Logo
SUAMIKU SAINGANKU
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

48 Bab
Tamat
Dalam SUAMIKU SAINGANKU, Rila terjebak perjodohan dengan Arga, rival bebuyutannya. Melalui genre romance modern, mereka bersaing di sekolah sambil menyembunyikan status pernikahan. Baca web novel ini untuk melihat bagaimana persaingan akademik berubah menjadi cinta di tengah rahasia masa lalu.
Bab 1 dari SUAMIKU SAINGANKU

"Saudara Arga, apakah Anda menerima Rila sebagai istri Anda dengan sepenuh hati?" suara penghulu menggema di ruangan.

Ruangan ini, yang seharusnya penuh kebahagiaan, malah terasa seperti penjara bagiku. Suara gemerincing perhiasan dan bisik-bisik tamu hanya jadi latar belakang dari ketegangan yang kualami saat ini.

Arga berdiri di depan altar dengan sikap tenang dan tampan. Dia mengenakan jas hitam yang pas, dan tatapannya tetap dingin, seolah pernikahan ini cuma rutinitas yang harus dijalani. Aku tidak bisa menahan rasa kesal saat memandangnya. Rasanya Arga lebih seperti lawan hidupku daripada calon suami.

"Ya, saya terima," jawab Arga, suaranya tegas dan tanpa emosi.

Giliran aku tiba. Tangan penghulunya meraih tangan Arga, dan dia menatapku dengan tatapan dingin seolah pernikahan ini tidak ada artinya. Aku merasa seperti boneka yang dipindahkan dari satu panggung ke panggung lainnya.

Penghulu mulai melafalkan ijab qabul. "Saudari Rila, apakah Anda menerima Arga sebagai suami Anda, dalam keadaan baik maupun buruk, dalam keadaan sehat maupun sakit, dan siap menjalani kehidupan bersama?"

Aku mengedipkan mata beberapa kali, mencoba menahan air mata yang hampir menetes. Dengan napas tertahan, aku berusaha berbicara dengan percaya diri, meski suaraku terasa pecah.

"Saya terima."

Begitulah, dengan satu kata yang membuat hatiku bergetar, aku telah mengikatkan hidupku dengan seseorang yang tidak pernah kuinginkan, di depan semua orang yang kami kenal. Sementara tamu-tamu mulai bersorak dan memberikan ucapan selamat, aku merasa seperti tersesat di tengah-tengah kemeriahan ini.

Setelah acara ijab qabul, kami menuju ruang makan di mana makanan dan minuman sudah siap. Aku mencoba mencari tempat duduk yang nyaman, tetapi setiap kali aku menghadap ke arah Arga, dia tampaknya sibuk dengan berbagai urusan. Berbicara dengan tamu, menerima ucapan selamat, dan sebagainya.

Arga akhirnya datang menghampiriku, memintaku untuk duduk di meja pengantin yang telah disediakan. Dia duduk di sebelahku dengan sikap tenang, tapi tetap menjaga jarak. Makanan mulai disajikan, tetapi aku tidak bisa menghilangkan rasa cemas dan ketidaknyamanan yang menyelimutiku.

"Rila, maukah kamu berbicara sebentar?" Arga tiba-tiba bertanya, memecah keheningan di antara kami. Suaranya tetap tidak menunjukkan emosi, tapi ada sesuatu dalam nada bicaranya yang membuatku merasa penasaran dan sedikit tertekan.

Aku mengangguk, mengajaknya menuju sudut ruangan yang agak sepi. "Ada apa?" tanyaku dengan nada hati-hati.

Arga menghela napas panjang sebelum berbicara. "Aku tahu ini mungkin bukan yang kamu inginkan, dan aku juga tidak terlalu senang dengan situasi ini. Tapi mari kita coba membuat yang terbaik dari apa yang ada."

Aku menatapnya, mencari makna di balik kata-katanya. "Kamu juga tidak senang dengan ini, kan?" tanyaku, mencoba mencari kejujuran di balik sikapnya yang dingin.

Arga mengangguk perlahan. "Tidak ada yang benar-benar senang dengan perjodohan ini, tapi kita harus menjalani ini dengan cara yang baik. Setidaknya, kita bisa mencoba untuk memahami satu sama lain."

Aku merasakan getaran aneh di dalam hati. Meskipun kata-kata Arga terdengar tidak emosional, ada sesuatu dalam tatapannya yang membuatku merasa ada lebih dari sekadar ketidaksetujuan di sini.

Aku mencoba tersenyum. "Baiklah, mari kita coba."

Di balik kesan dingin Arga dan ketidaknyamananku, ada sesuatu yang mulai tumbuh. Entah itu perasaan yang tidak bisa kujelaskan atau harapan akan sesuatu yang lebih baik.

Sementara itu, hujan terus turun di luar, memecah kesunyian yang mengisi kamar pengantin kami. Lampu redup menyinari ruangan yang didekorasi dengan lembut, namun suasana terasa dingin dan asing bagiku. Aku berdiri di depan cermin, menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri.

Aku bisa mendengar langkah kaki Arga mendekat dari arah pintu. Dalam sekejap, dia sudah berdiri di ambang pintu, dengan ekspresi wajah yang tetap dingin seperti biasanya. Dia mengenakan piyama yang nyaman, berbeda jauh dari penampilannya di pesta tadi siang.

"Kita sudah sampai di sini," katanya, suaranya datar, tapi ada nada lelah di dalamnya. Dia berjalan menuju tempat tidur, kemudian duduk di tepi ranjang.

Aku mengangguk pelan, tidak tahu harus berbuat apa. "Ya, kita sudah sampai di sini," jawabku, suaraku hampir seperti bisikan. 

Aku melangkah mendekati ranjang, namun rasa canggung membuatku berhenti di tengah jalan. Arga menatapku sekilas sebelum mengambil bantal dan meletakkannya di tengah ranjang, lalu dia duduk di sisi lainnya.

"Kita mungkin harus membuat kesepakatan tentang malam ini," katanya, terlihat lebih seperti berbicara dengan rekan kerja daripada seorang suami.

Aku mengerutkan kening, merasa bingung. "Kesepakatan tentang apa?"

"Untuk malam ini, kita bisa tidur terpisah jika itu membuat kita lebih nyaman. Kita berdua butuh waktu untuk beradaptasi," jelas Arga, suaranya tetap datar dan tanpa emosi. 

Aku menghela napas lega, merasa sedikit tenang. "Itu mungkin ide yang baik. Aku juga merasa agak canggung dengan situasi ini."

Dia mengangguk dan berbaring di sisi ranjangnya, sementara aku duduk di tepi ranjang yang kosong, berusaha mencari posisi yang nyaman. Meskipun perasaanku masih cemas, aku bisa merasakan sedikit kelegaan karena tidak harus langsung berhadapan dengan ketidaknyamanan malam pertama ini.

Sejenak keheningan menyelimuti kami, hanya terdengar suara hujan yang terus mengguyur. Aku mencoba memikirkan cara untuk mengalihkan pikiranku dari situasi yang tidak nyaman ini, namun pikiranku selalu kembali pada betapa asingnya semuanya.

"Arga!" teriakku, sontak memeluknya saat lampu tiba-tiba mati.

Arga tampak terkejut sesaat, namun dengan tenang dia menepuk punggungku pelan, mencoba menenangkan. "Tenang, Rila. Itu cuma mati lampu. Tidak ada yang perlu ditakutkan."

Aku melepaskan pelukanku, merasa canggung dengan tindakanku yang spontan. "Maaf, aku cuma terkejut," ucapku pelan, masih merasakan jantungku berdegup kencang.

Arga bangkit dari tempat tidur, meraba dinding untuk menemukan saklar atau lilin yang mungkin disediakan. "Aku akan mencari senter atau lilin. Tetap di sini."

Aku mengangguk, meskipun dia tak bisa melihatku dalam kegelapan. Suara langkah kakinya terdengar menjauh, sementara aku duduk kembali di tepi ranjang, berusaha menenangkan diriku.

Hujan di luar semakin deras, dan suara gemuruhnya seakan mempertegas suasana hati yang gelisah. Di balik keheningan malam dan kegelapan ini, aku merenungi betapa jauh hidupku telah berubah dalam waktu singkat. Terjebak dalam pernikahan yang dipaksakan, dengan seorang pria yang hampir tak kukenal, rasanya hidupku berjalan ke arah yang tidak pernah kubayangkan.

Tak lama kemudian, Arga kembali dengan lilin kecil yang menyala di tangannya. Cahayanya yang redup memberikan sedikit penerangan pada kamar yang tadinya gelap gulita. Dia menempatkan lilin itu di atas meja dekat jendela, lalu kembali duduk di tempat tidurnya, menatap ke arahku.

"Apa kamu baik-baik saja sekarang?" tanyanya, lebih lembut dari sebelumnya.

Aku hanya mengangguk, tidak yakin harus menjawab apa. Kegelapan yang barusan terasa seperti metafora dari pernikahan kami. Semua terasa tidak pasti, tidak diketahui apa yang akan terjadi di masa depan.

Apakah kami akan melakukan hubungan suami istri?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

AKU DAN TEMAN SUAMIKU
AKU DAN TEMAN SUAMIKU
Dalam AKU DAN TEMAN SUAMIKU, Tara terjebak pernikahan rumit sebagai istri kedua dari sahabat almarhum suaminya. Navigasi peran sulit dalam modern novel ini penuh dilema. Simak kelanjutan romance novel ini untuk melihat apakah ia bertahan atau menyerah di web novel populer ini.
Bersama Gadis Gila Di Konser
Bersama Gadis Gila Di Konser
Temukan keseruan novel romantis Bersama Gadis Gila Di Konser. Pertemuan tidak sengaja dengan seorang gadis eksentrik di konser musik mengubah hidup tenang seorang remaja laki-laki. Baca buku online gratis ini untuk mengikuti lika-liku hubungan mereka yang penuh kejutan di dunia modern.
Hanya Karena Sebuah Rumah
Hanya Karena Sebuah Rumah
Dalam novel romantis modern Hanya Karena Sebuah Rumah, pernikahan lima tahun hancur saat Boni memindahkan kepemilikan rumah mereka kepada cinta pertamanya. Menghadapi pengkhianatan dan kemarahan suami, sang istri memilih mengambil keputusan tegas untuk bercerai. Baca novel online gratis ini sekarang.
Istri Kedua Tuan Gio
Istri Kedua Tuan Gio
Dalam Istri Kedua Tuan Gio, Liana terpaksa menerima tawaran Rafael demi biaya pengobatan keluarga. Menjadi istri kedua sang konglomerat adalah satu-satunya cara bertahan hidup. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Liana dalam modern novel yang penuh dilema.
Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
Demi membalas dendam pada keluarga Blackwood, Raelynn Harper nekat mengancam Tristan dalam Kehancuran Reputasi Raelynn Harper. Billionaire ini justru menjebaknya dalam pernikahan untuk menghancurkan harga dirinya. Baca billionaire romance novels ini di webnovel, pilihan fiction books terbaik.
Malam Untuk Danira
Malam Untuk Danira
Dalam Malam Untuk Danira, seorang gadis desa terjebak di dunia gelap kota besar. Menghadapi pilihan sulit dalam romance novel ini, Danira harus berjuang keluar dari pekerjaan terlarang saat sebuah malam mengubah takdirnya. Baca kisah lengkapnya di webnovel modern yang penuh kejutan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dia Murni Bagaikan Malaikat
Dia Murni Bagaikan Malaikat
Zia Seruya mengetahui bahwa suaminya, Marsel Lesmana, yang berhati dingin, memelihara Maya Sanjaya, seorang gadis yang dianggap murni bagaikan malaikat. Protes Zia pada acara keluarga hanya dibalas dengan surat cerai. Ketika ia menolak menandatangani, tekanan dari Marsel meningkat hingga menyebabkan kematian orang tua Zia. Zia kemudian terlahir kembali, tepat pada hari ia menemukan keberadaan Maya. Ia segera mengamankan orang tuanya, menyiapkan dokumen perceraian, dan kini didorong oleh satu rasa penasaran: ingin melihat langsung seperti apakah "malaikat" yang bernama Maya itu.
Antagonis yang Menggemaskan
Antagonis yang Menggemaskan
Jihan Sanjaya terlempar ke novel 1980-an sebagai mantan istri jahat konglomerat cacat yang tewas tragis. Terikat "Sistem Figuran Antagonis", dia harus kejam untuk pulang. Tak takut, Jihan mulai hidup penuh keangkuhan. Tapi tak sadar, keluarganya mendengar isi hatinya! Malah mereka semakin kompak, dan suaminya yang cacat kini bisa berdiri dan setia padanya!
Dewa Kejahatan
Dewa Kejahatan
Dia dituntut dan kehilangan nyawa untuk melindungi dunia. Tapi ini bukan akhirnya. Kembali dalam kebangkitannya, dia akan menghukum yang jahat dan mempromosikan yang baik, membawa keadilan yang sebenar! Sebarkan berita, dewa kejahatan masih hidup!
Aksi Kembar: Misi Satukan Papa & Mama
Aksi Kembar: Misi Satukan Papa & Mama
Enam tahun lalu, Winnie dan Logan jatuh cinta dan memiliki putri kembar. Tapi setelah Selina mengadu domba mereka, sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka. Enam tahun kemudian, dengan sedikit bantuan dari putri kembar mereka yang bertukar, kebenaran terungkap.
Dimanjakan oleh Teman Miliarder Mantan Suami
Dimanjakan oleh Teman Miliarder Mantan Suami
CEO Grup Salim, Selena Salim menikah dengan Matt Wijaya yang merupakan CEO Grup Wijaya. Di hari pernikahan, Matt Wijaya kabur dan kembali setelah 4 tahun. Saat itu, Selena Salim pun bercerai dengan Matt Wijaya. Apa alasan dibalik kaburnya Matt Wijaya dari pernikahan? Apa yang akan terjadi setelah mereka bercerai?
Reset Jadi Ibu Baik
Reset Jadi Ibu Baik
Terlahir kembali, Yeri bertekad menebus kesalahan masa lalu. Ia tak lagi menjadi ibu kejam yang buta cinta, melainkan pelindung penuh kasih bagi empat anak dan menantunya. Di tengah bencana kelaparan yang mencekam, Yeri berjuang mengubah nasib keluarga, menyalakan harapan di saat segalanya tampak hilang.