Logo
Symphony Hati
Symphony Hati

Symphony Hati

54 Bab
Tamat
Dalam romance modern Symphony Hati, Dayana menghindari pernikahan demi ambisi mandiri. Namun, kencan buta yang diatur sahabatnya mempertemukannya dengan Naren. Tawaran pria berbahaya ini menguji prinsipnya. Baca cerita seru ini di webnovel sebagai salah satu fiction books pilihan.
Bab 1 dari Symphony Hati

Tempat itu bukan warung remang-remang, tapi pencahayaannya sangat minim. Lampu mati-hidup yang membuat pusing kepala. Suara musik menghentak-hentak yang membuat telinga sakit, sangat berisik. Ditambah lagi tubuh-tubuh berseliweran yang bergoyang seirama dengan hentakan musik.

Orang-orang dalam gedung itu menggila, meninggalkan segala masalah, tagihan-tagihan dan norma. Tambahkan juga esok pagi ketika pengaruh alkohol sudah hilang, masalah-masalah itu akan kembali menuntut dipikirkan. Namun, biarlah itu menjadi urusan besok.

Dayana sebisa mungkin berjalan cepat, ke kanan ke kiri menghindari orang-orang yang sudah setengah sadar agar tidak perlu bertabrakan. Dayana menggerutu dalam hati dan merutuki teman-temannya. Bagaimana bisa mereka membuat agenda party di hari kerja?

'Udah mulai gak waras dia ya,' pikir Dayana sambil geleng-geleng kepala. 'Bisa-bisanya pesta lajang saat weekday, emang harus begini banget?'

Dayana menghentikan langkahnya, Ia menyipitkan mata memandang sekitar, menyesuaikan netranya dengan keremangan cahaya. Mencari keberadaan teman-temannya, untungnya dia segera menemukan sosok seorang perempuan yang sangat familier. Berambut panjang dengan highlight ash brown, pakaian yang dikenakan nyaris kurang bahan. Perempuan ini tengah asik menggerakkan tubuhnya meliuk-liuk di atas meja, ya ... sahabatnya yang satu ini sangat mencolok dan mudah sekali dikenali.

Dayana melanjutkan langkahnya, menghampiri sofa tempat kawan-kawannya yang mulai menggila. Seorang perempuan berambut merah menyala berjalan limbung ke arahnya. Di belakangnya seorang pria berbadan besar, berjalan tidak kalah limbungnya-sepertinya mulai mabuk-keduanya menubruk Dayana hampir bersamaan.

Dayana yang semampai bertubrukan dengan keduanya, dan karena perbedaan postur yang terlalu besar, membuat Dayana tidak bisa mempertahankan posisi. Langkahnya ikut limbung meski tidak mabuk, dan langkah mundurnya untuk mempertahankan keseimbangan membuatnya nyaris terjerembap ke lantai, jika saja tidak ada sepasang lengan yang meraih pinggangnya tepat waktu.

"Got you!" suara bariton yang berat dan dalam terdengar panik sekaligus lega. "Are you okay?"

Lega rasanya tidak terjatuh dalam keramaian dan keremangan lampu. Dayana menggeliat melepaskan diri dari lengan kokoh yang menangkapnya, ia memutar tubuhnya menghadap penyelamatnya-seorang laki-laki tinggi memakai hitam slim fit, wajahnya terlihat tidak cukup jelas karena cahaya dalam ruangan yang minim.

"Yap. I'm okay. Thanks a bunch dear!" kata Dayana dengan melemparkan senyuman manisnya.

"No problem dear, anytime," jawab laki-laki itu, masih dengan suara baritonnya yang membuat bulu-bulu halus di leher Dayana sedikit meremang.

Dayana melanjutkan langkahnya, kembali mendekati meja kawan-kawannya yang masih asik dengan alunan musik menghentak.

"Dayana! Sini!" panggil si seksi ash brown yang tetap dengan posisi berjoget di atas meja, meliuk-liukan tubuhnya seirama musik.

Debby, sang pemilik pesta malam ini sekaligus salah satu sahabatnya. Ia mengenakan gaun dark blue berbahan sutra yang jatuh dan bertali spageti, memiliki potongan rendah di bagian dada maupun punggung. Beberapa sobekan kertas confetti tampak menempel di kulitnya yang terbuka. Tangan kanannya memegang gelas kristal yang berisikan cairan keemasan dengan buih halus mengelilinginya. Badannya meliuk-liuk mengikuti musik yang sedang hits, diputar oleh DJ kenamaan.

Saat ini turut menari Bersama Debby, dua sahabat Dayana yang lain, yang mala mini penampilannya nggak kalah seksi dan glaumor.

"Jahat banget sih lo, ini sudah jam berapa? Masa lo telat sampe satu setengah jam!" Debby berbicara dengan suara keras, karena suara musik yang menghentak masih dominan.

Dayana, yang baru saja diteriaki, bersikap acuh dengan tetap mengembangkan senyum tipis di bibirnya. Jika teman-temannya yang lain dating ke sini dengan memakai gaun bertali spageti atau rok mini dengan dengan aksesoris dan sepatu high heels, Dayana justru datang masih dengan setelan kantornya hari ini. Celana panjang slim fit berbahan kain stretch yang mencetak jelas panggul dan kaki jenjangnya, dipadukan dengan kemeja putih dengan aksesoris kalung sebagai pemanis. Rambut panjangnya ia biarkan tergerai dengan sedikit curly di bagian bawahnya.

"Astaga, Day! Lo itu kesini mau party, bukan mau pitching ke klien!" sembur Diana saat melihat penampilan Dayana. Diana adalah sahabat Dayana dengan potongan rambut pendek sebahu yang diwarnai burgundy, persis seperti wine yang mengisi gelas di tangannya. Diana malam ini mengenakan rok mini putih berbahan kulit yang sedikit mengkilap, dipadukan dengan crop top senada yang hanya menutupi bagian dadanya. Sementara perut rata hasil gym-nya dibiarkan terpampang sempurna.

Dayana tersenyum lebar menanggapi ocehan sahabatnya soal penampilannya. Dilemparkannya tas ke sofa, dan dihenyakkannya tubuhnya juga. Ia meraih botol Champagne yang sudah banyak berkurang isinya, dan menuang sisanya ke satu gelas kosong yang ada di meja. Dayana menegak minuman keemasan itu sekaligus, dan berdecak menikmatinya.

"Mantappp!" ujarnya, sembari mencecap-cecap sisa rasa alkohol yang masih tertinggal di lidahnya. "Gilaa! Capek bener gue! Mau meledak rasanya kepala gue hari ini!"

Ketiga sahabat Dayana masih meliuk-liuk, menari dengan gerakan liar. Diana, si rambut pendek yang seksi dan sporty berjoget gelas wine yang masih dalam genggamannya. Sedangkan Lina, yang malam ini mengenakan mini dress berbahan satin mirip lingerie hanya bergoyang lemah gemulai seirama musik, sepertinya Lina sudah mengalami trans akibat pengaruh Civas yang diminumnya.

Debby akhirnya melompat turun dari atas meja, dan mengempaskan dirinya di samping Dayana, memeluknya seperti bayi simpanse yang menggelayut di induknya.

"Lo bau banget, woii!" gerutu Dayana sembari menutup hidungnya dan mendorong sahabatnya menjauh. Aroma alcohol berbaur dengan aroma parfum Diana sungguh bukan perpaduan yang bersahabat dengan hidung Dayana.

"Lo udah minum berapa botol, Deb?"

Debby tergelak mendengar protes Dayana. "Namanya juga party, Day. Lo yang aneh, masa datang ke tempat ginian pake outfit kantor. Lo belom mandi ya? Untung masih cakep!"

"Ya kan gue emang langsung dari kantor ini, Debby yang pintar," jawab Dayana mencoba bersabar menghadapi sahabatnya yang sedang setengah trans.

"Lina!" panggilnya kepada perempuan dengan mini dress satin. "Oh My God! udah teler lo, Lin?" Dayana tergelak melihat Lina yang kagok saat berusaha turun dari meja. "Sini! Pelan-pelan, awas itu kepleset!" Kemudian Dayana berpaling pada Debby yang duduk menyandari sofa. "Lo apain si Lina, Deb? Buset, kalian pada bar-bar bener, sih? Minum apa aja kalian?"

Tidak lama kemudian, Diana turun dari meja dan ikut mengempaskan tubuhnya di samping Dayana. Aroma alkohol terpancar kuat. Dayana jadi penasaran sudah berapa botol yang mereka habiskan.

Malam ini, Debby menggelar pesta lajang privat untuk mereka berempat, alasannya demi merayakan pertunangannya. Dayana yakin sebenarnya itu hanya alasan untuk Debby supaya melegalkan acara mabuk-mabukannya saja. Dayana menduga, Debby sedang suntuk dan ingin bersenang-senang saja.

Debby sebenarnya mengajak mereka semua untuk mabuk sampai black out sejak pukul 9 malam. Namun sayang, Dayana harus menyelesaikan urusan kantornya yang menguras energi dan waktunya. Editor tempatnya bekerja melakukan kesalahan karena tidak segera mengecek approved draft dari klien untuk penayangan advertorial hari ini. Saat hendak tayang, editor baru menyadari bahwa ada satu foto pilihan klien yang diambil bebas di internet. Alhasil, timnya harus menghubungi pemilik foto pilihan klien untuk memproses pembelian, dan dia seorang Hungaria. Jadi, bayangkan saja bagaimana serunya sore Dayana hari ini.

Meski bukan kesalahannya, dan tidak ada yang bisa dilakukan selain menghibur klien selama tim editor bekerja selaku sales manager yang bertanggung jawab atas project yang di-handle oleh account executive di bawahnya, Dayana tetap saja tetap ikut lembur di kantor untuk memastikan semuanya bisa beres. Alhasil, dia baru tiba di Heaven menjelang pukul setengah 12 malam, dan teman-temannya sudah teler.

"Lo nggak capek, Day, kerja sampe tengah malam begini terus?" tanya Diana.

Jangan tertipu dengan penampilan seksi nan sporty menjurus ke hipster Diana malam ini. Di balik itu semua, Diana adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak perempuan menggemaskan yang masing-masing berusia 4 dan 2 tahun. Suaminya adalah pengacara senior di sebuah firma hukum terkenal. Setiap hari, jika tidak ada pesta semacam ini, aktivitas Diana didominasi oleh mengurus keluarga kecilnya dan beramah tamah dengan tetangga sekitar serta mendampingi suami ke acara-acara formal.

"Duit nggak bisa masuk sendiri ke rekening gue, Say," jawab Dayana.

Matanya memilah-milah botol alkohol di meja, lantas pilihannya kembali pada sebotol Red Wine yang tinggal setengah. Dayana langsung menegaknya dari botol.

"Lo nikah makanya, biar seenggaknya duit yang datang sendiri ke rekening lo," sambar Lina, menggelosor di pinggiran meja.

Debby tergelak. "Lo suruh Dayana nikah, Na? Itu sama kayak gue nyuruh lo pake hijab."

"Terus?" Lina mengerutkan dahi.

"Kan lo Katolik, Carolina!"

Dayana tergelak menyimak obrolan random orang-orang mabuk ini. Dayana tidak akan bersikap menye-menye dengan mengatakan hal ini kepada ketiga sahabatnya, tetapi inilah yang dia cari setiap hari. Sahabat-sahabat baik yang siap mendengar keluh kesahnya. Sahabat yang meski tidak ragu mengatainya tolol atau memarahinya habis-habisan saat dia melakukan kesalahan bodoh, tetapi selalu datang pertama dan mengulurkan tangan saat Dayana butuh bantuan. Di akhir hari, setelah penat bekerja, obrolan di grup WA "CUAN LADIES" menjadi hiburan sendiri bagi Dayana.

"Debby yang the real bitch aja akhirnya tied the knot," komentar Lina. "Gue yakin Dayana pada akhirnya juga bakalan ketemu seseorang."

"Barusan juga gue ketemu seseorang," kata Dayana tanpa berpikir panjang. "Laki-laki, pake kemeja hitam, kayaknya sih ganteng."

Ketiga sahabatnya memandangnya dengan ekspresi tertarik.

"Siapa?" tanya Diana.

"Ya mana gue tahu lah! Kan gue bilang ketemu, bukan kenalan. Terus, ada lagi laki-laki gede kekar, perempuan mabuk, satpam yang kepalanya plontos, ibu-ibu yang nungguin taksi -"

"Woy!" sergah Debby kesal. "Lo mabuk apa gimana, sih?!"

Dayana tertawa. "Lo yang mabuk, bego!"

"Maksudnya Lina seseorang yang spesial, tolol! Bukan random people yang lo temuin di jalan!"

"Random people juga bisa jadi spesial," sanggah Dayana.

"Udah, udah, jangan didesak terus si Dayana. Ntar doi malah cabut," lerai Diana. "Malam ini jadi kan nginep di tempatnya Debby?"

Sontak Dayana berdecak. "Besok gue kerja, wooii."

"Bukannya lo ambil cuti?" tanya Diana cepat.

"Debby suruh ambil cuti, kan?"

"Cuti sih cuti, tapi di hari kerja ini takut ada yang urgent, terus guenya teler gimana?"

Debby berdecak. "Beb, bilang yang jujur! Lo paham artinya cuti nggak?"

Alih-alih menjawab, Dayana hanya tertawa. Sahabatnya itu tentu tidak tahu artinya bekerja di bidang penjualan. Hidup dan matinya, kapan dia bisa liburan ke luar negeri, atau kapan dia bisa beli baju dan tas branded, semuanya ditentukan oleh klien.

'Cuti? Itu adalah kata-kata utopia yang terlalu digembar-gemborkan, tapi aslinya hanya fenomena saja,' menurut Dayana.

"Pokoknya malam ini kita mabuk sampe gak bisa bangun!" jerit Debby sembari mengambil sembarang gelas di meja, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.

Dayana, Lina, dan Diana mengikutinya. Masing-masing memegang gelas dan mendetingkannya di udara.

"Ya udah, kalian aja yang mabok. Biar gue yang stay sober sekalian jagain kalian," putus Dayana.

"Ih, ngapain? Semua yang ada di sini udah gue bayar. Minum sampe black out Babe!"

"Kalau semua teler, yang nyetirin balik siapa, Nenggg?"

"Tenaaang," jawab Debby sembari mengisi ulang gelasnya. "Gue udah siapin sopir buat malam ini."

"Sopir?" Mata Dayana mencuat naik. "Danis?"

"Bukan. Tuh orangnya," jawab Debby sembari mengedikkan kepala ke sisi kanan mereka.

Dayana mengikuti arah kedikan Debby, dan melihat seorang pria muncul dari sela-sela orang yang tengah berpesta. Pria itu memakai kemeja slim fit hitam dan membawa minuman kaleng. Dayana menyipitkan mata begitu mengenali sesuatu.

Lho, itu kan laki-laki yang menolongnya tadi?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bingkisan Daster Bekas Mertua
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Dalam romance novel Bingkisan Daster Bekas Mertua, seorang istri menghadapi konflik modern saat keuangan rumah tangganya dikendalikan mertua. Ia harus berjuang mempertahankan kemandirian di tengah tekanan suami yang terlalu patuh. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
Dalam Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati, Ana harus bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Louis, miliarder arogan yang pelit. Novel modern ini mengikuti perjuangan Ana menghadapi duka dan sikap semena-mena suaminya. Baca kisah lengkapnya di romance novel populer ini sekarang.
Ditalak Tiga Lewat Telepon
Ditalak Tiga Lewat Telepon
Dalam Ditalak Tiga Lewat Telepon, Atira menghadapi pengkhianatan saat suaminya menceraikannya secara sepihak. Di tengah misteri hilangnya sang anak dan ibu mertua yang koma, ia harus bangkit. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangannya bertahan di tengah krisis modern novel yang pelik.
Gairah di Jalur Umum
Gairah di Jalur Umum
Dalam novel romantis Gairah di Jalur Umum, seorang adik ipar datang menginap untuk membantu iparnya atas permintaan sang kakak yang sakit. Namun, sebuah insiden setelah mabuk memicu naluri liar yang tak terduga. Baca novel online modern ini untuk mengikuti konflik hubungan mereka yang rumit.
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Dalam novel Gara-Gara Cinta Satu Malam, Ellena melepaskan segalanya demi balas dendam hingga terjebak dengan William Hamilton. Kisah billionaire romance novels ini membawa mereka ke takdir rumit. Baca romance novel penuh kejutan ini hanya di platform web novel terbaik.
Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Kakakku
Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Kakakku
Dalam romance novel Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Kakakku, Fadli harus memiliki anak demi warisan. Calista yang putus asa memaksa Jihan menjual rahimnya. Ikuti kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan konsekuensi dalam keluarga di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Satpam? Bukan, Aku Legenda
Satpam? Bukan, Aku Legenda
Gavin turun dari gunung untuk mencari teman masa kecilnya. Namun, dia malah menyelamatkan Kyla dari pembunuh bayaran dan terpaksa menikahinya secara terburu-buru. Dengan menyamar sebagai satpam, dia melindungi keluarga Kyla dan menghadapi musuh seperti Frank dan Ezra. Dia pun menemukan bahwa Ezra itulah yang membunuh ayahnya dan membakar panti asuhan. Karena itu, dia membangkitkan teknik pedang warisan klannya untuk membalas dendam. Dan dalam prosesnya, dia menyadari bahwa Kyla adalah teman kecil kesayangannya yang selama ini dia cari.
⁠Disakiti Berakhir Dicintai
⁠Disakiti Berakhir Dicintai
Ranti Gunawan yang terkenal sebagai siswi pintar harus merelakan kuota beasiswa kuliah di bidang hukum untuk pujaan hatinya, dia pun menikah dengan pujaan hatinya, yang bernama Jimmy Mence. Akan tetapi, setelah 4 tahun lamanya menikah, Jimmy malah selingkuh darinya. Maka dari itu Ranti menceraikannya dan memulai lembaran baru dalam hidupnya, tidak hanya menemukan cinta yang baru tapi juga kehidupan kerja yang baru dia rasakan.
Menantu Ikan,  Harta Triliunan di Ember!
Menantu Ikan, Harta Triliunan di Ember!
Dion Linus datang membawa seember ikan buat melamar ke keluarga Hanura. Namun, dia malah diremehkan sebagai nelayan miskin. Bahkan tunangannya, Aurora Hanura, ingin memutuskan pertunangan mereka. Untung saja Bianca Hanura tidak materialistis. Bianca tetap bersedia menikah dengan Dion. Ternyata, ada rahasaia besar yang disembunyikan Dion — ada berlian 10 senilai puluhan triliun di dalam mulut ikan! Semua orang di keluarga Hanura langsung terkejut. Aurora sangat menyesal. Di akhir cerita, Dion menikahi Bianca yang tulus dan baik hati.
Terpenjara di Pelukan Mantan
Terpenjara di Pelukan Mantan
Setelah kecelakaan mobil yang hampir menghancurkan tubuh dan hatinya, jurnalis perjalanan, Emily, melarikan diri ke Itala yang terpencil, kemudian terjerat dalam Penjara Ekstasi yang misterius, di mana penculiknya, yang sangat mirip dengan mantan suaminya yang telah lama ditinggalkan, memaksanya menjalani cobaan berbahaya dan sensual yang membangkitkan kenangan terlarang dan cinta yang tak pernah dia duga akan menyembuhkannya.
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Kali Ini Aku Jadi Kakak Ipar
Setelah Wendy bersama putri kaya, dia langsung membunuh Nia! Jadi begitu Nia terlahir kembali, dia langsung mengejar kakaknya si putri kaya, Bino! Bino punya Penyakit Racun Dingin. Selain mandul, dia bahkan divonis tidak akan bisa hidup lebih dari sebulan setelah nikah. Tapi di saat ini, Nia malah muntah. Dokter berkata, Pak Bino, Bu Nia hamil!
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Jalinan cinta Jeni bersama Sero, seorang pilot hebat, harus pupus akibat kembalinya cinta lama Sero, Sani. Kesabaran Jeni habis, dan akhirnya dia memilih menikah bersama Yudi, pria yang dijodohkan ibunya sejak dulu. Saat semua kebusukan Sani terbongkar, penyesalan Sero tak lagi berguna. Kini, Jeni dan Yudi menemukan cinta yang lebih sempurna daripada yang pernah ia miliki sebelumnya.