, entah siapa itu.

Segera kubawa masuk, karena udara di luar amat dingin dan juga berangin. Kubawa masuk ke kamar bayi itu, dan menurunkannya di ranjang. Selimut yang melilit tubuhnya kubuka, sambil mengecek popok sekali pakainnya.

Seketika, bayi mungil itu mengeliat, dan ya ampun, dia amat lucu sekali. Matanya menatapku, dan dia menghadiahi sebuah senyum. Sungguh teramat gemas aku dibuatnya. Saat kuteliti, ada sebuah tanda lahir di punggungnya.

Sebenarnya, sudah dari dulu, aku dan Mas Hasan, suamiku, ingin seorang anak laki-laki. Namun, itu adalah hal yang mustahil, karena rahimku sudah lama diangkat, setelah adanya banyak fibroid di rahimku. Jadi, pupus sudah harapan untuk memiliki seorang anak lagi.

Sebuah chat masuk ke handphoneku, yang kuletakkan di nakas. Segera kubaca pesan di wa tersebut.

[Ma, maaf ya, papa nggak jadi pulang semalam. Soalnya di lapangan ada kendala, dan harus segera diselesaikan. Jadi mungkin aku baru bisa pulang, tiga atau empat hari ke depan.]

Sebuah chat kuterima dari Mas Hasan, suamiku.

[Memangnya nggak biaa gitu Pa, pulang sebentar? Hari ini 'kan, ulang tahunnta Fika, dia juga akan pulang, harusnya Papa juga pulang sebentar.] Balasku.

[Aduh, nggak bisa ini. Lagi genting! Lagian Fika kan uda gede, Ma. Masak mau diulang tahunin terus? Biar nanti kutransfer uang saja padanya, sebagai hadiah.]

[Ya sudah, terserah kamu saja deh, Pa.]

Sebenarnya, ingin aku menceritakan tentang bayi ini pada Mas Hasan, tapi kuurungkan. Aku takut dia nanti malah marah.

Bayi kecil yang tadi dipanggil mamanya Lio itu, kini tiba-tiba menangis. Segera kuambil botol susu dari saku tas bayi, dan dia langsung diam saat sudah minum susu.

"Jangan nangis lagi ya, Sayang. Mulai sekarang, aku mama kamu, ya, " ucapku sembari mengelus pipi halusnya.

Entah hanya perasaanku saja, atau memang benar adanya. Saat diamati, wajahnya jadi amat mirip sekali dengan Mas Hasan suamiku. Seketika pikiran buruk keluar, namun coba kutepis, karena tak mungkin suamiku itu macam-macam di luar.

***********

Jam di dinding dapur sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sambil menggendong Lio, aku memasak dari tadi dan kini sudah selesai. Masakan ini kubuat spesial untuk puteri semata wayangku, yang kini genap berusia dua puluh tahun.

Handphoneku tiba-tiba berbunyi, tanda panggilan masuk, ternyata itu dari Fika, anakku. Langsung kuangkat panggilan itu, siapa tahu ada yang penting.

"Assalamualaikum, ada apa, Fik?" ucapku membuka percakapan melalui sambungan telepon ini.

"Waalaikum salam. Ma, ada mayat ditemukan, di kampung Wonorejo. Ini aku mampir dulu untuk melihatnya," jawab Fika dari ujung sana.

"Innalillahi...Mayat? Laki-laki atau perempuan, Fik?" tanyaku penasaran.

"Perempuan, Ma. Masih muda dan cantik sekali, dari mulutnya keluar banyak busa, seperti habis keracunan gitu."

"Ya ampun kasihan sekali. Wonorejo itu 'kan, nggak jauh dari rumah kita, Fik...sudah kamu sekarang cepat pulang, Mama sudah masak kesukaanmu ini. Hati-hati. Assalamualaikum."

"Oke, baik Ma...waalaikumsalam."

Setelah mengakhiri panggilan itu, aku pun menuju ke kamar, untuk meletakkan Lio yang telah tidur. Karena, aku akan membersihkam diri, sebelum nanti sarapan berasama Fika.

Lima belas menit kemudian, Fika sudah sampai di rumah, saat aku sedang menata makanan di meja.

"Ma...iniloh foto wanita muda yang meninggal tadi, aku sempat memfotonya," ucap Fika sambil menunjukkan handphonenya padaku.

Deg!

Foto mayat yang diperlihatkan Fika itu, sama persis dengan wanita yang menyerahkan bayi Lio tadi. Memakai hem kotak-kotak warna biru, dan celana jeans hitam. Dan tentu saja, aku masih sangat mengenali wajah yang tadi menangis, saat menyerahkan anaknya itu.

Tapi, mengapa dia tiba-tiba meninggal dengan mulut berbusa? Padahal tadi kulihat dia baik-baik saja.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cermin
Cermin
Dalam novel Cermin, Ines menggunakan kemampuan melihat aura kematian untuk bertahan hidup. Di tengah misteri hantu yang mengancam nyawa, ia harus menjaga hubungannya dengan Rangga. Simak kisah horror novel ini dan baca selengkapnya di web novel dengan elemen mystery story yang mencekam.
Crazy Woman
Crazy Woman
Dalam Crazy Woman, Ria Ananta menyembunyikan identitasnya sebagai putri konglomerat demi hidup normal. Namun, hubungan dengan Christian memicu konflik keluarga dan sisi gelap yang mengerikan. Simak kisah billionaire romance novels ini dengan sentuhan horror novel yang penuh misteri.
Deviant Love
Deviant Love
Dalam Deviant Love, Windy terjebak rangkaian pembunuhan misterius pasca kematian Jimmy. Ia harus menghadapi teror tak dikenal dan tuduhan kejam di tengah ketegangan mystery story ini. Baca selengkapnya dalam modern novel yang mencekam ini sebagai salah satu fiction books pilihan Anda.
DON'T PLAY GAMES WITH ME
DON'T PLAY GAMES WITH ME
Dalam novel DON'T PLAY GAMES WITH ME, Adiba menghadapi teror mengerikan di rumah barunya di Rusia. Kisah romance modern ini berubah menjadi horror saat Adiba keguguran secara misterius. Kini ia menuntut balas dalam adventure penuh misteri. Baca web novel menegangkan ini sekarang.
Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
Dalam Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa, Narendra Wilaga melacak Oceana Bluesha demi mengungkap lagu misterius yang mengusik hidupnya. Pencarian ini memicu adventure penuh barang gaib dan misteri masa lalu. Simak kisah romance unik ini dalam web novel yang memadukan takdir dan kekuatan magis.
Kecelakaan dan Penyesalan
Kecelakaan dan Penyesalan
Dalam novel misteri Kecelakaan dan Penyesalan, seorang kakak sekarat akibat jantung robek setelah tabrakan mobil. Namun, ibunya yang menjabat direktur rumah sakit justru mengabaikannya demi luka ringan sang adik. Baca novel online gratis bergenre novel horor ini untuk mengungkap akhir tragisnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kaisar Pulang ke Desa (Sulih Suara)
Kaisar Pulang ke Desa (Sulih Suara)
Sebelum meninggalkan kampung halamannya, Alingga berjanji pada tunangannya, Rinjani, bahwa ketika dia menjadi kaisar, dia akan kembali dan menjadikan Rinjani sebagai permaisuri. Bertahun-tahun kemudian, dia naik takhta sebagai kaisar. Untuk menepati janjinya, dia memutuskan untuk menyamar dan kembali ke kampung halamannya. Namun, saat memasuki gerbang kota, dia mendapati tunangannya, Rinjani, telah berubah hati dan akan menikah dengan putra Bupati...
[Versi Dub] Mafia di Balik Seragam SMA
[Versi Dub] Mafia di Balik Seragam SMA
Saat seorang mafioso kelas kakap menyadari dirinya berada dalam tubuh seorang siswa SMA yang sering ditindas, dia melihatnya sebagai kesempatan kedua untuk melanjutkan pendidikan. Namun, akankah kelicikannya di dunia kriminal membantunya meraih impian masuk universitas atau justru para penindas akan membuatnya putus sekolah lagi?
Mantan Istri Kesayangan
Mantan Istri Kesayangan
Semua orang memuji Pak Sivaro sebagai contoh suami dan ayah teladan. Hingga Suria Wiguna kembali membawa anaknya, dia benar‑benar kehilangan akal. Menghadapi kejaran Pak Sivaro yang tak henti, dia menolak dengan tegas: “Anak ini milikku, tapi aku tidak mau kamu.” Namun ketika dia melihat dua anak yang sangat mirip dengannya, akhirnya dia menyerah pada kenyataan. Menyesal lalu ingin mengejar istri? Dia harus mengantri dulu!
Cinta Rahasia 10 Tahun
Cinta Rahasia 10 Tahun
Demi menyelamatkan reputasinya, CEO Raymond Hawk membuat kesepakatan dengan Ratu Hotel Zoe Jonald: pernikahan palsu. Zoe mengira ini hanya bisnis, sampai ia mengungkap rahasia yang disimpan Raymond selama sepuluh tahun. Saat kontrak mereka berakhir dan Zoe mencoba pergi, Raymond menegaskan perjanjian mereka belum usai. Kini, kesepakatan itu berubah menjadi permainan berbahaya yang melibatkan cinta, rahasia, dan masa lalu yang tak bisa terkubur.
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Aubrey dan adik perempuannya, Hannah, menikahi kedua putra keluarga Powell demi imbalan besar. Aubrey yang tangguh secara fisik ditugaskan untuk mendisiplin sang adik yang playboy, sementara Hannah yang energik dan cerewet ditugaskan untuk menyembuhkan sang kakak yang pendiam. Namun, ketika mereka berdua hendak menyelesaikan perceraian dan mengambil hadiah, kedua saudara Powell justru bertindak cepat untuk menggagalkan rencana tersebut.
Kehamilan Suamiku
Kehamilan Suamiku
Caiden dan Freya, yang berniat bercerai, tiba-tiba mengalami pertukaran jiwa. Mereka dipaksa untuk mempertahankan identitas mereka dan terus hidup bersama. Seiring berjalannya waktu, Caiden secara bertahap menyadari kesulitan yang telah dialami istrinya dan mencoba memenangkan kembali hati istrinya yang mendingin.